Teilen

Bab 2

Candy
Malam itu, Andrew tidak pulang.

Dalam dua kali pembatalan pernikahan sebelumnya, setidaknya dia masih menemani mantan istri dan anaknya selama tiga hari.

Kali ini seharusnya juga tidak berbeda.

Selama beberapa hari terakhir, aku kembali memeriksa daftar aset yang kumiliki.

Sebelum kami benar-benar berpisah, aku harus memastikan semua aset yang diberikan Andrew kepadaku sah secara hukum. Aku tidak ingin ada celah yang memungkinkan aset itu ditarik kembali.

Aku percaya pada karakter Andrew. Namun, aku tidak pernah percaya pada cara Keluarga Gutama menyelesaikan masalah.

Pada hari keempat, akhirnya Andrew pulang.

Kali ini, dia tidak datang sendirian.

Mantan istrinya, Yasmin Chandrata, dan putra mereka, Jody, ikut bersamanya.

"Celine, kondisi Jody masih belum stabil. Yasmin juga sedang demam dan flu. Aku ingin mereka tinggal di sini untuk sementara waktu."

Aku hanya mengangguk tanpa berkata apa-apa.

Dia sudah membawa mereka pulang. Jelas, dia sama sekali tidak berniat memberiku kesempatan untuk menolak.

Malam itu, Yasmin dan putranya menempati kamar tamu.

Aku sedang merapikan perhiasan ketika Yasmin datang menghampiriku.

"Nona Celine, maaf ya sudah ganggu kalian."

Wajahnya tampak serba salah, seolah-olah akulah yang membuatnya berada dalam posisi sulit.

Aku hanya menggeleng pelan.

"Nggak mengganggu, kok."

Tatapannya kemudian jatuh pada bingkai foto di atas nakas. Foto Andrew sendirian yang diambil saat pemotretan busana pengantin.

"Anak itu lagi kangen sama papanya. Dia pengin punya satu foto terbaru papanya. Boleh, 'kan?"

Aku mengernyit.

Sebenarnya, sandiwara apa yang sedang dia mainkan?

Andrew sudah menghabiskan tiga hari bersama mereka. Kalau mau, dia bisa ambil foto sebanyak apa pun. Namun, Yasmin justru datang ke kamar tidurku hanya untuk mengambil satu foto.

Meski begitu, aku sudah tidak peduli.

"Ambil saja."

Begitu mengangkat foto Andrew, air mata Yasmin langsung jatuh.

"Aku benar-benar iri sama kamu. Kamu bisa lihat dia setiap hari."

Setelah itu, dia kembali tersenyum tipis, senyum yang jelas dipaksakan.

"Maaf. Aku nggak jaga sikap."

Tiba-tiba, suara teriakan nyaring terdengar dari luar pintu.

"Mama, jangan nangis."

Jody berlari masuk.

"Perempuan jahat! Kamu nyakitin Mama lagi!"

Aku mengernyit.

Sepertinya Yasmin memang sudah sering menjelek-jelekkan aku di depan anak itu.

Aku bahkan belum sempat bereaksi ketika Jody tiba-tiba mendorongku sekuat tenaga.

Aku kehilangan keseimbangan dan jatuh ke lantai.

Yasmin buru-buru menahan Jody.

"Sayang, jangan main tangan. Mama nggak apa-apa .…"

Dia bilang dirinya baik-baik saja, tetapi sama sekali tidak mengatakan bahwa aku tidak menyakitinya.

Wajah kecil Jody memerah.

"Mama, sekarang kita sudah pulang. Papa akan belain kita. Kita nggak perlu melihat wajah perempuan itu lagi."

Sudut bibir Yasmin terangkat tipis.

Mendengar keributan itu, Andrew keluar dari ruang kerja. Begitu melihatku terduduk di lantai sambil memegangi pergelangan kaki, wajahnya langsung berubah keruh.

"Ada apa?"

Yasmin segera berjongkok untuk membantuku berdiri. Dia terus meminta maaf seolah-olah dialah pihak yang paling bersalah.

"Maaf. Jody kambuh saat lihat foto pernikahan kalian. Dia nggak sengaja .…"

Aku kembali mengernyit.

Itu jelas hanya foto Andrew sendirian. Entah bagaimana bisa tiba-tiba berubah menjadi foto pernikahan kami.

Yasmin melirik Jody. Detik berikutnya, anak itu memegangi dadanya dan ambruk ke lantai.

"Aduh … aduh .…"

Dia berguling-guling sambil menahan sakit. Bahkan keringat mulai membasahi dahinya.

"Gawat, Jody kambuh!"

Yasmin langsung melepaskan tangannya yang tadi menopangku, lalu berlari menghampiri Jody.

Aku kembali terjatuh. Punggung bawahku menghantam lantai, membuat rasa sakit yang sejak tadi kutahan seketika menjadi lebih parah.

Andrew bahkan tidak menoleh kepadaku. Dia langsung menggendong Jody.

"Cepat ke rumah sakit. Ayo."

Mereka bertiga pergi bersama, tanpa seorang pun menoleh kepadaku.

Aku hanya tersenyum getir sebelum bangkit sendiri.

Aku tidak boleh membuat keributan, apalagi mengeluh tentang ketidakadilan yang kualami.

Bagaimanapun, Andrew tidak menyukai perempuan yang banyak bicara dan terus memperpanjang masalah.

Aku mengambil kotak obat, lalu mengoleskan sedikit obat pada bagian yang terluka.

Setelah malam yang melelahkan itu, Andrew akhirnya mengirimiku pesan.

[Celine, untuk sementara pindah dulu dari sini. Jody sedang nggak nyaman kalau harus ketemu kamu.]

[Apartemen di sebelah barat kota akan aku pindahin atas nama kamu.]

Aku hanya membalas satu kata, [Oke.]

Yasmin ingin mengusirku.

Aku juga berniat membawa sedikit keuntungan sebelum pergi.

Jadi, kami impas.

Lies dieses Buch weiterhin kostenlos
Code scannen, um die App herunterzuladen

Aktuellstes Kapitel

  • Wanita Matre Juga Punya Batas   Bab 9

    Andrew memang sudah kembali, tetapi hadiah-hadiah darinya terus berdatangan.Aku tidak mau menerima satu pun. Semuanya kukembalikan.Menjadi wanita matre bukan berarti aku tidak punya prinsip.Andrew benar-benar mengajukan perceraian. Ketika Yasmin menerima "Perjanjian Perceraian", dia sampai terpaku.Keesokan harinya, berita tentang perceraian mereka langsung menjadi sorotan.#Andrew Gutama Kembali Mengajukan Cerai kepada Yasmin Chandrata demi Mendapatkan Celine Halim!#Pernikahan Keluarga Konglomerat Berbalik Arah Secara Dramatis, Si Wanita Matre Celine Halim Menang Telak!Kolom komentar pun langsung dipenuhi perdebatan.Ada yang memuji Andrew karena dianggap setia pada cintanya, ada yang merasa kasihan kepada Yasmin, dan ada pula yang mencibirku karena dianggap tidak tahu diri dan terus mengusik mereka.Namun kali ini, Andrew tidak tinggal diam. Dia justru mengeluarkan pernyataan pribadi.[Aku menikah kembali dengan Yasmin demi membantu anak kami menjalani pengobatan. Kini kami meng

  • Wanita Matre Juga Punya Batas   Bab 8

    Tanpa terasa, setahun telah berlalu. Kini, aku akan segera bertunangan.Sebenarnya, aku ingin semuanya berlangsung sederhana dan tidak terlalu banyak diketahui orang. Sayangnya, identitas calon suamiku memang tidak memungkinkan kami untuk tetap rendah hati. #Bintang Baru Dunia Keuangan Negara Ini Akan Menikahi Celine Halim!#Wanita Pemburu Harta Celine Halim Akhirnya Berhasil Naik Kelas! Pernikahan Mewah Di Kastel Akan Digelar Sebulan Lagi!Aku membaca berita itu dan hanya tersenyum."Aku akan hapus semua berita yang sedang trending itu."Bastian Hendriks sudah hendak mengambil ponselnya untuk menelepon seseorang.Aku segera menggeleng."Nggak perlu. Biarin saja mereka nulis apa pun yang mereka mau."Bagiku, lebih baik membuat orang iri daripada membuat mereka merasa kasihan. Itulah prinsip yang selalu kami pegang sebagai perempuan pemburu harta.Bastian menatapku. Sorot matanya dipenuhi rasa sayang."Tapi ini nggak adil buat kamu."Aku hanya tersenyum."Selama kamu tahu gimana kenyat

  • Wanita Matre Juga Punya Batas   Bab 7

    Waktu berlalu begitu cepat. Tanpa terasa, enam bulan telah berlalu.Setiap kali Andrew hendak pergi mencariku, selalu ada saja yang menghalanginya. Kadang Jody kambuh, kadang ibunya melarang, dan tak jarang perusahaan tiba-tiba dilanda masalah besar.Tubuh dan pikirannya sudah sama-sama kelelahan. Meski begitu, dia tetap berusaha menghubungiku, bahkan sampai berkali-kali berganti nomor.Lama-kelamaan, aku memilih mengganti nomor ponselku sekalian.Sejak saat itu, dia benar-benar kehilangan cara untuk menghubungiku.Ketika mengetahui bahwa aku pergi menemui Linda, hatinya kembali terasa sesak.Sebelumnya, Linda sudah pernah berniat mengenalkanku kepada pria lain, tetapi akulah yang menolaknya.Namun sekarang, setelah terluka karena cinta, apakah mungkin aku akan menerima orang lain hanya karena sedang terbawa emosi?Pikiran itu membuat Andrew makin gelisah.Namun, dia selalu berhasil menemukan alasan untuk menenangkan dirinya sendiri.Bagaimanapun, kami sudah menjalin hubungan selama li

  • Wanita Matre Juga Punya Batas   Bab 6

    Berita tentang ritual penghormatan leluhur di kediaman Keluarga Gutama kembali memicu keributan.Banyak orang mengatakan bahwa Yasmin masih merupakan istri sah, sementara Celine hanyalah wanita simpanan yang selama ini mengincar kekayaan Keluarga Gutama.Ritual penghormatan leluhur berlangsung selama tiga hari. Selama itu pula, komentar tentang hubungan mereka terus bermunculan.Begitu ritual selesai, Andrew langsung datang mencariku.Namun, bahkan sebelum sampai di depan pintu, tubuhnya sudah membeku.Rumah itu telah kosong melompong. Tidak ada lagi barang-barang milikku. Hanya beberapa pekerja renovasi yang sedang sibuk mengukur ruangan.Seorang pria paruh baya memegang kontrak jual beli rumah sambil menatap Andrew dengan bingung."Nona Celine sudah jual rumah ini ke saya."Andrew langsung merebut kontrak tersebut dan membolak-balik beberapa halamannya.Itu kontrak yang pernah dilihatnya hari itu.Jadi, selama ini Celine bukan sedang membeli rumah, melainkan menjualnya?Lalu sekarang

  • Wanita Matre Juga Punya Batas   Bab 5

    "Celine, kamu kenapa?"Andrew buru-buru membantuku berdiri.Keluarga Gutama memang tidak memiliki banyak keturunan.Kakak laki-laki Andrew memilih menjadi biksu.Kakak perempuannya juga memutuskan untuk tidak menikah.Karena itu, Ayah dan Ibu Andrew menaruh harapan besar kepadanya. Setidaknya, Andrew harus memiliki tiga anak.Saat melahirkan Jody, Yasmin mengalami kerusakan pada tubuhnya dan tidak bisa memiliki anak lagi.Itulah sebabnya, meskipun Andrew sangat menyayangi putranya, saat mereka bercerai dia tetap memilih menyerahkan hak asuh kepada Yasmin.Namun, sekarang ketika melihatku terjatuh dengan darah membasahi tubuhku, Andrew justru panik. Matanya bahkan memerah.Aku meraba rok putih yang terjepit di bawah tubuhku. Ketika tanganku kuangkat, telapak tanganku sudah penuh darah.Aku sendiri sampai tercengang.Saat itulah aku baru teringat. Sudah lebih dari sebulan aku tidak mengalami menstruasi.Wajah Andrew langsung berubah panik."Dokter! Di mana dokternya?"Ketika petugas medi

  • Wanita Matre Juga Punya Batas   Bab 4

    Sudah seminggu Andrew tidak datang mencariku.Aku sendiri sedang sibuk mencairkan berbagai aset yang kumiliki, jadi tidak punya waktu untuk memikirkan ke mana dia pergi.Sampai hari itu, dia tiba-tiba muncul. Aku sempat panik dan buru-buru menyelipkan kontrak penjualan rumah sebelum dia melihatnya."Jody sudah jalanin evaluasi psikologis. Tingkat kecemasannya bahkan lebih tinggi daripada sebelumnya."Aku tidak menyela. Aku hanya menunggu apa lagi yang hendak dia katakan."Dokter nyaranin agar kedua orang tua mendampingi dia menjalani terapi setidaknya selama enam bulan .…"Andrew terdiam. Raut wajahnya tampak sulit dibaca, seolah dia sendiri tidak tahu bagaimana menyampaikan kalimat berikutnya.Setelah cukup lama, akhirnya dia berkata, "Rujuk mungkin akan jadi cara yang paling efektif buat membantu pemulihan anak."Aku langsung tahu ke mana arah pembicaraan ini."Lalu, hubungan kita gimana?""Tentu saja bukan berarti kita putus!"Dia buru-buru meraih tanganku, seakan takut aku salah pa

Weitere Kapitel
Entdecke und lies gute Romane kostenlos
Kostenloser Zugriff auf zahlreiche Romane in der GoodNovel-App. Lade deine Lieblingsbücher herunter und lies jederzeit und überall.
Bücher in der App kostenlos lesen
CODE SCANNEN, UM IN DER APP ZU LESEN
DMCA.com Protection Status