แชร์

122. Dunia Lain

ผู้เขียน: Hanana
last update วันที่เผยแพร่: 2025-08-31 00:20:04

Di parkiran belakang, dua mobil sudah terparkir rapi. Dua orang yang semula diutus untuk mengantar mobil, hanya beberapa detik tampak, lalu kemudian pergi meninggalkan mobil dengan mesin yang bergetar pelan seperti binatang buas yang menunggu dilepas. Satu SUV hitam legam untuk Damian, satu van tanpa logo untuk Andy dan Adrian.

Tak ingin banyak bicara, Damian langsung masuk ke mobilnya. Pintu menutup rapat dengan suara berat yang memantul di dinding beton parkiran. Begitu lampu depan menyala, m
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก

บทล่าสุด

  • Under His Darkness   172. Menantang Semesta

    Damian berpenampilan biasa saja, tak seperti prajurit berpedang, tapi dia tahu kalau dia akan berperang.Lantai lobi hotel mengilap, licin oleh pantulan cahaya pagi yang jatuh dari dinding kaca tinggi. Aroma pengharum ruangan selaras dengan mewahnya rangkaian dekorasi. Beberapa tamu asing menyeret koper, staf hotel bergerak cepat dengan senyum profesional yang seragam, dan di ujung ruangan seorang petugas resepsionis sedang berbicara pelan pada tamu yang tampak masih terlalu mengantuk.Damian berjalan tanpa tergesa. Dia tahu persis ke mana kamera-kamera mengarah. Dia pun tahu titik mana yang akan menangkap wajahnya paling jelas. Jadi, tentu saja dia melewati semuanya dengan sengaja. Bahunya tegak, pun dengan kepala yang terangkat dengan nyaris congkak.'Lihat baik-baik, Jonathan. Aku masih di sini,' batinnya dalam hati.Dia tidak berhenti lama di lobi. Setelah memesan satu kamar, dia naik dan kembali turun dari lift untuk sekadar meninggalkan jejak visual bila ada orang yang sedang me

  • Under His Darkness   171. Peperangan yang Sesungguhnya

    Damian memejamkan mata sesaat ketika suara Andy terdengar dari seberang telepon. Ada bunyi-bunyi samar dari ujung sana. Gesekan kain, deru mesin mobil, dan sesuatu yang terdengar seperti pintu mobil ditutup pelan.“Tim medis sudah menangani. Sekarang kondisi Nayla stabil,” ucap Andy.Damian tidak menutup mata, tidak mendesah lega, tidak juga mengucap syukur keras-keras. Dia hanya membiarkan kabar baik itu menyelinap ke dalam kepala, seperti batu kecil yang akhirnya pas di celah dinding yang retak. Meski begitu, jemari yang sejak tadi terus mengepal tegang, kini akhirnya bisa melemas."Damian." Suara samar Nayla terdengar dari seberang.Lemahnya nada suara itu sempat membuat otak Damian kembali beku. Ingin rasanya berbicara dengan wanita itu barang sejenak. Namun, dia segera sadar kalau dia menuruti kata hati, dia akan tumbang lagi."Andy, biarkan salah satu dokter bersama kalian," ucap Damian yang mencoba mengalihkan perhatian, seolah sedang menipu hati kalau telinganya tidak mendenga

  • Under His Darkness   170. Mayat Hidup

    Damian masih berdiri di sana. Bahunya yang diperban mulai menghangat lagi. Kain putih di balik kaos hitamnya memerah tanpa menuntut perhatian.“Damian, dia pingsan.”Suara Andy dari seberang telepon terdengar lebih menyita perhatian. Selain sederet rencana yang memenuhi hampir seluruh ruang otaknya, nama Nayla adalah satu yang paling menguasai semua. Bukan berlebihan, tapi apapun tentang Nayla akan mampu menggeser apapun.Seorang supir sudah siap di balik kemudi. Dokter pribadi yang akan mendampingi Damian juga sudah duduk di kursi depan. Namun, sambil mematung dan menggenggam ponselnya, Damian masih saja diam di posisi yang sama, tak bergerak, dan seperti lupa bagaimana caranya bernapas.Nayla pingsan, dan itu karenanya. Karena keputusan yang dia buat secara sadar. Karena rencana besar yang tetap harus dijalankan.“Kita tidak bisa berhenti, tapi tim medis kita sudah menyusul dari belakang,” lanjut Andy.Damian masih tidak mampu menjawab apa-apa. Badai yang kini Damian alami terlalu k

  • Under His Darkness   169. Dibunuh Paksa

    Dalam sepersekian detik itu, Damian masih terlihat di kaca belakang. Sialnya, begitu mobil berbelok di tikungan, sosok itu pun tersapu pergi. Selain semak, pohon, dan aspal jalan, Nayla tidak melihat apapun lagi.Dada Nayla langsung mengencang. Udara yang baru saja dia hirup terasa menggantung, menyakitkan di tenggorokan. Nayla akhirnya benar-benar paham bagaimana rasanya dibunuh jiwanya. Tak ada luka, tapi nyawanya seperti dicabut paksa.“Tidak!”Telapak tangan Nayla menghantam kaca jendela berulang kali. Suara benturannya nyaring, beradu dengan deru mesin. Di sela pukulan, mulutnya ikut menciptakan bising dengan teriakan demi teriakan.“Berhenti! Berhenti sekarang!”Kulit telapak tangannya mulai memerah. Namun, Nayla tidak peduli. Hatinya sudah tercabik lebih parah di setiap meter jarak yang tercipta selama mobil bergerak.Adrian lantas meraih kedua pergelangannya. “Nayla, cukup!”“Lepaskan aku!”Nayla masih meronta. Tubuhnya terdorong ke depan seolah ingin menerobos pintu yang terk

  • Under His Darkness   168. Rupa Sebuah Perpisahan

    Adrian sama sekali tidak memberi sedikit pun celah bagi Nayla untuk menolak. Tangannya mencengkeram lengan Nayla dengan tekanan yang mendesak. Di depannya, Andy segera membuka pintu mobil dengan satu gerakan cepat.“Ayo!” tegas Adrian.“Aku tidak mau!”Nayla memberontak. Benar-benar memberontak. Tangannya tak henti memukul dada Adrian sebagai wujud perlawanan. Kukunya pun sempat berhasil mencakar leher dan pelipis. Namun, Adrian tidak sekalipun goyah.Begitu sudah dekat dengan mobil, Nayla berhasil mendorong Andy yang berniat menjagalnya. Nayla waras, tapi kondisinya kini sudah seperti orang tidak waras. Satu saja amukan dari tubuh wanita harus diatasi oleh beberapa pria.Rambut Nayla sudah sangat berantakan. Teriakan dan umpatan mengiringi tangisnya yang tak kunjung padam. Wajahnya sudah basah, seiring dengan suaranya yang pecah.“Lepaskan aku! Lepaskan!” teriak Nayla. “Aku tidak akan pergi tanpa di

  • Under His Darkness   167. Menunda Kematian

    Sunyi mengintimidasi seisi ruang. Semua orang tahu kalau ucapan Damian sepenuhnya benar. Lokasi villa ini sudah bocor, dan entah bagaimana, Jonathan pasti akan segera datang.“Kita tetap jalankan rencana awal,” lanjut Damian. “Nayla pergi bersama Adrian. Dan Andy, kamu ikut dengan mereka.”Andy langsung menggeleng. “Tidak. Aku ikut denganmu.”“Itu perintah.”“Aku tidak peduli.” Suara Andy menegang. “Kamu terluka parah, Damian. Jonathan akan mengirim lebih banyak orang. Kamu butuh aku.”Damian lantas memaksakan diri untuk berdiri. Tubuhnya sempat goyah satu detik sebelum kembali tegak. Darah segera merembes tipis di bawah perban, tapi dia tetap menegakkan kaki seperti seseorang yang menolak dirobohkan.“Aku butuh Nayla hidup, dan dia lebih membutuhkan kamu dibanding aku,” ucap Damian dengan nada yang dibuat setenang mungkin. “Lagipula, aku masih punya ba

  • Under His Darkness   42. Kehilangan

    Lampu kilat menyambar seperti tembakan. Sorot mata wartawan tampak lebih tajam dari lensa kamera. Kumpulan manusia di sekitar Nathan seperti sedang menguliti setiap kebohongannya. Tubuh Nathan sempat menegang. Namun, sesaat kemudian, dia sudah bisa tersenyum lebar. Kacamata hitamnya dilepas, lalu

  • Under His Darkness   41. Bernapas Tanpa Luka

    Hari ini sudah sangat amat pelik. Namun, kemunculan Nathan jelas-jelas akan semakin membuat Nayla memanjangkan helaan napas. Bukan hanya cobaan, ini musibah.Pria menjijikkan itu tiba-tiba muncul, lengkap dengan senyum palsunya. Gerak-geriknya tampak terlalu teratur. Tentu saja, karena d

  • Under His Darkness   40. Perang Kecil

    Berhasil.Nayla mengembuskan napas lega begitu sukses keluar dari kamarnya. Tak ada Damian, tak ada siapa pun.Suara hak tinggi bergema di lorong hotel yang sepi. Gaun hitam jatuh sempurna di tubuhnya. Wajahnya seperti diukir dari pahatan marmer. Tanpa cela, tanpa rasa.Tak ada sedikit pun keraguan

  • Under His Darkness   39. Rencana Selanjutnya

    Bodoh. Lagi-lagi.Tubuh Nayla merosot, lemas menahan kemarahan. Dia marah pada dirinya sendiri. Pada tubuhnya yang lemah. Pada rasa yang memalukan. Pada pengkhianatan tubuhnya sendiri atas keinginan primit

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status