เข้าสู่ระบบLyra is a weak Omega who has been forced into exile by her Alpha mate after her true identity of being a generational maid and courtesan (the fore-women/ancestors of her lineage were known to be maids) was put out. Unknown to her, she was already carrying the heirs of the Howl Valley Pack and sons of the wicked Alpha Maverick. Lyra finds shelter at an all rogue pack where she is constantly tormented by the leader of the group, Alerik. After having her twin sons, Arik, the ruthless rogue leader keeps forcing himself on her until she escaped with her pubs and into the arms of Alpha Viking, an old warrior with nothing left to his name after losing his only son and heir to a pegan war. Following the death of Alpha Viking, Lyra becomes the Viking Alpha, bestowing all powers into her. Years later, Alpha Maverick would come back seeking for Lyra after hearing rumors of her being a Viking Lord, and to claim his sons. But with his new interference in their lives, and the truth between reality and myth blurs, one thing is clear: a new future is uncertain.
ดูเพิ่มเติม'Aku terpaksa menerima perjodohan ini agar bisa dekat dengan keluargamu dan terus berada di sisi Aoura, bukan karena aku mencintaimu. Tolong bantu aku Liona.'
Satu tetes air mata akhirnya lolos menyusuri pipi Liona saat ucapan Reno kembali terngiang di telinganya. Laki-laki yang sangat dia cintai ternyata mencintai adiknya. Hati Liona hancur. Padahal hari ini adalah hari pernikahannya, tapi Liona tak sanggup untuk melaksanakannya. Dia sudah berusaha menjelaskan pada kedua orang tuanya, tapi mereka seakan tak peduli dan memaksanya tetap melanjutkan pernikahan itu. Bahkan Aoura yang juga mengetahui jika Reno memiliki perasaan terhadapnya, sama sekali tak mau membantunya menjelaskan pada ayah dan ibu. Apakah Aoura sengaja ingin membuatnya menderita? "Liona, kau sudah siap?" Gretta mulai memasuki kamar sang anak. Baru saja Liona selesai di rias. "Wah cantik sekali," ucap Gretta memuji sang putri yang sudah siap dengan gaun pengantin berwarna putih yang tampak sederhana. Tanpa mempedulikan bekas air mata yang membasahi pipi Liona. Liona adalah putri sulung keluarga Atharya. Salah satu keluarga yang juga lumayan berpengaruh di negara itu. Tapi pernikahannya tak dirayakan dengan mewah. Tentu karena Gretta tak mau banyak mengeluarkan uang untuk anak adopsinya itu. "Asisten ku yang akan mengantarkanmu ke aula. Sini biar ibu yang menemanimu sampai mobil." Liora berdiri, mengikuti tanpa protes saat Gretta menuntunnya keluar rumah. Tak ada kebahagiaan, sejak tadi hanya raut wajah suram yang Liona tunjukan. Setelah Liona duduk di jok mobil, Gretta tak langsung menutup pintunya. Dia menatap Liona dengan senyum lebar. "Saat di hadapan banyak orang nanti, tersenyumlah seperti ibu. Kau cantik, kau berhak mendapatkan ini." 'Berhak mendapatkan ini?' Liona tersenyum miris. Dia kasihan dengan dirinya sendiri. Bahkan ibunya tutup mata pada penderitaannya. "Jika aku mengacaukan pernikahannya, kenapa?" Senyum Gretta luntur. Kini sorot matanya berubah tajam penuh peringatan. "Kau tega membuat keluarga yang telah mengadopsimu menahan malu karena ulahmu?" Liona terdiam. Entah kenapa, sejak dulu Gretta selalu mengatakan hal yang seolah-olah membuat Liona merasa bersalah dan harus balas Budi. Padahal dia hanya diadopsi tapi tidak diberi kebahagiaan. "Liona jangan membuat ibu khawatir, dan lakukan yang terbaik demi keluarga!" Gretta mengambil sebuah botol berisi tablet di saku bajunya, lalu dia berikan pada Liona. "Ini adalah vitamin kesehatan, minumlah ini agar tubuhmu terlihat lebih sehat. Kau terlihat banyak pikiran membuat ibu tidak bisa tenang." Gretta memasang wajah khawatir, dia lalu mengusap pucuk kepala sang anak sebelum akhirnya menutup pintu mobil. Mobil yang ditumpangi Liona akhirnya menjauh dari halaman rumah keluarga Atharya. Liona mengambil empat tablet vitamin, dan langsung dia minum. Tak ada pilihan lain, dia harus tetap melaksanakan ini walau begitu semakin menyakitkan. Liona kembali menatap botol vitamin yang diberikan oleh Gretta. Hanya botol putih polos, tak ada nama kandungan vitamin dan sebagainya. Mendadak dada Liona terasa sesak, dia lalu memukulnya pelan. Sepertinya Liona melupakan sesuatu. Dia tau Gretta selalu berpura-pura baik padanya, dan anehnya Liona selalu percaya, bahkan Liona tidak curiga jika tablet yang diberikan padanya bukan vitamin. Melainkan ... racun. "P-pak ..." panggil Liora sekuat tenaga. Dia semakin tak bisa bernafas, bahkan sulit untuk bicara. Tangannya berusaha meraih bahu asisten Gretta yang mengemudikan mobil itu. Tapi ... BRAK Mobil yang ditumpangi Liona terpental dua meter saat sebuah mobil lain menabraknya dari samping dengan keras. Pandangan Liona semakin buram. Dia bisa merasakan sekujur tubuhnya remuk. 'Apa aku akan mati?' Mungkin itu jauh lebih baik. Bahkan Gretta sudah memberinya racun, tapi Tuhan semakin mempercepatnya dengan kecelakaan ini. Pandangannya semakin gelap. Di tengah rasa sakit yang menjalar di sekujur tubuhnya, dua sudut bibir Liona justru berusaha terangkat. Dia ingin terlihat tersenyum seperti apa yang Gretta minta tadi. 'Ayah, Ibu, dan ... Aoura. Kalian juga pasti akan bahagia mendengar berita kematian ku nanti.' Entah sampai saat ini Liona bingung. Dia masih bertanya-tanya, kenapa keluarga itu harus mengadopsinya jika hanya untuk memberi luka? Apa salah Liona? Kenapa dia haru merasakan penderitaan itu? "Jika mereka melukaimu, seharusnya kau balas sakiti mereka. Jangan biarkan mereka tertawa puas melihat kau terinjak." Mata Liona seketika terbuka lebar. Siapa yang berbicara barusan? Dia berkedip beberapa kali untuk menyesuaikan cahaya yang masuk pada pandangannya. "Syukurlah anda sudah sadar." Liona mengernyit bingung. Dimana dirinya saat ini? Kepalanya mendadak berdenyut sakit saat berusaha mengingat kejadian yang baru saja menimpanya. "Untunglah anda segera dilarikan ke rumah sakit setelah mengalami kecelakaan dan meminum racun, jika terlambat sedetik saja mungkin kami tidak bisa menyelamatkan nyawa anda," ucap laki-laki memakai jas dokter yang berdiri di samping tempat Liona terbaring. Benar, Liona mengingatnya. Kecelakaan dan Gretta yang memberinya racun. "Tolong jangan lakukan bunuh diri lagi ya dengan meminum racun. Anda sudah melewati koma satu bulan karena kejadian itu." Mata Liona membulat, jadi dia dituduh bunuh diri? Padahal yang memberinya racun adalah Gretta. Dan yang lebih membuat Liona tak bisa berpikir lagi adalah ... dia telah melewati koma satu bulan? *** "Ayah ibu, aku ingin pernikahanku dengan Sehan dipercepat!" Langkah Liona terhenti tepat saat dia nyaris menghampiri keluarganya yang tengah berkumpul di ruang tengah. Tak ada yang tau bahwa Liona sudah keluar dari rumah sakit. Dia sengaja mencegah pihak rumah sakit memberitahu walinya, Liona hanya ingin memberi kejutan untuk keluarganya bahwa dia sudah sembuh. Liona hanya mengukir senyum tipis mendengar permintaan Aoura. Benarkah adiknya akan menikah? "Sabarlah dulu sayang, kita harus bertemu keluarga Wiratama lebih dulu untuk membahas hal ini," ucap Gretta menenangkan Aoura. Liona yang melihatnya tentu iri. Sejak dulu dia memang iri dengan Aoura, tapi Liona berusaha menahan diri untuk tak cemburu. Aoura selalu diberi kasih sayang dan cinta, tapi tidak untuk Liona. "Jika kau bertemu dengan Sehan, katakan padanya jika ayah dan ibu ingin menemui keluarganya." Aoura mengerutkan bibirnya kesal. "Sehan sangat sibuk, dia beberapa kali menolakku untuk bertemu. Dan dia sering tak menghiraukan pesan yang ku kirim." "Sepertinya ibu bisa membantumu bertemu dengan Sehan besok," ucap Gretta yang pasti selalu mempunyai cara agar Aoura bahagia. Liona terdiam sesaat. 'Jika mereka melukaimu, seharusnya kau balas sakiti mereka.' Ucapan itu kembali terngiang di telinganya. Walau Liona tidak melihatnya langsung, tapi dia yakin jika yang mengatakan itu adalah dokter yang menanganinya tadi. "Sepertinya aku akan membatalkan menyapa mereka hari ini. Akan lebih mengejutkan jika aku muncul di waktu yang tepat." *** Langkah Liona terhenti saat pandangannya menatap laki-laki memakai setelah jas berwarna hitam tengah duduk di salah satu kursi pengunjung, tak jauh darinya. Dia sengaja datang ke hotel Wiratama hanya untuk mencari keberadaan laki-laki itu. Liona kembali menatap foto laki-laki bernama Sehan yang dia dapat di internet barusan. Dia harap, tak akan salah orang. Dengan langkah mantap, Liona akhirnya menghampiri. "Selamat pagi Tuan Sehan Wiratama, bolehkan aku duduk di sini untuk mengobrol denganmu?" Sorot dingin milik laki-laki itu kini mengarah pada Liona. Liona mengukir senyum menyapa. "Liona?" Senyum di bibir Liona seketika luntur. Dia cukup terkejut saat laki-laki di depannya menyebut namanya. 'Ini pertama kalinya aku bertemu dengan dia, tapi kenapa dia terlihat seperti sudah mengenalku?'Chapter 210 LyraUgh. My eyes flickered open, and everything was hazy. Like I’d slammed back one too much alcohol the night before, except I couldn’t even recall having a good time. My brain felt wrapped in cotton, all the edges dulled. I tried to sit up, but I couldn’t.My hands weren’t having it. Something cold and hard bit into my wrists. Metal. Chains? I jerked my arms, half-expecting it to be some nightmare, but all I got was the sound of metal clinking and my heart suddenly trying to punch its way out of my chest. I glanced down, and saw the chains ran all the way to my ankles. This wasn’t just a weird dream, I was actually in bound.The panic finally kicked in. Who put me here? What exactly did I do to deserve this? I yanked at the chains with as much strength as I could muster, but it was certain to me that there was zero chance those things would budge.I took deep breath and tried looking around. The room was as gloomy as a forgotten underground cell, shadows were everyw
Chapter 117Jamica.The sun was almost setting, still halfway on its journey to the west.It’s receding golden light made everything just kind of glowed. I wandered down this twisty old road, gravel crunching under my boots, birds yelling at each other in the trees, wind doing its dramatic howl thing through the leaves. It was real peaceful, Well, as peaceful as you can get when you’re skulking around in a cloak like some discount Grim Reaper.Honestly, no one was giving me the time of day. People glanced at me, then looked away so fast you'd think I was contagious. Guess that’s what happens when you’re rocking a mysterious-hooded-stranger vibe. It’s the cloak, really. Makes me invisible, which is exactly what I was going for. The last thing I needed was some nosy villager grilling me about why I looked like their Alpha.Although some of them might be able to differentiate due to my hair color, but regardless I wasn’t in the mood for the first degree curios glance.Anyway, back to
Chapter 118Jamica.I couldn’t speak, neither could I respond to the question that was asked, “Who’s there?” My hands was clasped over my as I moved towards the direction I had come with.I’m pretty sure they knew someone was eavesdropping.That’s if they don’t already know I was the one.Lyra might not have mastered my scent but Maverick definitely has.If I was feeling heavy and nervous before then this was a buster.What did I just overhear?So Lyra wasn’t who she was claiming to be?I just knew something was weird about her when my inner wolf didn’t warm up to her.I didn’t feel the instant spark and connection.So she was just playing me and acting like she really cared.How could she say that about me?The simple answer laid thick in my head.She’s still in love with Maverick…that snake.I couldn’t even string my thoughts together, neither could I do that with my bearing.I just kept tripping over my own damn feet.The ground was coming at me like it had a personal vendetta. W
Chapter 119Jamica.“But how can you know all that about her and still have me come here?” I asked Maverick with disbelief…Not towards him, but my so called sister and her sick intentions.“I’m sorry Jamica, but I just wanted you to be happy.She’s your sister and I couldn’t deny you the privilege of meeting her.”I sighed and leaned down my head feeling a headache creep in.Is this what I get for wanting a family?So Lyra was never really over Maverick and the only reason why she had desperately been searching for me was because she wanted Maverick all to herself.How diabolic could she be?“Let’s leave here then, we have no business been here again and I as much don’t want to have anything to do with her again.Let’s go back home.”I sounded desperate as I looked pleadingly into Maverick’s eyes.His eyes clouded with emotions and at that moment, I could see his pure love for me.If I had doubts about him before, what I heard today and how he has refused Lyra because of me has cleare
Thane.Sitting down in the cold with Cleo, and watching the dark creep upon us…It felt like the world had just tipped sideways. After journeying away from the rogues clan for ours, we were now camped outside to spend the night with whatever little shelter we could get.Cleo and I sat on an old log
Author’s POV.Thane and his army realized too late that they had indeed got into yet another trap.Defeating the rogue’s that came to attack them at the forefront wasn’t difficult.They broke the border and managed to enter into the clan.The entire clan was thrown into chaos.Villagers ran helter s
Chapter 118Jamica.I couldn’t speak, neither could I respond to the question that was asked, “Who’s there?” My hands was clasped over my as I moved towards the direction I had come with.I’m pretty sure they knew someone was eavesdropping.That’s if they don’t already know I was the one.Lyra mig
Chapter 116Lyra.It was in the early hours of the morning.I was alone in my room after I’d have breakfast with my kids and Thane when I got the report that she was waiting for me in the clan’s meeting room.My own sister!I was finally going to see her.I could contain my excitement as I jumped o












Welcome to GoodNovel world of fiction. If you like this novel, or you are an idealist hoping to explore a perfect world, and also want to become an original novel author online to increase income, you can join our family to read or create various types of books, such as romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel and so on. If you are a reader, high quality novels can be selected here. If you are an author, you can obtain more inspiration from others to create more brilliant works, what's more, your works on our platform will catch more attention and win more admiration from readers.