Share

chapter 22

Author: Senjaku
last update publish date: 2026-05-19 18:18:52

"Maaf mas. Kalau saja kamu tidak mencurangi aku. Mungkin aku tidak akan melakukan hal ini. Aku juga harus memastikan masa depanku aman. Aku tidak mau menjadi orang miskin dimasa tuaku nanti" ucap Ine setelah menina bobokan suaminya. Dan memakaikan selimut tebal.

[Rumah sudah sepi. Semua orang tertidur. Silahkan datang mengambil pesananmu]

Ine mengirimnya melalui pesan singkat pada nomer Wina.

[Oke] balasnya

Seseorang datang setelah beberapa puluh menit kemudian. Seorang wanita memakai pakaian k
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • menyusui sang pewaris tahta   chapter 25

    POV Author"Sombong amat mentang - mentang sudah punya istri, cuek banget sama aku" ucap Silvia di dekat telinga Aditya. Ucapannya memang tidak terdengar karena suara musik yang menggema di seluruh ruangan. Karena itu Silvia sedikit meninggikan suaranya, dan mendekat pada telinga mantannya. Dokter tampan yang sejak dulu menjadi incarannya."Jangan gila kamu silvia. Sejak dulu sikapku memang begini. Tidak ada yang berubah. Bedanya sekarang aku harus lebih menjaga perasaan istri ku" jawab Aditya masih coba tersenyum. Meskipun sebenarnya sangat tidak nyaman berdekatan dengan Silvia. Karena gadis itu ada saja ulahnya mendekati Aditya. Sesekali berbisik ditelinganya. Bahkan menempelkan dagunya di atas bahu Raditya. Tapi dokter muda itu masih menahan diri, karena ayahnya meminta Raditya menemani para tamu nya salah satu disitu adalah Silvia.Silvia memainkan minuman di gelas berkaki yang dibawanya. Tangannya tidak lelah meraba lengan Aditya atau sesekali bergelayut di sana."Apa kamu benar

  • menyusui sang pewaris tahta   chapter 24

    "ini dia, couple of the year kita tahun ini!! Tuan muda Aditya hermawan and his gorgeous wife nona cantik Zahra Adelia. beri tepuk tangan yang meriah semuanya..!!" Ucap seorang pria tampan dengan setelan rapi, pemandu acara ini. Semua yang datang, memberikan tepuk tangan riuh bersorak memenuhi ruangan."Thank you semuanyaaa..thank you.." jawab mas Aditya, sementara aku hanya senyum - senyum saja. Kita memasuki deretan orang - orang yang sama sekali tak ku kenal. Tapi aku tetap harus terlihat ramah dan hormat pada mereka. Karena pasti yang hadir, orang - orang penting di perusahaan papa Hermawan otomatis akan menjadi kolega suamiku juga nantinya.Mas Aditya tampak elegan berbalut setelan jas dengan kemeja berwarna biru langit, sangat serasi dengan gaunku di atas lutut dengan warna senada. Sengaja di pesankan mas Aditya dari perancang ternama yang karyavnya sudah terkenal sampai ke luar negeri . Aku bahkan sering melihatnya mondar mandir di acara televisi yang dulu sering ku tonton.T

  • menyusui sang pewaris tahta   chapter 23

    Kriing..kriing..Netra ku dan mas Aditya beradu. Kala suara ponselnya tiba - tiba berbunyi. Entahlah, saat - saat seperti ini terasa begitu menegangkan."Papa.." mas Aditya menunjukkan nama kontak yang tertera di layar benda pipih miliknya. Ku gerakkan jari kelingking Adan jempolku ke telinga, agar mas Aditya segera mengangkatnya."Ya pa..?" Jawab mas Aditya menekan tombol loudspeaker agar aku bisa ikut mendengar percakapan mereka.Sementara tangan satunya mengangkat telpon,tangan satunya iseng meremas - remas gundukan didadaku pergantian. Milikku yang sedari tadi terasa berkedut nyeri karena sehari semalam tidak menyusui Arsya. Kini terasa lebih rileks, menyalurkan aliran hangat bak sengatan listrik ke seluruh tubuhku. Kalau saja tidak takut kedengaran papa Hermawan diseberang telpon, ingin rasanya aku melenguh sekencangnya."Adit, kamu lagi dimana? Papa lagi ada acara makan bersama di kantor sebagai ucapan selamat atas pernikahanmu dari para karyawan. Kalau ada waktu, ajak istrimu m

  • menyusui sang pewaris tahta   chapter 22

    "Maaf mas. Kalau saja kamu tidak mencurangi aku. Mungkin aku tidak akan melakukan hal ini. Aku juga harus memastikan masa depanku aman. Aku tidak mau menjadi orang miskin dimasa tuaku nanti" ucap Ine setelah menina bobokan suaminya. Dan memakaikan selimut tebal.[Rumah sudah sepi. Semua orang tertidur. Silahkan datang mengambil pesananmu]Ine mengirimnya melalui pesan singkat pada nomer Wina.[Oke] balasnyaSeseorang datang setelah beberapa puluh menit kemudian. Seorang wanita memakai pakaian kantoran yang elegan, menunggu didepan pintu. Lalu Ine keluar dari dalam, menyerahkan Arsya padanya."Cepatlah pergi, mumpung suamiku masih tidur" ucap Ine. Sorot matanya melihat ke sana kemari, takut seseorang terbangun dan mengetahui aksinya.Setelah menganggukkan kepala, wina pergi dengan mobil jaguar warna hitam metalic yang dikemudikan oleh sopirnya. Tanpa mereka sadari, semua tindakannya kali ini terekam dalam kamera tersembunyi milik Hermawan.***POV ZAHRA"Mas, aku tahu ini sangat berat

  • menyusui sang pewaris tahta   chapter 21

    Zahra menguatkan sang suami, memegang pundak Aditya. Jelas terlihat bergetar karena tangis yang ditahannya. Walaupun hatinya sendiri terasa hancur saat ini karena kehilangan Arsya. Tapi tidak sesakit Aditya saat ini tentunya. Sudahlah anaknya hilang, ternyata pelakunya orang yang paling ia sayang dan percaya dalam hidupnya.Apa yang sebenarnya sedang terjadi dalam keluarganya. Kenapa menjadi seperti ini. Dulu, keluarga Aditya sangat tenang. Ibunya hanya sibuk berkumpul dengan ibu - ibu sosialita saja setiap harinya. Selain shoping, dan liburan keliling dunia tentunya.Kenapa sekarang jadi seperti ini. Sebenarnya apa yang diinginkan oleh wanita dalam video itu. Aditya sangat menghormati dan mencintainya,Aditya duduk lemas, dengan tangan menutupi wajahnya. Meskipun laki - laki, hatinya terkadang rapuh kalau menyangkut keluarga.Apa mungkin si pelaku, tidak menyadari kalau dirumah ini terdapat beberapa kamera pengintai. Memang sih, penempatannya sama sekali tak terlihat. Berada disela -

  • menyusui sang pewaris tahta   chapter 20

    Kembali Aditya memompa perlahan milik istrinya. Kali ini dengan gaya guguk style. Aditya memposisikan Zahra menungging, agar ia leluasa melakukan aksinya. Tangan satu milik Zahra ia tarik kebelakang, sementara tangan lainnya memilih ujung dada istrinya. Getaran hebat dirasakan oleh Zahra."Masss..ini enak.." rintihan Zahra, lenguhan kenikmatan terus membuatnya meracau tanpa henti. Aditya semakin semangat memaju mundurkan miliknya hingga mereka mencapai puncak untuk kesekian kalinya."Aku ke lu ar yang.." Aditya menyodok semakin kuat, karena dorongan sesuatu yang hendak menyembur dari pusakanya. Ia tumpahkan seluruh cairan cinta ke liang senggama milik istrinya tercinta.Begitupun Zahra, bersamaan dengan suaminya. Ia pun menuntaskan rasa nikmatnya disana. Rasanya berkedut hebat di bagian intinya.Setelah menyelesaikan babak ke dua, penyatuan penuh gelora. Zahra dan Aditya tertidur hingga keesokan harinya.***Sinar hangat mentari yang menyelinap dari jendela kaca, tak juga membuat kedu

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status