LOGINMatvei melemparkan koran ke meja kerjanya, dia mengusap keningnya yang berdenyut. "Tuan.." Jerry menunduk khawatir "Bagaimana berita ini bisa menyebar, Jerry?!" "Sepertinya ada paparazi yang menyusup dalam pesta, tuan.." "Bagaimana mereka bisa lolos dari pemantauan?!" "Maafkan saya, tuan.. ini kesalahan saya" Matvei tidak habis pikir dengan apa yang diberitakan media. Di Liev Corp, Karol tertawa saat membaca koran hari ini. "Tampaknya riwayatmu tidak akan lama lagi, Jeni ku sayang.." Karol merasa sangat senang dengan apa yang media beritakan. Akhirnya dia bisa kembali melihat penderitaan Evgenia. Sedangkan di Stains Corp, ketika Lev dan Feliks berjalan memasuki kantor, semua pandangan tertuju padanya. "Aku merasa ada yang tidak beres" ucap Feliks pelan sambil memperhatikan sekitar Dan saat itu juga Feliks mendapat panggilan telepon dari anak buahnya. Mata Feliks melebar saat mendengar kabar yang diberikan. Ketika Lev sampai di ruangannya, terlihat Gresha
Lev mencengkram gelas di tangannya dengan erat. Dia menenggak sampanye hingga tandas dan meletakkan gelas itu dengan keras di atas meja, lalu berjalan menjauh meninggalkan tempat itu. "Terima kasih Mark" "Kau baik-baik saja Jeni?" tanya Mark tampak khawatir "Ya. Tapi sepertinya aku sudah merusak sepatu milik Dinara" "Tidak masalah. Dia memiliki banyak benda seperti itu" Evgenia merasa tidak enak, bagaimanapun Dinara sudah meminjamkan miliknya, namun dia justru merusaknya. Tanpa mereka ketahui, ada kilatan kamera yang menangkap moment itu. Di tempat lain, Dinara mendekati wastafel untuk mencuci tangannya, dan melihat Mitya yang tengah memoles lipstick di bibirnya. "Aku tidak menyangka kau masih menerima wanita itu yang sudah mengkhianati saudaramu" "Dia tetap bagian dari keluarga" Mitya tersenyum mengejek, dia menoleh kepada Dinara "Sekali wanita penggoda tetaplah wanita penggoda. Kau tau.. wanita itu sudah merebut posisi yang seharusnya menjadi milikku" "L
Pagi itu Evgenia terbangun dan tidak menemukan Lev dimanapun. Semalam pria itu mengatakan jika hari ini akan ada jamuan makan malam keluarga di sebuah kapal pesiar milik Stainslav. Kate - pelayan pribadinya mengatakan jika Lev sudah pergi sejak pagi hari. Setelah sarapan, Evgenia kembali ke kamarnya dan menyibukkan diri dengan membuat sketsa aksesoris untuk usahanya sendiri, lalu dia mengirimkannya kepada orang kepercayaannya. Tanpa sadar, waktu sudah menjelang sore hari dan terlihat Lev yang belum juga kembali, bahkan tidak ada satu pun pesan yang dikirimkan olehnya. Evgenia menghela napas pelan, dan saat itu juga terdengar ketukan dari luar pintu kamarnya. Terlihat Kate masuk dengan membawa sebuah kotak untuknya. "Tuan meminta anda memakainya untuk malam ini, nyonya" "Baiklah. Terima kasih" Pelayan itu pun pergi meninggalkan Evgenia. Malam harinya, Lev yang sedang menerima telepon di dekat tangga lantai satu, mendengar suara sepatu hak tinggi yang menuruni
Di ruangan CEO, terdengar suara pintu yang terbuka begitu saja. Di belakangnya ada Gresha yang berusaha mencegah seorang pria yang menerobos masuk. "Kau bisa keluar Gresha" "Baik tuan" Karol menarik sudut bibirnya dan berjalan mendekati meja kerja Lev. Dia menarik kursi di depan meja itu dan duduk dengan angkuh. "Bukankah seharusnya kau memanggilku dengan sebutan kakak ipar sekarang?" "Apa yang kau lakukan Karol?" Karol menarik sudut bibirnya "Hanya ingin berkunjung untuk menyapa adik iparku" Lev menatapnya seolah ucapan pria itu tidak penting. "Apa yang kau inginkan?" "Kita sudah menjadi keluarga sekarang. Bukankah seharusnya aku juga mendapat bagian khusus?" "Bagian khusus?" Karol mengangguk "Kau melamar Jeni dengan banyak barang mewah, tapi semua itu hanya sebagai bayaran karena keluarga Vasiliev sudah mengurus Jeni selama ini" Lev menarik sudut bibirnya, merasa lucu dengan ucapan pria itu. "Dan?" Karol menatap sekeliling ruangan itu lalu terse
Mark mendatangi Stains Corp, dia membuka pintu ruangan CEO, tanpa memperdulikan peringatan dari Gresha. Lev yang tengah melakukan rapat virtual seketika menghentikan semuanya. Langkah Mark terhenti, namun rasa kesal menghilangkan rasa sopan santunnya. Lev menyandarkan punggungnya di kursi "Apa yang kau inginkan?" "Kenapa kau mengambil keputusan tanpa meminta ijin dariku?!" Lev sedikit mengerutkan dahinya, namun sedetik kemudian dia menyeringai tipis. "Kau punya masalah dengan itu?" "Bagaimanapun seharusnya kau mendiskusikannya terlebih dulu denganku. Aku lah direktur utama di mall itu, jadi semua keputusan harus melewati ku terlebih dahulu" geram Mark tidak terima Lev berdiri dan berjalan mendekatinya "Perlu kau ingat satu hal, Mark Yaroslav. Meskipun kau menjadi direktur utama disana, tapi mall itu masih berada dibawah kendali Stains Corp. Dan seharusnya kau tau apa artinya" Mark mengepalkan tangannya. "Jika kau tidak memiliki urusan lain disini, silahkan per
Di Stains Corp, sebuah mobil hitam berhenti tepat di depan gedung. Beberapa reporter mendekatinya dan mencoba mengambil foto sebanyak mungkin. Para petugas keamanan bersiaga, mereka membukakan jalan untuk Lev dan Evgenia yang keluar dari mobil. "Tuan Lev, apakah benar jika anda sudah menikah?" "Ya" "Kenapa anda tidak mengumumkannya kepada publik?" "Aku berniat melakukannya setelah pernikahan" "Kenapa anda melakukan pernikahan secara tertutup?" "Aku tidak ingin merusak kesakralannya" "Siapa wanita yang anda nikahi, tuan Lev?" "Dia Evgenia Vasiliev" ucap Lev seraya merangkul tubuh Evgenia merapat padanya Sorotan kamera mengarah kepada keduanya untuk mengambil foto dan rekaman video. "Apakah benar jika dia adalah salah satu karyawan anda?" "Ya.. Dia bekerja di divisi perancangan" "Apakah dia anak dari tuan Ivan Vasiliev, pemilik Liev Corp?" "Ya benar" Bisikan dari para awak media yang mengutarakan pendapatnya terdengar oleh keduanya. "Apakah anda me
Dua minggu setelah kejadian naas itu terjadi. Di ballroom sebuah hotel mewah di Moskow, terlihat pemandangan indah yang menghiasi seluruh ruangan, begitu juga musik klasik yang mengalun merdu menambah suasana hangat di dalamnya. Namun tidak lama senyum kebahagiaan Evgenia luntur ketika matanya menan
"Apa yang harus kulakukan?" lirih seorang wanita berambut pirang panjang Wanita itu terduduk lemas di samping tempat tidur pasien di sebuah rumah sakit, menatap sedih sesosok wanita yang tertidur tenang dengan selang infus dan alat bantu pernafasan yang setia menemaninya dalam dua bulan terakhir.
Di luar ballroom tampak Mark yang tampak panik karena tidak berhasil menemukan Jeni setelah pesta usai. "Kau yakin dia sudah meminumnya?" ucap Mark kesal, dia bahkan hampir membentak pelayan yang sudah dibayarnya untuk memberikan wine kepada kekasihnya "Tentu tuan. Nona bahkan menghabiskan minu
Taksi yang ditumpangi Evgenia berhenti di depan sebuah minimarket di pinggiran kota Moskow. Lilia sedang membereskan beberapa barang di rak, sampai matanya tidak sengaja menangkap sosok Evgenia berdiri di depan minimarket, wanita itu melambaikan tangan padanya. Lilia bergegas keluar dan menghampiri







