MasukSaat aku terluka oleh pengkhianatan tunanganku, aku justru terjebak dalam pernikahan dengan seorang tukang ojek online. Aku pikir hidupku akan hancur. Tapi ternyata, kejutan demi kejutan datang sejak hari pertama. Di hari kedua, suamiku melunasi hutang keluargaku yang mencapai ratusan juta—dengan mudah. Di hari berikutnya, dia menjemputku dengan mobil mewah untuk pindah. Aku mulai bertanya-tanya. Siapa sebenarnya suamiku? Apakah dia benar-benar hanya seorang Abang Ojol biasa? Atau dia sebenarnya adalah… subscribe dan tekan tanda love ya. Komen juga🤗🤗
Lihat lebih banyak“ I am getting married, ‘’ Olivia said as she flashed her hands directly to my face , showing me the engagement ring that she wore on her fingers .
I looked at her , not knowing exactly what to say to her. What did she mean by she was getting married , she never told me she was in a relationship not to talk of getting married . Olivia's face fell , the hint of disappointment showing in her face as she looked at me . “ I know that I should have told you about this, this is the same reason why I didn’t tell you about this over the phone because I know that this is exactly how you were going to react to it. “ you never told me you were in a relationship, and you telling me that you are engaged is shocking , knowing the fact that I have been away for over the past two years and we have been talking all day since I left and yet you could keep this crucial piece of information away from me , just to throw it on my face just my first day of being home ‘’ Olivia smiled and stretched her hands trying to hold mine, but I moved mine back and that was when she signed . “ I am so sorry pookie but I am your best friend and I had my own reasons for keeping it away from you , can you please just be happy for me’’ she told me . Staring at the girl in front of me , I didn’t know exactly how I was feeling at this moment , I had this mixed feelings inside of me and I didn’t know if I was good or not , but my best friend was getting married and I was definitely going to be happy for her , it had been our dream all along and the fact that she got to actualize it before me makes it more interesting because i am the one in a relationship. “Congrats best’’ I told her as I smiled revealing the joy that I had in me all this while . Olivia immediately stood up and hugged me tightly , ignoring the unlimited eyes of people in the place where we sat . After she had hugged me for a while , she sat down still holding that smile . I knew exactly what she was going to ask next , we had sworn to do that to each other. I am going to be your maid of honor of course “ I told her and she giggled expectedly as she dropped the glass of drinks she had in her hands . “So baby the marriage is in two days and everything that you need is already set. All you just have to do is get dressed and be there on my big day . Two days' time , isn’t it too sudden ?” I asked again even if I didn’t want to . I am sorry , that’s how he wants it and I don’t want him to get mad about it . “ So are you planning on letting me see this man before your wedding day because I haven’t met him and as your best friend , I think I need to me him first . “ I don’t think that will be necessary , because I want it to be a surprise , but trust me , I already told him what he needs to know about you and after our wedding you can get to meet him . Oh , if that’s what you want I told her as I checked my phone for his text. Have you heard from Noah , I expected him to be here because initially I wanted this outing to be just the three of us so i can get to hang out with you guys , but Noah hasn’t replied to any of my text and I am beginning to get really worried about it , considering the fact that he always wanted me back home . I think I have to go now, and I am so sorry if Noah is isn’t here yet , but I think that I have more important things that I have to tend to , about the drinks , I will pay for my part and see you later in two days time “ she told me as she stood up and without waiting for another word she walked away . Watching her retreating figure was the least thing that I expected , this wasn’t what I had expected my first day at home to be . After being away from home for two years , I have always dreamt of being back and spending the day with my boyfriend and my best friend , but my boyfriend of seven years seems to be too busy and my best friend was getting married in two days time . Even though I wanted to be happy for her , I still had that feeling in me , I could feel something was wrong . Olivia and I had been best friends since childhood and this is the first time she is hiding away from me . I didn’t want to judge her , I just had to respect her decision . Just then a text from Noah came saying that he had an urgent business that he had to take care of . I didn’t exactly know how I was feeling but after paying for the drinks , I stood up and drove back home . There was just one thought lingering in my heart and just one answer to it but I knew that I had to do it regardless . I want to know exactly who she was getting married to before that day. I know this isn’t what I should do but I just have to .Sore ini, langit Jakarta terlihat cerah. Seolah ikut merayakan kebahagiaan dua insan yang akhirnya bersatu dengan hati yang utuh. Gedung megah di pusat kota disulap menjadi taman surga. Lampu kristal menggantung di langit-langit yang menjulang tinggi, bunga putih dan ungu tersusun rapi menghiasi setiap sudut, dan musik klasik lembut mengalun memenuhi udara.Hari ini adalah hari resepsi pernikahan Putra dan Jingga—resepsi yang sesungguhnya.Bukan lagi di balai desa dengan kursi seadanya, bukan lagi dengan kebaya pinjaman dan make-up seadanya. Tapi sebuah pesta besar-besaran, tempat mereka menebus janji yang dulu hanya mereka ucapkan di bawah tekanan.Putra berdiri gagah dalam setelan tuxedo hitam berpotongan rapi. Dasi kupu-kupu peraknya serasi dengan bros kecil berbentuk mawar putih di dada kiri. Ia tampak seperti pangeran dari dongeng masa kini. Tapi semua mata tak bisa lepas dari wanita yang perlahan berjalan ke arahnya—Jingga.Gaun pengantinnya menjuntai anggun, dihiasi bordiran m
"Jadi karena hal ini makanya kamu membohongi aku selama ini ya Mas?" Ucap Jingga lagi. Mendengar itu, Putra langsung melepaskan pelukannya. Menegakkan kepalanya. "Tidak, Sayang. Sebenarnya awalnya aku tidak berniat membohongimu. Itu tidak Mas sengaja.""Benarkah?" Putra menatap Jingga dalam diam. Matanya masih merah, bibirnya bergetar mencoba menahan emosi yang masih bergemuruh di dalam dadanya. Ia menarik napas panjang, lalu mengembuskannya perlahan.“Awalnya... aku memang tidak berniat membohongimu,” ucap Putra akhirnya, suaranya lirih, nyaris tak terdengar. “Malam itu... aku baru pulang dari luar negeri. Aku disuruh papa pulang setelah bertahun-tahun berada di luar negeri.""Saat aku pulang, aku tidak langsung ke rumah papa. Juga tidak ke apartemen. Aku malah langsung ke rumah Bambang, Abang Ojol itu.""Tapi saat di rumah Bambang, ada sesuatu yang ingin ku ambil dari apartemen. Karena ingin cepat sampai, aku pinjam motor dan jaket dia. Mungkin kebetulan di waktu ynag sama kamu
Mobil kembali melaju pelan setelah momen perkenalan ulang yang manis itu. Jalanan sore mulai tampak lengang. Cahaya matahari senja mengintip dari sela gedung-gedung tinggi, memantulkan cahaya ke kaca mobil.Putra melirik sekilas ke arah Jingga, lalu berkata dengan nada menggoda, “Aku punya kejutan kecil buat kamu.”Jingga mengangkat alis. “Keju...tan? Jangan bilang kamu tiba-tiba mau ngajak aku ke KUA lagi?” candanya, walau separuh hati masih serius.Putra tertawa pendek. “Tenang. Nggak secepat itu juga. Tapi aku mau ajak kamu ke satu tempat. Kita pernah bahagia di sana.”Tak lama, mereka tiba di sebuah gedung apartemen yang tampak familier bagi Jingga. Jingga langsung menatap Putra dengan kening berkerut. “Ini... apartemen kita yang dulu, kan? Bukannya... udah dijual?”Putra hanya tersenyum misterius dan membuka pintu mobil. Dia membukakan pintu untuk Jingga, lalu menuntunnya naik ke lantai atas.Setelah pintu apartemen dibuka, aroma khas ruangan itu langsung menyambut mereka. Sofa a
Jingga masih terduduk di lantai, bersandar pada kedua lututnya. Air mata terus mengalir di pipinya, meski pandangannya tertuju kosong ke arah tempat pesawat lepas landas. Dalam hatinya, ia berharap semua ini hanya mimpi. Bahwa Putra belum benar-benar pergi. Bahwa ia masih bisa memutar waktu.Hatinya terasa hampa. Sunyi. Dingin.Meskipun orang-orang masih berlalu-lalang di sekitar, Jingga tidak peduli. Dunia di sekelilingnya seperti kehilangan suara. Bandara yang sibuk itu terasa begitu lengang di matanya.Entah sudah berapa lama ia duduk di sana. Lututnya terasa kaku, tangannya gemetar, dan dadanya sesak. Satu tangan terangkat pelan, menggenggam bajunya sendiri di bagian dada. Ia menekan pelan, mencoba meredakan nyeri yang entah kenapa justru semakin dalam. Air matanya kembali turun.Lalu, sebuah sentuhan mendarat di bahunya. Lembut. Hangat.Jingga tak langsung menoleh. Dalam pikirannya, itu pasti Keysha. Mungkin adik iparnya itu merasa khawatir dan kembali menemaninya."Key... akhirn
"Mas! Lepas! Ada Keysha Mas!" Jingga terus berontak. Ingin lepas dai pelukan Putra. Apalagi saat melihat Keysha yang semakin mendekat. "Kenapa memangnya kalau ada Keysha? Aku tetap tidak akan melepaskanmu." Putra tetap tidak mau melepaskan pelukannya. Yang benar saja. Masa ada istri pertama, Mas
Putra menggendong tubuh Jingga erat-erat, wajahnya pucat dan panik. Dia segera memerintah dengan suara tegas namun penuh kecemasan, “Panggil dokter! Cepat!”Seseorang dari tim medis acara langsung bergegas, sementara Putra membawa Jingga ke ruang VIP di belakang aula, diikuti oleh Keysha yang tampa
Akhirnya MC menyelesaikan tugas pertamanya. Yaitu membuka acara. Kini giliran Pak Hendrawan yang bicara. Dia mulai melangkah ke podium saat MC memanggilnya.Suasana aula yang semula riuh langsung hening ketika Pak Hendrawan sudah berada di podium. Wajahnya tampak bangga dan berwibawa. Dengan suara
Sementara itu, Putra masih berdiri tenang. Keysha melangkah ceria menghampiri Jingga, wajahnya bersinar senang. Tanpa ragu, dia memeluk Jingga hangat. “Hai Jingga! Senang sekali bisa ketemu kamu di sini!” ucapnya riang. Azriel yang ikut bersamanya juga langsung menghampiri Jingga. “Tante Jingga!” s






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Ulasan-ulasan