Mag-log inKepercayaanku ternodai dengan perselingkuhan suamiku dengan lawan mainnya dalam sinetron striping yang belakangan ini tengah booming dan dielu-elukan oleh kaum emak-emak di negeri ini. Aku bukan wanita bodoh yang akan diam saja setelah dikhianati, tentunya dia harus menerima konsekuensi atas pilihan yang salah itu. Bukan aku yang akan membalasnya, tapi apa yang dia tabur biar dia semai sendiri resikonya. Biarkan takdir yang bekerja, kita lihat apakah dia masih bisa bertahan dalam kedudukannya yang sedang naik ke daun, atau akan dengan cepat jatuh dengan semua perbuatannya? Baca kisah selengkapnya sekarang juga.
view moreTelepon itu datang seperti petir di siang bolong. Baru saja aku duduk di ruang kerja, mencoba melupakan pertengkaran sengit dengan Sabrina pagi tadi. Suara Papa mertua terdengar dingin, hampir seperti tamparan di wajahku."Ardian, apa yang sudah kau lakukan pada putriku?”“Memang apalagi yang aku lakukan padanya? Kenapa dia mengadu sesuatu?” Cukup, aku sudah muak dengan semua sandiwara ini. Rasanya aku tidak perlu berpura-pura menjadi pria baik di depan mertuaku. Aku janji setelah ini akan menceraikan wanita itu, tak peduli dengan kehamilannya. Ya, sebuntu itu memang otakku saat ini. Banyaknya masalah pertengkaran juga sikap Sabrina yang kekanakan membuatku mengambil pilihan ini. “Apa yang kau bicarakan itu? Saat ini Sabrina kecelakaan. Dia di rumah sakit sekarang. Segera datang atau terpaksa aku melaporkanmu ke kantor polisi."“Apa?! Bagaimana mungkin itu terjadi, Pa?”“Heh, apakah pikir aku sedang membuat pura-pura? Di saat seperti ini keselamatan putriku yang terpenting! Dia sed
Hati dan pikiran Ardian terlihat lebih tenang. Dia keluar setelah membersihkan diri dan memakai kimono mandi. Mengambil pakaian dari dalam lemari, Ardian mengabaikan ponselnya yang terus bergetar. Nama Sabrina muncul sesekali sebelum layar itu kembali menghitam dan nada deringnya mati. “Sesekali kamu harus dibiarkan? Agar kamu tahu di mana posisimu, Sab.” Ardian bicara seorang diri seolah-olah Sabrina sedang berdiri memohon padanya. Alih-alih memikirkan wanitanya, pria itu membaringkan diri dan tidur menyamping, mengabaikan perutnya yang sedikit lapar. Entah sudah jam berapa saat dia tertidur lelap, tiba-tiba bayangan Marissa dan Marina hadir dalam mimpinya. Keduanya sedang bergandengan tangan. Senyumnya berseri. Anak dan mantan istrinya itu sedang memainkan salju dan berlarian diantara tumpukan putih yang memanjakan mata. Keduanya tampak berseri dengan wajah penuh kebahagiaan. Ah, kenapa aku memimpikan mereka? Tiba-tiba Ardian bangun dan mengedarkan pandangan ke sekitar.
Tak jauh beda dengan kehidupan Sheila yang penuh liku, kehidupan Ardian juga tak jauh berbeda.Sejak dia digugat cerai oleh Marisa disertai paksaan dari Marina, Ardian berpikir kalau kehidupannya akan lebih bebas dan tenang. Masalah pernikahannya tidak perlu lagi disembunyikan. Ardian merasa hidupnya akan baik-baik saja meski ditinggalkan oleh anak dan istrinya. Lagipula apa yang dia dapatkan dari Marisa? Tidak ada. Lalu dia tidak harus dipusingkan dengan urusan nafkah batinnya, yang akan selalu terpenuhi dari wanita muda yang dinikahinya di bawah umur dengan cara siri tentu saja.Tapi ternyata hal itu tak seindah angan-angan dan pikirannya. Nyatanya menikahi wanita di bawah umur, yang jelas-jelas semuanya masih belum matang, membuat Ardian tak ubahnya seperti mengasuh anak kecil yang demen merengek dan manja. Lebih dari itu, kantongnya lebih sering bolong karena sering dimintai untuk membeli barang-barang mahal yang tidak jelas gunanya.Seperti siang ini contohnya. Tiba-tiba Sabri
Sheila menetapnya kecewa. Dia mengambil minuman kaleng lalu meneguknya beberapa kali. Masih dengan perasaan kesal wanita itu bertanya. "Kenapa kamu harus lakukan hal itu, Son? Bukannya kita pernah saling membantu? Lagi pula aku tidak memiliki masalah denganmu." Ya Sheila ingat, saat dirinya masih bersama Bian, Sony bersikap layaknya seperti anjing yang setia. Tapi lihatlah sekarang, bahkan kesetiaan itu tidak ada arti setelah hidupnya hancur.Sony menjawab datar. "Sorry, Shei. Aku cuma menjalankan perintah. Pak Imam yang menyuruhku mengadu ke Bian. Aku juga butuh uang, Shei. Lagian, hidup ini keras. Aku butuh uang banyak untuk bertahan hidup. Memangnya mau sampai kapan aku menunggu kamu naik daun lagi? Hmm, rasanya itu mustahil sekarang."Sheila menatap Sony dengan perasaan campur aduk, antara marah, kecewa, dan sedih. Dia merasa semakin terpojok dalam situasi yang semakin tidak terkendali. Terlebih ternyata Imam lah pelakunya. Tapi kenapa pria itu mengadukan dirinya pada Bian
Lima tahun yang lalu aku meninggalkan Marina atas perintah dari papaku. Waktu itu usiaku masih muda dan aku tertarik pada gadis cantik dan ceria, namun dia memiliki masalah di keluarganya. Marina gadis broken home. Dia tidak seperti gadis lainnya, bahkan saat di kampus pun dia kerap k
Aku mengangguk dengan pelan, "seperti yang Papa lihat di pemberitaan itu. Saat itu usia kandunganku 5 minggu, dan sekarang sudah berusia hampir 3 bulan."Brakkk!! Papa memukul meja. "Dan keegoisanmu itu telah menghancurkan ikatan pernikahanmu dengan Bian. Bener-bener anak teb
"Wah, hebat sekali bumil yang satu ini. Kamu berani bicara di depan publik, lalu mengakui siapa ayah yang ada dalam rahimmu. Aku benar-benar salut padamu, Marin," ucap Erick saat aku meminta bertemu dengannya di sebuah cafe yang cukup terjaga privasinya. Bukan apa-apa, aku hanya merasa
Aku yang kebingungan dipaksa untuk pergi dan masuk ke dalam mobil, sementara hari ini kebetulan Erick tidak menemani, karena ada meeting di kantornya yang tidak bisa ditinggalkan."Antarkan Marina langsung pulang ke rumahnya," ujar Papa pada sopir yang duduk di depan, lalu dia bicara ju












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Rebyu