แชร์

Chapter 13. Seperti Sosoknya

ผู้เขียน: mbak miss
last update วันที่เผยแพร่: 2022-12-17 04:03:44

''Bagaimana, Pak? Boleh 'kan aku bekerja? Aku janji tidak akan melupakan semua tugasku. Pemilik restoran memberi keringanan, waktu kerjaku hanya sampai pukul tujuh malam," ucapnya dengan harap-harap cemas.

Sandi terdiam sejenak terlihat seperti memikirkan sesuatu sebelum menjawab pertanyaan putranya.

''Bagaimana jika kakakmu tahu, Dhika? Dia pasti tidak akan setuju." Bukannya langsung menjawab, pria itu malah balik bertanya kepada putranya.

''Aku melakukan ini diam-diam, Pak," lirihnya.

''Aku t
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก

บทล่าสุด

  • Wanita Penggoda sang CEO   Chapter 28. Mutia Aneh.

    Andrina menghela nafas pelan saat melihat ruangan sang atasan kosong. Bukan tanpa alasan dia memasuki ruangan megah itu. Dia ingin meminta tanda tangan Gavin pada berkas yang telah selesai dikerjakan. Pada akhirnya dia meletakkan kertas-kertas yang dibawa bersama dengan berkas lain yang menumpuk di meja kerja. "Kemana dia? Tidak biasanya dia mengabaikan pekerjaan hingga berhari-hari." Dia berusaha fokus pada pekerjaan, meski pikiran dan hatinya sedang berkecamuk. Bagaimana pun juga dia harus bersikap profesional, tidak boleh mencampur adukkan pekerjaan dengan urusan pribadi. "Katakan! Apa yang terjadi malam itu, Wanita Sialan?" kedatangan Erick berhasil meruntuhkan konsentrasi yang susah payah dibangun Andrina. Seketika, wanita itu menghunuskan tatapan tajam pada pria yang mejulang di depannya. "Apa Anda sudah beralih profesi, Tuan? Sebagai seorang pimpinan perusahaan, seharusnya Anda berkutat di meja kerja bukan malah keluyuran seperti ini." Jawaban itu terdengar sangat m

  • Wanita Penggoda sang CEO   Chapter 27. Di mana Gavin?

    Setelah mendatangi apartemen yang kini menjadi hak milik Andrina, Erick melajukan mobilnya menuju ke kediaman mewah Mutia. Bukan hal sulit baginya untuk masuk ke sana. Karena sebelum hubungan terlarangnya bersama Gavin terbongkar, dia sering bertandang ke kediaman mewah itu."Gavin! Gavin! Keluar kamu!" Suara bass Erick menggema di ruang utama.Pria itu terus berteriak memanggil nama Gavin, berharap pria itu segera menunjukkan batang hidungnya."Gavin, keluar! Aku tau kamu di dalam!""Keluarlah! Aku ingin bicara.""Gavin!"Teriakan itu berhasil mengusik ketenangan Mutia yang tengah bersantai di gazebo samping rumah. Wanita paruh baya itu berdecak kesal sembari meletakkan kasar majalah yang sejak tadi menjadi temannya."Anak ini kalau dibiarkan akan semakin menjadi."Mutia segera beranjak untuk menghampiri sumber keributan yang ada di rumahnya."Heh, apa kamu gak pernah diajari sopan santun!" hardik Mutia, "masuk rumah orang bukannya salam malah teriak-teriak macam orang gila, ini ruma

  • Wanita Penggoda sang CEO   Chapter 25. Seperti Simpanan Pria Kaya

    "Tuan ... Tolong dengarkan saya dulu!" Andrina terus mengekor kemanapun Gavin melangkah. Dia berusaha menjelaskan kejadian yang sebenarnya mengenai peristiwa malam itu."Jangan seperti ini! Saya minta waktu Anda semenit saja.""Saya mohon, Tuan."Akan tetapi, Gavin seakan menulikan telinga. Pria itu justru sibuk berkemas memasukkan semua pakaiannya ke dalam koper daripada menanggapi ucapan wanita itu."Tuan, tolong jangan pergi! Dengarkan saya dulu.""Tuan, malam itu—"Andrina meneguk ludah kasar saat mendapat tatapan tajam dari Gavin. Nyalinya mendadak ciut saat merasakan aura mencekam di hadapannya. Namun, wanita itu tak ingin menyerah begitu saja tekadnya sudah kuat untuk memberitahu kejadian yang sebenarnya."Malam itu ... saya—""Diam, Andrina! Atau ‘ku robek mulutmu," gertak Gavin.Dia benar-benar tidak ingin diingatkan dengan peristiwa malam sialan itu. Akibat kejadian itu, dia telah mengkhianati Eric

  • Wanita Penggoda sang CEO   Chapter 25. Remuk Redam

    "Tuan, sadar! Tolong, jangan seperti ini! Ini tidak benar." Andrina berteriak berusaha menjauhkan tangan Gavin yang membelit erat tubuhnya.Gadis itu berusaha menjauhkan wajahnya dari serangan bibir atasannya. Gavin seperti orang kesetanan yang ingin melahap habis dirinya."Tuan Gavin, sadar! Tolong lepaskan saya!" "Tubuhmu wangi, Andrina. Aku suka," ucapnya lirih mirip seperti suara desahan."Anda kenapa? Kenapa jadi seperti ini? Aku mohon, lepaskan aku! Hiks ... Hiks...."Wanita itu meronta-ronta berusaha untuk melepaskan diri dari kungkungan atasannya. Air mata mulai mengenang di kedua matanya.Namun, semakin dia berusaha keras memberontak semakin membuat naluri Gavin tertantang. Pria itu justru membenturkan tubuh mungil sang sekretaris ke sebuah dinding, lalu menyerangnya dengan brutal, bahkan tidak mengindahkan permohonan Andrina yang meminta dilepaskan."Tuan, hentikan!" seru Andrina yang mulai kewalahan menghadapi serangan atasannya.Air mata lolos begitu saja ketika Gavin mula

  • Wanita Penggoda sang CEO   Chapter 24. Melaksanakan Rencana

    "Ingat! Selalu didekatku, jangan jauh-jauh!" bisik Gavin ketika mereka hendak memasuki lobby hotel bintang lima.Andrina mengangguk tanda paham."Usir setiap wanita yang mendekatiku! Terserah bagaimanapun caranya, aku tidak peduli.""Baik, Tuan."Keduanya terus berjalan hingga memasuki sebuah ruangan luas tempat acara diadakan. Suasana ballroom sangat meriah, alunan musik mengalun merdu menyapa pendengaran sepasang bos dan sekretaris itu. Si empu acara tampak menyapa satu per satu tamunya didampingi pasangannya, termasuk menyapa Gavin dan Andrina. Senyum ramah tak pernah pudar dari keduanya."Selamat datang, Gavin! Lama aku tidak melihatmu. Kau sudah sebesar dan setampan ini," seru Tuan Rendra seraya menepuk pelan kedua lengan pria itu.Gavin tersenyum tipis menanggapi. "Bagaimana kabar Mutia? Aku juga lama tak jumpa dengan mommy-mu." Giliran istri Tuan Rendra yang bertanya.Semua itu hanya basa-basi belaka. Sesungguhnya, wanita itu juga sudah mengetahui rencana istri almarhum sahaba

  • Wanita Penggoda sang CEO   Chapter 23. Rencana Tidak Berlaku

    "Apa kau pikir aku jatuh hati padamu?"Wanita itu semakin merapatkan tubuhnya pada pintu ketika melihat Gavin bergerak pelan mendekatinya. Sungguh hatinya merasa ketar-ketir saat ini."Katakan, Andrina!" bisik Gavin yang sudah menghimpit tubuhnya, bahkan gadis itu harus menahan nafas karena sapuan hangat nafas pria itu menerpa kulit wajahnya."Ma-maaf atas kelancangan saya, Tu-tuan. Bisakah Anda menyingkir?" Kedua tangan wanita itu menahan dada bidang yang hendak menempel pada tubuhnya."Tatap aku dan jawab pertanyaanku!"Seakan dihipnotis, Andrina menuruti perintah atasannya. Tatapannya terpaku pada manik coklat yang sejak tadi menatap lekat ke arahnya. Percayalah! Ritme jantungnya semakin tidak terkontrol."Apa kau pikir kau pikir, aku jatuh hati padamu?" Gavin mengulang pertanyaannya."Jawab saja! Aku butuh jawabanmu."Andrina mengangguk pelan. Dia refleks menutup mata saat melihat Gavin semakin memangkas jarak. Ingin rasanya, dia terlepas dari posisi ini, tetapi kenapa kakinya ter

  • Wanita Penggoda sang CEO   Chapter 4. Kilas Balik (Permasalahan)

    ''Hallo ... Ada apa menghubungiku di jam kerja?" tanya Andrina dengan berbisik ketika mengangkat telpon dari adiknya.Dia terpaksa menghentikan pekerjaan, matanya awas melongok kanan-kiri untuk memastikan tidak ada yang melihat aktivitasnya.''Halo, Kak. Bapak kambuh, obatnya juga habis. Bagaimana i

  • Wanita Penggoda sang CEO   Chapter 3. Menemui Mutia.

    "Permisi, Pak.'' Andrina menyapa seorang security yang tengah berjaga disana.Pagi-pagi sekali, gadis itu sudah berdiri di depan gerbang sebuah rumah mewah bergaya Mediterania.Dia benar-benar menjalankan niat dan berusaha memantapkan hati, untuk mengakhiri misi ini. Berulang kali, dia terlihat men

  • Wanita Penggoda sang CEO   Chapter 2. Merasa Sia-Sia

    ''Pagi, Pak Gavin,'' sapa Andrina diiringi senyum manisnya.Gavin tak menghiraukan sapaan gadis itu, dia memilih meneruskan langkahnya memasuki ruangan.''Siapkan jadwalku untuk hari ini,'' perintah Gavin tanpa menoleh kearah sekretarisnya.''Baik, Pak.''Andrina telah resmi menjadi sekretaris Gavin

  • Wanita Penggoda sang CEO   Chapter 1. Pertemuan Pertama

    "Hari ini kau ku pertemukan dengan putraku. Buat dia tertarik padamu, pikat dia dengan tubuhmu. Paham?" Mutia berkata dengan penuh penekanan. Seorang wanita muda hanya mengangguk saja, meski dia tidak tahu pasti apa alasan dibalik permintaan wanita itu. Bahkan, dia sempat tak habis pikir, bagaimana

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status