Se connecterBecause of one intimate mistake, she was bound to marry her abstinent boss. Si Alora Reign Basco ang tinatagong top designer ng kompanya, ang armas ng Apollion Clothing Company na biktima rin ng kataksilan ng kaniyang boyfriend at kaibigan na siyang naging dahilan kung bakit takot na ulit siyang sumugal sa isang relasyon. Hanngang sa isang gabing pagkakamali; ang pumasok siya sa maling sasakyan at halikan ang abstinent CEO ng Apollion C. Company, si Caesar Ajax Apollion, na para bang ilang dekadang gutom at naisakatuparan niya ang una niyang pagkain sa gabing iyon. After that night, the CEO proposes for a quick marriage. Marami pang pangarap si Alora ngunit kung tanggihan niya ito'y baka matanggal siya sa kaniyang trabaho. Would she accept Caesar Ajax's proposal or reject it and go on with their separate lives?
Voir plus“Liu Heng, kau akan pergi ke desa untuk ikut dalam seleksi untuk menjadi cultivator. Kau harus ikut!” ucap Kakeknya dengan tegas. Dia ingin cucu satu-satunya menjadi seorang cultivator. Itu adalah sesuatu kebanggaan bagi semua orang, tetapi bukan itu alasan utamanya.
“Tetapi kakek, aku tidak bisa berkultivasi. Kekek tahu sendiri kalau dantian ku itu cacat. Aku tidak bisa mengelola energi qi yang berarti aku tidak akan bisa menjadi cultivator. Aku lebih di sini dan mengurus kakek saja,” ungkap Liu Heng.
Liu Heng dan Kakeknya—Lin Jie—tinggal di hutan yang tidak jauh dari desa Kàojìn. Mereka hanya tinggal berdua saja tanpa ada orang lain. Liu Heng bukan cucuk kandung Lin Jie. Pada saat itu dia menemukan seorang wanita yang berlumuran darah datang ke gubuk kecil miliknya sambil menggendong bayi dan memberikan bayi itu kepadanya dan wanita itu langsung pergi begitu saja.
Beberapa saat kemudian segerombolan prajurit kekaisaran datang ke gubuknya Lin Jie juga. Mereka menanyakan tentang wanita yang membawa bayi. Tentu saja Lin Jie berbohong dengan menunjuk arah yang lain. Setelah itu tidak ada kabar apa pun. Baik itu tentang wanita itu atau tentang prajurit Kekaisaran itu.
“Kau harus ikut seleksi itu. Kakek punya teman yang bisa membantu mu. Dia berjanji akan memasukkanmu ke dalam sekte agar kau bisa belajar kultivasi. Kau harus menjadi cultivator bagaimanapun caranya!”
“Apa yang mereka minta? Tidak mungkin mereka membantu kita tanpa imbalan apa pun. Tidak mungkin mereka dengan rendah hati membantu kita,” ucap Lie Heng. Dia menatap kakeknya dengan tajam. Mencoba untuk membuat kakeknya mengaku, tetapi tidak. Kakeknya tidak akan menjawab.
“Pokoknya kau pergi saja.”
“Apa yang membuat kakek sangat ingin aku menjadi cultivator? Padahal aku bisa menjadi sarjana. Aku yakin aku bisa bersaing dengan murid yang lain. Otak milikku cukup memadai dan menjadi sarjana tidak terlalu berbahaya. Kakek tahu sendiri kalau jalan seorang cultivator itu dipenuhi dengan kekejaman dan pertarungan. Mereka bisa saling membunuh satu sama lain,” keluh Liu Heng.
Dia memegang tangan kakeknya dan menatap dalam ke mata Kakeknya agar kakeknya tidak lagi berbohong. Liu Heng sudah menanyakan pertanyaan itu berulang kali, tetapi kakeknya selalu menghindar. Dia tidak menjawab.
Kakeknya menghela napas.
“Sepertinya aku tidak bisa berbohong lagi padamu,” ucap kakeknya dengan pasrah. Dia pun mengajak Liu Heng untuk duduk di kursi yang tidak jauh dari sana. Mereka sekarang duduk di bawah pohon besar yang rindang. “Kau bukanlah cucuku.” Liu Heng sama sekali tidak terkejut. “Kenapa kau tidak kaget?” Malah kakeknya yang kaget.
“Bukankah hal itu sudah bisa ditebak,” jawab Liu Heng. Kakeknya menyipitkan matanya. “Dari nama depan saja aku dan Kakek sudah berbeda. Aku bermarga Liu sedangkan Kakek bermarga Lin. Bukan hanya itu, Kakek juga tidak pernah membahas tentang kedua orang tuaku sama sekali. Hanya orang bodoh yang tidak bisa menebaknya.”
Kakek Liu Heng terdiam. Dia tidak menyangka kalau ternyata Liu Heng sudah tahu tentang fakta itu. Lin Jie merasa kalau apa yang dia sembunyikan selama ini sia-sia. Kalau dia tahu kalau sebenarnya Liu Heng sudah tahu, maka dia sudah membeberkan semuanya sejak lama. Lin Jie tidak memberitahukan itu karena dia takut Liu Heng tidak siap dan menjadi sedih, tetapi ternyata tidak.
“Kau tunggu di sini!” pinta Kakeknya.
Liu Heng pun menunggu di luar sementara itu kakeknya masuk ke dalam gubuk kecil milik mereka. Meski, Lin Jiu bukan kakek kandungnya, tetapi bagi Liu Heng dia adalah tetaplah kakeknya dan orang yang paling dia cintai.
Tidak lama kemudian kakeknya keluar dengan membawa sebuah kain yang sangat indah. Kain itu berwarna merah dengan bagian pinggirnya berwarna emas. Kain itu di tengah-tengahnya bergambar seekor naga yang seolah sedang menatap orang yang ada di dekatnya. Gambar itu terlihat sangat nyata dan terasa hidup.
“Ini adalah kain yang kau gunakan ketika ibumu memberikan kau padaku. Waktu itu dia terluka sangat parah. Dia langsung pergi setelah memberikan kau padaku. Dia sedang di kejar oleh lima orang prajurit kekaisaran. Aku tidak tahu kenapa dia bisa seperti itu, tetapi kau berhak tahu kebenarannya. Kau harus menjadi cultivator dan pergi ke istana kekaisaran untuk mencari kebenarannya. Kalau tidak ke sana pun tidak masalah, kau bisa mengumpulkan informasi di jalan atau di mana pun. Yang jelas kau harus pergi dari desa ini atau gubuk jelek ini,” ungkap kakeknya. Liu Heng mengerti apa yang dimaksud kakeknya, tetapi untuk meninggalkan kakeknya, itu adalah hal sulit untuk dilakukan. Mereka sudah bersama sangat lama.
“Aku tidak peduli dengan itu. Aku sudah punya Kakek, aku tidak bunuh orang lan.”
Lin Jie menggeleng pelan, “Tidak bisa seperti itu. Bagaimanapun kau harus bertemu dengan orang tuamu. Aku yakin dia sedang menanti mu kembali. Aku rasa mereka masih hidup.” Liu Heng terdiam. Di lubuk hatinya dia memang ingin tahu seperti apa kedua orang tuanya. Tidak ada anak yang tidak ingin mendapatkan kasih sayang orang tua kandungnya.
“Apa hubungannya dengan aku harus menjadi cultivator?”
“Entah kenapa aku yakin kalau jalan mencari keluargamu itu sangat berat dan berbahaya. Makanya kau harus menjadi cultivator. Kau harus menjadi sangat kuat hingga tidak ada yang bisa menghalangi jalanmu termasuk prajurit kekaisaran yang mengejar ibumu. Aku ingin kau bisa berkumpul bersama lagi dengan keluarga asli mu,” jawab Lin Jie. Dia tersenyum lembut ke arah Liu Heng. Kakeknya memang orang yang sangat baik dan lembut. Dia tidak pernah marah ataupun membenci siapa pun. Padahal banyak orang yang menghina dirinya, tetapi dia tetap bersabar dan menghadapi mereka dengan senyuman.
Liu Heng bahkan pernah marah dengan kakeknya. Dia hampir saja memukul orang yang membentak kakeknya, tetapi untung saja Lin Jie menghalangi Liu Heng. Itu kejadian yang sudah cukup lama.
Liu Heng memang tidak bisa berkultivasi, tetapi ilmu pedangnya sangat luar biasa. Dia tidak pernah di ajari oleh siapa pun. Dia hanya mendapat sedikit petunjuk dari kakeknya. Dia adalah anak yang paling ditakuti di desa. Anak seusia dirinya memang banyak yang belum bisa berkultivasi. Hanya ada beberapa yang sudah masuk ke tahap penempaan tulang, tetapi dengan ilmu berpedang milik Liu Heng. Itu bukan masalah.
“Aku tidak ingin pergi meninggalkan Kakek, tetapi kalau itu adalah keinginan Kakek, maka aku akan mengikutinya. Aku akan ikut seleksi itu dan menjadi cultivator dan menemukan orang tua ku. Setelah semuanya selesai, maka aku akan menjemput kakek dan membawa kakek ke tempat yang lebih layak.” Liu Heng memegang tangan kakeknya dan menciumnya dengan lembut. Kakeknya tersenyum
“Kau adalah anak yang sangat baik dan sangat berbakti. Aku harap kau akan tetap seperti ini,” ungkap kakeknya.
Hinila siya ni Caesar sa kaniyang tabi sa punto kung saan naidikit ang kanyang pisngi sa braso niya. Ramdam ni Alora ang mabilis na pagtibok sa kaniyang dibdib na pilit niyang binabalewala.Tsaka niya lang binitawan ang baywang ni Alora ng lumabas na lahat sila sa first floor. Napa-buntong hininga si Alora at nag-madaling lumakad papalayo ng marinig niya ang mga usapan ng mga employeeng kasabay nila kanina."Nakita mo ba yung hickey sa leeg ni Mr. Apollion?""Siguro yun yung sabi nila na may kahalikan siya last time!"The heck? So nagkalat na nga. Nakahinga ng maluwag si Alora dahil kahit papaano ay walang nakakilala sa kaniya. Lalabas na sana siya ng building ng maalala niyang may naiwan siyang project na kailangan niyang ayusin kaya bumalik siya sa taas.Pagkarating niya sa 298th floor, agad niyang kinuha ang mga designs na project niya sa kaniyang desk. Aalis na sana siya ng masulyapan ang magandang view sa labas. Parang cityscape na nababasa lamang niya sa mga nobela. Lumapit siya
Habang nakatuon ang kaniyang pansin sa mga upcoming projects, biglang may tumawag sa kaniyang pangalan na siyang ikina-balikwas niya. Si Director Giovanni, ang kaniyang kasama sa Goullivuere Fashion Week next month. Agad-agad namang tumayo si Alora para batiin siya."Alora, I can't believe na ikaw ang makakasama ko next month for the upcoming Fashion Week."Kinakabahang tumawa si Alora habang tumango."I was surprised! A document has been issued from the bulletin board.""Me too, Director Giovanni. Hindi ako maka-paniwala na isa ako sa dadalo."Hindi talaga siya maka-paniwala dahil sa dinami-raming employee na matagal ng nagta-trabaho sa kompanyang ito kompara sa kaniyang isang taon pa lang. At isang rason na iyon kung bakit siya naging target ng public critisism. Hindi niya mapigilang isipin na binigyan lang siya ni Caesar ng ganitong opportunity para bumawi sa mga pagkakamali nilang dalawa.Noong kumalat ang balitang ito, marami ang naging masaya para sa kaniya. In fact, mas motivat
"Ano?" Di niya namalayang napataas ang kaniyang boses kaya agad niya itong tinakpan.Bumuntong hininga si Caesar at tumayo ng matuwid bago inayos ang kaniyang suit."We need to sit down and talk." Alok niya at napatango nalang si Alora sabay upo sa mga sofa sa office. Halatang kinakabahan siya dahil sa paraan ng pagkulikot niya sa kaniyang mga daliri. Napansin naman ito ni Caesar kaya napagtanto niyang simulan na ang paguusap nilang dalawa."Do you have any idea what I wanted to talk with you about?"Alam ni Alora, may ideya siya kung alin ang gusto niyang pag-usapan. Tumango na lamang siya at sinimulang sumagot."About last night, I am very sorry. Nalasing ako at hindi ko alam ang mga ginawa ko. It was a mistake and I am very sorry." kulang nalang ay lumuhod siya para humngi ng kapatawaran dahil ayaw niyang mawalan ng trabaho."No need to apologize." Sabi niya at sumandal sa sofa na siyang ikinagulat ni Alora. "I took the initiative last night. Lasing ka noong hinalikan mo ako pero I
Pagkatapos ng appointment niya, hinatid naman siya ni Asher papuntang building. Si Asher Esteban ang assistant ni Caesar Ajax. Magka-edad sila ni Alora, parehong 22 at grumaduate sa parehong university, na-interview at nagsimulang mag-trabaho ng sabay. Marami siyang kapabilidad sa industriya ng business at siya lamang ang kayang sumabay sa kanilang boss kaya bagay na bagay siya sa trabaho niya ngayon.Hindi rin napigilang asarin ni Asher si Alora dahil sa mga nangyari sa kanilang dalawa. Pero hindi naman naging awkward ang byahe nila papauwi. Hindi rin pinalampas ni Alora na tanungin kung bakit sila natuntong sa ganoong sitwasyon."Lasing na lasing ka that night at sumakay ka sa maling sasakyan which is pagma-may ari ni Mr. Apollion. Tinawag mo pa talaga siya sa pangalan ng ex mo at ayaw mo siyang bitawan. Ma-swerte ka at hindi ka tinapon sa kung saan-saan." Sagot naman ni Asher habang nagmamaneho at gusto nalang ni Alora na lamunin siya ng lupa sa sobrang hiya."By the way, pababa n






Maligayang pagdating sa aming mundo ng katha - Goodnovel. Kung gusto mo ang nobelang ito o ikaw ay isang idealista,nais tuklasin ang isang perpektong mundo, at gusto mo ring maging isang manunulat ng nobela online upang kumita, maaari kang sumali sa aming pamilya upang magbasa o lumikha ng iba't ibang uri ng mga libro, tulad ng romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel at iba pa. Kung ikaw ay isang mambabasa, ang mga magandang nobela ay maaaring mapili dito. Kung ikaw ay isang may-akda, maaari kang makakuha ng higit na inspirasyon mula sa iba para makalikha ng mas makikinang na mga gawa, at higit pa, ang iyong mga gawa sa aming platform ay mas maraming pansin at makakakuha ng higit na paghanga mula sa mga mambabasa.
commentaires