로그인ฉินเป่ย ผู้เป็นตำนานยอดฝีมือต้องไปติดคุกเป็นเวลาห้าปี และกลายเป็นมหาเทพสงครามสูงสุดหาใครเทียบแห่งแดนมังกร ทั้งฝีมือการแพทย์ไม่เป็นลองใคร แต่คิดไม่ถึงว่าวันแรกที่ออกจากคุกจะได้พบกับการทรยศของสาวผู้เป็นดั่งดวงใจ ยิ่งคิดไม่ถึงว่าจะมีหญิงสาวผู้สูงศักดิ์และหน้าตางดงามเข้ามาอยู่เคียงข้างเขา และยอมเป็นศัตรูกับคนทั้งโลกเพื่อเขาได้! และเขาสาบานว่า จะให้ทั้งโลกนี้ต้องเริงระบำเพื่อเธอ......
더 보기Rasa sakit yang luar biasa merambat ke dalam tubuhku.
Ini racun Ular Perak, racun yang kabarnya sukar ditemukan. Namun begitu ia bersarang dalam tubuh, tak diragu, imbasnya terlampau bengis. Hadirnya benda ini tak lain melalui otoritas yang memiliki kekuasaan di istana, yakni wanita bersurai ungu gelap yang tak kapok dalam misinya menyingkirkanku sejak dulu. Rosetta Derek Magnus, sang permaisuri. Ia berdiri di atas marmer, sepatu hak tingginya berdenting nyaring. Suaranya menggema pada langit-langit ruangan. "Belum mati juga?" cetusnya tajam. "Ini sedikit mengecewakan, aku bahkan sudah repot-repot menyewa seseorang untuk mencuri racun itu dari jauh-jauh hari." matanya memandang dengan dalam namun tak mengandung satupun simpati. "Khusus untukmu dari kediaman tabib agung." ucap wanita itu, tatapannya merendahkan. Tawaku datang sesaat. Wanita itu mengatakan hal mengerikan tanpa ragu. Menakutkan namun juga memuakkan. Darah turun dari sudut bibirku. Tanganku bergetar di atas meja bulat dekat jendela, tepat bersebrangan dengan tempat permaisuri berpijak. Sudah terlambat untuk mencoba melindungi diri sendiri. Tapi aku tidak akan puas sebelum melampiaskan rasa frustasi ini pada wanita itu. "Ternyata kalian para bangsawan sangat lemah sampai ketakutan oleh anak dari seorang pelayan?!" ucapku serak, berhasil memadamkan seringai wanita itu, langkahnya habis hingga bersemayam di atas kursi kayu berpahat rumit— kedua kakinya bersilang tertutup gaun tebal yang meliuk mengikuti lekuk tubuhnya. Bercak darah terlempar keluar. Asalnya dari tenggorokanku. Wanita itu tersenyum miring. "Yah... karena kau akan menyusul ibumu sebentar lagi. Aku akan menganggap ini sebagai kalimat terakhirmu!" ujarnya mengitari permukaan cangkir teh dengan telunjuknya yang lentik. Aku mengernyit, pandanganku mulai menjadi samar bagai kabut. Aku ambruk dalam timpuh itu. Duduk berlutut dengan wajah yang aku sendiri tak tahu. Enggan melihat wanita itu. Dia mungkin tersenyum dengan puas. "Beginikah akhirnya?" bisikku lirih, napasku keluar kukuh, mataku berlekuk setengah bagai potongan bulan purnama. Jika ibu bukan seorang pelayan? Apakah ada sesuatu yang berbeda? Entahlah. Saat ini istana dalam genggaman permaisuri, setelah insiden pemberontakan, bahkan ayahku yang seorang kaisar juga tak selamat dari rencana licik wanita itu. Aku tidak mengasihi pria tua itu. Dia telah membuang kami sejak aku lahir. Hanya saja, aku kira putra mahkota akan berbeda. Tak kusangka, undangan putra mahkota tentang memasuki istana tidak lebih untuk memberiku posisi sebagai pelayannya. SRATTT! CRATTTT! Tebasan pedang mendarat secepat kilat, nyawaku diambil dalam satu gerakan tanpa aku sempat bereaksi. BRUKK Tubuhku jatuh dalam posisi terlentang di marmer itu dengan kucuran darah yang menetes perlahan-lahan. Akhirnya sudah selesai. Aku menatap langit ruangan dengan pikiran itu, bibirku pucat, kering tak berair. Telapak tangan yang lemas sampai ijakan permaisuri melumatnya. Tapi, itu tak sakit sama sekali. Mungkin jasadku tenggelam dalam kubangan darah. Jika aku mendapatkan kesempatan kedua, permaisuri dan anggota istana yang bersekongkol dengannya, aku pastikan kalian membayar hutang ini. Lalu Kaisar bodoh itu harus menerima ibuku sebagai istri sahnya. Putra mahkota, kau tak akan kubiarkan semudah itu mendapatkan tahta. Perang saudara harus terjadi! Tapi apa gunanya sekarang? Permaisuri sudah berhasil merebut segala kekuasaan ayah dan seluruh isi dari kekaisaran Magnus. Yang tersisa hanyalah kegelapan. Aku jelas ingat bahwa aku mati karena permaisuri, kenapa sekarang malah mendengar suara-suara yang tak asing. Anehnya, rasa sakit di tubuhku seketika hilang. "Hei anak haram!" sebuah suara menggema hingga dengungnya mengetuk gendang telinga. "Masih belum mau bangun juga?!" suara itu datang dua kali, namun aku menghiraukannya. BYUURRR! GELONTANG! Terasa ombak baru saja memukul wajahku. Mataku terbuka dan mendapati seluruh tubuhku basah kuyup dengan air. Napasku terengah-engah mencari udara, sedangkan pandanganku tertuju pada ember yang tengkurap di lantai kayu tua berserat. Bola mata membulat menelusuri lekuk sekitar, semuanya tampak tak asing. "Ini?" bisikku lirih, menyeka wajah yang basah dengan kedua tangan. "Tch, akhirnya bajingan ini bangun juga!" sentak seseorang sampai tiba-tiba kerah bajuku ditarik dengan paksa, di hadapanku saat ini adalah sosok yang sangat aku kenal. Aron. Seorang pelayan berusia 15 tahun yang terus merundungku saat aku masih kecil. Awalnya ia hanya mengejekku dengan hinaan ringan, tapi karena selalu diam, tingkahnya semakin menjadi-jadi. Meskipun mengetahui fakta bahwa aku adalah keturunan kaisar—dengan otoritasnya. Permaisuri membatasi tunjangan juga pelayan untuk kami. Beberapa rumor juga menyebar hingga semua orang di kekaisaran mengucilkan aku dan ibu. Tak menganggap kami lebih daripada seorang buangan. "Sejak kapan kau boleh bermalas-malasan!" telapak tangan Aron menepuk-nepuk pipiku. Suaranya bergetar dengan kedua bibir maju. Tamparan dilayangkan padaku hingga bunyi kulit itu meruah. SLAP! Kepalaku terdorong ke samping, rasa nyeri bercampur panas berhasil membelalakkan kedua mataku. Namun, ada hal yang lebih membuatku heran dan bertanya-tanya. Kenapa ini terasa sakit?พวกเขาคือกองกำลังที่ซ่งเจียงหลิวบ่มเพาะอย่างลับๆ มาหลายปี เป็นไพ่ใบสุดท้ายที่แข็งแกร่งที่สุดของเขา และเป็นเครื่องมือหาเงินที่เขาใช้มาหลายปีนอกจากเขาแล้ว ไม่มีใครรู้ความเป็นมาของไพ่ตายเหล่านี้เลยเขาไม่คิดเลยว่าจะมีวันที่ใช่ไพ่ตายใบนี้มารับมือกับพวกอวี่เจียวหรงคนนอกเหล่านี้ แต่ตอนนี้มันไม่สำคัญแล้ว
ไม่นานพวกองครักษ์ก็ถอยออกไปทันที!คำสั่งของซ่งเจียงหลิวพวกเขาไม่กล้าขัด องครักษ์ทุกนายถอยออกไปหมด ถอยออกไกลมากซ่งเฉากับแม่เขาไม่เข้าใจอย่างมาก แต่ช่วยไม่ได้ อย่างไรเสียที่พึ่งใหญ่สุดของพวกเขาสองแม่ลูกก็คือซ่งเจียงหลิวแต่ผลที่ได้ล่ะ? ซ่งเจียงหลิวถูกอวี่เจียวหรงซัดกระเด็นด้วยหมัดเดียว นี่มันชัดเจนแล
เมื่อเห็นภาพนี้ ซ่งเฉาที่ตกใจนั่งทื่ออยู่บนพื้นอยู่ก่อนแล้ว ยิ่งตกใจมากจนฉี่ราดตอนนี้ เขากำลังฉี่ราดออกมาอวี่เจียวหรงตรวจดูร่างกายของจ้าวหลิงเอ๋อร์อยู่ครู่หนึ่ง หลังแน่ใจว่าไม่มีอันตรายถึงชีวิตแล้ว ก็ให้หลินชิวเสียประคองเธอเข้าห้องไปพักผ่อนและรักษาตัวให้เธอทันที"นายน้อยซ่ง ตอนนี้เรามาคุยเรื่องระห
สมาชิกแก๊งจระเข้กว่าพันคน ในเวลานี้ถูกพวกอวี่เจียวหรงฆ่าไปหมดแล้วสำหรับพวกเธอแล้ว การฆ่าคนพันกว่าคนนี้เหมือนดั่งการฆ่าสุนัข ไม่มีความรู้สึกท้าทายเลยเดิมทีหากอวี่เจียวหรงกับหลินชิวเสียไม่ลงมือ อาศัยแค่พวกจู้อวี๋เฟยสี่คน ยากจะฆ่าพวกแก๊งจระเข้พันกว่าคนนี้ตายหมดได้!แต่ว่ามีอวี่เจียวหรงกับหลินชิวเสียร
เสียงป้าบดังขึ้น เหว่ยชุนชิวถูกฟาดจนลอยออกไปเขายังไม่ทันร่วงลงพื้น อวี่เจียวหรงก็รุดขึ้นหน้าถึงตัวเขาราวกับสายฟ้าเหว่ยชุนชิวพรั่นพรึงขึ้นในใจ สีหน้าตกตะลึงลมปราณก่อนกำเนิดที่น่ากลัววูบหนึ่งพุ่งออกมาจากในร่างเขา เข้าสกัดขวางหอกมังกรเงินในมืออวี่เจียวหรงในพริบตาวูม!หอกมังกรเงินหลุดจากมือ เสียงหอก
“หากคุณเต็มใจ ผมสามารถปกป้องคุณไปตลอดชีวิต และผมก็สามารถช่วยเหลือคุณได้ไปตลอดชีวิตโดยที่คุณไม่จำเป็นต้องทำอะไรเลย”“อวี้เฟย คุณอยากเป็นจอมยุทธ์และอยู่กับผมตลอดเวลา แต่คุณจะได้เจอกับปัญหาและอันตรายมากมาย”“คุณต้องคิดให้ชัดเจน”“แต่ผมไม่อยากให้พวกคุณเป็นจอมยุทธ์หรอก”“หา?”จู้อวี้เฟยและลู่เว่ยยางตกตะล
เมื่อหยวนข่ายได้ยินก็ขมวดคิ้ว และเกิดความกังวลขึ้น!แต่เพียงครู่เดียวคิ้วที่ขมวดอยู่ก็คลายออก ความกังวลที่เกิดขึ้นถ็หายไปด้วยหลี่เฟยกับหลิวเสียวเสี่ยวเป็นลูกศิษย์ที่ภูมิใจมากที่สุด และเป็นปีศาจที่มีพรสวรรค์มากที่สุดในเด็กรุ่นใหม่ของวังจิ่วหยางอีกไม่นานทั้งสองคนก็จะกลายเป็นคนที่มีพลังยุทธ์แข็งแกร่ง
แม่น้ำพลังดาบสายหนึ่งก่อตัวขึ้นระหว่างหนานกงเตี๋ยกับชายคนนี้ พลังดาบที่น่ากลัวกำลังทำลายล้างกันในแม่น้ำนี้ขณะที่หนานกงเตี๋ยกับชายคนนี้พุ่งเข้าไปในแม่น้ำพลังดาบ ดาบยาวกับดาบหนักก็เริ่มเปิดฉากปะทะกันรุกรับกันหลายครั้ง ในใจหนานกงเตี๋ยก็ลิงโลดขึ้นมา รุกรับไม่กี่ครั้งนี้ ทำให้นางตระหนักได้ว่าอีกฝ่ายเป็
평점
리뷰더 하기