Share

Bab 671

Author: Jayden Carter
Arlo mempersilakan Fellis masuk, lalu bertanya, "Sudah malam begini, ada urusan apa?"

Wanita itu sudah berdandan dengan sangat teliti. Dia mengenakan gaun putih model one-piece dengan potongan kerah yang rendah, bahkan riasannya pun bergaya polos nan menggoda.

Ini pertama kalinya Fellis berdandan seperti ini. Jadi, dia terlihat sedikit tidak alami dan tampak malu-malu. Penampilannya ini malah memberi kesan pesona yang berbeda.

"Kali ini kamu mengalahkan Keluarga Jayadi dengan telak, ayahku sampa
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 966

    "Benar! Benar! Kami semua tertarik!"Bagi keluarga-keluarga kaya biasa, benda yang dapat memperpanjang umur adalah harta paling berharga di dunia.Sementara itu, para ahli bela diri yang hadir menunjukkan ekspresi penuh gairah. Terutama para praktisi sihir, mata mereka sampai berbinar-binar.Pil Jiwa Kehidupan mampu memperkuat jiwa dan roh. Dengan kata lain, pil itu dapat meningkatkan kekuatan spiritual seseorang. Itu adalah sesuatu yang sangat bermanfaat bagi peningkatan kekuatan mereka.Selain itu, salah satu syarat mutlak untuk membentuk fisik surgawi adalah menempa jiwa dan kekuatan spiritual.Bahkan setelah mencapai tingkat transenden, proses penempaan jiwa baru saja dimulai. Pil Jiwa Kehidupan tetap merupakan tonik luar biasa yang sangat bermanfaat.Baik grandmaster tenaga transformasi, ahli tingkat sejati, maupun ahli transenden, semuanya menginginkan benda ini!Bagi sebagian besar orang, menyelesaikan sembilan tahapan grandmaster, menembus ranah bawaan, lalu melangkah ke tingka

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 965

    Melihat langit yang dalam sekejap dipenuhi gumpalan awan, semua orang terpaku oleh fenomena aneh di depan mata mereka.Kaisan dan Gonzali mendongak ke langit dengan ekspresi tidak percaya.Para petinggi militer di tribune, para pria berjubah putih, serta para ahli dari kalangan bela diri dan praktisi sihir juga sama-sama tercengang."Ini ... ini benar-benar awan pil!" Mata Bados berkilat penuh keterkejutan.Dhira begitu bersemangat hingga janggut putihnya bergetar. Dia bergumam pelan, "Anak ini adalah seorang ahli yang menapaki jalan Tao melalui ilmu pengobatan. Ya, pasti begitu!""Dhira, apa yang kamu katakan?" Mendengar gumaman itu, Bados langsung mengernyit."Bukan apa-apa." Dhira segera menggeleng. Namun di dalam hati, keyakinannya justru semakin kuat.Kemampuan medis yang luar biasa, pencapaian alkimia yang mengagumkan, bahkan mampu membunuh seorang grandmaster, dan mengendalikan berbagai teknik sihir dengan mudah. Semua kemampuan itu jelas bukan sesuatu yang bisa dilakukan orang

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 964

    "Api alkimia di tangan orang sepertimu benar-benar mubazir!"Di tribune, Bados melihat jelas pil yang diserahkan Arlo. Dia saling memandang dengan beberapa rekan seperguruannya."Pil Jiwa Kehidupan? Gagal diracik?""Bocah ini memang cukup ambisius! Sayang sekali, Rumput Jiwanya jadi terbuang sia-sia!""Di masa depan mungkin masih punya harapan, tapi untuk hari ini, dia sudah tamat!"Beberapa orang itu langsung mengambil kesimpulan. Para juri di meja penilaian pun menyimpulkan hal yang sama.Salah satu perwakilan juri naik ke panggung. Setelah memeriksa pil milik semua peserta sekali lagi dan memastikan hasilnya, dia mengangguk kepada Kaisan.Kaisan berjalan menuju tengah panggung. Saat melewati Arlo, dia tidak bisa menahan diri untuk mencibir. "Kukira kamu sehebat apa. Ternyata cuma begini!"Dengan kepala terangkat tinggi, dia melangkah ke tengah arena, lalu berseru dengan lantang, "Aku nyatakan bahwa Dokter Gonzali dari Sekte Vitalitas berhasil mere ...."Namun, sebelum kalimatnya sel

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 963

    Arlo mencoba menggunakan api alkimia untuk memperkuat kestabilan api bumi. Setelah mendapati bahwa cara itu memang efektif, dia langsung merasa sangat gembira.Sejak mendapatkan Rumput Jiwa di Kolam Dingin Miles, dia sudah ingin meracik Pil Jiwa. Hanya saja, karena belum mencapai tingkat inti emas, suhu dan daya tahan api alkimianya masih belum cukup untuk memurnikan Rumput Jiwa.Tak disangka, hari ini justru memberinya kesempatan yang tepat. Arlo mengeluarkan Rumput Jiwa dan beberapa bahan lainnya dari cincin penyimpanan, lalu memasukkannya ke tungku. Kemudian, dia mulai meracik Pil Jiwa dengan penuh konsentrasi.Saat itu, proses peracikan Santo sudah hampir selesai. Dengan ekspresi serius, dia membuka tutup tungku dengan hati-hati."Fiuh ... berhasil ...." Melihat tiga Pil Pembersih Sumsum di dalam tungku, ekspresi Santo langsung dipenuhi kegembiraan.Keberuntungannya kali ini benar-benar luar biasa. Bukan hanya berhasil membentuk pil dalam sekali percobaan, tetapi juga menghasilkan

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 962

    Dhira mengelus janggut putihnya, lalu mengangguk. "Memang cukup bagus."Kaisan langsung berseri-seri. Dia segera memerintahkan orang untuk menampilkan tayangan dari gua bawah tanah.Tak lama kemudian, layar raksasa di salah satu sisi stadion menampilkan para dokter yang sedang meracik pil di bawah tanah."Para alkemis dalam Konferensi Pengobatan Tradisional kali ini memang cukup berkualitas. Lihat dua orang itu, mereka meracik Pil Pelindung Organ. Meskipun hanya pil tingkat rendah, langkah-langkah mereka sangat teratur!""Dokter Santo memilih Pil Pembersih Sumsum! Sepertinya dia cukup percaya diri!""Di mana Arlo?"Tak lama kemudian, semua orang melihat Arlo mengeluarkan Pil Energi dari tungkunya."Arlo meracik Pil Energi?""Pfftt .... Bagas, jangan-jangan bocah yang kamu banggakan itu sedang mempermainkan kita?"Dibandingkan Pil Pembersih Sumsum, Pil Energi memang berada beberapa tingkat di bawahnya.Bagas hanya mendengus dingin. Meskipun tidak tahu apa yang sedang direncanakan Arlo,

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 961

    Azriel tersenyum, lalu berkata, "Tentu saja Dokter Gonzali! Arlo juga cukup bagus, hanya saja dia masih terlalu muda. Ke depannya, masa depannya pasti cerah. Tapi untuk saat ini .... Hahaha ...."Azriel adalah menantu Keluarga Kushanto dan bisa dianggap sebagai salah satu tokoh dengan kedudukan tertinggi di keluarga itu.Bagas mengetahui konflik antara Arlo dan Keluarga Kushanto. Dia mendengus sinis. "Kalau kamu begitu yakin, gimana kalau kita bertaruh?""Bertaruh apa?" tanya Azriel sambil menatap Bagas dengan senyuman tipis."Kalau Arlo menang, kamu berutang budi padaku. Kalau Arlo kalah, aku yang berutang budi padamu." Bagas berhenti sejenak sebelum melanjutkan, "Orang yang berutang budi harus memenuhi satu permintaan pihak lain dan nggak boleh menolak. Tentu saja, selama nggak merugikan kepentingan negara."Azriel sedikit mengernyit, lalu tertawa pelan. "Ternyata kamu benar-benar percaya pada Master Arlo ya."Dia berhenti sejenak sebelum melanjutkan, "Oke, aku terima taruhan ini. Na

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 527

    Dalam sekilas pandang, jumlah mobil di depannya jauh melampaui kapasitas parkiran asli. Seolah ada tak terhitung kendaraan ditumpuk tanpa ujung.Pemandangannya benar-benar seperti tempat rongsokan mobil raksasa dalam film. Di bawah kakinya hanya ada beberapa lorong sempit yang berkelok-kelok, tidak

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 541

    Dia termasuk salah satu yang memiliki kemampuan reaksi terbaik terhadap penyiksaan. Namun, menghadapi Arlo, tidak ada yang namanya menjerat dengan kata, tidak ada trik, bahkan tidak ada metode penyiksaan biasa. Hanya rasa sakit yang sederhana, kasar, dan langsung mengenai sasaran."Penawar Racun Asa

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 528

    Risty pun tampak benar-benar tidak percaya. Dia sudah beberapa kali melihat Anies menggunakan benda itu. Bisa dibilang selalu berhasil. Tidak pernah ada orang yang bisa keluar sebelum Anies sendiri menarik kembali artefaknya.Yang paling dia ingat adalah kejadian di Hondaria. Belasan tentara bayaran

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 523

    Levin mengernyit. Itu adalah barang pertama yang diminati Arlo. Dia sebenarnya berniat menghadiahkan barang itu. Melihat Risty masih terus memprovokasi, dia langsung hendak mengangkat papan untuk menawar lagi.Namun tepat saat itu, Arlo menarik lengannya."Kamu bodoh ya? Barang ini bahkan nggak lebi

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status