Share

97. Trauma

Author: Aegiyaa
last update publish date: 2026-09-08 23:44:08
“Kau mau bawa aku ke mana?”

“Lepaskan aku, Brengsek!”

“Aku tidak mau ikut denganmu!”

“Lucas! Aku pasti akan membunuhmu begitu keluar dari tempat terkutuk ini! LEPAS!”

“Aku tunggu hari itu tiba,” jawab Lucas tanpa beban, “tapi sayangnya hari itu tidak akan datang, Baby.”

Sumpah serapah Ivy tak sedikit pun menggoyahkan Lucas. Alih-alih melonggarkan pegangannya, jemarinya justru semakin mengetat, memaksa wanita itu terus mengikutinya tanpa memberi kesempatan untuk melepaskan diri.

Dia m
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Tukar Takdir: Semakin Kujauhi, Semakin Kucintai.    98. She Came Back

    Lucas membuka kunci gudang dengan tergesa. Begitu pintu terbuka, pandangannya langsung tertumbuk ke tubuh Ivy yang terkulai di lantai.“Ivy,” panggilnya, sambil mencoba menguasai diri supaya tidak terlihat khawatir. Tidak ada jawaban. “Cepat bangun! Jangan pura-pura.”Lucas menggoyangkan kaki Ivy dengan kakinya beberapa kali. Begitu dia lagi-lagi tidak mendapatkan respon, pria itu mengembuskan napas kasar. Membungkuk dan mengangkat tubuh Ivy ke dalam pelukannya. Kali ini gerakan Lucas jauh lebih hati-hati daripada ketika ia menyeret Ivy ke tempat tersebut. Ia bahkan sempat memastikan napas Ivy masih teratur sebelum membawanya naik menuju kamar lalu membaringkannya di atas kasur. Jika logika Lucas mendikte bahwa dia harus pergi karena Ivy akan baik-baik saja, hatinya tidak berbicara seperti itu. Lucas akhirnya memilih untuk tidak pergi. Ia duduk di sisi kasur, mengawasi wajah pucat Ivy dalam diam.Sepuluh menit. Dua puluh menit. Setengah jam. Hampir satu jam berlalu, tetapi Ivy mas

  • Tukar Takdir: Semakin Kujauhi, Semakin Kucintai.    97. Trauma

    “Kau mau bawa aku ke mana?” “Lepaskan aku, Brengsek!” “Aku tidak mau ikut denganmu!” “Lucas! Aku pasti akan membunuhmu begitu keluar dari tempat terkutuk ini! LEPAS!” “Aku tunggu hari itu tiba,” jawab Lucas tanpa beban, “tapi sayangnya hari itu tidak akan datang, Baby.” Sumpah serapah Ivy tak sedikit pun menggoyahkan Lucas. Alih-alih melonggarkan pegangannya, jemarinya justru semakin mengetat, memaksa wanita itu terus mengikutinya tanpa memberi kesempatan untuk melepaskan diri. Dia menyeret Ivy melewati lorong, sebelum akhirnya menuruni tangga menuju bagian bawah rumah yang selama ini belum pernah gadis itu lihat. Suasana di sana terasa dingin dan lembap, mengisyaratkan area yang tersisolasi dari dunia luar. Langkah Lucas terhenti di depan sebuah pintu besi. Ia membuka kaitnya dengan satu gerakan, lalu mendorong Ivy masuk hingga wanita itu tersungkur di atas lantai beton yang dingin. “Sebenarnya aku ke sini hanya untuk mengajakmu makan siang bersama. Tapi kau malah me

  • Tukar Takdir: Semakin Kujauhi, Semakin Kucintai.    96. Hadiah Kecil

    Kilau deretan perhiasan di atas etalase beludru hitam itu memantulkan cahaya lampu kristal. Lucas mengamati satu per satu perhiasan yang tersaji di hadapannya, menelusuri setiap detail dengan tatapan tenang dan penuh perhitungan. Hanya berselang beberapa menit, manajer toko datang sambil membawa sebuah kotak kayu mahoni. Dengan hati-hati ia membukanya. Memperlihatkan sebuah cincin berhiaskan berlian emerald-cut berukuran fantastis, yang memancarkan semburat merah muda langka. ​"Ini adalah Pink Star, Tuan. Salah satu koleksi paling eksklusif kami. Sangat anggun, namun memiliki karakter yang begitu kuat," jelas sang manajer, suaranya bergetar penuh harap. ​Lucas mengambil perhiasan tersebut dan menimbang bobotnya di ujung jari. Kilau merah mudanya memang terlihat luar biasa. Namun rangkanya terasa terlalu tebal dan berbobot. ​"Indah," ucap Lucas dingin. "Tapi berat. Aku menginginkan sesuatu yang begitu halus hingga terasa menyatu di kulit tanpa membebani jarinya. Tunjukkan yang

  • Tukar Takdir: Semakin Kujauhi, Semakin Kucintai.    95. Setelah Mimpi Buruk

    Suara robekan kain yang terputus paksa menjadi akhir dari belenggu di pergelangan tangan Ivy. Akan tetapi, kebebasan fisik yang baru saja dikembalikan justru terasa seperti bentuk penyiksaan baru. Terutama ketika otot-otot lengannya yang kaku merespons dengan denyut ngilu menyengat di atas kulit yang lecet. Lucas menarik pisau lipatnya dan membiarkan sisa kain itu jatuh ke atas kasur, menatap kulit Ivy yang terkoyak dengan raut wajah tanpa penyesalan. Dia mencondongkan tubuh ke arah Ivy, mengunci pandangannya yang redup sebelum membisikkan ancaman dengan nada yang teramat tenang namun terasa mematikan. ​“Aku memberimu kebebasan di rumah ini,” desis Lucas tepat di depan wajahnya. “Tapi jangan pernah sekalipun berpikir untuk kabur. Karena jika kau berani melakukannya, aku bersumpah akan menyeretmu ke rumah bordil paling hina begitu aku menemukanmu.” Tanpa menunggu balasan dari Ivy yang masih dilanda tremor, sambil sesekali menahan napas untuk meredam isak yang tertahan, Lucas mene

  • Tukar Takdir: Semakin Kujauhi, Semakin Kucintai.    94. Never Be the Same.

    Protes terakhir yang hampir meluncur dari bibir Ivy seketika buyar, berubah menjadi desahan tertahan begitu Lucas mengubah ritme permainannya. Sentuhan yang tadinya terasa cukup kasar sebagai bentuk hukuman, kini bergeser menjadi sesuatu yang membakar kulit. Membuat batas antara amarah dan hasrat melebur dalam isak tangis yang kian tak beraturan. ​Ivy melawan sekeras yang ia bisa. Berusaha menarik pergelangan tangannya yang terkunci di kepala ranjang, meski tahu bahwa tindakannya itu hanya akan menyakitinya. Dia tidak peduli dengan rasa nyeri menyiksa yang timbul di atas luka terbuka akibat gesekan ketika ia meronta tanpa henti. Semuanya Ivy lakukan hanya demi mempertahankan sisa-sisa kewarasan di saat tubuhnya justru mengangkat pinggul secara naluriah, memohon dengan begitu tak tahu malu pada pria yang tengah menatapnya dengan seringai puas. “Bagus, Ivy... lepaskan semua gengsi tidak bergunamu itu,” suara Lucas terdengar rendah, serak, dan menghanyutkan. Desahan Ivy semakin men

  • Tukar Takdir: Semakin Kujauhi, Semakin Kucintai.    93. First Night

    Rasa takut luar biasa mencekik leher Ivy. Mengubah sisa jeritannya menjadi rintihan putus asa, begitu Lucas merangkak naik ke atas tubuhnya dengan perlahan dan penuh teror. Pria itu menyelipkan satu tangannya ke balik punggung Ivy, mengangkatnya sedikit, lalu dengan lihai melepas kaitan bra yang masih melekat di tubuh sang tawanan sebelum benda tersebut ia lempar secara sembrono ke arah lain. Lucas tidak melakukan apa pun selain memperhatikan wajah cantik Ivy yang basah oleh air mata, juga lekuk indah yang membusung di bawah tubuhnya. Pemandangan luar biasa yang kini memenuhi matanya, tak ayal membuat jakun Lucas naik turun. Tarikan napasnya berat dan dalam, sementara senyum segaris menghiasi wajahnya yang tampan. Rasa takut yang tercetak jelas di wajah Ivy memberikannya dua hal: kepuasan karena orang yang ia benci tak berdaya di bawah kendalinya, sekaligus gelenyar nyeri yang mencubit hati karena Ivy terlihat begitu takut padanya. Kontradiksi itu membuat Lucas mendengus pe

  • Tukar Takdir: Semakin Kujauhi, Semakin Kucintai.    4. Hubungan yang Retak

    Lima Belas Tahun yang Lalu. “Ma, aku pulang.” Prang! “Lebih baik kau bunuh aku sekarang juga!” Ivy membeku di ambang pintu menerima sambutan yang tidak biasa itu. Menatap nanar pecahan vas bunga yang berserakan tepat di bawah kakinya, lalu berpindah ke arah kedua orang tuanya yang sedang berte

  • Tukar Takdir: Semakin Kujauhi, Semakin Kucintai.    3. Tidak Ada Jalan Keluar!

    "Mau apa kamu! Aku benar-benar akan membunuhmu kalau kau macam-macam!" bentak Ivy ketika Lucas kembali mencondongkan tubuh ke arahnya. “Pinjam sebentar, ya, Cantik.” Hanya dengan sebuah usaha kecil, Lucas berhasil membuat wanita itu membubuhkan cap ibu jarinya ke dokumen yang sengaja dia buat unt

  • Tukar Takdir: Semakin Kujauhi, Semakin Kucintai.    2. Pria Baik yang Berubah Menjadi Jahat.

    “Lucas... lepas!" Ivy kesulitan bicara dan suaranya terbata. Alih-alih menuruti permintaan itu, cengkeraman tangan Lucas justru pindah ke leher Ivy. Meski tahu apa yang dia perbuat sangatlah menyakiti gadis yang dulu pernah membuatnya jatuh hati setengah mati, Lucas tampak masa bodoh dan gilanya

  • Tukar Takdir: Semakin Kujauhi, Semakin Kucintai.    1. Ingat Aku?

    "JANGAN IKUT CAMPUR URUSANKU!" BANG! BANG! BANG! Rentetan tembakan yang memekakkan telinga itu menyambar kesadaran Ivy. Tubuhnya tersentak. Terbangun dengan napas yang tertahan di tenggorokan, sementara kepalanya berdenyut nyeri saat pendar cahaya putih dari lampu menerobos masuk menembus korn

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status