Wagered To The Cold Hearted Alpha King

Wagered To The Cold Hearted Alpha King

last updateLast Updated : 2023-10-27
By:  Blessings EzekielCompleted
Language: English
goodnovel18goodnovel
9
15 ratings. 15 reviews
114Chapters
68.0Kviews
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Warning: This book contains explicit sexual content, but does not condone rape. "What happened, Father? What happened?" I asked anxiously, feeling restless. "He challenged me to a game and used his mansion as a bet," Father explained. I looked at Mother, who was crying, and suddenly understood what was going on. "Father, did you use this house as a bet and lose?" I asked, anger welling up inside me. “How could you, Father? How could you do this? Where do we go from here?" I yelled, overcome with pain. But my voice got stuck in my throat as I heard Dad's next words. "I didn't bet the house, but I used you," he declared, leaving me speechless and stunned. ***************************** "Do not even consider falling for me because, like the others, you are just a toy. Just give me an heir, and I will set you free," he said, pushing her onto the bed while his words continued to echo in her mind. Zoey, wagered by her father to the cold-hearted Alpha Ethan after a foolish gamble, finds herself reduced to a mere plaything. Ethan takes pleasure in emotionally tormenting her, believing women to be worthless due to being cheated and rejected by his first mate. Little does he know that Zoey is his second chance mate. Zoey is framed, and Alpha Ethan discovers her in bed with his cousin. Heartbroken and filled with anger, he sends her away, unaware that she is already carrying his child. Five years later, their paths cross again, and he realizes that she is his second chance mate and the mother of his child. But how can he win her back? She is no longer the naive girl he once knew; instead, she is a single mother sought after by many Alphas and Lords.

View More

Chapter 1

Heartbroken

"Aku akan memberi pinjaman, asal kamu mau tidur denganku malam ini."

Perkataan itu keluar begitu saja dari bibir Elio Herland, pria tampan dan berkharisma yang berusia tiga puluh tahun, dimana ia tengah duduk santai di kursi kulit mahal dalam ruang kerjanya yang mewah. Matanya tajam menatap perempuan di depannya.

Dan kalimat yang Lio, sapaan dari Elio Herland itu terdengar seperti ledakan di telinga Liliana. Ia menatap pria di hadapannya dengan mata melebar, tak percaya dengan apa yang baru saja didengarnya.

Liliana atau Lili, begitu ia biasa disapa, perempuan cantik berusia dua puluh enam tahun. Hari ini, ia datang ke kantor Lio pria yang dikenal sebagai sahabat sang suami demi satu hal, meminta bantuan keuangan padanya.

Suaminya, Zian sedang terpuruk. Usaha yang di bangunnya selama ini jatuh bangkrut. Hutang menumpuk, para penagih mulai datang silih berganti. Sementara Zian semakin frustasi karena selama hidupnya tidak pernah kekurangan.

Dan Lili mengikuti perintah sang suami untuk meminta bantuan keuangan pada Lio, saat sang suami sedang meminta bantuan pada sahabatnya yang lain.

Namun, belum lama Lili menyampaikan maksudnya, Lio malah mengucapkan permintaan yang menjijikkan baginya.

"Bagaimana? Bersedia tidak? Kalau kamu bersedia, jangankan hanya lima ratus juta. Satu miliar langsung aku berikan padamu." Suara Lio tenang, seolah-olah yang ia tawarkan bukan sebuah penghinaan.

Tatapan pria itu menusuk. Lili terdiam. Ia tidak tahu harus apa, marah, muak, atau justru sedih.

"Hei, jawab dong," desak Lio, senyumnya melebar. "Tenang, suamimu tidak akan tahu. Ini akan jadi rahasia kita."

Lili menggeleng cepat, lalu bangkit dari duduknya.

"Kamu mau ke mana?" tanya Lio dengan nada santai.

"Maaf, aku sudah mengganggu waktumu," jawab Lili datar, berusaha menahan gemetar di suaranya. Hatinya tercabik. Ia datang membawa niat baik, malah disambut dengan hinaan. Ia seorang istri. Seorang perempuan yang punya harga diri. Bagaimana mungkin ia menggadaikan tubuhnya hanya demi uang?

"Tunggu!" Lio berseru.

Langkah Lili terhenti. Ia tak menoleh, namun tubuhnya membeku di tempat.

"Yakin kamu tidak mau?" tanya Lio lagi, kini ia bangkit dari kursi kebesarannya, dan melangkah mendekati Lili. Langkah kakinya terdengar berat, namun tenang. "Kesempatan seperti ini tidak akan datang dua kali," ucapnya.

Dengan terpaksa, Lili menatap wajah pria itu. "Maaf, Aku tidak butuh uangmu!" tegasnya, lebih sebagai pernyataan untuk dirinya sendiri daripada untuk Lio.

Senyum sinis mengembang di bibir Lio. "Lili," ucapnya dengan nada mengejek. "Apa kamu lupa tujuanmu datang ke sini? Kamu mau meminjam uang. Artinya kamu butuh uangku. Jangan sok suci."

Lili tidak lagi menimpali ucapan Lio, karena benar apa yang dikatakan oleh Lio, bergegas Ia segera melangkah pergi, namun baru beberapa langkah, tangan Lio menahan lengannya.

"Jika kamu berubah pikiran, kamu tahu harus menghubungi siapa," bisiknya pelan di telinganya.

Lili menepis tangan Lio dengan kasar.

Ia membuka pintu ruang kerja Lio dengan kasar dan melangkah keluar tanpa menoleh lagi. Dan Lili benar-benar menyesal telah mengikuti perintah sang suami pergi ke kantor tersebut.

***

Setelah tidak mendapat pinjaman uang dari Lio, Lili kembali ke rumah yang tidak lama lagi akan disita oleh pihak bank.

Tautan kening menghiasi wajah Lili ketika melihat rumah begitu berantakan.

"Bajingan! Saat aku sedang susah seperti ini. Kalian malah pergi, sialan!" Teriak Zian sambil membanting gelas.

Bergegas Lili berlari menuju ruang tengah, dimana ia mendengar sang suami berteriak berbarengan dengan suara pecahan kaca.

"Sayang, ada apa ini?" tanya Lili menghampiri sang suami.

"Mereka yang selama ini aku pikir sebagai sahabat, malah menajuhi aku, Li." Zian memberitahukan sang istri.

"Sabar, sayang." Lili memeluk sang suami untuk menenangkannya.

Namun, apa yang Ziao lakukan membuat Lili terkejut. Karena sang suami malah mendorong tubuhnya.

"Aku tidak butuh pelukan, yang aku butuhkan uang Li, uang!" seru Zian.

Lili tahu kondisi sang suami benar-benar sulit, perubahan sikapnya juga dirinya maklumi.

"Bagaimana, apa Lio memberi pinjaman untuk kita?" tanya Zian menatap pada Lili.

Lili menggelengkan kepalanya. "Tidak sayang, dia tidak mau memberi pinjaman pada kita." jawab Lili.

"Ya ampun." Zian semakin frustasi, lalu mengacak rambutnya kasar.

"Sabar dulu sayang," Lili kembali menenangkan sang suami.

"Sabar kamu bilang, dasar istri tidak berguna!" seru Zian dan mendorong tubuh Lili hingga jatuh ke sofa. "Benar kata mama, kamu memang pembawa sial." Celetuknya, lalu pergi menuju kamar meninggalkan Lili yang hanya bisa menghela nafas panjang.

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Welcome to GoodNovel world of fiction. If you like this novel, or you are an idealist hoping to explore a perfect world, and also want to become an original novel author online to increase income, you can join our family to read or create various types of books, such as romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel and so on. If you are a reader, high quality novels can be selected here. If you are an author, you can obtain more inspiration from others to create more brilliant works, what's more, your works on our platform will catch more attention and win more admiration from readers.

reviewsMore

Mary Byrd-Edwards
Mary Byrd-Edwards
Excellent!
2024-03-27 11:11:56
1
0
Shirley
Shirley
Awesome story Love the characters
2024-01-31 05:23:18
1
0
Stacey W
Stacey W
He’s abusive. No second chances for him. DNF
2023-12-04 08:34:55
8
1
Tina Pham
Tina Pham
will there be another chapter ?
2023-11-03 08:27:09
2
0
JESSICA GALORIO
JESSICA GALORIO
no update since 3 days ago
2023-10-03 04:56:02
1
0
114 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status