Share

Bab 20

Author: Jayden Carter
Sienna menatap dengan ekspresi angkuh. "Jangan nggak tahu diri! Fellis yang memberimu kesempatan. Kalau orang kecil macam kamu bisa manfaatkan peluang ini, kamu bisa kaya raya. Jangan sok di depanku!"

Arlo menyindir, "Jadi, aku harus berterima kasih padamu?"

Wajah Sienna memerah karena marah. Dia menarik napas dalam berkali-kali, baru bisa menahan amarahnya. "Kamu sombong sekali ya. Ujung-ujungnya pasti mau uang, 'kan?"

Sienna mengeluarkan kartu bank dari tasnya. "Di dalam ada 20 miliar. Kalau k
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (3)
goodnovel comment avatar
Ayub Ashariyanto
semoga alur ceritanya tidak mutar mutar
goodnovel comment avatar
Abd Latif
Sangat menarik
goodnovel comment avatar
Ahmad Sabli
menarik sekali. saya suka membaca ini.
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 855

    "Kenapa kamu ada di sini?" Heidi menatap Arlo dengan wajah penuh kejutan.Arlo mengangguk memberi salam, "Aku datang sama teman untuk melihat-lihat Kuil Dewa Sihir!""Melihat Kuil Dewa Sihir? Sepertinya kamu bahkan nggak tahu apa itu Kuil Dewa Sihir, ya?" Paula memutar matanya.Begitu melihat Paula, ekspresi Nirkasa sedikit berubah. Dia tampak ingin berkata sesuatu, tetapi akhirnya memilih diam. Paula seolah teringat sesuatu, sudut bibirnya melengkung membentuk senyum mengejek, "Jangan-jangan kamu mau masuk ke Kuil Dewa Sihir?""Kalau iya, kenapa?" Arlo menatap Paula dengan senyum tipis.Heidi bertanya dengan penasaran, "Paula, Kuil Dewa Sihir itu apa?"Paula mengangkat kepala dan berkata kepada Nirkasa, "Aku juga mau ajak temanku untuk lihat-lihat!" Jelas sekali dia kenal dengan Nirkasa.Nirkasa ragu sejenak, lalu seperti agak terpaksa mengangguk, "Kamu dan temanmu hanya boleh melihat dari jauh, nggak boleh mendekat!""Aku tahu!" Paula menjulurkan lidah, lalu menarik Heidi berjalan le

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 854

    Arlo mengangguk. "Aku juga nggak berniat menipu kakakmu!"Dalam hati dia menambahkan, 'Aku nggak tertarik sama wanita yang lebih tua!'"Heh, sebagai sesama pria, jangan kira aku nggak bisa melihat trikmu! Pura-pura tarik ulur seperti itu, kakakku mungkin nggak sadar, tapi kamu nggak bisa menipuku!"Nirkasa sekarang sangat curiga bahwa Arlo datang sebagai pria yang ingin menumpang hidup demi tanaman spiritual! Beberapa tanaman spiritual yang dibutuhkan dalam dunia bela diri memang hanya tumbuh di wilayah Maia.Dulu pernah ada pria dari luar yang berniat mendekati wanita Suku Sihir demi mencuri tanaman spiritual. Sekarang kakaknya menyuruhnya membawa Arlo ke sekitar Lembah Sepuluh Ribu Naga, pasti juga karena dia mengincar tanaman spiritual.Melihat wajah Nirkasa yang penuh keyakinan, Arlo tahu percuma menjelaskan. Dia pun langsung mengganti topik, "Di suku kalian, ada berapa grandmaster tingkat tenaga transformasi?"Mendengar itu, Nirkasa langsung tampak bangga, "Ibuku, kakak senior uta

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 853

    "Pfftt ...." Nirmala hampir tersedak air liurnya.Pria yang benar-benar pendendam!Tatapan Nirkasa berkilat dingin karena marah, "Oh ya? Kakakku adalah grandmaster tingkat tenaga transformasi. Kamu ini siapa sampai berani bicara seperti itu? Kamu menghina dia atau menghina aliran kami?""Master Arlo? Orang luar seperti kalian memang cuma pintar buat julukan seperti itu. Menurutku kamu juga bukan orang baik!""Ah, kakak? Eh ...." Wajah Arlo langsung menggelap. Sial, dia benar-benar salah paham.Semua gara-gara terlalu lama di kota dan terlalu sering bertemu anak-anak bangsawan bodoh, sampai dia mengira orang sombong ini adalah pengejar atau kekasih Nirmala! Wanita licik itu tadi sengaja diam untuk menyesatkannya!Nirmala tertawa terbahak-bahak. 'Biar saja, siapa suruh sok pintar.'Sudut bibirnya berkedut, dia tertawa sampai meneteskan air mata sambil menunjuk Arlo. "Laki-laki memang nggak pernah dewasa!"Melihat Nirmala sama sekali tidak marah, Nirkasa semakin tidak puas."Nirkasa, kamu

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 852

    Meskipun bukan niat buruk, setidaknya pasti ada tujuan lain."Jadi kamu dengan antusias memancingku datang ke wilayah Maia memakai umpan tanaman spiritual, murni karena baik hati ingin memberiku tanaman spiritual?" Arlo tersenyum setengah mengejek.Nirmala mengusap dagunya lalu berkata, "Mungkin karena ingin berbisnis denganmu?""Lebih baik sekalian bilang kamu ingin punya anak denganku!" Arlo mendecakkan bibir."Kamu nggak percaya sama aku?""Menurutmu?""Kalau begitu, menurutmu apa tujuanku menipumu datang ke wilayah Maia? Menipumu jadi menantu matrilokal? Atau benar-benar punya anak denganmu?" Nirmala tertawa sambil menggoda.Saat itu, seorang pria berpakaian khas suku Maia berjalan mendekat. Usianya tampak sekitar 20-an, dengan sorot mata penuh kesombongan.Begitu mendekat, dia langsung menilai Arlo dari atas sampai bawah beberapa kali lalu bertanya kepada Nirmala, "Siapa dia?""Arlo. Teman yang kudapat waktu keluar kali ini!" jawab Nirmala sambil tersenyum."Teman?!"Pria itu meng

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 851

    Desa Guting adalah pedesaan Maia tempat berkumpulnya Suku Meta dan Suku Merda. Mereka menyukai rok putih dan pakaian warna-warni, sulaman yang indah serta perhiasan perak yang memukau.Rumah panggung tempat tinggal, menara bergaya pagoda beratap rapat, serta jembatan beratap dengan banyak bentang, semuanya membuat para pendatang tenggelam dalam pesona khas wilayah Maia.Terlebih lagi dengan ditemani seorang wanita cantik dari suku Maia, pengalaman ini menjadi sesuatu yang sangat membuat banyak orang iri.Namun, ekspresi Arlo malah tampak dingin. Tanpa memedulikan suasana, dia bertanya, "Kenapa Isyana bisa terlibat dengan santa Suku Sihir kalian?""Kalau kalian mau memanfaatkan dia untuk sesuatu, jangan salahkan aku kalau aku bertindak kasar!"Arlo cukup memahami Suku Sihir. Dalam Kitab Surgawi Pengobatan Abadi, ada catatan tentang jalan sihir. Catatan tentang teknik sihir juga sangat rinci.Hampir semua orang Maia memercayai ilmu sihir, tetapi Suku Sihir hanya terbatas pada orang Maia

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 850

    "Aku lagi di wilayahmu dan diadang seseorang bernama Pranata. Mau kamu urus atau nggak? Kalau nggak, aku penggal saja semua kepala mereka!" Setelah berkata begitu, Arlo langsung menutup telepon.Semua orang saling memandang. Orang ini masih saja berpura-pura? Memenggal kepala? Mereka bukan preman kelas teri yang bisa ditakut-takuti dengan kata-kata seperti itu!Namun, sebelum orang-orang selesai berpikir, ponsel Pranata sudah berdering. Pranata mengeluarkan ponselnya. Begitu melihat layar, tubuhnya langsung kaku. Setelah mengangkat, dia hanya mengangguk-angguk dengan canggung, lalu perlahan menutup telepon."Maaf, Master Arlo. Aku nggak mengenalimu ....""Ayah, kamu ...." Aidan baru hendak protes, tetapi langsung ditampar oleh Pranata."Berlutut dan minta maaf pada Master Arlo!" Pranata lalu melangkah ke depan Gorou dan menamparnya dua kali. "Berlutut! Kalau hari ini Master Arlo nggak memaafkan kalian, aku sendiri yang akan lempar kalian ke Lembah Sepuluh Ribu Naga!"Semua orang terpan

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 90

    "Ayah, nggak usah ngomong lagi. Masih belum jelas juga? Dia pasti ketakutan, lalu pura-pura ke toilet padahal kabur!" ejek Luke.Artha menyeringai sinis. "Kak, bukan aku yang bicara sembarangan, tapi kalau nanti kamu mau menyerahkan saham perkebunan ini ke Arlo, aku pasti nggak akan setuju! Harta Ke

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 89

    Saat Arlo kembali ke rumah, Keluarga Hanafi sudah beristirahat. Dia mencuci muka dan berganti pakaian, lalu kembali ke kamarnya untuk mulai bermeditasi. Dalam Kitab Medis Abadi tertulis sebuah kalimat, "mencari jalan menuju pencerahan itu sulitnya setara dengan naik ke langit, tidak boleh ada kelala

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 104

    Isyana mengangguk kecil, lalu mengikuti Arman dan Ramos masuk ke gedung Grup Leopard.Meski dari luar tampak seperti gedung kantor resmi, begitu masuk, suasananya sama sekali tidak seperti perusahaan normal. Dari satpam sampai karyawan, hampir semuanya pria bertampang beringas. Begitu Isyana dan ked

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 79

    "Kamu tunggu saja! Kalau hari ini kamu masih bisa keluar dari pintu ini, aku bukan lagi Keluarga Raliansyah!" Saking kesakitan, dahi Renaldi sampai dipenuhi keringat dingin. Dia bergerak mundur beberapa langkah dan berlindung di belakang para pengawal sambil memberi isyarat agar mereka menelepon ora

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status