LOGINซูหว่านอยู่กับจี้ซือหานมาห้าปี นึกว่าการที่เธอทำตัวน่ารัก ว่าง่าย เชื่อฟัง จะสามารถกุมหัวใจของเขาได้ แต่ใครเลยจะคิด สุดท้ายเธอก็โดนเท เธอผู้แสนอ่อนโยนเสมอมา เดินออกจากโลกของเขามาโดยที่ไม่โวยวายไม่ทะเลาะ ไม่ขอแม้กระทั่งเงินของเขาสักบาท แต่... ตอนที่เธอต้องแต่งงานกับเขา จู่ๆ เขาก็จับเธอกดกับกำแพงแล้วระดับจูบราวกับคนเสียสติ ซูหว่านไม่ค่อยเข้าใจ ประธานจี้ทำแบบนี้หมายความว่ายังไงกันแน่?
View MoreAyu Sekar bunga desa dengan kecantikannya yang paripurna. Dia akan menjalani seleksi pemilihan selir Adipati di istana. Ayu resah dengan surat yang mengharuskan dia datang ke pondok wanita utama kerajaan. Dia duduk di depan meja makan sambil mengamati ibunya yang sedang mengaduk kopi buat bapaknya. Dia berjalan pelan berdiri di belakang ibunya.
“Bu, apa aku harus menikahi Adipati Wiryo. Aku ini akan jadi istri keberapa, Bu? selirnya banyak dan bagaimana nanti aku akan menjalani pernikahan itu?”
“Kamu tinggal nikah aja. Adipati itu kan orang paling berkuasa. Kamu itu seharusnya bersyukur di pilih menjadi calon istrinya Adipati.”
“Tapi Bu, aku masih sangat muda dan baru lulus sekolah. Apa aku harus langsung menikah?”
Ibu Ayu masih saja menambah gula. Bapaknya suka sekali dengan kopi manis. Ibunya berjalan meletakkan kopi itu di atas meja persis di hadapan bapaknya. Tapi, bapak Ayu masih saja diam dengan serius tanpa memperhatikan perkataannya.
“Bu, apa yang harus aku lakukan?” tanya Ayu sekali lagi dengan memastikan apakah dia memang benar akan menikahi Adipati berkuasa itu.
“Yang harus kamu lakukan ya menikah, Ayu. Pak, kau harus menjelaskan kepada anakmu yang cerewet ini! Ibu bingung mau ngomong apa?!” bentak ibunya kesal.
Ayu duduk lemas di atas kursinya. Yang dia dengar, sang Adipati orang yang sangat pendiam, dingin, dan jarang sekali tertawa. Setiap selir yang masuk ke kamarnya, tidak ada semalam sudah keluar dengan cepat. Bahkan ada yang menangis saat keluar dari kamar sang Adipati. Cerita itu sudah menyebar sampai ke luar istana. Ayu sangat resah mendengar gosip itu.
“Bu, aku ini tidak bisa menikah. Kenapa bukan kakak saja, Bu?” protes Ayu yang sama sekali tidak di hiraukan ibunya.
“Aku tidak akan menikahi Adipati tua itu!” Kakak Ayu yang bernama Sriasih datang dengan suara tegasnya.
“Aku tidak bisa adikku sayang. Kau lah yang harus menikah. Dan jangan bikin ibu tegang. Turuti surat lamaran Adipati. Jika kita tidak menuruti, apa yang akan terjadi dengan keluarga kita?” katanya santai sambil mengelus rambut Ayu yang masih saja terurai.
Sriasih masih saja meyakinkan Ayu agar mau menerima lamaran yang di ajukan untuknya. Lamaran Adipati yang datang ke keluarga Ayu yang merupakan bangsawan dan terkenal memiliki anak yang paling ayu, membuat Sang Penguasa itu melayangkan lamarannya.
“Bu, kapan aku harus ke sana?”
“Kemana, Ayu?”
“Datang ke lamaran Adipati, Bu.”
“Nanti akan ada yang menjemputmu, Ayu. Dan kau tinggal di rumah selir dulu. Nanti di sana kau akan di siapkan. Tapi, belum tahu kapan kau akan masuk ke dalam kamarmu dengan Adipati. Tunggu di panggil.”
Ayu semakin lemas mendengar apa yang di katakan ibunya. “Apa seperti antrian gitu, Bu? Sang Penguasa kok jahat gitu!”
“Bagaimanapun juga Adipati adalah penguasa, dan kita bisa apa dengan melanggarnya. Yang bisa kita lakukan hanya menurutinya.” Ibu Ayu memegang pipinya. Dia berusaha menenangkan hati anaknya yang sangat resah.
Bapak Ayu akhirnya berdiri, dan menghampirinya. “Ayu, kita ini kan bawahan raja Adipati. Bagaimanapun juga, menjadi selirnya itu adalah yang paling tidak boleh di tolaknya. Jadi, kau itu harus menuruti raja. Nanti akan ada libur. Kau bisa pulang ke rumah. Sampai saat ini belum ada selir yang resmi menjadi ratu Adipati. Sapa tahu, kau nanti yang menjadi ratu itu. Nasib tidak ada yang tahu.”
Ayu masih saja lemas. Dia segera berdiri, berjalan masuk ke dalam kamarnya. “Aku akan membuat Adipati melirikku. Paling tidak aku akan membuat diriku berharga di sana. Tapi, aku tidak tahu bagaimana rupa Adipati. Dia selalu saja lewat di hadapan kami dengan memakai kereta dan walaupun dia keluar, kami harus benar-benar menundukkan kepala.”
Ayu menatap wajahnya di depan cermin. Dia masih saja resah membayangkan bagaimana dirinya akan melakukan malam pertama dengan orang yang jauh lebih tua dengannya. Bahkan mungkin sekitar puluhan tahun jaraknya.
"Aku tidak tahu gosip itu adalah benar atau tidak. Semoga dia tidak benar-benar tua," gerutunya kesal.
Pagi menjelang. Ibu Ayu mengetuk pintu kamarnya. Dia segera membukanya. “Ayu, kau harus segera ke istana. Utusan kerajaan mengutusmu untuk datang ke sana. Sekarang mandilah! Dalam tiga puluh menit, kita harus siap denganmu!”
Ibu Ayu mendandaninya dengan sempurna. Dia memang adalah kembang desa yang banyak di incar oleh pria. Namun, kekuasaan Adipati yang memiliki segalanya. Ayu memakai kebaya kuning, dan sanggul dengan hiasan bunga kamboja yang sangat cantik.
Beberapa kuda dan kereta kencana sudah datang. Jenderal dan beberapa pengawal gagah dengan memakai jubah hitam dan pedang yang ada di tangan kanan mereka, membuat semua orang menundukkan kepalanya. Jenderal tertinggi istana sendiri yang di tugaskan Adipati untuk menjemput Ayu. Jenderal itu di juluki nama Jenderal Iblis.
“Selamat datang jenderal.” Bapak dan ibu Ayu serta kakaknya Sriasih menunduk dengan cepat. Ayu sedikit melirik dan menatap mata hitam bulat sang jenderal. “Di mana calon selir raja?!” tanyanya dengan tegas.
“Saya yang bernama Ayu Sekar.” Dengan tegas, Ayu maju ke depan. Dia sangat berani melakukannya. Semua selir yang akan menjadi penghibur raja tidak ada yang pernah melakukan hal itu. Sang jenderal tersenyum, menatap Ayu dari atas sampai bawah.
Orang tua Ayu di sebelah Sriasih kakaknya, sangat kawatir dengan apa yang Ayu lakukan. Dia sudah melanggar aturan sang Adipati. Jenderal gagah dengan mata tajamnya mendekati Ayu yang masih berdiri dengan mengangkat wajahnya.
“Tidak aku pungkiri, kau lah yang paling cantik. Kali ini, aku memaafkanmu. Lain kali, pedang ini akan menghunusmu, wanita.”
Jenderal Iblis, itulah julukannya karena sudah sering memenangkan peperangan dan membuat semua musuh ketakutan karena kehebatannya dalam memainkan pedang. Dia mengarahkan tangannya agar pengawal membuka pintu kereta kencana yang akan membawa Ayu ke istana. Tanpa berbicara lagi, jenderal menaiki kudanya yang dengan cepat melesat di ikuti kereta dan semua pengawal dengan gagah namun menakutkan.
“Aku tidak menyangka anak kita yang sangat kalem itu, bisa seperti itu, Pak.” ucap ibu Ayu dengan gelisah. “Iya Bu, semoga saja dia bisa selalu membawa kabar baik kepada kita.” Bapak ayu dengan ibunya masuk ke dalam rumahnya. Sementara Sriasih hanya diam menatap kereta yang tidak dia sangka sangat mewah dari biasanya yang dia lihat.
“Mungkin aku akan merubahnya jika Adipati itu bisa membuatku semakin berkuasa,” batin Sriasih masih diam memandang kereta Ayu hingga menghilang.
Dalam kereta, Ayu diam menyiapkan tenaganya untuk menghadapi apa yang akan ada di hadapannya, dan tidak di sangkanya. Kereta kencana sampai di hutan. Roda yang semula berputar kencang melambat seketika. Ayu merasakan hal yang sangat aneh. Dia sedikit membuka tirai jendelanya. “Kenapa berhenti?” tanyanya dalam hati.
“Siapa pria yang menghadang jenderal dengan pedangnya?” Ayu melihat seorang pemuda dengan tudung dan cadar hitam menghadang mereka.
“Serahkan semua harta kalian!” Dia mengarahkan pedang yang sangat tajam ke wajah Jenderal yang sama sekali tidak bergerak. “Jenderal, aku tidak akan memerintahkan ke dua kalinya.”
Dengan cepat Sang Jenderal, menghunuskan pedangnya. Sekali tebas, pemuda itu kehilangan kepalanya. “Jangan, sudah cukup!” teriak Ayu. Dia membuka kereta kencananya. “Tolong, kali ini biarkan yang lain hidup!” jenderal itu menarik Ayu, memasukkan ke dalam keretanya.
Sang Jenderal menatap tajam wajah Ayu. Dia semakin mendekatkan wajahnya. “Jangan mentang-mentang kau akan menjadi selir raja, bertindak seenaknya sendiri. Aku bisa saja membuangmu dan mengatakan jika kau melarikan diri. Dan kau tahu akibatnya, keluargamu akan tewas.”
Jenderal melepaskan tangannya, hingga Ayu terlempar ke dalam kereta. “Aku tidak akan melupakan apa yang kau katakan, Jenderal! Akan aku buat Sang Adipati memenggal kepalamu. Tunggulah saatnya tiba!” batin Ayu dengan amarahnya.
Sang Jenderal dengan keahlian pedangnya, menghabisi semua perampok yang menghadang mereka. Bahkan dia tidak mengenal rasa kasihan jika yang menyerangnya adalah remaja. Semua nyawa puluhan orang itu melayang. Salah satu pengawal segera berlari menunduk, memberikan kain hitam untuk membersihkan pedang Sang Jenderal yang masih terdapat cairan darah, setelah menyelesaikan pertarungannya.
“Ayo berangkat! Jangan membuat Adipati raja menunggu kita!” Dia berbicara dengan sangat lantang.
“Hiya ….” Kuda gagah hitam miliknya dengan sekali pukulan, melesat dengan kencang.
Kereta kencana akhirnya sampai di istana yang sangat megah. Kepala selir menyambutnya di depan gerbang. Dia adalah wanita tua dengan pakaian kebaya merah dan dandanan yang sangat tebal. Jalannya sangat anggun. Semua akan menunduk jika melewatinya, kecuali Ayu yang selalu mengangkat wajahnya dan melanggar semua aturan.
“Tundukkan kepalamu!” bentaknya dengan tatapan tajam ke arah Ayu.
“Untuk, apa?” Ayu membalas tatapan tajamnya.
ช่างเสื้อหยิบชุดเจ้าสาวชุดนั้นลงมา เมื่อสัมผัสโดนเนื้อผ้าและเพชรที่ประดับอยู่ด้านบน ก็อึ้งไปชุดแต่งงานชุดนี้เต็มไปด้วยผ้ากอซสีอ่อนหลายชั้น ประดับด้วยดอกกุหลาบและเพชรที่ทอจากผ้าซาตินเนื้อนุ่ม ตัวชุดเป็นสีขาวคริสตัลเรียบง่ายและวิจิตรงดงามด้วยเพชรที่ถูกเย็บเข้าด้วยกันอย่างลงตัว ส่องประกายด้วยเสน่ห์อันงดงามและสง่างามจนน่าทึ่งถ้าดูไม่ผิด หากอ่านไม่ผิด นี่คือชุดแต่งงานเพียงชุดเดียวในโลกที่ถูกออกแบบโดยดีไซน์เนอร์ชุดแต่งงานชื่อดังระดับโลกหลายปีก่อน ชุดเจ้าสาวชุดนี้ถูกเก็บเอาไว้ในห้องนิทรรศการที่ต่างประเทศ แต่ต่อมาได้ยินว่าถูกคนซื้อไปในราคาสูงลิ่วคิดไม่ถึงว่าคนที่ซื้อชุดเจ้าสาวไป จะเป็นท่านประธานของกลุ่มบริษัทจี้ ถ้าไม่ได้รักอีกฝ่ายจริง จะยอมจ่ายหนักขนาดนี้ได้ยังไง?ที่สำคัญอีกชุดนึงที่อยู่ในตู้ ราคาก็ไม่ธรรมดา ดูก็รู้ว่าเป็นรุ่นลิมิเต็ด เดาว่าก็น่าจะมีแค่ชุดเดียว ไม่ซ้ำใคร"คุณนายจี้ ท่าทางคุณผู้ชายจะรักคุณมากเลยนะคะ..."ซูหว่านได้ยินคำพูดของช่างเสื้อ ก็พยักหน้าอย่างไม่ปิดบังผู้ชายคนนั้นรักเธอมาก รักจนยอมมอบทุกอย่างให้กับเธอ รักจนยอมตายไปพร้อมกับเธอเธอคิดว่าชีวิตที่เหลืออยู่หล
ซูหว่านพยักหน้าด้วยความเข้าใจ "ก็ได้ค่ะ ฉันเอาตามที่คุณพูด ตอนนี้ถ้าคุณไม่ขึ้นเครื่องบิน ก็ต้องขึ้นรถพยาบาลก่อน..."ถ้ายังไม่ห้ามเลือดอีก เขาจะทนไม่ไหวเอา จี้ซือหานเห็นว่าเธอเป็นห่วงเขา ถึงได้จับมือเธอขึ้นเครื่องบินอย่างว่าง่ายคืนนี้ ซูหว่านเฝ้าอยู่ข้างกายจี้ซือหาน รอหมอห้ามเลือด เย็บแผล เปลี่ยนยาให้เขาเสร็จ เธอถึงได้โล่งใจเมื่อเห็นว่าฟ้าเริ่มสาง ซูหว่านก็รู้สึกว่าไม่น่าจะจัดงานแต่งได้ จึงเอ่ยข้อเสนอกับเขา "หรือเลื่อนออกไปวันนึงไหม"ชายหนุ่มที่ถือผ้าขนหนูช่วยเช็ดผมให้เธอ พูดด้วยความแน่วแน่ "ไม่ได้ ยังไงวันนี้ก็ต้องจัดงานแต่ง!"ซูหว่านที่เพิ่งแช่น้ำอุ่นในอ่างอาบน้ำ อุงไอน้ำร้อนๆในมือ หันกลับไปมองเขา "แต่แผลของคุณ..."จี้ซือหานพูดอย่างไม่สนใจอะไรทั้งนั้น "ต่อให้แผลจะใหญ่กว่านี้ ก็ไม่สำคัญเท่ากับการจัดงานแต่ง"ซูหว่านยังอยากพูดอะไรอีก แต่จี้ซือหานหยิบไดร์ขึ้นมาเป่าผมให้เธอจากนั้น ขับรถไปส่งเธอที่วิลล่าของซานซานด้วยตัวเอง โดยไม่สนคำทัดท้านของเธอ"สิบเอ็ดโมง ฉันจะพาคนของตระกูลจี้ มารับเธอ"กำหนดการณ์เดิมคือสิบโมง แต่กลัวว่าเธอจะเหนื่อยเกินไป อยากให้เธอพักผ่อนกว่านี้อีกหน่อย ชาย
จี้ซือหานกอดเธอ สัมผัสได้ถึงความอบอุ่นจากร่างกายของเธอ หัวใจที่เจ็บปวดจนชา ก็ค่อยๆสงบลงเขาคลายซูหว่านออก เห็นร่างกายของเธอเปียกปอนไปทั้งตัว ทั้งยังสั่นระริกด้วยความหนาวเหน็บ หัวใจก็เจ็บแปล๊บขึ้นมาอีก"คนที่ควรพูดขอโทษคือฉัน ถ้าไม่ใช่เพราะฉัน เธอก็ไม่ต้องมาเจอเรื่องแบบนี้""คุณพูดอะไรโง่ๆ เราเป็นสามีภรรยากัน ไม่ว่าจะสุขหรือทุกข์ ก็ต้องรับผิดชอบร่วมกันสิ"ซูหว่านพูดจบ ก้มหน้าลงมองมือตัวเองแวบนึง เมื่อเห็นเลือดที่เลอะเต็มมือ ใบหน้าก็ซีดไปทันที"แผลที่หลังของคุณฉีกแล้ว รีบขึ้นรถพยาบาลเถอะ..."เมื่อกี้เธอนึกว่าเป็นน้ำทะเล ไม่คิดว่าทั้งหมดนั้นล้วนเป็นเลือด แผลที่หลังจะต้องฉีกออกแล้วแน่ๆ!ซูหว่านควงแขนของเขาได้ ก็เตรียมจะเดินไปยังทิศทางของรถพยาบาล ทว่าจี้ซือหานกลับดึงเธอกลับมา"หว่านหว่าน แผลแค่นี้ไม่เท่าไหร่หรอก"เขาพูดจบ ก็มองเจียงโม่ที่ยืนห่างออกไปไม่ไกลแวบนึง"จับตัวเธอ แล้วค่อยแจ้งคุณเจียง ให้เขามาไถ่ตัวด้วยตัวเอง ไม่งั้นก็ปลดชีวิตเธอซะ!"คำพูดนั้นเขาพูดกับซูชิง ซูชิงรีบรับคำสั่งทันที "ครับ ผมจะไปจัดการเดี๋ยวนี้!"เจียงโม่ที่คาดเดาได้ตั้งแต่แรกว่าคุณเย่ไม่มีทางปล่อยเธอ เห็นซ
ซูหว่านครุ่นคิด ก่อนจะถามเขา "คุณแซ่ชู งั้นคุณรู้จัก..."ชูยีไหม?ยังไม่ทันจะได้เอ่ยคำนี้ออกไป ก็ถูกชูจิ่นเหยียนตัดบท "ผมจะส่งคุณกลับไป"ซูหว่านได้ยินดังนั้น ก็กลืนคำพูดลงไป ขมวดคิ้วมองเขา "ลำบากแทบตายกว่าฉันจะหนีออกมาได้ จะส่งกลับไปทำไม?"ชูจิ่นเหยียนกรอกตาใส่เธออย่างหมดคำพูด "ผมหมายความว่า จะส่งคุณกลับบ้าน..."ซูหว่านจึงได้พยักหน้า ลุกขึ้นจากหาดทราย เธอต้องรีบกลับไปบอกจี้ซือหาน...ว่าเธอหนีออกมาแล้ว เธอปลอดภัย เธอไม่ได้กลายเป็นภาระของเขา และเขาก็ไม่ต้องถูกแบล็กเมล์อีกหลังจากที่เธอขึ้นฝั่งมากับชูจิ่นเหยียน ก็เห็นรถพยาบาลคันแล้วคันเล่าขับตรงไปยังบีชคลับอย่างรวดเร็วฝีเท้าของเธอชะงัก ช้อนสายตามองไปยังชายหาดที่อยู่ห่างไกล มองเห็นร่างมนุษย์ไม่ชัด เห็นแต่เรือลำเล็กลำใหญ่แล่นลงทะเลทีละลำซูหว่านทอดสายตาลงต่ำครุ่นคิดอยู่สักครู่ เอาแต่รู้สึกว่าเจียงโม่ไม่น่าจะส่งคนจำนวนมากขนาดนั้นมาตามหาและช่วยชีวิตเธอ หรือว่าจี้ซือหานมาแล้ว?ถ้าจี้ซือหานมาถึงแล้ว รู้ว่าเธอกระโดดลงทะเล เกรงว่าจะทำให้เขาตกใจมาก เพราะคิดมาถึงตรงนี้ซูหว่านก็เปลี่ยนความคิด"เราไปดูตรงนู้นหน่อยเถอะ?"ไปดูแปบนึง ถ้าจี้
เมืองเอซูชิงโทรติดต่อเบอร์ของอลันไม่ได้ จึงไปหาเธอที่บ้าน แต่ก็ไม่เจอใครซูชิงที่รู้สึกไม่ค่อยสบายใจ รีบขับรถไปที่โรงพยาบาลอย่างรวดเร็วถึงได้รู้จากปากของพวกหมอว่าอลันถูกซูเหยียนบังคับพาตัวออกไปแล้วและในเวลาเดียวกันก็ได้รู้ว่า ไอ้สารเลวซูเหยียนนั่น บังอาจเตะคุณซูทีหนึ่งด้วย!กล้ารังแกได้แม้กระทั่งผู้หญ
"หว่านหว่าน เธอไม่เป็นไรใช่ไหม!!!"เมื่อกี้หลังจากที่เธอคุยกับจี้เหลียงชวนข้างบนจบก็ตรงไปที่ห้องทำงานเลยพออาบน้ำเปลี่ยนเสื้อผ้าเสร็จออกมาก็ได้ยินผู้จัดการเหอบอกว่าลู่เฉินซีจีบซูหว่าน จี้ซือหานมาเห็นเข้าพอดี ทั้งสองคนกำลังสู้กันอยู่ข้างล่าง มีปืนด้วยทำเอาซานซานตกใจจนไม่ทันได้ใส่แม้แต่ส้นสูง รีบวิ่งออก
เมื่อซูหว่านได้ยินดังนั้นก็ไม่ได้ปฏิเสธ แต่กลับพยักหน้า "ได้..."เมื่อเห็นว่าเธอตกลง มุมปากของจี้ซือหานก็ยกขึ้นเป็นรอยยิ้มน้อยๆเขาเปิดกล้องขึ้นมาใหม่ ยื่นแขนยาวๆ ของตัวเองออกไปคว้าเอวของซูหว่านเข้ามาก่อนที่จะกดปุ่มถ่ายรูป จี้ซือหานก็แอบหยิกผู้หญิงในอ้อมแขนของตัวเองเบาๆพอซูหว่านเจ็บก็เงยหน้าขึ้นมามองไ
เซิ่งจิ่นตื่นตระหนกและตระหนักว่าตัวเองได้เปิดเผยความรู้สึกที่แท้จริงของเขาแล้ว เธอรีบส่ายหัวใส่เขาจี้ซือหานระงับอาการคลื่นไส้ได้ และข้อมือของเธอก็หักในพริบตา: "พูดมา!"เซิ่งจิ่นกรีดร้องด้วยความเจ็บปวด น้ำตาไหลอาบหน้าเธอไม่เคยเห็นวิธีการของจี้ซือหานมาก่อน และคิดเสมอว่าเขาไม่สามารถเข้าถึงได้เธอไม่เคยคิ
Ratings
reviewsMore