just a fiance ว่าที่คู่หมั้นตัวร้าย

just a fiance ว่าที่คู่หมั้นตัวร้าย

last updateHuling Na-update : 2025-01-17
Language: Thai
goodnovel18goodnovel
Hindi Sapat ang Ratings
100Mga Kabanata
3.3Kviews
Basahin
Idagdag sa library

Share:  

Iulat
Buod
katalogo
I-scan ang code para mabasa sa App

“โอ๊ย! แทงเบาๆ สิวะ” ฉันหยุดขาไว้เพื่อที่จะเงี่ยหูฟังบทสนทนา “ไอ้ห่า! แทงทีละนิดมันจะไปเสร็จอะไร เนี่ยแบบนี้แหละดีแล้ว แทงครั้งเดียวมิดเลย เจ็บ แสบดีมั้ยล่ะ ฮ่าๆ” ทั้งสองเสียงที่คุยกันดันเป็นเสียง... ผู้ชาย ทั้งสถานการณ์และสถานที่เกิดเหตุมันชวนให้ฉันเข้าใจผิดคิดว่าทั้งคู่เป็นมนุษย์สายเหลืองที่กินกันเอง จนมาวันนี้ ผู้ชายคนนั้นกลับมาปรากฏตัวต่อหน้าฉันในอีกครั้งในอีกสถานะ “ขอโทษครับ ช้าไปหน่อยพอดีคนรอคิวเยอะ” เสียงทุ้มฟังแล้วคุ้นหูดังขึ้น ทำให้พวกเราห้าคนที่นั่งอยู่ที่โต๊ะหันกลับไปมอง เฮ้ย! นั่นมัน... ตาฉันเบิกกว้างอัตโนมัติ เมื่อเห็นหน้าเจ้าของเสียงเมื่อกี้เต็มๆ สองตา “นี่มัน... ไอ้สายเหลืองนี่” ฉันเรียกคู่กรณีครั้งก่อนเสียงลั่น “เมื่อกี้หนูเพลย์เรียกพี่เขาว่าอะไร...” เสียงผู้หญิงที่มากับลุงพงษ์ถามฉันขึ้น แต่ยังไม่ทันที่ท่านจะพูดจบใครบางคนที่ไร้มารยาทก็พูดแทรกขึ้นมาซะก่อน “อย่าบอกนะ... จะให้ผมแต่งกับยัยขี้มโนนี่” เรื่องราววุ่นวายจึงได้เริ่มต้นขึ้น ณ ตอนนั้น จากคู่ปรับ กลายเป็นว่าที่คู่หมั้น ฉันจะสามารถเปลี่ยนเกย์ให้แมนได้หรือไม่

view more

Kabanata 1

01

Revana menemukan pemandangan yang membuat jantungnya berdegup kencang dan darahnya seakan membeku.

Ayahnya, Rony, berlutut di depan seorang pria tampan dengan perawakan tinggi dan tegap, sosok yang begitu mendominasi seolah menguasai seluruh ruang dengan keanggunannya.

“Ayah, apa yang sedang Ayah lakukan di sini? Kenapa berlutut seperti itu?” tanyanya dengan suara bergetar, seakan angin malam yang menerpa dedaunan di hutan yang sunyi.

Rony tidak segera menjawab. Wajahnya memancarkan campuran rasa malu dan ketakutan, dua emosi yang bersarang di matanya yang kini tak berani menatap Revana.

Ia hanya memandang lurus ke depan, ke arah pria yang berdiri dengan sikap angkuh dan tak tertembus.

Revana mengikuti arah pandangan ayahnya, dan hatinya semakin mencelos saat ia mengenali siapa pria di depannya.

Sanders Valerio Tristan, seorang CEO perusahaan tempat Revana bekerja, berdiri dengan angkuh, menatapnya dengan pandangan datar yang menembus relung jiwanya.

“Pak Tristan? Apa yang Anda lakukan di sini? Kenapa ayah saya berlutut di kaki Anda?” tanya Revana, mencoba menenangkan gejolak emosinya yang berputar bak badai di tengah samudra.

Tristan, pria berusia tiga puluh dua tahun yang dikenal sebagai sosok yang dingin dan penuh perhitungan, melipat tangan di depan dada, seakan sikapnya adalah benteng kokoh yang tak bisa ditembus oleh apa pun.

“Rony memiliki utang padaku selama bertahun-tahun, dan kini saatnya aku untuk menagihnya,” katanya dengan suara tenang namun tajam, seperti pisau yang menusuk tanpa ampun.

Mulut Revana menganga mendengar ucapan dari bosnya itu. Seumur hidup, ia tidak pernah tahu bahwa ayahnya memiliki utang sebesar itu, apalagi kepada Tristan. Seakan seluruh dunia yang ia kenal runtuh di hadapannya.

“Ayah, berdirilah. Jangan merendahkan diri seperti ini di depan Pak Tristan,” kata Revana, suaranya penuh desakan dan rasa iba yang menyayat hati.

Rony menatap putrinya dengan mata berkaca-kaca, namun tidak beranjak dari posisinya. “Aku tidak punya pilihan lain, Nak,” katanya pelan, hampir berbisik, seakan setiap kata adalah beban yang menghancurkan dirinya sedikit demi sedikit.

Revana mengalihkan pandangannya kembali ke Tristan, mencoba mengumpulkan seluruh keberanian yang tersisa.

“Saya akan membayar utang ayah saya,” katanya tegas, meski hatinya gemetar seakan akan runtuh.

Tristan tertawa kecil, tawa yang dingin dan tidak menyenangkan, menggemakan kekosongan yang tak terbendung.

“Kau? Membayar utang ayahmu? Ayahmu saja tidak mampu melunasinya, apalagi kamu. Hanya seorang bawahan di kantorku,” katanya dengan nada mengejek, menambah luka di hati Revana.

Revana menggigit bibirnya, mencoba menahan air mata yang mulai menggenang, setiap tetesnya seakan adalah simbol dari rasa sakit yang tak terhingga.

“Saya serius. Berapa pun jumlahnya, saya akan membayarnya,” ucapnya dengan tegas, suara yang terbungkus dalam keberanian yang rapuh.

Tristan menatapnya lama, seakan menilai ketulusan dan keberanian di balik kata-katanya. “Kau tahu berapa besar utang ayahmu?” tanyanya akhirnya, seakan setiap kata adalah tantangan yang harus dihadapi.

Revana menggeleng, kepalanya tertunduk seakan berat oleh beban yang tak terlihat. Ia benar-benar tidak tahu, dan fakta ini membuatnya merasa semakin kecil di depan Tristan, semakin tak berdaya.

“Lima miliar. Itu jumlah utang yang harus ayahmu bayar, Revana!” ucapnya memberi tahu.

Wanita itu membolakan matanya, terkejut bukan main kala mendengar jumlah utang yang dimiliki ayahnya itu.

Tapi ia tidak akan menyerah begitu saja. “Saya butuh waktu,” katanya, suaranya terdengar lebih tenang dari yang ia rasakan, mencoba menggapai harapan di tengah kegelapan.

“Waktu tidak ada di pihakmu, Revana. Jika utang ini tidak dilunasi segera, aku harus mengambil tindakan yang mungkin tidak akan kau senangi,” kata Tristan dengan nada mengancam, seakan bayangan ancaman itu melingkari mereka dengan keganasan yang tersembunyi.

Revana terdiam beberapa saat, berusaha mencerna kenyataan pahit yang ada di depan matanya.

Ayahnya, pria yang selalu ia pandang sebagai sosok kuat dan tak terkalahkan, kini berlutut dengan penuh kehinaan di hadapan pria lain.

Seketika itu juga, dunia Revana seakan runtuh, seperti istana pasir yang diterjang ombak tanpa ampun.

"Lima miliar? Bagaimana mungkin?" pikirnya dalam hati, terkejut dan putus asa bersamaan. Ia menatap ayahnya, mencari penjelasan di mata yang kini tidak berani menatapnya.

"Ayah, untuk apa Ayah memiliki utang sebanyak itu?" tanyanya dengan nada memohon, mencari harapan di tengah keputusasaan.

Rony, dengan suara yang terdengar lebih kecil dari biasanya, berbohong, "Untuk bisnis, Nak. Ayah butuh modal untuk mengembangkan usaha."

Namun, Tristan tertawa mendengar jawaban itu, tawa yang dingin dan penuh kemenangan, seakan ia tahu kebenaran yang tersembunyi di balik kata-kata itu.

Beberapa detik kemudian, tawa Tristan berhenti, dan ia menatap Rony dengan pandangan tajam sebelum beralih pada Revana. "Bagaimana kalau aku beri penawaran?" ucap Tristan, senyum penuh arti terukir di bibirnya, seakan ia telah merencanakan semua ini sejak awal.

Rony segera menolak, "Tidak! Aku tahu siapa kamu, Tristan. Kamu bukan hanya CEO perusahaan besar, tapi juga punya bisnis ilegal dan menguasai wilayah ini. Aku tidak akan membiarkan anakku terperangkap olehmu."

Tristan mengangkat alisnya, sedikit terkejut namun tidak sepenuhnya. Ia sudah menduga reaksi Rony. Dengan sikap tenang, Tristan mendekatkan dirinya pada Revana, mengabaikan keberatan Rony.

"Ikutlah denganku, Rony. Kamu tahu ini tidak ada pilihan lain," katanya tegas, suara yang menggemakan kepastian yang tak terbantahkan.

Revana, dengan cepat mencegah Tristan menarik ayahnya, "Tunggu! Aku ingin mendengar tawaran yang akan kamu berikan," katanya, suaranya bergetar namun tegas, mencoba mempertahankan keberanian yang tersisa.

Tristan tersenyum penuh kemenangan, seakan ia telah memenangkan permainan ini sejak awal.

"Baiklah," katanya dengan nada halus. "Aku akan menghapus seluruh utang ayahmu, dengan satu syarat," lanjutnya, seakan ia memegang kendali penuh atas takdir mereka.

Revana menelan ludah, hatinya berdebar tak karuan. "Apa syaratnya?" tanyanya, suara yang penuh dengan ketidakpastian dan harapan yang rapuh.

"Menikahlah denganku dan berikan seorang anak untukku," jawab Tristan tanpa ragu, kata-katanya yang seakan adalah penentu nasib mereka.

Palawakin
Susunod na Kabanata
I-download

Pinakabagong kabanata

Higit pang Kabanata
Walang Komento
100 Kabanata
01
“เบื่อฉิบ! ไม่เข้าคลาสสอนก็น่าจะบอกนักศึกษาล่วงหน้า แบบนี้ก็แหกขี้ตาตื่นเช้าเสียเวลาฉันหมดน่ะสิ”ฉันเดินดุ่มๆ บนส้นสูงสามนิ้วในชุดนักศึกษารัดติ้วด้วยความหงุดหงิดเข้าขั้นสิบริกเตอร์ สาเหตุเพราะอาจารย์ประจำคลาสเช้าของคณะนิเทศศาสตร์ที่ฉันเรียนอยู่ เกิดเอาแต่ใจอะไรขึ้นก็ไม่รู้ ทันทีที่ขาเรียวสวยของฉันก้าวเข้าห้องเรียนก็พบกับข้อความที่อ่านแล้วทำให้ถึงกับกุมขมับ‘วันนี้อาจารย์ไม่สบาย ต้องไปออกเดทกระทันหัน เด็กๆ เรียนรู้เองนะจ๊ะ’ข้อความที่สุดแสนจะอินดี้ ชิลล์ๆ บนกระดานดำ ย้ำนะคะ ว่ากระดานดำ ที่มองกี่ทีๆ ก็ทำให้นึกถึงสมัยประถม ตัวบักเอ้ง! เขียนไว้ เป็นสารบอกให้เหล่านักศึกษาที่ต้องเข้าเรียนในคลาสนี้ตอนนี้ทุกคนทำหน้าเอือมระอาที่ได้อ่านมันรวมถึงฉัน เพลย์เยอร์ สุดสวยคนนี้... แล้วแบบนี้จะไม่ให้ฉันที่อุตส่าห์แหกขี้ตาตื่นตั้งแต่เจ็ดโมงเช้าเพื่อมาให้ทันเข้าเรียนแปดโมงเช้าโมโหแถมหงุดหงิดแบบนี้ได้ยังไงไหว!!ขณะที่กำลังเดินผ่านห้องน้ำชายที่หลังตึกคณะศิลป์ที่อยู่ข้างๆ คณะฉัน หูก็ดีดันไปได้ยินเสียงๆ หนึ่งที่ดังในห้องน้ำ“โอ๊ย! แทงเบาๆ สิวะ”หืม! เดี๋ยวนะ ใครมามีเรื่องอะไรกันแถวนี้หรือเปล่า อะไรแทงๆฉันเ
Magbasa pa
02
“แกท่าจะบ้านะยัยเพลย์” ใครที่ไหนจะบ้าเท่าฉันที่รอคำสัญญาที่ตัวเองเป็นคนพูดเองเออเองอยู่คนเดียวจนตอนนี้มันผ่านมาถึง 17 ปีแล้วฉันคือใครน่ะเหรอ ฉันชื่อ เพลย์เยอร์ นางสาวพิณณิการ์ สวัสดิ์รุ่งโรจน์ลูกสาวคนเดียวของท่านทูต เศกอนันต์ สวัสดิ์รุ่งโรจน์ ผู้ร่ำรวยอันดับสามของประเทศนี้ก๊อก ก๊อก ขณะที่กำลังนั่งคิดอะไรเพลินๆ เสียงเคาะประตูห้องนอนฉันก็ดังขึ้น พร้อมกับเสียง แกร๊ก เปิดประตูเข้ามาของผู้มาเยือน“คุณหนูตื่นแล้วเหรอคะ” ป้าหวานแม่บ้านเก่าแก่ของตระกูลฉันผู้ที่เปรียบเสมือนแม่อีกคนของฉันเอ่ยถามด้วยน้ำเสียงที่ดูตกใจนิดหน่อยที่เห็นฉันนั่งอยู่แบบนี้“แหม! ป้าหวานก็ การเห็นเพลย์ตื่นเช้าแบบนี้ทำให้ป้าถึงกับตกใจเลยเหรอคะ” ฉันแกล้งพูดแหย่ป้าหวาน พร้อมกับยิ้มน้อยๆ ให้ท่านที่ป้าหวานท่านดูตกใจเพราะปกติฉันเป็นคนตื่นสายน่ะ ถ้าไม่เก้าโมงเช้าฉันไม่มีทางแหกขี้ตาตื่นแน่นอน ยกเว้นวันไหนเรียนเช้าและก็เป็นวิชาที่สำคัญ“ก็นี่มันเพิ่งจะเจ็ดโมงครึ่งเองนี่ค่ะ ไม่ให้ป้าตกใจไหวเหรอ” ฉันนั่งอมยิ้มขำให้กับป้าหวาน หญิงวัยห้าสิบปลายๆ“แล้วป้ามาหาเพลย์แต่เช้ามีอะไรหรือเปล่าคะ” การที่ป้าหวานบุกห้องฉันแต่เช้าตรู่แบบนี้ต
Magbasa pa
03
พวกเราใช้เวลารับประทานอาหารเช้ากันค่อนข้างนานนิดหน่อย เพราะว่ามัวแต่เถียงกันเรื่องที่เรียนใหม่ฉันตลอดเวลาของการทานข้าว และก็เหมือนเดิม...คนที่ห้ามทัพของเราสองพ่อลูกก็คือแม่เล็ก ผู้มีนิสัยสุขุมและมีเหตุผลที่สุดที่ป๊าฉันยังไม่กล้าขัด“เบื่อจัง! โทรบอกเรื่องเปลี่ยนที่เรียนให้ยัยยีนส์รู้สักหน่อยดีกว่า” หลังจากที่นั่งอุดอู้อยู่ในห้องตัวเองมานานสองนาน ฉันเลยนึกถึงเพื่อนรัก เพื่อนสนิทในมหาลัยเก่าอย่างยัยยีนส์ขึ้นมาถ้าฉันไม่บอกมันก่อนล่วงหน้าว่าฉันต้องลาออกจากที่นั่นเพื่อไปเรียนที่ใหม่มีหวังยัยนี่ได้โกรธฉันไปสามชาติแน่ๆก็ฉันมีเพื่อนสนิทกับเขาแค่คนเดียวนี่เนอะ คนอื่นๆ ที่เข้ามาหาฉันก็เพราะว่าฉันรวยกันทั้งนั้น ยกเว้น! ยัยยีนส์ เพราะนางทั้งสวยและรวยเท่าๆ กับฉันตู๊ด~ ฉันที่นั่งต่อสายหาเพื่อนสนิทอยู่ไม่ถึงสิบวินาทีปลายสายก็กดรับพร้อมกับคำทักทายที่ฉันไม่คิดว่ายัยนี่ก็รู้แล้วเหมือนกัน[ฉันเก็บของอยู่ ป๊าแกนี่จะรีบย้ายที่เรียนเร็วไปไหนห๊ะยัยเพลย์]ได้ไงอะ!? นี่ป๊าบอกยัยยีนส์เรื่องย้ายที่เรียนก่อนแล้วเหรอ แล้วที่หล่อนบอกว่าเก็บกระเป๋าอยู่คืออะไร?“แกเก็บกระเป๋าทำไม แล้วทำไมป๊าถึงต้องบอกแกเรื่องนี้
Magbasa pa
04
“กว้างชะมัด เล่นเอาขาล้าไปหมดเลย”หลังจากที่กิจกรรมทัวร์มหาลัย RNN ครบทุกซอกทุกมุม พวกเราสองคนก็นั่งรถลีมูซีนของป๊าคันเดิมมาที่คอนโดที่ป๊าซื้อไว้ให้ฉันกับยัยยีนส์พักตอนเรียนอยู่ที่นี่ แล้วท่านก็รีบกลับบ้านเพื่อที่จะไปทำงานต่อ“นั่นน่ะสิ แล้วนี่เมื่อไหร่คนที่บ้านฉันจะเอา นินจา ลูกรักฉันมาส่งสักทีเนี่ย”ฉันรีบหันขวับไปมองหน้ายัยยีนส์ทันที ที่ได้ยินเธอพูดถึงลูกรักของเธอ“นี่แกอย่าบอกนะจะขับไอ้มอเตอร์ไซค์คันใหญ่ยักษ์นั่นไปเรียนน่ะ”ฉันรีบถามยัยยีนส์ออกไปแทบเสียงดังลั่น เคยบอกยัยนี่ไปหลายครั้งแล้วว่าผู้หญิงตัวเล็กจิ้ดเดียวแบบเธอไม่เหมาะที่จะขับไอ้รถมอเตอร์ไซค์คันบักเอ๊กแบบนั้นหรอก เกิดวันดีคืนดีมันเกิดพาแหกโค้งขึ้นมาจะทำยังไงเอ่อ... คือฉันไม่ได้แช่งเพื่อนรักนะ แต่ที่พูดเพราะเป็นห่วงต่างหาก“นี่! อย่าเรียกนินจาลูกรักฉันแบบนั้นสิ” “นั่นน่ะ Kawasaki ZX10R คันโปรดฉันเลยนะเว้ย!”ไม่ไหวจะเคลียร์กับเพื่อนคนนี้ คนอะไรชอบผาดโผนเสียจริงๆ เจ็บตัวเพราะไอ้นินจาลูกรักคันนั้นมาเมื่อไหร่ ฉันจะไม่ไปดูดำดูดีเลยคอยดูเหอะ“นี่แหนะๆ”“โอ๊ย! ทำอะไรของแกเนี่ย เจ็บนะ” อยู่ๆ ยัยยีนส์ก็เล่นอะไรไม่รู้ผลักหัวฉันตั้
Magbasa pa
05
หลังจากที่จัดเตรียมเอกสารการเรียนเสร็จ พวกเราก็ลงมาจากชั้นเจ็ด ตรงมาที่ลานจอดรถของคอนโด ซึ่งอยู่ชั้นล่างสุด สองเท้าฉันแข็งทื่อแบบอัตโนมัติ เมื่อสายตามองเห็นสิ่งที่จอดอยู่ตรงหน้าอึก~ ฉันยืนกลืนน้ำลายเอื๊อกๆ มองเจ้านินจาลูกรักยัยยีนส์คันสีเขียวใบตองที่สงสัยคนที่บ้านเธอคงจะเพิ่งเอามาให้เมื่อเช้า“แกจะให้ฉันซ้อนแมงกะไซค์คันยักษ์นี่จริงเหรอ” ฉันว่าพร้อมกับชี้นิ้วเรียวยาวกรีดกรายไปยังเจ้ามอเตอร์ไซค์คันเขื่องลูกรักของยีนส์“ตามใจแกนะ จะเดินไป หรือจะไปเรียกแท็กซี่เองก็แล้วแต่”ชิ! ช่างประชดประชัน รู้ทั้งรู้ว่าฉันไม่กล้าเรียกใช้บริการแท็กซี่ เพราะเคยไม่ประทับใจกับการบริการที่สุดแสนจะสร้างความร้าวฉานให้กับใบหน้างามๆ ของฉันด้วยการที่‘อีหนู... เดี๋ยวลุงจอดข้างหน้านะ’‘อ้าว! ทำไมล่ะคะ ยังไม่ถึงที่หมายเลย’‘พอดี... เอ่อ ลุงไม่ชอบกลิ่นทุเรียนน่ะ ในถุงนั่นคือทุเรียนใช่มั้ย’ปรี้ดแตกมั้ยถามใจฉันดู! แค่ฉันซื้อทุเรียนแล้วนั่งแท็กซี่ แล้วดันไปเรียกใช้บริการคันที่ไม่ถูกกับทุเรียน แล้วลุงแกก็อันเชิญฉันลงจากรถแกทันที แล้วดันจอดให้ฉันในที่ๆ ฉันต้องรอคันต่อไปถึงชั่วโมงเต็มๆพูดแล้วของขึ้น! หลังจากนั้นฉันเลย
Magbasa pa
06
“โอ๊ย! แทงเบาๆ สิวะ”หืม!? เท้าฉันหยุดกึกโดยอัตโนมัติ พร้อมกับเงี่ยหูฟังบทสนทนาต่อไปแบบมีมารยาทที่สุด“ไอ้ห่า! แทงทีละนิดมันจะไปเสร็จอะไร เนี่ยแบบนี้แหละดีแล้ว” “แทงครั้งเดียวมิดเลย เจ็บ แสบดีมั้ยล่ะ ฮ่าๆ”เฮ้ย! บทสนทนาของสองคนในห้องน้ำทำไมมันทะแม่งๆ แบบนี้นะ แถมเสียงที่คุยกันดันเป็นเสียงผู้ชายไม่ได้การๆ เข้าใจนะว่าสังคมสมัยนี้มันพัฒนาไปถึงไหนแล้ว เรื่องรักเพศเดียวกันอะไรพวกนี้มันเหมือนเรื่องธรรมชาติเข้าทุกวันแต่นี่!! มันสถานศึกษา แถมยังอยู่ในที่สาธารณะแบบนี้อีก“ไอ้พวกทุเรส ไม่รู้จักกาลเทศะ ได้!! เดี๋ยวแม่เพลย์สุดสวยจะสั่งสอนเอง” พูดเสร็จก็หน้าด้าน ไม่สนอะไรแล้วในนาทีนี้ เปิดประตูห้องน้ำชายเข้าไป โป๊ก!!“เหี้ยตัวไหนขว้างมาวะ!”เหี้ยตัวนี้ล่ะ แถมสวยด้วย ฉันคิดในใจ ยืนกอดอกมองดูผลงานการปาขวดโค้กที่มันเคยอยู่ในกระเป๋าสะพายของตัวเองแต่ตอนนี้มันลอยระริ้วและดันแม่น ตรงเข้ากลางกระบานของไอ้ผู้ชายหัวขาวที่ยืนหันหลังให้ฉันอยู่ แล้วดูสิ ท่าทางอุบาจ บัดสีบัดเถลิงนั่นมันอะไรฉันเห็นผู้ชายคนหนึ่งยืนอยู่ติดกับอ่างล้างหน้าแถมยังหันหลังให้ไอ้หัวขาวนี่อีก แต่ฉันมองไม่เห็นหน้าเขาหรอกนะ เพราะมีร่างห
Magbasa pa
07
@หน้าตึกคณะศิลป์ - เอกออกแบบ“กว่าจะเสด็จมาได้นะ ไอ้ลูกเจ้าของมหาลัย” ผมยังก้าวขาไม่ถึงโต๊ะที่มีมนุษย์หน้าหล่อสามตัวนั่งอยู่ ไอ้เคซิส ก็เริ่มกัดผมเป็นคนแรก จะรอให้ผมก้นถึงเก้าอี้ก่อนไม่ได้หรือไงวะ‘เคซิส’ คือเพื่อนอีกคนในกลุ่มผมอีกคน มันเป็นถึงนักเรียนนอก แต่ดันมาซิ่วต่อที่ไทย ผมก็ไม่เข้าใจมันเหมือนกัน เรียนที่เมืองนอกจบแล้ว แต่ดันอยากมาลองเข้าเรียนที่มหาลัยเมืองไทยดูอีกที เหตุผลเพราะ... ‘กูอยากจีบสาวไทยในชุดนักศึกษา’ไอ้เคซิส เป็นเจ้าของผับ S นิสัยค่อนข้างสุขุมและเยือกเย็น ใบหน้าคมเข้มออกแนวลูกครึ่งเยอรมัน แถมอายุเยอะกว่าพวกผมตั้งสองปีแต่ด้วยความที่ซิ่วกับซิ่วมาเจอกัน คบกันมาถึงสามปี เลยไม่ค่อยจะเรียกมันว่าพี่เท่าไหร่ แต่ถามว่าพวกเราเคารพมันมั้ยก็... เคารพนะ แต่ไม่อยากเรียกพี่ มีไรป้ะ?“ได้ข่าวเจอดีเหรอมึง” ไอ้การ์เซียถามผมเสียงนิ่งๆ แบบไม่มองหน้า‘การ์เซีย’ หนุ่มหล่อ รวย คมเข้ม ดีกรีเจ้าของสนามแข่งรถเถื่อน ขอเตือนเลยนะ อย่าคิดอยากไปรู้จักมันเด็ดขาด เพราะมันค่อนข้างเลือดเย็น ใจแม่งหิน!“ไอ้ขันแม่งมาฟ้องอีกละสิ” ปากผมพูด แต่ตานี่กำลังก่นด่าไอ้ขันที ที่แท้ที่รีบวิ่งออกจากห้องน้ำมาก่
Magbasa pa
08
“ยัยเพลย์!!” เสียงตะโกนแสบแก้วหูของยีนส์ดังลั่นพื้นที่ของโรงอาหาร ที่ตอนนี้ฉันกำลังนั่งรอมันอยู่ “จะตะโกนทำซากอะไร หูจะแตก”เดินอีกไม่กี่ก้าวก็ถึงโต๊ะอยู่แล้ว จะมาตะโกนเรียกให้เจ็บคอทำไมก็ไม่รู้“อย่ามาเนียน” ยีนส์นั่งลงเก้าอี้ม้าหินอ่อนอีกตัวหนึ่งฝั่งตรงข้าม ฉันเลยยิ้มแหยๆ พร้อมกับก้มหน้าเล่นมือถือต่อ“แกปล่อยให้ฉันเดินไปที่ห้องเรียนนั่น โดยที่ไม่ยอมบอกว่ามันไม่มีคลาสเรียนอะไรของเช้านี้แล้ว แถมยังให้ฉันเดินวนหาแกทั่วมหาลัย...”ยีนส์เว้นจังหวะเพื่อหอบหายใจ แล้วเริ่มบ่นให้ฉันต่อ“สุดท้ายแกเพิ่งส่งไลน์หาฉันเมื่อห้านาทีก่อน ว่าแกนั่งหน้าบานอยู่ตรงนี้”ยีนส์ชี้นิ้วเรียวยาวของเธอลงที่โต๊ะที่เราสองคนนั่ง พร้อมกับเลิกคิ้วข้างหนึ่งขึ้นทำหน้าเชิงหาเรื่องฉัน “ยีนส์ เพลย์ขอโทษ เพลย์ลืม~”ฉันทำเสียงอ่อนเสียงหวาน พร้อมส่งสายตาฟรุ้งฟริ้งที่ชอบทำเวลาตัวเองทำความผิด เพราะยีนส์น่ะเธอแพ้สายตาขี้อ้อนของฉันตลอดแหละ“หึ้ย! มันน่ามั้ย เก็บไปเลยนะ ไอ้สายตาฟรุ้งฟริ้งของแกน่ะ เห็นแล้ว..”“ใจอ่อนชิมิ~” ฉันแกล้งพูดแซวเพื่อนรักที่นั่งเมินหน้าหนีฉันไปอีกทาง พร้อมกับรอยยิ้มบางๆ เหมือนกลั้นขำที่มุมปากของยีนส์พวกเร
Magbasa pa
09
เรานั่งเรียนเกี่ยวกับโครงสร้างงานโฆษณาไปได้ประมาณห้าสิบนาที อาจารย์สมรศรีก็ปล่อยพวกเราเลิกคลาสเร็วกว่ากำหนดเกือบสี่สิบนาทีมหาลัยนี้มันเป็นมหาลัยเปิดจริงๆ สินะ อยากเลิกตอนไหนก็เลิก เกิดอินดี้ไม่อยากเข้าสอน ฉันก็ไม่สอน เชิญคุณๆ เรียนรู้เอง ดีชะมัด!!“เพลย์ ยีนส์ จะกลับเลยมั้ย เพราะหลังจากนี้ก็ไม่มีเรียนต่อแล้ว”เสียงหวานๆ ของตาหวานถามพวกเรา“เอาไงดียีนส์ จะกลับเลยมั้ย” ฉันหันไปถามแนวร่วม“ไปห้างกัน แถวนี้มีห้างใกล้ๆ เปล่า” ยีนส์หันไปถามตาหวาน“มีสิ เดี๋ยวหวานพาไป จะพาทัวร์ให้ครบทุกชั้นของห้างเลย”ตาหวานพูดพร้อมกับดึงแขนพวกฉันสองคนเดินตามเธอมา“เดี๋ยว!!” ยีนส์ขืนตัวไว้พร้อมกับตะโกนหยุดตาหวานที่กำลังลากพวกเราสองคน “ทำไมเหรอ หรือว่าเกิดเปลี่ยนใจ”ตาหวานรีบหันหน้าใสๆ พร้อมกับทำตาบ๊องแบ๊วเหมือนแมวขี้สงสัยถาม“เปล่า... จะถามว่าหวานจะไปยังไง คือเราขี่มอไซค์มา”เออ! เกือบลืมไปเลย เรามีกันสามคน แต่รถดันเป็นมอเตอร์ไซค์ แล้วแบบนี้จะซ้อนสามไหวเหรอ “อ้าวเหรอ! งั้นยีนส์กับเพลย์ขับตามรถหวานมาแล้วกัน”“ยีนส์ฝากเพลย์ไปรถหวานได้เปล่าอะ ไม่อยากให้ยัยนี่นั่งตากแดด”ซึ้งค่ะ ฮือๆ ซึ้งในน้ำใจเพื่อนรักที่เป็น
Magbasa pa
10
“ซาดีนส์ เขาเป็นลูกเจ้าของมหาลัย หล่อ สูง ผิวขาวเหมือนผิวเด็ก ที่เด่นชัดเลยคือ สีผมบรอนด์ขาวที่โดดเด่นเพราะมีเพียงคนเดียวในมหาลัยนี้ที่ทำสีนี้”แว้บ!! ผมสีบรอนด์ขาวงั้นเหรอ? ทำไมจู่ๆ ภาพไอ้คู่เกย์ที่เมื่อเช้าฉันเพิ่งเจอในห้องน้ำชายมามันถึงได้ฉายภาพซ้ำให้ฉันเห็นนะ“เมื่อกี้เธอบอกว่า มีแค่คนเดียวที่ทำผมสีนี้งั้นเหรอ” เพราะอยากรู้ว่าจะเป็นไอ้โรคจิตสายเหลืองคนเดียวกันหรือเปล่าเลยถามตาหวานออกไป“อื้อ ทำไมเหรอ?” ตาหวานเอียงคอทำหน้าสงสัยถามฉัน“งั้นก็ไอ้โรคจิตสายเหลืองชัวร์” ฉันตบโต๊ะดัง ปึก! พร้อมกับโผล่งสิ่งที่คิดในใจออกมา กะจะคิดแค่ในใจไหงถึงกลายเป็นมีเสียงได้เนี่ย“อะไรของแกยัยเพลย์ พูดให้พวกฉันสองคนเข้าใจดิ” ยีนส์ประสานมือเอาคางวางไว้พร้อมกับหันหน้ามาถามฉันลืมไปเลยว่ายังไม่ได้เล่าเรื่องเมื่อเช้าให้ยัยเพื่อนสนิทคนนี้ฟัง“ก็ถ้าหวานบอกว่าคนที่ทำผมสีบรอนด์ขาวอะไรนั่นมีอยู่คนเดียวในมหาลัยฉันว่าก็ต้องเป็นไอ้โรคจิตที่กำลัง เอ่อ นั่นแหละ ในห้องน้ำชายเมื่อเช้าแน่เลย”ไม่อยากเอ่ยการกระทำที่มันอุจาดตาให้ตาหวานกับยีนส์ฟัง เลยเลี่ยงที่จะให้พวกเธอสองคนคิดกันไปเอง และคาดว่าคงจะพอเดากันได้ เพราะดูจาก
Magbasa pa
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status