เข้าสู่ระบบSasha akhirnya sampai di hotel.Ia tidak tahu bagaimana caranya bisa berjalan sampai sana, mengingat kakinya begitu lemas ketika digerakkan tadi. Ia bahkan sempat berpikir tidak akan bisa sampai.Sasha mendudukkan dirinya di atas kasur. Ludwig masih belum datang. Padahal dia bilang akan datang lebih awal. Apa pria itu tidak jadi melakukannya?Padahal Sasha sudah bersusah payah untuk datang tepat waktu.Sasha menghela napas. Menggeleng pelan. Ia tidak seharusnya merasa seperti itu. Memang sudah kewajibannya untuk datang tepat waktu. Lagipula, ia sendiri juga tidak yakin bisa melayani Ludwig dengan baik kalau mereka jadi melakukannya. Ia masih terlalu lemah dan lemas untuk melakukan sesuatu setelah kejadian barusan. Jadi, ini situasi yang bagus.Mengingatnya kembali membuat dada Sasha seketika sesak. Ia meremas rambutnya, berusaha melupakan kejadian itu. Tapi, potongan kejadian tersebut justru mengalir deras di kepalanya.Suasana mencekam. Tatapan tajam mereka. Tamparan. Dan … ancaman
Sasha terhenyak. Bola matanya menatap tak percaya sekaligus ngeri pada pria di hadapannya setelah mendengar ancaman tersebut.Apa yang sebenarnya terjadi di sini?Ia tiba-tiba dituduh meminjam uang lima puluh miliar dan belum selesai Sasha memproses hal tersebut, sekarang ia diminta untuk mengembalikan uangnya!Ini benar-benar gila. Sasha yakin tidak melakukannya.Sejak ayahnya meninggal dengan hutang ratusan juta ke rentenir, Sasha sudah bersumpah tidak akan mengikuti jejaknya. Dia sudah merasakan sendiri betapa beratnya menanggung hutang-hutang tersebut. Jadi, ia sebisa mungkin menghindari meminjam uang seberat apa pun hidupnya.Karena itu, situasi ini sangat tidak masuk akal. Seseorang pasti menjebaknya!“Kenapa diam saja? Cepat serahkan uangnya!” bentak sang ketua lagi. Wajahnya mulai memerah dan mengeras, tak sabaran.Sejujurnya sangat menyeramkan melihatnya seperti itu. Sasha merasa dirinya menciut lagi karenanya. Tapi, ia tidak bisa membiarkan ketidakadilan ini begitu saja.Jad
[Saya kembali lebih awal hari ini. Persiapkan dirimu di hotel.]Pesan itu mendadak muncul di ponselnya saat Sasha baru saja menyelesaikan tugasnya. Sasha menghela napas panjang. Menyandarkan badannya yang lelah di atas kursi. Ia memerhatikan sejenak pesan itu sebelum menjawab dengan, [Baik, Pak] andalannya.Sasha lagi-lagi pulang larut. Mungkin lebih larut dari biasanya. Hal ini karena selain mengerjakan tugas dari Isabel dan Ludwig, ia juga harus mengerjakan pekerjaan Isabel selama wanita itu dinas.Isabel yang memintanya, jadi mau tak mau Sasha harus melakukannya.Dengan tugas yang bertumpuk itu, maka tak heran ia baru menyelesaikannya sekarang.“Semoga masih ada taxi lewat,” desah Sasha. Jarak kantor ke hotel memang tidak terlalu jauh. Tapi, cukup melelahkan apabila harus menempuhnya dengan berjalan kaki. Dengan kondisi begini, Sasha pasti akan tumbang begitu sampai hotel. Yang mana ia tidak boleh melakukannya, karena Ludwig sepertinya akan menagih layanannya malam ini.Sasha ban
Katie tidak menerornya lagi setelah kejadian hari itu. Tidak ada pesan spam juga telpon mendadak yang mengagetkan Sasha.Wanita itu seolah lenyap begitu saja.Awalnya, Sasha merasa gelisah. Ia takut bibinya akan melakukan hal lebih gila lagi, seperti mendatanginya ke kantor langsung dan memarahi dirinya lagi seperti waktu itu. Karena itu, tiap hari ia selalu was-was saat berangkat ke kantor.Sasha juga merasa resah tiap kali pergi ke hotel. Ya, Ludwig masih suka memintanya pergi ke hotel. Meski akhir-akhir ini, mereka tidak pernah bertemu lantaran pria itu selalu datang ketika Sasha sudah ketiduran menunggunya.Kata orang-orang, yang Sasha ketahui juga dari Annelise, pria itu akhir-akhir ini sibuk dinas
“Kamu benar-benar mempermalukanku! Bagaimana bisa kamu melakukan hal bodoh di depan Tuan Ludwig?!”“Apa? Aku mempermalukanmu? Bukankah kamu sendiri sudah mempermalukan diri di depannya?”“Jaga ucapanmu, jalang!” bentak Leonard, menyentakkan Katie. Itu mungkin ucapannya yang paling kencang sedari tadi.“Kamu beruntung karena bawahan Tuan Ludwig mengikuti kita. Kalau tidak, aku akan melemparmu dari sini sekarang juga!”Katie menggeram. Tangannya mengepal erat.Situasi ini sangat menyebalkan. Sudah bermasalah dengan Ludwig, sekarang ia harus menghadapi pria tua menyedihkan ini.
“Apa?”“Ma-maksud saya,” Sasha berubah panik saat melihat kerutan di dahi Ludwig. Ia menarik napas sejenak sebelum melanjutkan.“Tugas saya adalah melayani Bapak, tapi dari kemarin sepertinya saya tidak melakukannya,” jelas Sasha, “Jadi, saya rasa perlu melakukannya sekarang.”“Dan juga,”Sasha melirik ke celana Ludwig. Wajahnya sedikit memerah saat melihat gundukan di antara dua kakinya. Ia kembali mengalihkan pandangan.“Pu-Punya Bapak juga sudah keras, kan?”Sasha bisa merasakan tatapan menggelap Ludwig yang diarahkan padany
“Ah! Tu-tunggu, Tuan…”Sasha mendesah pelan saat bibir Ludwig mulai menjamah lehernya, ciumannya lembut. Hidung mancungnya menggesek kulit sensitif di sana. Begitu geli! Sensasinya tidak tertahankan.Kedua tangan Sasha mendorong dada bidang Ludwig, membuat pria itu berhenti sejenak.“Tunggu?” ulang
“Saya mohon jangan jual saya, Bi! Saya berjanji akan membayar hutang ayah pada mereka!” seru Sasha Briar putus asa pada wanita yang berdiri di depan rumah. Sasha sama sekali tidak mengira akan terjadi hal seperti ini. Padahal, dia tadi pulang ke rumah dalam keadaan senang setelah lolos mendapatkan
Sasha segera menyembunyikan dirinya di balik sebuah pilar besar. Ia menatap lekat keduanya dari jauh. Wanita di hadapan Ludwig sangat cantik dan elegan. Wajahnya putih bersih dan senyumannya begitu memikat. Seperti halnya Ludwig, wanita itu juga seperti dipahat langsung oleh dewa!‘Apa jangan-jang
Tubuh Sasha seketika menegang. Apa dia baru saja menyindirnya, dan kontrak mereka barusan? Apa pria itu melakukannya untuk mengintimidasi dirinya?Padahal tanpa melakukan itu, Sasha sudah sangat tertekan sekarang. Tak lama, Ludwig mematikan panggilannya. Ia kini menatap Sasha seutuhnya yang masih







