Share

BAB 105

Author: Rainina
last update publish date: 2026-06-22 16:25:16

"Ada apa, Sandra?" tegur Olivia, melangkah mendekati meja wanita itu. "Kenapa kalian berdua menatapku begitu?"

"T-tidak, tidak ada apa-apa, Olivia," jawab Sandra cepat, memberikan senyum kaku yang sangat dipaksakan.

"Benarkah?" Olivia menyipitkan matanya, menatap curiga. Ia lalu beralih pada wanita di sebelahnya. "Cecil, wajahmu pucat sekali. Apa ada masalah dengan dokumen klien sidang hari ini? Biar aku yang periksa. Tuan Spencer harus tahu."

"Tidak perlu, Olivia!" tahan Cecilia dengan nada su
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (5)
goodnovel comment avatar
Null_null
Yg tadinya olivia keliatan lugu skrg diCAP PELAKOR SM TEMAN KANTORNYA WKWKWK , karma buatmu olivia
goodnovel comment avatar
Null_null
Nah kan seru pas emily pergi wkwk langsung ketahuan , rasain tuh olivia
goodnovel comment avatar
Alan Nasution
tlong kdpannya,buat krter emily dingin dan tdk pduli,krna mmang sperti itu shrusnya sperti di awal.jngan mnjdi bdoh dn tidk bljr dri trgedi novel.kcuali author suka buat krkter FL kyak ongol2 ,lembek kyak krupuk seblak.
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Tuan Pengacara, Istrimu Menggugat Cerai   BAB 320

    Beberapa minggu telah berlalu sejak hari di mana Emily menyerahkan amplop cokelat berisi kejutan terbesar dalam hidup mereka. Waktu seolah berjalan begitu cepat, dan hari ini adalah jadwal Emily untuk kembali melakukan pemeriksaan rutin di klinik kandungan.Di ruang tunggu VIP klinik yang eksklusif itu, Emily duduk dengan nyaman di sofa kulit yang empuk. Di sampingnya, Nicholas duduk bersandar dengan postur tegak yang sempurna. Pria itu menyilangkan salah satu kakinya, membaca majalah bisnis dengan raut wajah datar yang teramat sangat tenang.Namun, Emily tahu persis bahwa ketenangan itu hanyalah kedok."Kau membaca halaman yang sama selama lima belas menit terakhir, Nicholas," tegur Emily dengan senyum jahil, menoleh ke arah suaminya.Nicholas menghentikan gerakannya yang baru saja hendak membalik halaman. Ia berdeham pelan, lalu menutup majalah itu dan meletakkannya ke atas meja kaca."Aku sedang memikirkan hal lain, Emily," bantah Nicholas, mempertahankan nada suaranya yang datar

  • Tuan Pengacara, Istrimu Menggugat Cerai   BAB 319

    Di dalam kamar yang gelap dan sunyi, Olivia duduk meringkuk di atas tempat tidur berukuran besar. Matanya memerah, sembab karena tangisan yang sudah mengering. Kedua lengannya memeluk lututnya sendiri dengan begitu erat, seolah hanya itu satu-satunya hal yang bisa menahan tubuhnya agar tidak hancur berkeping-keping.Pikirannya terus berputar tanpa henti, menelusuri setiap jejak langkah yang membawanya pada kehancuran ini.Di mana semuanya mulai bergerak ke arah Emily? batin Olivia dengan dada yang terasa sesak.Seharusnya, dirinya adalah tokoh utama di dunia ini. Seharusnya, semua sorot lampu, kekayaan, dan cinta tertuju padanya. Ia telah melakukan segalanya dengan sangat sempurna sejak awal. Ia merebut hati keluarga angkatnya, bekerja dengan baik di firma, dan membangun reputasi yang tak cela. Ia mengikuti semua alur yang seharusnya membawanya pada puncak kemenangan.Lalu, kenapa semuanya berantakan? Kenapa Nicholas yang seharusnya membenci istri yang dipaksakan padanya itu, tiba-t

  • Tuan Pengacara, Istrimu Menggugat Cerai   BAB 318

    Sore harinya, Nicholas menepati janjinya untuk pulang lebih awal dari firma. Pria itu sudah berganti pakaian dengan busana rumahan yang lebih santai. Setelah membersihkan diri, ia menyusul Emily yang sedang duduk bersandar di sofa kamar mereka.Nicholas duduk di sebelah istrinya, menatap wajah Emily dengan begitu lekat."Aku sudah bicara dengan Justin di telepon tadi," ucap Nicholas memecah keheningan.Emily sedikit tersentak. Ia meletakkan buku yang sedang dibacanya ke atas meja, lalu menatap suaminya dengan perasaan waswas. "Apa yang dia katakan padamu?""Dia dan ibumu ingin kembali ke sini," jawab Nicholas tanpa basa-basi. "Dan dia secara terang-terangan berharap kau bisa memohon padaku untuk turun tangan.""Apa?" Emily membuka mulutnya karena terkejut, namun sedetik kemudian ia menutup mulutnya lagi. Alisnya berkerut dalam, mencoba mencari setitik logika dari kalimat suaminya. "Kenapa? Bukannya dia sengaja menghindari semua orang yang memburunya itu?""Entahlah, itulah yang Justi

  • Tuan Pengacara, Istrimu Menggugat Cerai   BAB 317

    Di dalam ruangannya yang kedap suara, Nicholas menghempaskan punggungnya ke kursi. Suasana hatinya benar-benar memburuk. Ia memijat pangkal hidungnya, merasakan kepalanya berdenyut karena tingkah adiknya yang tidak pernah bisa bersikap dewasa.Berada dalam suasana hati yang buruk, pikiran Nicholas seketika tertuju pada satu-satunya sumber ketenangannya. Emily.Ia berpikir untuk melakukan panggilan video dengan istrinya. Senyum dan suara lembut Emily pasti bisa menetralisir rasa frustasi yang sedang menguasai kepalanya saat ini. Nicholas meraih ponselnya, mencari kontak Emily, dan menekan tombol video call.Tidak butuh waktu lama, panggilan itu tersambung.Nicholas baru saja mencondongkan tubuhnya ke depan, mengira ia akan langsung disambut oleh wajah cerah dan suara manja Emily seperti biasanya pagi ini.Namun, dugaannya salah total.Di layar ponselnya, wajah Emily terlihat seperti kebingungan. Tidak ada senyum sama sekali di bibir istrinya. "Nicholas," sapa Emily cepat dengan napas

  • Tuan Pengacara, Istrimu Menggugat Cerai   BAB 316

    Pagi itu, Clara datang ke Firma Hukum Spencer dengan suasana hati yang sangat buruk. Wajahnya ditekuk masam sejak ia melangkah keluar dari lift. Sepatu hak tingginya berderap kasar menghantam lantai, menciptakan gema yang membuat beberapa karyawan langsung menundukkan kepala."Sialan," umpat Clara pelan saat ia melempar tas mahalnya ke atas meja kerjanya yang berada tidak jauh dari ruangan Nicholas.Hari ini seharusnya menjadi hari yang menyenangkan untuknya. Ia sudah merencanakan untuk datang ke acara peluncuran barang bermerek edisi terbatas yang sudah lama ia incar. Clara bahkan sudah bersusah payah merengek dan membuat Eric berjanji untuk menemaninya ke acara tersebut. Namun, semua rencananya hancur berantakan karena Nicholas memaksanya kembali bekerja sebagai karyawan sungguhan.Clara mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruangan divisi. Ia menyadari ada sesuatu yang berbeda dari tatapan rekan-rekan kerjanya.Para karyawan jelas sekali menghindari kontak mata dengannya. Jika s

  • Tuan Pengacara, Istrimu Menggugat Cerai   BAB 315

    Pagi itu, Emily sengaja membiarkan kakinya berpijak, berdiri di atas punggung kaki Nicholas yang terbalut sepatu pantofel mengkilap. Wanita itu sedikit berjinjit di sana agar wajahnya dan wajah suaminya bisa saling bertemu.Emily memeluk leher Nicholas dengan erat, sementara, kedua tangan Nicholas melingkar sempurna memegang pinggang ramping istrinya, menahan tubuh itu dengan posesif.Keduanya saling menempel begitu rapat di tengah ruangan, berpelukan dalam keheningan pagi yang hangat, seolah sama-sama enggan untuk saling melepaskan."Kau yakin aku tidak perlu ikut ke firma hari ini?" tanya Emily memecah keheningan, menatap mata kelam suaminya dengan tatapan memohon."Iya, aku sangat yakin," jawab Nicholas dengan suara baritonnya yang berat dan menenangkan."Benarkah?" rajuk Emily lagi, mengeratkan pelukannya di leher Nicholas. Keduanya masih berpelukan erat, Emily berayun kecil ke kiri dan ke kanan mengikuti gerakan pelan sang suami. "Kau tidak akan merindukanku di sana?""Tentu saja

  • Tuan Pengacara, Istrimu Menggugat Cerai   BAB 2

    Untuk beberapa detik, Nicholas hanya menatapnya. Lalu, perlahan sudut bibir pria itu terangkat, membentuk sebuah senyum dingin yang nyaris mengejek."Sejak kapan kamu mulai memakai cara murahan seperti ini untuk mencari perhatian?" Tatapannya menelusuri wajah Emily dengan penuh tekanan, seolah seda

  • Tuan Pengacara, Istrimu Menggugat Cerai   BAB 5

    Mendengar perkataan Emily, batas kesabaran Nicholas seolah putus. Pria itu bergerak mendekat dan menarik sebelah lengan Emily dengan kuat, membuat wanita itu meringis tertahan."Berapa kali harus kukatakan padamu bahwa itu hanya salah paham?!" desis Nicholas tajam, wajahnya kini hanya berjarak bebe

  • Tuan Pengacara, Istrimu Menggugat Cerai   BAB 4

    Suara bariton Nicholas yang berat dan dingin membuat keheningan di ruang makan itu terasa semakin mencekam. Tidak ada satu pun yang berani menjawab. Tuan Spencer yang sejak tadi tidak peduli pun kini ikut memperhatikan pria itu.Hanya Nyonya Spencer yang wajahnya seketika berbinar lega melihat keda

  • Tuan Pengacara, Istrimu Menggugat Cerai   BAB 3

    Gerakan tangan Emily seketika terhenti. Pisau di tangannya mengambang di udara selama beberapa detik. Anak? Dengan Nicholas? Pria yang hari ini menatapnya seolah ia adalah hama pengganggu?Emily harus menahan diri agar tidak tertawa ironis di depan ibu mertuanya. Ia menatap Nyonya Spencer, membalas

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status