เข้าสู่ระบบLi Xueyan mati. Pada detik-detik terakhir dia menyaksikan sepupu yang ditolongnya tersenyum bahagia melihat mayatnya yang berlumuran darah. Dendam membuat jiwanya enggan ke nirwana hingga melihat akhir hidup sepupu dan suaminya. Saat dia sudah rela melepaskan masa lalu, sesuatu yang aneh terjadi. Dirinya kembali ke masa dua tahun lalu, saat petaka sesungguhnya sedang dimulai. Hati Xueyan sudah dingin. Dia tak menginginkan suami, sepupu pengkhianat, atau anaknya yang durhaka. Tetapi saat dia memilih pergi, pria dingin itu malah memegang tangannya. "Kemanapun istri pergi, suami ini akan ikut."
ดูเพิ่มเติมTak lama setelah kematian Li Yanran, kota Wei kembali geger. Pertengkaran besar terjadi antara Su Chengyi dan Wei Zhiyuan Dalam pertengkaran itu, Su Chengyi terluka parah. Tabib bilang, kakinya mungkin akan pincang. Kota Wei paling besar di provinsi Yun. Pendirinya leluhur keluarga Wei. Sebab itu, jabatan walikota selalu dipegang klan Wei turun-temurun. Kaisar yang baru menjabat sangat benci jabatan warisan. Lebih suka mengangkat orang berdasarkan prestasi. Hal ini dimanfaatkan keluarga Su dengan baik. Berbekal koneksi di ibu kota, dekrit pemecatan Zhiyuan akhirnya turun. “Prang! Prang! Prang!” Entah sudah berapa cangkir porselen yang dipecahkan nyonya tua di aula utama. “Masalah sudah sebesar ini kau masih sempat minum-minum?” Zhiyuan diam saja. Kepalanya tertunduk. “Kenapa diam saja? Kau mau bikin ibu mati putus asa?” Hening yang panjang menggantung. Cuaca di luar semakin dingin. Hamparan salju menutupi permukaan tanah. Melengkapi suasana yang tidak menyenang
Kesehatan si kembar akhirnya pulih tetapi jadi petaka bagi orang tertentu. Jiaming menceritakan semua perbuatan Yanran dengan lantang, termasuk siksaan yang selalu dialami Jiayu. Laporan anaknya bikin Zhiyuan marah besar. Dia melarang Yanran mengurus si kembar atau mengunjungi paviliun utama. “Kau terlalu gegabah,” ujar nyonya tua ketika dia berkunjung pagi ini. “Apa tanggapan keluarga Li nanti? Biarpun cuma pura-pura, Yanran masuk kemari dengan status selir. Apa salahnya mengurus semua keperluanmu?”Xueyan yang mendengar percakapan ini, jadi tertawa sendiri. Keluarga Yanran dihukum mati karena menjual barang palsu ke pasukan kerajaan. Agar Yanran bebas dari hukuman, dia memaksa Zhiyuan pura-pura mengambil sepupu itu jadi selir. Orang bodoh memang akan menuai karma. “Anda masih membelanya setelah semua yang terjadi? Harus menunggu si kembar mati baru puas?”Nyonya Wei meletakkan cangkir teh-nya. Tidak ada rasa bersalah atau menyesal. “Kau masih bisa punya anak. Besok tetua kelua
Dalam ruang pengap tanpa ventilasi, Jiayu terbaring begitu saja di atas hamparan kain usang. Punggungnya penuh luka mengerikan. Tak ada tabib atau obat. Seorang pelayan kecil datang lalu mengoleskan salep murahan diam-diam. Pelayan itu segera kabur lewat jendela agar tidak ketahuan. Xueyan berlutut di sisi putrinya. Tangannya mengelus luka-luka mengerikan itu dengan air mata berlinang. “Yu'er, maafkan ibumu yang tidak berguna. Ibu menyesal tidak lebih kuat melindungimu.”Sementara Xueyan meratapi penderitaan putrinya, Jiaming meringis kesakitan di sudut ruangan. Beruntung lahir sebagai laki-laki. Yanran tidak berani menindasnya terlalu kejam. Bagaimanapun, statusnya masih pewaris keluarga Li. Waktu berlalu dengan cepat. Matahari sudah terbenam. Si kembar mulai demam dan menggigil. Tetapi tak ada tanda-tanda bantuan akan datang. Xueyan berbaring diam di samping putrinya. Dadanya sesak oleh kemarahan dan putus asa. Entah sebesar apa dosanya hingga langit menyiksa dengan kejam.
Yan'er?! Sejak kapan Zhiyuan menyebut namanya semesra itu? Tujuh tahun berumah tangga, Zhiyuan selalu menyebutnya Xueyan atau nyonya Wei. Setelah dia mati, kenapa Zhiyuan justru memberi panggilan sayang? Apakah pria ini menyesal? “Kak Yuan, ini aku.” Tanpa malu, Yanran mendekatkan bibirnya ke mulut Zhiyuan. “Berhenti memikirkan hal lain. Hanya aku yang mencintaimu sekarang.”Suara-suara ambigu mulai terdengar. Dua manusia dewasa saling rangkul. Saling pagut.Udara sekeliling membeku oleh tiupan angin malam. Xueyan berdiri kaku di sudut kamar dengan air mata menggenang. Menertawakan kebodohannya dalam diam. Hanya karena Zhiyuan menyebut namanya lebih mesra bukan berarti ada yang berbeda. Dalam tempo sebulan, pria ini sudah berlabuh di pelukan Yanran. Bunyi kecupan dan desahan nafas itu, makin tak tertahankan.“Aarrggh.”Saat Xueyan larut dalam kesedihan, tiba-tiba terdengar erangan tertahan diikuti bunyi gedebuk keras.Detik berikutnya, Yanran tergeletak menyedihkan di atas lanta












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.