Beranda / Romansa / Tuan CEO, Aku Ingin Berpisah! / Bab 115: Kedatangan Roland

Share

Bab 115: Kedatangan Roland

last update Tanggal publikasi: 2024-11-07 23:44:58

Beberapa jam kemudian Michelle telah dipindahkan ke kamar inap setelah kondisinya dinyatakan stabil. Selang oksigen yang terpasang sudah dilepaskan, kecuali jarum beserta selang infus yang masih terpasang.

Meski kondisinya dinyatakan lebih baik dari sebelumnya, Michelle masih bersikap sama yaitu tak mengendurkan sedikit rasa takut dan cemas.

Jemarinya bertindak egois terhadap Valencia, tak ingin melepaskan sedikit tangan Valencia dari genggamannya. Bahkan ketika dokter memeriksakan keadaannya,
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (7)
goodnovel comment avatar
sisca melia
kaka kapan update lagi.... 🥹
goodnovel comment avatar
yulika sari
bolak balik k sini belum muncul2 nextny, ayo lah thor semangat
goodnovel comment avatar
puji amriani
ok dech gak up lagi..
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Tuan CEO, Aku Ingin Berpisah!   Bab 166: Rumah yang Mereka Pilih

    Miami menjadi tempat mereka menghabiskan tujuh hari pertama sebagai suami istri.Sebuah private villa milik Roland yang berada tidak jauh dari pantai menjadi tempat mereka tinggal selama bulan madu.Tempat itu cukup luas untuk membuat Michelle merasa seperti sedang benar-benar melarikan diri dari kehidupan sehari-harinya.Tidak ada pekerjaan. Tidak ada rapat. Tidak ada jadwal yang harus dikejar. Hanya ada dirinya dan Roland.Pada siang hari, Roland mengajak Michelle menikmati pantai menggunakan yacht miliknya. Michelle benar-benar menikmati hari-hari itu.Dia berenang, Berjemur, bermain air sampai sore.Bahkan beberapa kali Roland harus memintanya beristirahat karena istrinya itu terlalu bersemangat menikmati laut.Namun Michelle baru menyadari satu hal. Hari-hari mereka ternyata tidak hanya melelahkan karena aktivitas di bawah matahari.Setiap kali malam tiba dan mereka kembali ke villa, Roland selalu memiliki caranya sendiri untuk membuat Michelle kehilangan sisa tenaganya.Hari keli

  • Tuan CEO, Aku Ingin Berpisah!   Bab 165: Bunga yang Jatuh ke Tangan yang Salah

    Malam setelah pemberkatan pernikahan mereka terasa begitu hangat.Setelah upacara selesai, Michelle dan Roland menikmati makan malam bersama keluarga serta para tamu yang hadir di Lake Como.Malam itu dibuat intim. Tidak terlalu banyak orang.Hanya mereka yang memang dekat dengan keluarga Archer dan orang-orang yang dipercaya Roland untuk menjadi bagian dari hari istimewa mereka.Lampu-lampu kecil menghiasi area makan malam. Pantulan cahaya dari permukaan danau membuat suasana semakin indah. Champagne dan wine ikut mengisi meja-meja yang dipenuhi makanan.Roland dan Michelle sendiri telah berganti pakaian. Roland kini mengenakan setelan jas yang membuatnya tetap terlihat elegan, sementara Michelle tampil cantik dalam balutan dress malam.Beberapa saat kemudian, musik mulai terdengar. Roland mengulurkan tangannya kepada Michelle.“Berdansa denganku.”Michelle tersenyum. Dia menerima tangan suaminya. Mereka kemudian berjalan ke tengah area yang telah disiapkan untuk berdansa.Michelle b

  • Tuan CEO, Aku Ingin Berpisah!   Bab 164: Hari yang Mereka Pilih

    Hari pernikahan akhirnya tiba. Lake Como pagi itu terlihat begitu indah.Danau yang tenang membentang luas di hadapan tempat pernikahan mereka. Pegunungan berdiri kokoh di kejauhan, sementara udara terasa begitu sejuk dan bersih. Tidak ada pesta yang terlalu ramai. Tidak ada dekorasi yang berlebihan.Semuanya elegan, tenang. Dan sangat sesuai dengan apa yang Michelle inginkan.Kursi-kursi yang telah disiapkan di hadapan altar mulai dipenuhi para tamu.Mereka bukan orang-orang yang datang hanya untuk memenuhi undangan.Mereka adalah keluarga, sahabat, klien penting, serta beberapa kerabat dari kalangan konglomerat yang selama ini memiliki hubungan dekat dengan keluarga Archer.Orang-orang terpilih yang dipercaya Roland untuk menjadi saksi dari hari paling penting dalam hidupnya.Di tempat lain, Roland sudah berdiri menunggu.Pria itu mengenakan tuksedo putih yang membuat penampilannya terlihat semakin menawan. Rambutnya ditata rapi, wajahnya terlihat tenang, tetapi sorot matanya tidak

  • Tuan CEO, Aku Ingin Berpisah!   Bab 163: Jantung yang Harus Tetap Berdetak

    Tanggal pernikahan akhirnya ditetapkan.Dan sejak hari itu, persiapan pernikahan Michelle dan Roland benar-benar berjalan sesuai keinginan Roland.Tidak ada yang setengah-setengah. Roland menginginkan yang terbaik untuk wanita yang akan menjadi istrinya.Desainer ternama telah ditunjuk untuk merancang wedding dress Michelle. Bahkan Leah tidak luput dari perhatian Roland. Gadis kecil itu juga mendapatkan gaun khusus yang dibuat agar terlihat serasi dengan ibunya.Pemotretan prewedding pun tidak dilakukan secara biasa.Roland memilih fotografer profesional yang telah menangani berbagai pemotretan pasangan ternama. Mereka melakukan pemotretan di beberapa tempat indah di Swiss dan Italia.Dan untuk lokasi pernikahan, Roland akhirnya memilih Lake Como.Tempat yang tenang. Jauh dari hiruk-pikuk kota. Dengan pemandangan danau yang luas serta pegunungan yang mengelilinginya.Roland tahu Michelle tidak menyukai pesta yang terlalu ramai atau kemewahan yang sengaja dipamerkan.Karena itu, meskip

  • Tuan CEO, Aku Ingin Berpisah!   Bab 162: Sebuah Nama, Sebuah Keluarga

    Sidang putusan vonis Ella akhirnya dilangsungkan.Ruang persidangan dipenuhi wartawan yang sejak awal mengikuti kasus tersebut. Nama Ella Hansen telah menjadi pemberitaan selama berminggu-minggu, bukan lagi sebagai seorang model terkenal atau putri keluarga sosialita, melainkan sebagai wanita yang terlibat dalam percobaan pembunuhan.Ketika hakim membacakan putusan, Ella hanya mampu berdiri dengan wajah pucat.“Dengan mempertimbangkan seluruh bukti dan keterangan saksi yang telah disampaikan selama persidangan, pengadilan menjatuhkan hukuman penjara seumur hidup kepada terdakwa, Ella Hansen.”Ruangan menjadi riuh.Ella membeku. Penjara seumur hidup, kata-kata itu seolah menggema berkali-kali di kepalanya.“Tidak!” Ella tiba-tiba berteriak.Tubuhnya meronta ketika beberapa petugas mendekatinya.“Tidak! Aku tidak bisa dipenjara seumur hidup!” Tangisnya pecah.“Aku Ella Hansen! Kalian tidak bisa melakukan ini kepadaku!”Namun tidak ada seorang pun yang mendengarkannya. Para wartawan just

  • Tuan CEO, Aku Ingin Berpisah!   Bab 161: Rumah yang Masih Menyimpan Mereka

    Dua minggu telah berlalu sejak kepergian Alins dan Danny.Namun bagi Michelle, waktu tidak benar-benar terasa berjalan.Pagi tetap datang seperti biasa. Matahari tetap menyinari jendela penthouse. Leah tetap bangun dengan suara kecilnya yang ceria, Roland tetap pergi bekerja dan kembali sebelum malam terlalu larut.Semuanya berjalan. Hanya saja, ada sesuatu di dalam diri Michelle yang terasa berhenti di sebuah ruangan rumah sakit.Di sana, dia masih bisa melihat Danny terbaring di ranjang dengan tubuh yang semakin lemah. Dia masih bisa mendengar suara Alins memanggil namanya. Dan terkadang, ketika malam terlalu sunyi, Michelle masih merasa seolah-olah tangan hangat bibinya sedang menyentuh wajahnya.Michelle tidak lagi menangis setiap saat. Namun bukan berarti rasa kehilangan itu mengecil.Dia hanya belajar menyembunyikannya di antara aktivitas sehari-hari.Celine beberapa kali datang setelah mendapat izin dari Roland. Sebagai sahabat Michelle, Celine tahu bahwa ada kesedihan yang tid

  • Tuan CEO, Aku Ingin Berpisah!   Bab 4: Hati yang Tersakiti

    Michelle duduk bersandar di kursi penumpang dari taksi yang ditumpangi, sementara itu matanya menatap kosong ke luar jendela—di mana hujan deras sedang berlangsung.Setelah cukup mampu memperbaiki harga dirinya, Michelle tak lagi bisa mengekspresikan suasana hati yang tersayat-sayat.Di sisi lain a

  • Tuan CEO, Aku Ingin Berpisah!   Bab 3: Lepaskan Segalanya

    Hari itu merupakan hari paling melelahkan bagi Michelle. Emosi dan perasaannya dipermainkan secara brutal. Michelle juga harus mengosongkan meja kerjanya dan mengalihkan pekerjaan itu kepada pengganti yang ditunjuk. Beban pikiran semakin bertambah saat mengetahui Roland melakukan pengumuman pertuna

  • Tuan CEO, Aku Ingin Berpisah!   Bab 2: Berbahaya dan Kejam

    Mata cokelatnya yang indah telah diselimuti oleh genangan air mata. Michelle terpaku kaku menatap Roland yang tak berekspresi pada dirinya.Pelacur? Begitu rendahnya sosok Michelle bagi Roland, sehingga tidak ada kata lebih layak yang disematkan pada Michelle.Padahal selama ini Michelle menghormat

  • Tuan CEO, Aku Ingin Berpisah!   Bab 1: Cinta yang Salah

    “Ini surat pengunduran diri saya.” Roland mendongak ke arah wanita cantik yang berdiri dan tak berkedip di depan matanya. Konglomerat generasi ketiga itu memicingkan mata pada wanita yang menarik perhatiannya dari ipad dan beberapa tumpuk dokumen kerja di atas meja. “Kau bilang ini apa?” barit

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status