Teilen

Bab 4

Candy
Sudah seminggu Andrew tidak datang mencariku.

Aku sendiri sedang sibuk mencairkan berbagai aset yang kumiliki, jadi tidak punya waktu untuk memikirkan ke mana dia pergi.

Sampai hari itu, dia tiba-tiba muncul. Aku sempat panik dan buru-buru menyelipkan kontrak penjualan rumah sebelum dia melihatnya.

"Jody sudah jalanin evaluasi psikologis. Tingkat kecemasannya bahkan lebih tinggi daripada sebelumnya."

Aku tidak menyela. Aku hanya menunggu apa lagi yang hendak dia katakan.

"Dokter nyaranin agar kedua orang tua mendampingi dia menjalani terapi setidaknya selama enam bulan .…"

Andrew terdiam. Raut wajahnya tampak sulit dibaca, seolah dia sendiri tidak tahu bagaimana menyampaikan kalimat berikutnya.

Setelah cukup lama, akhirnya dia berkata, "Rujuk mungkin akan jadi cara yang paling efektif buat membantu pemulihan anak."

Aku langsung tahu ke mana arah pembicaraan ini.

"Lalu, hubungan kita gimana?"

"Tentu saja bukan berarti kita putus!"

Dia buru-buru meraih tanganku, seakan takut aku salah paham.

"Ini hanya formalitas. Setelah enam bulan, aku akan ceraikan dia dan nikah denganmu."

"Tenang saja. Aku akan kasih kamu kompensasi."

"Aku sudah minta pengacara nyiapin semua. Sepuluh persen saham perusahaan akan aku kasih buat kamu. Kamu akan jadi pemegang saham Grup Gutama. Setelah itu, nggak akan ada lagi yang berani meragukan posisimu."

Aku menundukkan kepala, pura-pura terlihat putus asa.

"Andrew, apa kamu benar-benar sudah pikirin ini baik-baik?"

"Aku .…"

Dia terdiam, tak tahu harus menjawab apa.

Melihatnya seperti itu, aku justru tersenyum, seolah-olah aku sudah memahami segala pertimbangannya.

"Kalau kamu sudah mikirin semua ini baik-baik, ya nggak apa-apa. Aku percaya sama kamu."

Andrew menghela napas lega.

"Celine, terima kasih. Memiliki kamu dalam hidup ini adalah sesuatu yang nggak akan pernah kusesali."

Dia hendak memelukku.

Aku bergeser menghindar, lalu mengambil jasnya dan menyerahkannya.

"Pergilah temani anakmu. Dia butuh kamu."

Andrew menerima jas itu, tapi tidak langsung pergi.

Dalam hati, aku mulai menghitung.

[Tiga, dua, satu .…]

Tepat seperti dugaanku, nada dering khusus itu kembali terdengar.

Andrew bahkan tidak sempat berpikir. Dia segera mengenakan jasnya dan bergegas keluar.

"Kali ini kita hanya akan daftarkan pernikahan tanpa ngadain pesta. Anggap saja ini caraku menjaga harga dirimu."

Aku hanya menjawab pelan, "Hm."

Sementara dia sibuk memikirkan pernikahan kami, pikiranku sudah jauh lebih praktis. Aku hanya memikirkan bagaimana cara mencairkan saham itu secepat mungkin.

Tiba-tiba, langkahnya terhenti. Dia menoleh ke belakang.

"Itu apa? Kontrak penjualan?"

Jantungku sempat berdegup lebih cepat.

Dia melihatnya.

Namun, aku segera menguasai diri. Suaraku tetap tenang.

"Aku sedang mempertimbangkan sebuah investasi. Nggak mungkin aku selamanya hanya bergantung padamu."

Andrew tersenyum kecil. Dia tidak berusaha melihat lebih jauh.

"Jangan terlalu maksain diri. Aku bisa menghidupimu seumur hidup."

Aku hanya tersenyum tipis.

Saat ini, aku tahu dia sungguh-sungguh dengan perkataannya.

Sayangnya, ketulusan itu tidak mengubah kenyataan bahwa dia sudah tiga kali membatalkan pernikahan denganku.

Setelah Andrew pergi, tim hukum Grup Gutama menghubungiku dan memintaku menandatangani Surat Perjanjian Pengalihan Saham.

Aku menandatanganinya secara elektronik, lalu segera mengirim pesan kepada Linda.

"Aku akan ke Kota Zuren Senin depan."

Balasannya hanya sebuah emoji jempol.

Tidak lama kemudian, Andrew dan Yasmin resmi menikah kembali.

Dalam perjalanan menuju bandara, aku melihat unggahan Yasmin di statusnya.

Dalam foto itu, dua dokumen pernikahan diletakkan berdampingan.

Keterangan yang menyertainya berbunyi, [Setelah berputar begitu lama, ternyata kita tetaplah satu keluarga.]

Ucapan selamat segera memenuhi kolom komentar.

Bahkan ada seseorang yang merasa perlu ikut campur dan mengunggah tangkapan layar itu ke media sosial.

Komentar-komentarnya jauh lebih menarik.

[Si matre Celine itu akhirnya gagal juga, ya.]

[Rasain! Puas sekali lihatnya!]

[Keluarga Gutama paling mementingkan keturunan. Posisi Yasmin sudah aman.]

Aku membaca semuanya tanpa memberikan tanggapan.

Tidak lama kemudian, Yasmin menghapus unggahan itu dari statusnya.

Setelah itu, Andrew menghubungiku.

[Maaf. Aku nggak tahu dia akan publikasiin itu.]

Aku tetap tidak membalas.

Tak lama kemudian, notifikasi transfer kembali masuk. Enam miliar.

Kali ini, aku bahkan tidak repot-repot membalas dengan kata "Oke".

Aku sudah mendapatkan lebih dari cukup.

Uang yang satu ini anggap saja sebagai keuntungan tak terduga.

Pengumuman di bandara terdengar dari pengeras suara.

"Penumpang penerbangan menuju Zuren dipersilakan untuk mulai naik ke pesawat."

Aku berdiri dan menarik koperku, lalu bersiap mengantre.

Baru beberapa langkah, dua suara dari belakang membuatku berhenti.

"Dokter bilang liburan untuk melepas penat akan baik untuk anak."

"Kalau gitu, kamu juga nggak perlu nyebut itu sebagai bulan madu."

Aku menoleh. Andrew berdiri di sana bersama Yasmin dan Jody.

Aku belum sempat mengatakan apa-apa ketika Yasmin sudah lebih dulu meneteskan air mata.

"Nona Celine, kami cuma nemanin anak kami berlibur buat nenangin pikirannya. Kamu juga mau ikut?"

Andrew mengernyitkan dahi. Tatapannya kemudian jatuh pada tiket pesawat di tanganku.

Tanpa banyak bicara, dia merebut tiket itu.

"Kamu juga mau pergi ke Suisend? Jangan-jangan kamu benar-benar ngikutin kami?"

Aku menggeleng pelan.

"Aku nggak tahu menahu jadwal perjalanan kalian."

"Bagaimana mungkin kamu nggak tahu?"

Tangisan Yasmin terdengar makin memilukan.

"Bukannya waktu kamu datang ke perusahaan buat nyelesaiin verifikasi saham, kamu sempat nanya ke Asisten Ryan?"

Aku terdiam dan langsung mengerti.

Yasmin kembali berusaha menjebakku.

Seperti yang sudah kuduga, wajah Andrew langsung berubah tidak senang.

"Celine, pulanglah. Jangan kekanak-kanakan."

Aku menatapnya beberapa detik, lalu memilih diam. Percuma menjelaskan. Dia sudah memutuskan apa yang ingin dipercayainya.

Lagi pula, kalau memang perlu, aku tinggal mengubah jadwal penerbangan.

Baru saja aku hendak pergi sambil menarik koper, Jody tiba-tiba mengamuk. Dia menerjang ke arahku.

"Perempuan jahat, pergi dari sini!"

Dorongannya kali ini jauh lebih kuat daripada sebelumnya.

Hak tinggiku patah seketika. Tubuhku kehilangan keseimbangan dan terhempas ke kursi tunggu di samping.

Suara benda-benda yang bergeser membuat orang-orang di sekitar tersentak. Dalam sekejap, beberapa orang berkerumun menghampiri.

Andrew refleks hendak melihat keadaanku. Namun, Yasmin lebih cepat menahannya.

"Kita cepat pergi saja. Jangan sampai Jody lihat Nona Celine lagi. Dia nggak boleh ngalamin tekanan seperti itu."

Andrew sempat bimbang. Namun, begitu melihat Jody mulai memegangi dadanya, dia kembali mengurungkan niat untuk menoleh kepadaku.

Pada akhirnya, dia memilih putranya.

Dia menggenggam tangan Jody dan membawanya menuju gerbang keberangkatan.

Baru beberapa langkah mereka berjalan, tiba-tiba terdengar suara teriakan dari kerumunan di belakangku.

"Ya ampun, dia berdarah!"

"Jangan-jangan dia keguguran?"

Langkah Andrew seketika terhenti.

Tangannya terlepas dari tangan putranya. Dia berbalik dan langsung berlari ke arahku.

Lies dieses Buch weiterhin kostenlos
Code scannen, um die App herunterzuladen

Aktuellstes Kapitel

  • Wanita Matre Juga Punya Batas   Bab 9

    Andrew memang sudah kembali, tetapi hadiah-hadiah darinya terus berdatangan.Aku tidak mau menerima satu pun. Semuanya kukembalikan.Menjadi wanita matre bukan berarti aku tidak punya prinsip.Andrew benar-benar mengajukan perceraian. Ketika Yasmin menerima "Perjanjian Perceraian", dia sampai terpaku.Keesokan harinya, berita tentang perceraian mereka langsung menjadi sorotan.#Andrew Gutama Kembali Mengajukan Cerai kepada Yasmin Chandrata demi Mendapatkan Celine Halim!#Pernikahan Keluarga Konglomerat Berbalik Arah Secara Dramatis, Si Wanita Matre Celine Halim Menang Telak!Kolom komentar pun langsung dipenuhi perdebatan.Ada yang memuji Andrew karena dianggap setia pada cintanya, ada yang merasa kasihan kepada Yasmin, dan ada pula yang mencibirku karena dianggap tidak tahu diri dan terus mengusik mereka.Namun kali ini, Andrew tidak tinggal diam. Dia justru mengeluarkan pernyataan pribadi.[Aku menikah kembali dengan Yasmin demi membantu anak kami menjalani pengobatan. Kini kami meng

  • Wanita Matre Juga Punya Batas   Bab 8

    Tanpa terasa, setahun telah berlalu. Kini, aku akan segera bertunangan.Sebenarnya, aku ingin semuanya berlangsung sederhana dan tidak terlalu banyak diketahui orang. Sayangnya, identitas calon suamiku memang tidak memungkinkan kami untuk tetap rendah hati. #Bintang Baru Dunia Keuangan Negara Ini Akan Menikahi Celine Halim!#Wanita Pemburu Harta Celine Halim Akhirnya Berhasil Naik Kelas! Pernikahan Mewah Di Kastel Akan Digelar Sebulan Lagi!Aku membaca berita itu dan hanya tersenyum."Aku akan hapus semua berita yang sedang trending itu."Bastian Hendriks sudah hendak mengambil ponselnya untuk menelepon seseorang.Aku segera menggeleng."Nggak perlu. Biarin saja mereka nulis apa pun yang mereka mau."Bagiku, lebih baik membuat orang iri daripada membuat mereka merasa kasihan. Itulah prinsip yang selalu kami pegang sebagai perempuan pemburu harta.Bastian menatapku. Sorot matanya dipenuhi rasa sayang."Tapi ini nggak adil buat kamu."Aku hanya tersenyum."Selama kamu tahu gimana kenyat

  • Wanita Matre Juga Punya Batas   Bab 7

    Waktu berlalu begitu cepat. Tanpa terasa, enam bulan telah berlalu.Setiap kali Andrew hendak pergi mencariku, selalu ada saja yang menghalanginya. Kadang Jody kambuh, kadang ibunya melarang, dan tak jarang perusahaan tiba-tiba dilanda masalah besar.Tubuh dan pikirannya sudah sama-sama kelelahan. Meski begitu, dia tetap berusaha menghubungiku, bahkan sampai berkali-kali berganti nomor.Lama-kelamaan, aku memilih mengganti nomor ponselku sekalian.Sejak saat itu, dia benar-benar kehilangan cara untuk menghubungiku.Ketika mengetahui bahwa aku pergi menemui Linda, hatinya kembali terasa sesak.Sebelumnya, Linda sudah pernah berniat mengenalkanku kepada pria lain, tetapi akulah yang menolaknya.Namun sekarang, setelah terluka karena cinta, apakah mungkin aku akan menerima orang lain hanya karena sedang terbawa emosi?Pikiran itu membuat Andrew makin gelisah.Namun, dia selalu berhasil menemukan alasan untuk menenangkan dirinya sendiri.Bagaimanapun, kami sudah menjalin hubungan selama li

  • Wanita Matre Juga Punya Batas   Bab 6

    Berita tentang ritual penghormatan leluhur di kediaman Keluarga Gutama kembali memicu keributan.Banyak orang mengatakan bahwa Yasmin masih merupakan istri sah, sementara Celine hanyalah wanita simpanan yang selama ini mengincar kekayaan Keluarga Gutama.Ritual penghormatan leluhur berlangsung selama tiga hari. Selama itu pula, komentar tentang hubungan mereka terus bermunculan.Begitu ritual selesai, Andrew langsung datang mencariku.Namun, bahkan sebelum sampai di depan pintu, tubuhnya sudah membeku.Rumah itu telah kosong melompong. Tidak ada lagi barang-barang milikku. Hanya beberapa pekerja renovasi yang sedang sibuk mengukur ruangan.Seorang pria paruh baya memegang kontrak jual beli rumah sambil menatap Andrew dengan bingung."Nona Celine sudah jual rumah ini ke saya."Andrew langsung merebut kontrak tersebut dan membolak-balik beberapa halamannya.Itu kontrak yang pernah dilihatnya hari itu.Jadi, selama ini Celine bukan sedang membeli rumah, melainkan menjualnya?Lalu sekarang

  • Wanita Matre Juga Punya Batas   Bab 5

    "Celine, kamu kenapa?"Andrew buru-buru membantuku berdiri.Keluarga Gutama memang tidak memiliki banyak keturunan.Kakak laki-laki Andrew memilih menjadi biksu.Kakak perempuannya juga memutuskan untuk tidak menikah.Karena itu, Ayah dan Ibu Andrew menaruh harapan besar kepadanya. Setidaknya, Andrew harus memiliki tiga anak.Saat melahirkan Jody, Yasmin mengalami kerusakan pada tubuhnya dan tidak bisa memiliki anak lagi.Itulah sebabnya, meskipun Andrew sangat menyayangi putranya, saat mereka bercerai dia tetap memilih menyerahkan hak asuh kepada Yasmin.Namun, sekarang ketika melihatku terjatuh dengan darah membasahi tubuhku, Andrew justru panik. Matanya bahkan memerah.Aku meraba rok putih yang terjepit di bawah tubuhku. Ketika tanganku kuangkat, telapak tanganku sudah penuh darah.Aku sendiri sampai tercengang.Saat itulah aku baru teringat. Sudah lebih dari sebulan aku tidak mengalami menstruasi.Wajah Andrew langsung berubah panik."Dokter! Di mana dokternya?"Ketika petugas medi

  • Wanita Matre Juga Punya Batas   Bab 4

    Sudah seminggu Andrew tidak datang mencariku.Aku sendiri sedang sibuk mencairkan berbagai aset yang kumiliki, jadi tidak punya waktu untuk memikirkan ke mana dia pergi.Sampai hari itu, dia tiba-tiba muncul. Aku sempat panik dan buru-buru menyelipkan kontrak penjualan rumah sebelum dia melihatnya."Jody sudah jalanin evaluasi psikologis. Tingkat kecemasannya bahkan lebih tinggi daripada sebelumnya."Aku tidak menyela. Aku hanya menunggu apa lagi yang hendak dia katakan."Dokter nyaranin agar kedua orang tua mendampingi dia menjalani terapi setidaknya selama enam bulan .…"Andrew terdiam. Raut wajahnya tampak sulit dibaca, seolah dia sendiri tidak tahu bagaimana menyampaikan kalimat berikutnya.Setelah cukup lama, akhirnya dia berkata, "Rujuk mungkin akan jadi cara yang paling efektif buat membantu pemulihan anak."Aku langsung tahu ke mana arah pembicaraan ini."Lalu, hubungan kita gimana?""Tentu saja bukan berarti kita putus!"Dia buru-buru meraih tanganku, seakan takut aku salah pa

Weitere Kapitel
Entdecke und lies gute Romane kostenlos
Kostenloser Zugriff auf zahlreiche Romane in der GoodNovel-App. Lade deine Lieblingsbücher herunter und lies jederzeit und überall.
Bücher in der App kostenlos lesen
CODE SCANNEN, UM IN DER APP ZU LESEN
DMCA.com Protection Status