Mag-log in
SERINA baru keluar dari ruangan dengan senyuman merekah, ia berhasil lolos dan akan menjadi aktris. "Kak Tania, aku lolos!" seru Serina bahagia memeluk manajernya yang sudah dirinya anggap sebagai Kakak sendiri.
"Selamat ya Ser, Kakak bilang apa kamu pasti diterima. Apalagi body kamu yang kayak gitar spanyol ditambah bakat kamu yang jago akting turunan ibu kamu," ucap Tania ikut bahagia. Ya, dulu ibunya juga seorang aktris sedangkan ayahnya chef di cafe milik ibunya. Meskipun ayahnya tidak terlalu terkenal, tapi masakannya sangatlah enak menurut Serina dan ibunya. Tapi sayang dua bulan yang lalu keduanya sudah pergi meninggalkannya karena kecelakaan, dan hanya dirinyalah yang selamat dari kecelakaan itu. "Aku masih tidak menyangka kak," ujar Serina tak henti-hentinya. "Iya-iya yang lagi bahagia, ngomong-ngomong kamu ga ada niatan buat lanjut kuliah?" tanya Tania. "Ga tahu kak." "Lanjut aja, sayang tahu kalo ga dilanjut. Apalagi kamu kan pintar dapet juara satu terus." Serina memang baru lulus sekolah, ia langsung mendaftar menjadi aktris karena ingin mengikuti jejak ibunya. "Gimana nanti aja kak." Serina tersenyum misterius, Keduanya berjalan keluar sambil mengobrol, tapi ternyata di depan pintu banyak wartawan. Serina sudah berhasil melewati para wartawan, saat ia ingin menaiki mobil ada pisau melayang ke arahnya dan mengenai punggungnya. Darah mulai bercucuran, Serina merasa pusing kehabisan darah dan pada akhirnya ia ambruk. Banyak teriakan histeris melihat kejadiannya dan banyak pula yang memvideokan. "Serina/Nona Serina!" seru manajer dan bodyguardnya, di sisa kesadarannya Serina melihat seseorang yang memakai topeng yang hanya menutupi matanya, menyeringai ke arahnya. Serina terbatuk mengeluarkan darah, Kenapa aku harus mati seperti ini? Bahkan aku belum menjadi aktris terkenal, semua ini tidak adil! Semoga saja di surga nanti aku bisa menjadi aktris terkenal. Ibu, ayah, Serina senang bisa berkumpul kembali dengan kalian lagi- pikir Serina tersenyum, setelahnya mata cantik itu menutup. Serina seorang aktris yang baru lolos di nyatakan koma di umurnya yang ke 19 tahun karena haters yang tidak menyukainya. ******* Di tempat yang berbeda, seorang wanita sedang mengejan. "Gue- hosh udah nggak kuat." "Ayo Nyonya sebentar lagi bayinya akan keluar, ikuti instruksi saya nyonya." Titah dokter, berusaha menguatkan pasiennya. Satu... Dua... Tiga... "Sekarang!" Aaarrrrrgggggggggg "Sebentar lagi nyonya." Wanita itu sudah tidak kuat, tapi ia hanya diam saja. Meskipun tidak kuat ia harus mempertahankan bayinya, buah cinta dirinya dan suaminya yang selama ini ia kagumi. matanya sudah kabur bahkan semuanya terasa berputar, akhirnya ia menutup mata. Waktu tiba-tiba berhenti, membuat orang-orang terdiam seperti patung. Ya, wanita itu meninggal dunia tanpa disadari orang-orang. Tak lama mata cantik itu kembali terbuka lagi dan melihat sekelilingnya dengan linglung dan akhirnya Waktu kembali berputar. "Aku dimana?" tanya wanita itu lagi pelan. "Bukannya aku tertusuk pisau, lalu kenapa aku berada di tempat mewah seperti ini." Wanita itu yang tak lain adalah Serina termenung, sampai perutnya terasa mules dan seruan seorang dokter menyadarkannya. "Nyonya Serena, satu kali lagi mengejan dan bayinya akan keluar!" seru dokter, Serina meraba perutnya yang menonjol. Gila! Ini benar-benar gila, bagaimana mungkin? "Arggghhhh! pe-perutku sakit," lirih Serena meringis seakan tubuhnya terbelah dua. Satu... Dua... Tiga... Serina mengikuti instruksi dokter, ia pun mengejan. Aaaaaarrrrrrrrrggggggggggggggggg!! Ooeee Ooeee Oeee "Selamat nyonya Serena, bayi anda berjenis kelamin laki-laki." Dokter itu berucap dengan penuh rasa bahagia, berbeda dengan Serina yang sedang mengatur nafasnya yang ngos-ngosan. Serina menatap ke atas dengan pandangan kosong termenung memikirkan sesuatu, tak lama ia tak sadarkan diri karena syok. Bersambung... Halooo, aku baru buat cerita baru dan lagi belajar berkarya di apk iniiii!! Bantu support dan tinggalkan jejaknya yaa, terima kasih semuanya🙏Keduanya sudah tidur, tapi suara bising bayinya yang menangis membangunkan Serena yang tertidur nyenyak. Serena meregangkan ototnya yang terasa sangat sakit, ia menatap sekelilingnya dan tatapannya jatuh pada suaminya yang sedang tidur. Apakah kalian mengira keduanya tidur bersama? Jawabannya TIDAK ia tidur di sofa karena sang suami yang menyuruhnya, lagian Serena juga masih canggung jika harus tidur bersama dengan pria untuk pertama kalinya. Oeee Oeee Oeee Serena menghampiri bayinya dan menggendongnya. "Baby, berhentilah menangis oke? Nanti tenggorokan mu sakit." Serena menatap suaminya lagi, ia bernafas lega suaminya masih tidur jadi ia bebas menyusui bayinya. Serena memberikan asi-nya kepada anaknya dan dilahap oleh anaknya dengan rakus, Serena terkekeh melihat bayinya yang menggemaska. Sesekali meringis, rasanya masih sakit. "Ternyata kamu lapar, pelan-pelan baby awss. Lihat? Daddy mu masih tidur dan dia tidak akan mengambilnya." Serena terkekeh mendengar ucapannya sendiri,
Malam harinya Serena sedang bersantai, tapi pelayan datang mengganggu waktu santai dirinya. "Lo disuruh makan di bawah, jangan lelet." Setelah mengatakan itu pelayan pergi. Serena menatap pelayan tadi datar, seperti itulah sikap mereka kepadanya tidak tahu diri dan penyebabnya adalah pemilik asli tubuh ini. Serena menghela nafasnya, detik ini juga ia akan bertemu dengan mereka lagi. Serena menggendong anaknya untuk ikut turun, ia tidak mungkin membiarkannya sendiri atau menitipkan kepada pelayan. Yang ada anaknya terluka oleh mereka, karena saat ini yang dirinya percayai hanyalah Emma dan mungkin juga Nenek dari suaminya. Serena turun ke bawah menggunakan lift, saat ia berjalan dan hampir sampai terdengar suara orang-orang yang sedang mengobrol. Serena sampai di ruang makan dan orang-orang yang tadinya berbicara langsung terdiam karena kedatangannya. "Maaf nak, kamu siapa?" tanya wanita tua yang Serena yakini adalah nenek yang menyayanginya, namanya Abigail Casanova. "Aku Serena.
"Eh, ternyata lo udah pulang? Kirain gue mati sama bayi lo." Cibir Alice berusaha menutupi wajah terkejutnya melihat Serena yang sangat cantik sekarang, Serena hanya menatap mereka datar. Di sana hanya ada tiga orang, wanita paruh baya yang ia yakini adalah Casandra Casanova mertua tubuh ini dan gadis kembar yang seumuran dirinya yang satu tanpa ekspresi namanya Elsie Casanova dan satu lagi menatap dirinya mengejek yang tadi berbicara tidak sopan yang tak lain adalah Alice. Suaminya memang memiliki adik kembar dan satu adik laki-laki yang sudah menikah dan ia tidak tahu tinggal dimana. Tatapan mata Cassandra melihat ke arah anaknya yang di gendong Emma, entah apa arti tatapan itu untuk sekarang Serena tidak peduli. "Emma, bisa antarkan aku ke kamar?" "Baik nyonya, kalo begitu saya permisi." Setelah mengatakan itu Emma membantu memapah Serena ke kamarnya, meninggalkan mereka yang terkejut dengan bahasa Serena yang baru dan biasanya jika Alice berbicara maka serena akan menyahut deng
Serina yang sekarang kita sebut Serena sedang termenung memikirkan nasibnya, ia masih tidak menyangka jiwanya memasuki tubuh orang lain dan lebih tidak menyangka lagi dirinya memasuki tubuh wanita yang sudah memiliki suami dan anak. Ingatan pemilik tubuh ini sudah datang kepadanya saat ia tidak sadarkan diri sehabis melahirkan, ternyata Serena sama sepertinya yang tidak mempunyai orang tua. Nama tubuh ini Serena Casanova, karena ia masih istri dari marga yang dirinya pakai sekarang. Kerjaannya hanya menghamburkan uang bersama sahabatnya, setelah itu merawat diri agar suaminya melihatnya tetapi ternyata tidak ada perubahan apapun. Serena sangat tidak menyukai sifat Serena asli yang semena-mena dan egois tapi dirinya juga kasihan, mungkin dia seperti itu karena keadaan yang mengharuskannya seperti itu. Karena diingatkannya yang dulu Serena anak yang baik dan penyayang tapi semenjak menjadi nyonya Casanova sifat dan sikapnya berubah. Ditambah lagi ia selalu dihasut oleh sahabat yang Se
SERINA baru keluar dari ruangan dengan senyuman merekah, ia berhasil lolos dan akan menjadi aktris. "Kak Tania, aku lolos!" seru Serina bahagia memeluk manajernya yang sudah dirinya anggap sebagai Kakak sendiri. "Selamat ya Ser, Kakak bilang apa kamu pasti diterima. Apalagi body kamu yang kayak gitar spanyol ditambah bakat kamu yang jago akting turunan ibu kamu," ucap Tania ikut bahagia. Ya, dulu ibunya juga seorang aktris sedangkan ayahnya chef di cafe milik ibunya. Meskipun ayahnya tidak terlalu terkenal, tapi masakannya sangatlah enak menurut Serina dan ibunya. Tapi sayang dua bulan yang lalu keduanya sudah pergi meninggalkannya karena kecelakaan, dan hanya dirinyalah yang selamat dari kecelakaan itu. "Aku masih tidak menyangka kak," ujar Serina tak henti-hentinya. "Iya-iya yang lagi bahagia, ngomong-ngomong kamu ga ada niatan buat lanjut kuliah?" tanya Tania. "Ga tahu kak." "Lanjut aja, sayang tahu kalo ga dilanjut. Apalagi kamu kan pintar dapet juara satu terus." Serina mem







