Share

Bab 20

Penulis: Jayden Carter
Sienna menatap dengan ekspresi angkuh. "Jangan nggak tahu diri! Fellis yang memberimu kesempatan. Kalau orang kecil macam kamu bisa manfaatkan peluang ini, kamu bisa kaya raya. Jangan sok di depanku!"

Arlo menyindir, "Jadi, aku harus berterima kasih padamu?"

Wajah Sienna memerah karena marah. Dia menarik napas dalam berkali-kali, baru bisa menahan amarahnya. "Kamu sombong sekali ya. Ujung-ujungnya pasti mau uang, 'kan?"

Sienna mengeluarkan kartu bank dari tasnya. "Di dalam ada 20 miliar. Kalau k
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (3)
goodnovel comment avatar
Ayub Ashariyanto
semoga alur ceritanya tidak mutar mutar
goodnovel comment avatar
Abd Latif
Sangat menarik
goodnovel comment avatar
Ahmad Sabli
menarik sekali. saya suka membaca ini.
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 1170

    Anne terkekeh pelan. "Berdirilah!""Hm?" Arlo pun berdiri, lalu memiringkan kepala sambil memandang Anne.Tanpa berkata sepatah kata pun, Anne melangkah maju, memeluk pinggang Arlo, lalu memalingkan wajahnya dan mengecup pipi Arlo dengan bibir merahnya.'Sialan! Bule ini malah mengambil keuntungan dariku!'....Di Doraia, Kota Aramaya, rumah Keluarga Margono ....Rama baru saja hendak makan siang bersama keluarganya ketika seorang bawahan berlari masuk dengan tergesa-gesa."Tuan, ada dua dokter dari Provinsi Hareast. Katanya, mereka datang untuk memeriksa penyakit Nyonya Tua!"Di meja makan, Sully menggigit bibirnya pelan, tampak ingin berbicara tetapi ragu.Sejak Arlo pergi, Keluarga Margono selalu berusaha menangkap Sheila. Namun, Sheila sangat cerdas dan waspada. Dia tidak pernah meninggalkan Provinsi Hareast, bahkan kini tinggal di rumah Raja Bela Diri.Dengan perlindungan Dandy dan Zaem, semua cara yang dimiliki Keluarga Margono tidak bisa digunakan.Keluarga Margono juga sudah me

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 1169

    Ujung bibir Kilian berkedut. Dia tahu, ini jelas bukan perintah dari Arlo!Mengandalkan beberapa petarung untuk mengancam seorang grandmaster seperti dirinya? Bukankah itu hanya lelucon?Justru karena itulah, keterkejutan di dalam hatinya menjadi makin besar. Itu berarti Avery, tokoh inti Konsorsium Miles, benar-benar telah ditaklukkan oleh Arlo.Wanita itu bahkan secara sukarela membantu Arlo menutupi setiap celah dan membereskan setiap masalah.Di mata Avery, dirinya sebagai perwira militer Kedutaan Doraia bisa dibunuh. Bahkan pewaris takhta kerajaan pun bisa dibunuh. Semua itu hanya demi mengurangi risiko bagi Arlo?Ini benar-benar terlalu gila! Sebenarnya apa yang dilakukan Arlo kepada wanita itu?Kemudian, Kilian teringat kembali pada pemandangan saat Arlo memelesat ke langit, laksana dewa yang menurunkan api hukuman dari langit.Memikirkan itu, dia merasa Avery ditaklukkan oleh Arlo justru sangat masuk akal.Dia pun samar-samar memiliki firasat. Kekuatan tempur Arlo sama sekali t

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 1168

    Tiba-tiba, seberkas cahaya merah memelesat ke langit.Sesaat kemudian, rangkaian bayangan merah berubah menjadi sosok kelelawar dan menghantam punggung Arlo.Arlo hanya mendengus pelan melalui hidungnya, lalu balas mengayunkan sebuah telapak tangan. Hagueyo langsung tewas di tempat.Andrew tercengang. Barangnya sudah didapatkan, tetapi Arlo tetap membunuh Hagueyo. Kalau begitu, apakah dirinya masih punya peluang hidup?Pada saat itu, suara deru kendaraan terdengar bersahut-sahutan. Belasan mobil melaju kencang menuju lokasi.Tak lama kemudian, Avery dan Anne turun dari mobil bersama belasan anggota mafia berpakaian hitam.Begitu melihat kastel yang sudah hancur di depan mata, semua orang menunjukkan wajah penuh keterkejutan. Sulit membayangkan kerusakan seperti ini diakibatkan oleh kekuatan manusia.Seluruh kastel sudah hangus menjadi reruntuhan. Apakah ini ulah Dewa Api? Lantas, ke mana Henry?Tak seorang pun berani mengucapkan pertanyaan itu."Anne! Anne, tolong aku!" Begitu melihat

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 1167

    Karena konsumsi energinya terlalu besar, wajah Arlo tampak sedikit pucat. Seluruh tubuhnya memancarkan aura brutal yang dipenuhi rasa tidak sabar."A ... Arlo ... kamu mau apa? Di mana Henry?" Andrew begitu ketakutan hingga wajahnya pucat pasi.Arlo menunjuk ke udara. "Henry ... ada di mana-mana."Andrew tercengang."Dia sudah kubakar jadi abu. Sekali ditiup angin, langsung tersebar ke mana-mana." Arlo mendecak sambil mencebik.Andrew dan Hagueyo sama-sama dipenuhi ketidakpercayaan. Dewa Api Henry ... dibakar sampai menjadi abu? Bagaimana mungkin?Namun, hanya Arlo yang berdiri di hadapan mereka sekarang. Hal itu seolah membuktikan bahwa Henry memang sudah tewas."Ka ... kamu mau apa? Aku ini adipati Rilandia!" seru Andrew dengan suara gemetar.Arlo tidak menjawab. Dia langsung mencengkeram leher Andrew dengan satu tangan. Tubuh Andrew terangkat ke udara. Secara naluriah, dia mulai meronta. "Hagueyo ... tolong aku .... Uhuk ... uhuk ...."Kilatan cahaya merah darah melintas di mata Hag

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 1166

    Setelah ragu sejenak, Andrew membuka sedikit celah pintu rahasia. Seketika, sesosok tubuh langsung menyelinap masuk."Sial! Apa yang sebenarnya terjadi di luar? Aku ...." Saat ini Hagueyo tampak sangat berantakan. Wajahnya yang biasanya pucat kini memerah.Andrew menyeringai. "Itu Dewa Api Henry. Dia sedang menghadapi orang Doraia itu!""Pantas saja!" Jelas, Hagueyo juga mengenal Henry. "Rupanya benar Dewa Api. Nggak heran keributannya sebesar ini!"Andrew tertawa. "Tenang saja. Begitu Dewa Api memanggang bocah itu sampai matang, dia akan datang menjemput kita."Hagueyo ikut tertawa terbahak-bahak. "Bocah itu beruntung bisa menyaksikan kemampuan Dewa Api. Mati di tangan Dewa Api pun sudah merupakan kehormatan baginya."Saat keduanya masih berbicara, pintu ruang perlindungan mengeluarkan bunyi dentuman berat, seolah seseorang sedang membongkarnya dari luar.Ekspresi Andrew langsung sedikit berubah. Dengan bahasa ibunya, dia berseru, "Tuan Henry?"Namun, yang menjawabnya hanyalah suara b

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 1165

    Cahaya keemasan itu meledak di angkasa, berubah menjadi hujan api emas yang turun dari langit!Begitu percikan api menyentuh tanah, kobaran api langsung menyebar dengan dahsyat, bagaikan api yang membakar seluruh padang.Hiasan batu besar yang berdiri di antara Arlo dan Henry langsung dilalap api emas hingga meleleh menjadi lahar, lalu mengalir memenuhi tanah. Ke mana pun api itu menyapu, semuanya ditelan dan dilebur.Baik logam, batu, maupun pepohonan dan makhluk hidup. Dalam sekejap mata, lautan api emas telah mengepung seluruh area luar kastel. Bahkan di padang rumput seluas puluhan hektare dan di atas permukaan danau buatan, nyala api emas terus menari.Henry terpaku di tempat.'Ini ... kekuatan teknik api yang sebenarnya? Kalau begitu, selama ini apa yang sebenarnya aku kendalikan?'Kilian juga ternganga dengan wajah penuh ketidakpercayaan.Di dalam kastel, para pengawal yang masih hidup mengintip keluar dari balik jendela. Api yang menjulang ke langit berkobar dengan ganas, seola

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 545

    Malik langsung tidak senang. Dia menepuk meja. "Ada masalah apa denganmu? Matamu lihat ke mana?"Sheila juga memandang Arlo dengan curiga.Arlo menunjuk kalung yang dikenakan Isla di lehernya. "Kalungnya juga agak nggak beres!"Kata "juga" itu membuat Sheila langsung teringat pada jimat yang pernah

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 548

    Melihat Jivano dalam keadaan begitu takut, Mohit justru semakin tergila-gila pada kemampuan Arlo memanggil petir dewa.Meskipun Jivano berperilaku buruk dan kini tampak menyedihkan, di Gunung Naga Harimau, dia memiliki posisi yang cukup tinggi. Hanya selangkah lagi, dia bisa menuju posisi Mahaguru G

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 103

    Di sisi lain, Arman membawa Lidya, Isyana, dan yang lain masuk ke ruang VIP lain di kedai teh."Ini sepupuku, Ramos!" Arman menunjuk seorang pemuda berwajah tampan dan berperilaku angkuh yang sudah menunggu di dalam.Lidya melihat pemuda yang berwajah tampan dan beraura dingin itu, lalu berdecak pel

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 102

    Belum sampai dua menit, Arman menelepon, "Isyana, ini masalah besar. Kenapa kamu nggak bilang dari tadi?""Begini saja, kamu datang ke kedai teh, kita ketemu dan bahas lebih detail.""Baik!" jawab Isyana. Masalah ini memang berawal darinya, maka seharusnya dia juga yang menyelesaikan. Mau pakai uang

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status