INICIAR SESIÓNAndrina Anastasya, gadis berusia dua puluh satu tahun dengan segenap permasalahan peliknya. Demi uang, dia rela mengubah seluruh jati dirinya menjadi wanita penggoda yang di tugaskan seorang wanita kaya untuk menggoda putranya. Awalnya, Andrina tidak menyangka, bagaimana seorang ibu meminta wanita yang tidak dikenal untuk menggoda putranya sendiri. Akan tetapi, segepok uang yang disuguhkan membuat Andrina menyetujui misi itu tanpa berpikir panjang. Lantas, apakah Andrina akan melanjutkan misinya setelah mengetahui sebuah kenyataan jika targetnya adalah seorang pria penyuka sesama jenis?
Ver más"Bapak, Andrina kangen ... gimana keadaan bapak?" Andrina yang baru memasuki rumah segera menghambur memeluk Sandi yang sore itu tengah menonton berita favoritnya. Sandi tak dapat menutupi rasa harunya melihat putri yang telah lama ia nantikan, akhirnya datang berkunjung. "Na, akhirnya kamu pulang ... bapak juga kangen." Pria paruh baya itu segera melerai dekapan itu, beralih menghadap putrinya dan menatapnya lekat-lekat. "Sini, bapak lihat dulu? Bagaimana keadaanmu selama berada di luar ... kurusan apa gemukan?" Sandi tampak mengerutkan keningnya, yang membuat Andrina tak dapat menahan tawa melihat raut wajah ayahnya. Ia segera mengubah posisinya dari berjongkok beralih duduk di sofa tepat di samping ayahnya. "Aku baik-baik aja, kok, Pak. Sangat baik malah. Bapak gak usah khawatirkan aku. Yang perlu dipertanyakan justru keadaan Bapak ... Bapak gimana? Masih sering kambuh gak?" "Kamu lihat sendiri ... tubuh Bapak lebih bugar dari sebelumnya." Sandi menunjukkan kedua otot lengann
Andrina menghela nafas pelan saat melihat ruangan sang atasan kosong. Bukan tanpa alasan dia memasuki ruangan megah itu. Dia ingin meminta tanda tangan Gavin pada berkas yang telah selesai dikerjakan. Pada akhirnya dia meletakkan kertas-kertas yang dibawa bersama dengan berkas lain yang menumpuk di meja kerja. "Kemana dia? Tidak biasanya dia mengabaikan pekerjaan hingga berhari-hari." Dia berusaha fokus pada pekerjaan, meski pikiran dan hatinya sedang berkecamuk. Bagaimana pun juga dia harus bersikap profesional, tidak boleh mencampur adukkan pekerjaan dengan urusan pribadi. "Katakan! Apa yang terjadi malam itu, Wanita Sialan?" kedatangan Erick berhasil meruntuhkan konsentrasi yang susah payah dibangun Andrina. Seketika, wanita itu menghunuskan tatapan tajam pada pria yang mejulang di depannya. "Apa Anda sudah beralih profesi, Tuan? Sebagai seorang pimpinan perusahaan, seharusnya Anda berkutat di meja kerja bukan malah keluyuran seperti ini." Jawaban itu terdengar sangat me
Setelah mendatangi apartemen yang kini menjadi hak milik Andrina, Erick melajukan mobilnya menuju ke kediaman mewah Mutia. Bukan hal sulit baginya untuk masuk ke sana. Karena sebelum hubungan terlarangnya bersama Gavin terbongkar, dia sering bertandang ke kediaman mewah itu."Gavin! Gavin! Keluar kamu!" Suara bass Erick menggema di ruang utama.Pria itu terus berteriak memanggil nama Gavin, berharap pria itu segera menunjukkan batang hidungnya."Gavin, keluar! Aku tau kamu di dalam!""Keluarlah! Aku ingin bicara.""Gavin!"Teriakan itu berhasil mengusik ketenangan Mutia yang tengah bersantai di gazebo samping rumah. Wanita paruh baya itu berdecak kesal sembari meletakkan kasar majalah yang sejak tadi menjadi temannya."Anak ini kalau dibiarkan akan semakin menjadi."Mutia segera beranjak untuk menghampiri sumber keributan yang ada di rumahnya."Heh, apa kamu gak pernah diajari sopan santun!" hardik Mutia, "masuk rumah orang bukannya salam malah teriak-teriak macam orang gila, ini ruma
"Tuan ... Tolong dengarkan saya dulu!" Andrina terus mengekor kemanapun Gavin melangkah. Dia berusaha menjelaskan kejadian yang sebenarnya mengenai peristiwa malam itu."Jangan seperti ini! Saya minta waktu Anda semenit saja.""Saya mohon, Tuan."Akan tetapi, Gavin seakan menulikan telinga. Pria itu justru sibuk berkemas memasukkan semua pakaiannya ke dalam koper daripada menanggapi ucapan wanita itu."Tuan, tolong jangan pergi! Dengarkan saya dulu.""Tuan, malam itu—"Andrina meneguk ludah kasar saat mendapat tatapan tajam dari Gavin. Nyalinya mendadak ciut saat merasakan aura mencekam di hadapannya. Namun, wanita itu tak ingin menyerah begitu saja tekadnya sudah kuat untuk memberitahu kejadian yang sebenarnya."Malam itu ... saya—""Diam, Andrina! Atau ‘ku robek mulutmu," gertak Gavin.Dia benar-benar tidak ingin diingatkan dengan peristiwa malam sialan itu. Akibat kejadian itu, dia telah mengkhianati Eric
"Apa yang kau lakukan, Andrina," teriak Gavin yang terkejut ketika melihat sang sekretaris berada pada tubuh bagian bawahnya.Pria itu menarik paksa rambut panjang itu hingga terdengar ringisan pelan dari si empunya.''Lancang kau, Andrina," geram Gavin tepat di depan wajah Andrina.''Sssh, lepas, Tuan
"Bagus, Andrina. Ini yang aku suka darimu, sikap tegasmu." Mutia memuji tulus gadis yang ada di hadapannya."Sekarang, duduklah! Aku akan menjelaskan semuanya," sambung wanita baya itu.Andrina menurut saja, dia menjatuhkan bobot tubuhnya pada kursi yang ada di hadapan Mutia. Wanita itu tampak mema
"Kak, Na ... Lihat! Ibu-ibu yang pernah datang kesini waktu itu mengirim banyak bahan makanan dan beberapa hadiah untukku kita." Suara riang adiknya menyapa indra pendengaran Andrina ketika memasuki rumah.Netranya melirik beberapa pepper bag yang berjajar di atas meja, sedangkan tak jauh darinya ad
''Aku harus bagaimana, Tuhan. Aku sedang butuh uang banyak, kebutuhanku mendesak. Tapi bagaimana caraku mendapatkannya? Tolong beri aku petunjuk," gumamnya dengan frustasi Andrina memutuskan berhenti di sebuah taman untuk merenung sendirian, memikirkan barbagai macam masalah dan cara menyelesaikan












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.