Teilen

Bab 3

Candy
Keesokan harinya adalah hari ulang tahunku.

Andrew mengajakku makan malam.

"Akhir-akhir ini aku kurang perhatiin kamu. Malam ini, hanya untuk kita berdua."

Kupikir hadiah ulang tahun yang disiapkannya pasti tidak murah, jadi aku menyetujuinya.

Kami makan malam di sebuah restoran privat. Di sana, Andrew menyerahkan sebuah gelang berlian kepadaku.

Modelnya persis seperti yang aku sukai.

"Celine, maaf karena selama ini udah bikin kamu ngerasa terabaikan."

Aku mengenakan gelang itu, lalu tersenyum tipis.

"Nggak apa-apa."

Belum lama kami menikmati makan malam, alunan biola tiba-tiba terdengar. Bersamaan dengan itu, dua orang datang menghampiri kami.

Yasmin menggandeng Jody. Matanya tampak memerah.

"Si kecil sedang nggak enak badan. Obatnya sudah habis, tapi aku nggak bisa nemuin .…"

Suasana restoran mendadak hening.

Seseorang berbisik, "Ayah macam apa itu? Sibuk kencan dengan wanita lain sampai nggak peduli anaknya sedang sakit .…"

Jody berlari menghampiri Andrew, lalu langsung membenamkan diri ke dalam pelukannya sambil menangis keras.

"Papa, dadaku sakit banget .…"

Kemudian dia menatapku. Wajah kecilnya memerah karena marah.

"Perempuan jahat! Lagi-lagi kamu rebut Papa dari aku!"

Dia meraih gelas anggur di atas meja dan menyiramkan isinya ke arahku.

Aku sempat menghindar, tapi sebagian anggur merah tetap mengenai bahuku.

"Jody, jangan sembarangan!"

Andrew akhirnya kehilangan kesabaran.

"Cepat minta maaf sama Tante Celine!"

"Nggak mau! Dia udah rebut Papa. Dia perempuan jahat!"

Yasmin buru-buru maju dan menarik Jody menjauh. Matanya pun ikut memerah, seolah merasa bersalah sekaligus tertekan.

"Maaf. Aku nggak didik dia dengan baik. Aku minta maaf ya, Nona Celine .…"

Sikapnya begitu rendah hati, penuh rasa bersalah, sampai-sampai jika aku terus mempermasalahkannya, akulah yang justru akan terlihat tidak masuk akal.

Bisik-bisik di sekitar kami pun makin ramai.

Andrew paling tidak suka kehidupan pribadinya menjadi bahan pembicaraan di depan umum. Dia mengernyitkan kening, lalu menatapku.

Aku langsung mengerti maksudnya.

[Untuk sementara, Jody tidak nyaman ketemu denganmu .…]

Kata-kata itu kembali terngiang di telingaku.

Jadi, setiap kali Jody muncul, akulah yang harus menyingkir.

Aku pun mengangkat tangan dengan tenang.

"Kamu pergi saja. Anak lebih penting."

Andrew tampak serba salah. Alisnya sempat berkerut, tetapi hanya sesaat.

"Baik. Aku bawa mereka pulang dulu."

Dia menggendong Jody dan buru-buru pergi bersama Yasmin.

Aku mengusap noda anggur di bahuku dengan serbet, lalu memberi isyarat kepada pemain biola.

"Lanjutkan. Aku yang bayar."

Musik kembali mengalun. Aku pun melanjutkan makan malam dan menghabiskan sisa hidanganku dengan tenang.

Tak lama kemudian, seorang pelayan datang menghampiriku dengan hati-hati.

"Nona Celine, Pak Andrew juga sudah nyiapin kue ulang tahun. Apa perlu kami hidangkan?"

"Ya."

Tak lama, kue ulang tahun mewah disajikan di hadapanku. Aku memejamkan mata, lalu mengucapkan permohonan dalam hati.

'Celine, selamat ulang tahun yang ke-26."'

Aku mengambil foto kue itu, lalu mengunggahnya ke media sosial tanpa menambahkan keterangan apa pun.

Biarlah orang-orang menafsirkannya sesuka hati.

Sepuluh menit kemudian, sebuah pesan masuk ke ponselku.

[Celine, maaf. Nanti aku tebus.]

Setelah itu, notifikasi transfer sebesar enam miliar menyusul.

Pengganti yang dia maksud mungkin tidak akan pernah sempat diberikan.

Namun, selama uangnya sudah masuk, itu sudah cukup.

Sebagai seorang wanita matre, setidaknya aku harus menghargai uang yang diberikan kepadaku.

Malam harinya, setelah kembali ke apartemen, Andrew datang menemuiku.

Di tangannya ada semangkuk bubur kepiting, makanan yang paling kusukai untuk makan malam.

"Malam ini Jody memang salah, tapi dia baru enam tahun dan sedang sakit. Aku benar-benar nggak punya pilihan .…"

"Aku tahu. Nggak perlu kamu jelasin."

Andrew terdiam sejenak.

"Kamu benar-benar nggak marah?"

Ada sedikit kepanikan di matanya.

"Kamu dulu nggak kayak gini."

Aku tersenyum tipis.

Dua kali sebelumnya, ketika pernikahan kami batal, aku memang sempat membuat keributan.

Saat itu, perasaanku masih tulus kepadanya. Karena itu, aku masih peduli pada banyak hal.

Sekarang, aku sudah tidak peduli lagi. Untuk apa aku membuat keributan?

"Kamu sudah sangat lelah. Mana mungkin aku masih nambahin masalah buat kamu?"

Kata-kataku membuat Andrew menghela napas lega.

"Aku janji. Setelah Jody sembuh, aku akan suruh mereka pindah. Setelah itu, kita langsung adain pernikahan."

Aku membalasnya dengan senyum tipis yang tetap anggun.

Aku tidak menolak, tetapi juga tidak mengatakan setuju.

Bagaimanapun, selama Yasmin masih ada, penyakit anaknya tidak akan pernah benar-benar sembuh.

Ponsel Andrew tiba-tiba berdering. Nada dering khusus yang dia pasang untuk putranya.

"Papa, kapan pulang?"

Sesaat kemudian, terdengar suara lembut Yasmin.

"Jody nggak mau tidur. Dia terus merengek minta Papa bacain cerita."

Andrew menatapku dengan canggung sekaligus ada rasa bersalah di matanya.

Aku melambaikan tangan.

"Pergilah."

Aku bahkan sengaja memasang ekspresi lesu yang pas.

"Aku memang takut gelap, tapi aku bisa sendiri."

Andrew tetap pergi.

Namun, seperti yang sudah kuduga, tak lama kemudian dia kembali mentransfer enam miliar kepadaku.

"Kita tetap terhubung lewat telepon. Selama ada suaraku yang nemani kamu, kamu nggak akan takut."

Panggilan itu terus tersambung sampai dia masuk ke kamar Jody.

Dari seberang telepon, terdengar tawa mereka bertiga.

Aku memutus panggilan, lalu berbaring untuk tidur.

Dengan memikirkan jumlah uang yang kini ada di rekeningku, aku tidur dengan sangat nyenyak.

Lies dieses Buch weiterhin kostenlos
Code scannen, um die App herunterzuladen

Aktuellstes Kapitel

  • Wanita Matre Juga Punya Batas   Bab 9

    Andrew memang sudah kembali, tetapi hadiah-hadiah darinya terus berdatangan.Aku tidak mau menerima satu pun. Semuanya kukembalikan.Menjadi wanita matre bukan berarti aku tidak punya prinsip.Andrew benar-benar mengajukan perceraian. Ketika Yasmin menerima "Perjanjian Perceraian", dia sampai terpaku.Keesokan harinya, berita tentang perceraian mereka langsung menjadi sorotan.#Andrew Gutama Kembali Mengajukan Cerai kepada Yasmin Chandrata demi Mendapatkan Celine Halim!#Pernikahan Keluarga Konglomerat Berbalik Arah Secara Dramatis, Si Wanita Matre Celine Halim Menang Telak!Kolom komentar pun langsung dipenuhi perdebatan.Ada yang memuji Andrew karena dianggap setia pada cintanya, ada yang merasa kasihan kepada Yasmin, dan ada pula yang mencibirku karena dianggap tidak tahu diri dan terus mengusik mereka.Namun kali ini, Andrew tidak tinggal diam. Dia justru mengeluarkan pernyataan pribadi.[Aku menikah kembali dengan Yasmin demi membantu anak kami menjalani pengobatan. Kini kami meng

  • Wanita Matre Juga Punya Batas   Bab 8

    Tanpa terasa, setahun telah berlalu. Kini, aku akan segera bertunangan.Sebenarnya, aku ingin semuanya berlangsung sederhana dan tidak terlalu banyak diketahui orang. Sayangnya, identitas calon suamiku memang tidak memungkinkan kami untuk tetap rendah hati. #Bintang Baru Dunia Keuangan Negara Ini Akan Menikahi Celine Halim!#Wanita Pemburu Harta Celine Halim Akhirnya Berhasil Naik Kelas! Pernikahan Mewah Di Kastel Akan Digelar Sebulan Lagi!Aku membaca berita itu dan hanya tersenyum."Aku akan hapus semua berita yang sedang trending itu."Bastian Hendriks sudah hendak mengambil ponselnya untuk menelepon seseorang.Aku segera menggeleng."Nggak perlu. Biarin saja mereka nulis apa pun yang mereka mau."Bagiku, lebih baik membuat orang iri daripada membuat mereka merasa kasihan. Itulah prinsip yang selalu kami pegang sebagai perempuan pemburu harta.Bastian menatapku. Sorot matanya dipenuhi rasa sayang."Tapi ini nggak adil buat kamu."Aku hanya tersenyum."Selama kamu tahu gimana kenyat

  • Wanita Matre Juga Punya Batas   Bab 7

    Waktu berlalu begitu cepat. Tanpa terasa, enam bulan telah berlalu.Setiap kali Andrew hendak pergi mencariku, selalu ada saja yang menghalanginya. Kadang Jody kambuh, kadang ibunya melarang, dan tak jarang perusahaan tiba-tiba dilanda masalah besar.Tubuh dan pikirannya sudah sama-sama kelelahan. Meski begitu, dia tetap berusaha menghubungiku, bahkan sampai berkali-kali berganti nomor.Lama-kelamaan, aku memilih mengganti nomor ponselku sekalian.Sejak saat itu, dia benar-benar kehilangan cara untuk menghubungiku.Ketika mengetahui bahwa aku pergi menemui Linda, hatinya kembali terasa sesak.Sebelumnya, Linda sudah pernah berniat mengenalkanku kepada pria lain, tetapi akulah yang menolaknya.Namun sekarang, setelah terluka karena cinta, apakah mungkin aku akan menerima orang lain hanya karena sedang terbawa emosi?Pikiran itu membuat Andrew makin gelisah.Namun, dia selalu berhasil menemukan alasan untuk menenangkan dirinya sendiri.Bagaimanapun, kami sudah menjalin hubungan selama li

  • Wanita Matre Juga Punya Batas   Bab 6

    Berita tentang ritual penghormatan leluhur di kediaman Keluarga Gutama kembali memicu keributan.Banyak orang mengatakan bahwa Yasmin masih merupakan istri sah, sementara Celine hanyalah wanita simpanan yang selama ini mengincar kekayaan Keluarga Gutama.Ritual penghormatan leluhur berlangsung selama tiga hari. Selama itu pula, komentar tentang hubungan mereka terus bermunculan.Begitu ritual selesai, Andrew langsung datang mencariku.Namun, bahkan sebelum sampai di depan pintu, tubuhnya sudah membeku.Rumah itu telah kosong melompong. Tidak ada lagi barang-barang milikku. Hanya beberapa pekerja renovasi yang sedang sibuk mengukur ruangan.Seorang pria paruh baya memegang kontrak jual beli rumah sambil menatap Andrew dengan bingung."Nona Celine sudah jual rumah ini ke saya."Andrew langsung merebut kontrak tersebut dan membolak-balik beberapa halamannya.Itu kontrak yang pernah dilihatnya hari itu.Jadi, selama ini Celine bukan sedang membeli rumah, melainkan menjualnya?Lalu sekarang

  • Wanita Matre Juga Punya Batas   Bab 5

    "Celine, kamu kenapa?"Andrew buru-buru membantuku berdiri.Keluarga Gutama memang tidak memiliki banyak keturunan.Kakak laki-laki Andrew memilih menjadi biksu.Kakak perempuannya juga memutuskan untuk tidak menikah.Karena itu, Ayah dan Ibu Andrew menaruh harapan besar kepadanya. Setidaknya, Andrew harus memiliki tiga anak.Saat melahirkan Jody, Yasmin mengalami kerusakan pada tubuhnya dan tidak bisa memiliki anak lagi.Itulah sebabnya, meskipun Andrew sangat menyayangi putranya, saat mereka bercerai dia tetap memilih menyerahkan hak asuh kepada Yasmin.Namun, sekarang ketika melihatku terjatuh dengan darah membasahi tubuhku, Andrew justru panik. Matanya bahkan memerah.Aku meraba rok putih yang terjepit di bawah tubuhku. Ketika tanganku kuangkat, telapak tanganku sudah penuh darah.Aku sendiri sampai tercengang.Saat itulah aku baru teringat. Sudah lebih dari sebulan aku tidak mengalami menstruasi.Wajah Andrew langsung berubah panik."Dokter! Di mana dokternya?"Ketika petugas medi

  • Wanita Matre Juga Punya Batas   Bab 4

    Sudah seminggu Andrew tidak datang mencariku.Aku sendiri sedang sibuk mencairkan berbagai aset yang kumiliki, jadi tidak punya waktu untuk memikirkan ke mana dia pergi.Sampai hari itu, dia tiba-tiba muncul. Aku sempat panik dan buru-buru menyelipkan kontrak penjualan rumah sebelum dia melihatnya."Jody sudah jalanin evaluasi psikologis. Tingkat kecemasannya bahkan lebih tinggi daripada sebelumnya."Aku tidak menyela. Aku hanya menunggu apa lagi yang hendak dia katakan."Dokter nyaranin agar kedua orang tua mendampingi dia menjalani terapi setidaknya selama enam bulan .…"Andrew terdiam. Raut wajahnya tampak sulit dibaca, seolah dia sendiri tidak tahu bagaimana menyampaikan kalimat berikutnya.Setelah cukup lama, akhirnya dia berkata, "Rujuk mungkin akan jadi cara yang paling efektif buat membantu pemulihan anak."Aku langsung tahu ke mana arah pembicaraan ini."Lalu, hubungan kita gimana?""Tentu saja bukan berarti kita putus!"Dia buru-buru meraih tanganku, seakan takut aku salah pa

Weitere Kapitel
Entdecke und lies gute Romane kostenlos
Kostenloser Zugriff auf zahlreiche Romane in der GoodNovel-App. Lade deine Lieblingsbücher herunter und lies jederzeit und überall.
Bücher in der App kostenlos lesen
CODE SCANNEN, UM IN DER APP ZU LESEN
DMCA.com Protection Status