分享

70

作者: Meylen
last update publish date: 2026-06-15 14:02:00

Elena merangkul Alisa, keduanya terlihat khawatir. Bahkan Nail pun menunjukkan wajah simpatinya.

Evgenia mengerutkan dahinya, dia berjalan masuk ke dalam ruangannya.

"Apa maksud anda, tuan Grigori?"

Grigori menunjukkan dua lembar kertas yang berisi sketsa padanya "Bisa kau jelaskan apa ini?!"

Mata Evgenia melebar karena tidak percaya.

"Bagaimana bisa kau menduplikasi sketsa milik Julie untuk proyekmu?"

"Tuan.. ini tidak mungkin. Saya yang sudah membuat rancangannya sendiri"

"La
在 APP 繼續免費閱讀本書
掃碼下載 APP
已鎖定章節

最新章節

  • Wanita Milik Sang Pewaris   70

    Elena merangkul Alisa, keduanya terlihat khawatir. Bahkan Nail pun menunjukkan wajah simpatinya. Evgenia mengerutkan dahinya, dia berjalan masuk ke dalam ruangannya. "Apa maksud anda, tuan Grigori?" Grigori menunjukkan dua lembar kertas yang berisi sketsa padanya "Bisa kau jelaskan apa ini?!" Mata Evgenia melebar karena tidak percaya. "Bagaimana bisa kau menduplikasi sketsa milik Julie untuk proyekmu?" "Tuan.. ini tidak mungkin. Saya yang sudah membuat rancangannya sendiri" "Lalu bagaimana bisa Julie juga memiliki sketsa yang sama untuk proyeknya?" "Aku tidak tau, tuan.." Evgenia menatap Julie yang menampilkan wajah kecewanya. "Aku tau kau mungkin terburu-buru Jeni, karena waktu yang diberikan padamu begitu singkat. Tapi aku sungguh tidak percaya, kalau kau akan menggunakan desain milikku untuk proyek milikmu" Beberapa karyawan disana mulai berbisik satu sama lain. Mereka pun lebih percaya pada Julie Pavlina, pasalnya dia adalah senior disana dan selama in

  • Wanita Milik Sang Pewaris   69

    Keesokan harinya, Evgenia bersiap untuk kembali bekerja. Dia senang bisa kembali ke tempat tinggalnya, dan berharap tidak ada lagi orang yang akan mengusiknya, meskipun jauh di dalam hatinya dia meragukan hal itu. Apalagi keluarganya dan pria bernama Gleb Pavel sudah mengetahui tempat tinggalnya dan juga tempatnya bekerja. Ada kemungkinan mereka akan kembali untuk menyeretnya. Evgenia pergi ke kantornya menggunakan kereta bawah tanah, dia berlari kecil saat melewati beberapa orang yang mencoba memasuki kereta itu. Evgenia menarik napas lega, saat berhasil mendapatkan kursi kosong untuk dia tempati. Sampai akhirnya, dia sampai di stasiun pemberhentian. Evgenia bergegas keluar dari kereta dan berjalan cepat untuk bisa segera sampai di kantornya. Sebuah mobil Mercedes-Benz berwarna merah berhenti di depan gedung Stains Corp, terlihat Mitya yang baru saja keluar dari mobil itu. Beberapa karyawan menyapanya dan hanya dibalas anggukan olehnya. Beberapa karyawan sud

  • Wanita Milik Sang Pewaris   68

    Di tempat lain, mobil Mark baru saja sampai di gedung apartemen miliknya. Mark segera turun dan berlari kecil memutari mobilnya, senyum lebar terlihat menghiasi wajahnya. Dari dalam sebuah mobil yang terparkir tidak jauh dari tempat itu, terlihat air mata Victoria sudah mengalir, namun dia segera menghapusnya. Dia tidak akan menjadi lemah, dia akan mempertahankan apa yang sudah menjadi miliknya. "Pergi ke rumah orang tuaku" "Baik nyonya" supir itu mengangguk dan menjalankan mobilnya Lev mengernyitkan dahinya saat melihat sebuah mobil yang cukup familiar baru saja pergi meninggalkan kawasan apartemen Mark. Lev mengihkan pandangannya, dan melihat Mark yang tengah membukakan pintu mobil untuk Evgenia. Keduanya saling melemparkan senyum, dan selanjutnya Mark mengambil beberapa kantong belanjaan dari jok belakang. Lev mencengkram setir mobilnya kuat, dia pun melaju pergi meninggalkan tempat itu. Mark membukakan pintu untuk Evgenia, mempersilahkan wanita itu untuk masu

  • Wanita Milik Sang Pewaris   67

    Di sebuah rumah sakit Kolomna, seseorang wanita memakai dress hitam panjang, floppy hat hitam, dan kaca mata hitam, terlihat berjalan mendekati sebuah kamar pasien. Wanita itu melihat sekitarnya, untuk memastikan situasi aman, lalu dia membuka pintu dan masuk ke dalam sana. Di dalam terdengar suara mesin yang menunjukkan jika pasien di dalam sana masih memiliki kehidupan. Wanita itu berjalan mendekat sampai berdiri di samping ranjang pasien. "Dalam keadaan seperti ini pun kau masih saja menyulitkanku Alleya.." "Kau sudah banyak mengambil waktuku bersama Ivan. Bahkan dia pernah meninggalkanku karenamu, meskipun pada akhirnya dia kembali lagi padaku. Karena dia menyadari jika hanya akulah wanita yang dia cintai. Kau hanyalah sosok yang dipajang dan dimanfaatkan oleh Ivan dan ayahnya. Nyonya Vasiliev sudah tidak ada, jadi tidak ada lagi yang bisa menghalangiku" "Tapi kurasa ini tidak akan lama lagi. Kau tidak akan pernah bangun kembali, jadi kau tidak perlu berusaha ker

  • Wanita Milik Sang Pewaris   66

    Mobil BMW putih berhenti di carport kediaman Stanislav, Dinara keluar dari mobil itu dan melangkah terburu-buru masuk ke dalam rumah. "Dimana ibuku?" tanya Dinara kepada seorang pelayan "Nyonya ada di dapur, nona.." Dinara berjalan mendekati dapur dan melihat sosok ibunya yang tengah menyiapkan beberapa makanan untuk makan siang. "Ibu.." Bella berbalik dan tersenyum saat melihat putrinya datang "Hallo sayang.. aku senang kau kembali" "Kenapa ibu berkata seolah aku ini jarang pulang?" Bella terkekeh "Karena seperti itulah kenyataannya. Sejak kau dan Mark tumbuh dewasa, aku jarang sekali melihat kalian ada di rumah ini" Dinara membuang napas kecil "Ibu.. apa ibu tau jika Mark membeli sebuah apartemen?" Bella kembali berbalik memandang putrinya "Bukankah dia memang memilikinya?" Mark memang memiliki sebuah apartemen yang terletak tidak begitu jauh dari mall milik Stainslav, dia menggunakan apartemen itu sebagai tempat beristirahat, jika diperlukan saat pekerjaannya

  • Wanita Milik Sang Pewaris   65

    Di ruangan divisi perancangan, Alisa langsung memeluk erat Evgenia saat melihat wanita itu akhirnya datang. "Alisa.. kau bisa mencekiknya" ucap Elena Alisa melepaskan rangkulannya dan tertawa kecil "Maaf Jeni, aku sangat mengkhawatirkanmu" Evgenia tersenyum "Terima kasih Alisa.. aku tidak apa-apa" "Kau yakin? Tapi kenapa matamu sembab? Apa kau masih merasa sakit?" Evgenia menggeleng pelan "Tidak apa-apa" ucapnya memaksa tersenyum, meskipun hatinya masih merasa sakit dengan kejadian yang baru saja menimpanya "Ada apa dengan kakimu Jeni?" tanya Nail mendekati ketiganya Seketika Alisa dan Elena memandang ke arah kaki Evgenia, dan melihat kaki kanan wanita itu terbalut perban. "Kau terluka Jeni?" tanya Alisa terkejut "Tidak apa-apa, hanya kecelakaan kecil" "Apa yang sudah terjadi?" tanya Elena "Aku hanya terjatuh dan tidak sengaja melukai diriku" "Apa kau sudah memeriksakannya ke dokter?" tanya Nail Evgenia mengangguk sambil tersenyum "Kau harus lebih berhati-

更多章節
探索並免費閱讀 優質小說
GoodNovel APP 免費暢讀海量優秀小說,下載喜歡的書籍,隨時隨地閱讀。
在 APP 免費閱讀書籍
掃碼在 APP 閱讀
DMCA.com Protection Status