นายใหญ่ปราบเด็ก [Mafia Pandorica]

นายใหญ่ปราบเด็ก [Mafia Pandorica]

last updateDernière mise à jour : 2024-11-16
Par:  Fortune_289Complété
Langue: Thai
goodnovel18goodnovel
10
1 Note. 1 commentaire
46Chapitres
3.9KVues
Lire
Ajouter dans ma bibliothèque

Share:  

Report
Overview
Catalog
Scanner le code pour lire sur l'application

ยอมเสียความบริสุทธิ์เพื่อแลกกับเงิน และของมีค่าเกือบ 20 ล้านบาทกะว่าถึงฝั่งจะชิ่งหนี ทว่าโชคชะตากลับเล่นตลกผลักให้เธอกลับมาเจอเขาอีกครั้ง "ว่าไงเมียจ๋า มาหาผัวถึงที่เลยเหรอ" 'ซวยแล้วไง...โอ๊ยยยยย!'

Voir plus

Chapitre 1

บทนำ สายลับสาวสวย

"Lysa lihat aku!" Aegon sang pangeran naga berseru. "Aku tunanganmu! Mereka bukan siapa-siapa! Ayo, pulanglah bersamaku!"

"Kau bicara apa hah?! Dia itu milikku! Aku telah menandainya sebagai pasanganku! Jangan macam-macam kau!" Rex si Alpha serigala menyahut dengan geraman beserta taring-taring buas di mulutnya. "Mau berkelahi?! Ayo sini!" Mereka berdua adu tatap dengan ganas.

"Nona Lysa, para Dewa-lah yang berhak menentukan takdir kita. Cinta adalah hal yang suci dan sakral. Saya dan Anda bisa memenuhi takdir itu." Ikaruz sang pemilik sayap emas nan suci berlutut kepadaku. Aku tahu dia yang paling memujaku. Tangannya sudah terulur menanti jawaban. Namun uluran tangan itu ditepis oleh Felix yang sering bertingkah sembarangan.

"Kalau mau ketemu Dewa, ke kuil saja sana," cemooh Felix si jelmaan duyung dengan cengengesan. "Lysa, ayo. Lautan telah memanggil. Kau akan bahagia selamanya jika bersamaku." Felix menatapku hangat dengan sebuah senyuman manis yang kusuka.

"Mereka semua tidak pantas mendapatkanmu, Lysa-ku. Orang-orang barbar, kolot dan tidak punya otak. Aku bisa memberikanmu segala rahasia ilmu sihir dan ramuan. Uang, ketenaran. Aku bisa memberimu segalanya," Jin si setengah ular yang jenius membetulkan kacamatanya. Nada bicaranya yang serius membuat wajah mereka berempat dongkol.

Sementara aku, bingung mampus.

Malam ini bulan purnama. Aku bisa melihat dengan jelas tato gaib rantai melingkar leher mereka. Aku tercengang, sekaligus menelan ludah. Itu artinya, kelima pejantan yang tampan ini sudah sepenuhnya memiliki perasaan luar biasa kepadaku. Dan aku harus mengawini mereka! Jika tidak, aku bisa mati!

Mereka memandangku, menginginkanku, dan begitu berhasrat kepadaku. Kuyakin mereka rela mati dan berani membunuh satu sama lain hanya untuk memenangkan aku.

Kenapa semuanya malah jadi begini?!

***

'Ahh ... sial.'

Aku cuma bisa mengumpat dalam hati. Awan putih berarak di tengah langit biru yang luas. Padahal hari ini sangat indah.

Tapi kenapa aku harus mati konyol?!

"Nancy! Nancy! Bertahanlah! Aku sudah menelpon 911!" seru kawanku, Abigail.

Dia sepertinya menangis dan begitu putus asa. Begitu pula orang-orang lain yang mengerumuniku. Ada yang sibuk menekan-nekan dadaku. Ada yang susah payah merogoh mulutku dan mengeluarkan mie instan yang ada di kerongkongan.

Ya. Mie instan.

Mie instan murahan dalam mangkuk yang kuseduh setengah jam lalu. Kebiasaan burukku kalau sudah bertemu dengan Abigail. Pasti mengobrol panas hingga aku lupa untuk memisahkan antara bernapas dan menelan. Aku tak tahu seberapa dalam mie lunak ini menjegal napasku dekat paru-paru. Yang jelas usaha semua orang sia-sia. CPR, dan usaha keras mengeluarkan benda ini dari paru-paruku tidak berarti.

Aku harus lebih mendengarkan ucapan orang tua untuk tidak makan sambil bicara lain kali. Sial. Aku lupa. Tidak akan ada lagi lain kali. Aku sudah tamat. Napasku tercekik. Aku tak bisa lagi merasakan udara. Seluruh tubuhku sakit bukan main. Namun perasaan ini perlahan memudar. Sekaligus suara-suara di sekitarku yang mulai raib. Suara Abigail, suara derap kaki petugas medis yang datang terlambat. Pandanganku sudah redup. Yang ada hanya kegelapan.

Aku tak lagi merasakan apapun.

Aku. Nancy. Akan diingat sebagai gadis yang mati konyol tersedak mie instan murahan di taman dekat kampus.

Sial.

Berikutnya apa? Alam baka? Apa aku akan bertemu Tuhan? Dewa? Atau iblis? Aku sudah pasrah. Apapun itu, datanglah kepadaku, lakukanlah dengan cepat.

Mataku tergugah dengan sebuah cahaya. Cukup mengganggu. Mungkin malaikat-malaikat sedang menghampiriku untuk mengadili kelakuan baik dan buruk semasa hidup. Aku yakin aku akan masuk neraka. Duh.

Namun ... bukannya malaikat, aku malah mendapati diriku terbangun di tempat lain.

'Rumah sakit?' pikirku.

Tidak bukan. Ini ... dimana?

Tempat yang asing, sekaligus tak asing bagiku. Rasanya aku pernah melihat suasana seperti ini. Lampu kandelir bergelantungan di langit-langit. Aku terbaring di kamar seseorang. Kasur yang lembut dengan sprei berwarna gelap. Aku melirik ke kanan dan ke kiri. Rasanya familiar, tapi hiasan-hiasan dinding tengkorak hewan yang menggantung di sana kuyakin bukan pajangan yang wajar dimiliki oleh seseorang. Ruangan ini dicat hitam dan merah darah.

Mungkin pemiliknya adalah milenial yang tidak bisa melanjutkan kehidupan. Kuyakin semasa mudanya menggandrungi gaya emo dan mendengarkan lagu-lagu galau yang sok keras. Lalu merasa dirinya adalah yang paling keren sedunia. Sprei hitam, sarung bantal merah darah. Cat dinding hitam, gorden merah darah. Pokoknya kalau tidak hitam ya merah darah. Apa pemilik kamar ini vampir ya?

Eh. Tunggu dulu. Bukankah ... seharusnya aku ada di taman dekat kampus? Tersedak mie instan? Kenapa aku bisa ada di sini? Dimana Abigail dan yang lain?

Aku berusaha mendudukkan tubuhku. Kepalaku agak berat dan linglung. Aku bernapas dan meyakinkan diriku bahwa tidak ada mie instan murah yang tersangkut di dekat paru-paru. Kakiku melangkah menuruni ranjang. Kemudian aku berjalan menuju ke pintu kayu besar berwarna merah darah.

Aku terhenti. Mataku terbelalak. Jantungku berdebar kencang bukan main saat melalui cermin di kamar ini.

"AAAAAAAA!" pekikku.

Aku melihat diriku sendiri yang sangat asing! Rambut panjang berwarna putih keperakan, wajah elok yang pucat, mata biru jernih seperti safir, tubuh molek yang terbalut gaun mewah putih dengan belahan di paha. Dan ... sepasang tanduk!

AKU PUNYA TANDUK!

Astaga! Apakah ini hukuman dari akhirat! Kenapa aku punya tanduk?! Dan wajah ini ... gadis cantik yang ada di cermin ... bukan diriku. Bukan Nancy. Bukan. Wajah siapa ini?!

Aku tak begitu perhatian kepada tubuh molek dan wajah elok yang ketakutan ini. Aku sibuk menggerayangi tanduk di kepalaku. Yang kupikir cuma aksesoris pesta malam Halloween. Tidak. Betapapun kuatnya aku menarik, aku tak bisa mencabut benda ini. Malah, kepalaku jadi pusing. Seolah sungut berwarna biru gelap ini memang sudah menyatu dengan tengkorakku dari dulu.

Pintu besar terbuka dan mengagetkanku. Seorang pemuda berambut hitam. Berpakaian mewah serba hitam dan aksen merah darah seperti kamar ini. Wajahnya yang rupawan menatap jengkel ke arahku. Dan ... dia pun punya sepasang tanduk di kepalanya. Tanduk hitam yang terlihat jahat. Seperti milik iblis neraka yang ada di film-film.

Apakah ... aku ada di neraka? Apakah dia adalah iblis penjaga neraka?

"Ha! Apa kubilang! Kau cuma pura-pura kan?! Dasar perempuan licik! Berhenti menipuku dengan trik murahanmu!"

Sekonyong-konyong ia melangkah cepat ke arahku. Pemuda itu mencekikku dengan tangannya yang mencengkram hebat.

"Akk! Ukh!"

Tanganku yang lemah memukul-mukul pergelangannya. Tak ada tanda-tanda ia akan melepasku. Malah kedua matanya yang berwarna emas menyala-nyala penuh amarah.

"Kenapa kau tidak mati saja? Dasar pembunuh!"

Leherku ngilu. Tercekiklah kerongkongan ini dan aku kian sulit bernapas. Ini lebih buruk rasanya daripada tersedak mie instan murahan. Apa aku akan mati lagi? Ataukah ini adalah jenis siksaan neraka yang akan kuterima setiap hari?

"Akkk! Tolo-,"

"Aegon! Hentikan!"

Seorang pria yang lebih tua dari kami masuk dan membentaknya. Pakaiannya juga serba hitam. Ia punya sepasang tanduk hitam bengkok yang nyaris sama dengan si pemuda. Meski dandanannya lebih sederhana, bentakan pria itu berhasil membuat pemuda bernama Aegon melepas cengkramannya dariku.

Aku tersungkur ke lantai. Tanganku memegangi leher yang masih nyeri. Mulut megap-megap berusaha meraih segala udara di sekelilingku. Sudah seperti ikan yang baru saja dibawa keluar dari air. Sedangkan pemuda bernama Aegon itu terengah memandangku dengan bengis. Kemarahan masih menaungi wajah itu.

Seorang yang lain masuk ke kamar.

"Nona Lysa!" ia berseru.

Kemudian gadis berpakaian hitam polos dengan celemek putih menghampiriku. Ia berusaha keras menenangkanku. Dalam pandanganku yang nyaris tak fokus, aku bisa melihat telinga kecil di kepalanya.

Apa yang sebenarnya terjadi? Apa orang-orang ini sedang menyiksaku dengan kostum Halloween? Sial.

"Kau sudah kelewatan, Aegon!"

Aegon berbalik kepada pria itu. Ia melangkah dekat, lalu bicara kepadanya begitu tajam.

"Dia pembunuh! Dia sudah membunuh Lyla! Aku tidak akan memaafkannya!"

Kemudian Aegon pergi meninggalkan kamar ini.

Si pria menghela napas, memandangku dengan lemah dan merasa bersalah.

"Lysa ... tolong maafkan Aegon. Beristirahatlah. Aku senang akhirnya kau sudah sadar. Akan kuminta dokter untuk memeriksa keadaanmu."

Aku belum menjawab apapun. Namun pria itu pergi dan sudah menutup pintu besar. Tinggallah aku dengan gadis yang kuduga bertelinga tikus ini.

"Nona Lysa ... Anda tidak apa-apa?" tanyanya memelas. "Nona harus kembali beristirahat, saya akan bawakan sup."

Aku menggeleng. Tubuhku gemetar hebat. Aku tak tahu betapa kejadian barusan membuatku begitu trauma. Ia memapahku ke kasur. Lalu gadis itu membetulkan selimutku. Setelah aku merasa lebih tenang, barulah aku angkat bicara.

"Maaf ... kau ... siapa?"

Ia nampak kaget. Wajahnya yang berbintik cemas memandangku.

"Nona ... ini saya! Hanna! Apa Nona tidak ingat?"

Sekali lagi aku cuma bisa menggeleng pelan.

Hanna menutupi mulutnya. Air matanya berkaca-kaca begitu pedih. Ia menggenggam tanganku.

"Astaga ... wahai Dewa ... ampunilah aku," ia terisak, namun berusaha menjelaskan padaku. "Nona jatuh saat mengendarai naga. Kepala Nona terbentur. Tuan Aegon membawa Nona kemari. Apa Nona tidak ingat?"

Aku cuma diam dalam kebingungan.

Aku? Jatuh? Naga? Aegon? Dia ngomong apa sih?

"Oh Dewa! Nona Lysa hilang ingatan! Ampunilah kami semua!"

Lalu gadis bernama Hanna itu menangis sesenggukan di samping kasur. Aku merasa iba.

"Maaf .... Aku tidak mengerti. Bisakah kau menjelaskan kepadaku ... siapa aku. Dan ... aku ada dimana?"

Ia menyeka air matanya.

"Nona ... Anda adalah Lysa Valerya, majikan saya. Anda satu-satunya wanita Klan Valerya yang tersisa. Sekarang ini kita ada di kastil Yang Mulia Raja Elron Valerya. Beliau yang baru saja menegur Pangeran Aegon, tunangan Anda. Apa Nona tidak ingat juga? Oh ... pasti Anda sangat tersiksa."

Ia menyeka air matanya. Mengiba kepadaku. Aku mengernyit. Seakan kepalaku mengenali nama itu.

Aegon Valerya.

"Tunggu ... kau bilang ... Aegon Valerya?"

Hanna mengangguk.

Seketika aku paham! Nama itu! Aegon Valerya.

Aku pasti sudah gila!

Benar! Kamar ini, pria itu, semua ini! Aku tahu! Aku pernah tahu soal ini semua!

Ini adalah dunia di dalam game gila yang kumainkan dengan Abigail!

'Jodoh Pangeran Naga'

Ya! Itu dia! Game berkencan yang aku dan Abigail mainkan di ponsel pintar kami. Pemuda itu, Aegon Valerya, adalah tokoh utama dalam permainan. Kami harus bisa membuatnya mengencani gadis-gadis lajang dari klan Animari berbeda-beda hingga akhirnya ia mengawini salah satunya. Animari adalah sebutan untuk mahluk manusia setengah hewan dalam game ini.

Jika itu terjadi, maka tercapailah 'Happy Ending.'

Tapi tidak semudah itu. Game ini sangat sulit. Karena setiap gadis lajang punya pria lajang yang akan menghalangi tujuan si tokoh utama. Terkadang terjadi pembunuhan di antara para pria lajang dan tokoh utama. Aegon bisa membunuh mereka, begitu pula sebaliknya. Bahkan bisa terjadi sang gadis lajang terbunuh dalam pertikaian itu. Pokoknya ini game yang sangat rumit! Banyak yang tidak bisa menebak akhir dari permainan ini.

Aku dan Abigail setuju bahwa Aegon Valerya adalah karakter utama yang sakit jiwa. Betul-betul tidak waras. Itulah mengapa game ini terasa sulit. Apalagi semua gadis lajang terasa hidup karena memiliki karakter AI-nya masing-masing. AI permainan ini juga bisa memunculkan alur-alur acak yang tidak terduga.

Tapi ... game itu selalu dimulai dengan adegan dimana tunangan Aegon Valerya mati. Gadis naga terakhir telah mati. Akhirnya Aegon Valerya memutuskan untuk meneruskan keturunannya dengan gadis dari klan lain.

"Ya, Nona Lysa. Pangeran Aegon Valerya ... beliau adalah tunangan Anda."

Jika aku tunangan Aegon ... maka ... seharusnya aku mati.

'Mampus!'

Déplier
Chapitre suivant
Télécharger

Latest chapter

Plus de chapitres

commentaires

Tuiza Gasoline
Tuiza Gasoline
อายุเกิน 28 แล้วจะเปิดให้อ่านได้ยังค่ะ
2024-12-29 23:51:22
0
0
46
บทนำ สายลับสาวสวย
ใบหน้าสวยจ้องมองไปยังชายตรงหน้าด้วยแววตายั่วยวน ริมฝีปากเล็กเอื้อนเอ่ยคำหวานออกมาพร้อมกับส่งแก้วไวน์ไปให้ชายหนุ่มตรงหน้า"ดื่มก่อนสิคะ เดี๋ยวเราจะได้ไปสนุกกันต่อ""หึ... ฉันอดใจไม่ไหวแล้วนะ"เจ้าพ่อมาเฟียร่างหนาดูกำยำยื่นมือไปโอบเอวของผู้หญิงที่นั่งอยู่ข้างๆ ด้วยใบหน้าหื่นกระหาย เขาอยากจะเชยชิมผู้หญิงตรงหน้าจะแย่แล้ว แต่ทว่าเธอยังคงเล่นตัวไม่ยอมให้เขาจัดการสักที"ใจเย็นก่อนสิคะ คุณจะรีบไปไหนล่ะ เราจะอยู่ด้วยกันทั้งคืนอยู่แล้วนี่คะ"หญิงสาวเอ่ยออกมาพร้อมกับส่งแก้วไวน์ไปให้เขายกขึ้นดื่มจนหมด ดูเหมือนว่าเจ้าพ่อมาเฟียจะดื่มแอลกอฮอล์ไปเยอะพอสมควร จึงทำให้ตอนนี้รู้สึกร้อนรุ่มเปลือกตาเริ่มหย่อน ปฏิกิริยาภายนอกเริ่มแสดงอาการง่วงซึมอย่างเห็นได้ชัดเจน เขาสะบัดหน้าไล่ความง่วงออกไป หันไปจ้องมองหญิงสาวที่ยิ้มมุมปากออกมาอย่างหื่นกระหาย และก่อนที่จะได้พูดอะไรเขาก็ล้มลงสลบเหมือดบนโซฟาเป็นที่เรียบร้อย"ปิดดีล..."หญิงสาวยิ้มมุมปากออกมาอย่างเจ้าเล่ห์ เธอขยับตัวลุกขึ้นล็อคประตูห้องให้แน่นหนา ก่อนจะเดินไปอีกฝั่ง ออกไปยังระเบียงห้อง จากนั้นพยายามปีนข้ามไปห้องข้างๆ ซึ่งเป็นห้องที่เธอจะต้องเข้าไปเอาความลับบ
Read More
บทที่ 1 เหนื่อย ท้อ
น้ำเสียงที่ดูแสนจะผิดหวังดังเล็ดลอดเข้ามาทำให้ผู้ใหญ่ทั้งสองคนที่อยู่ภายในบ้านเผลอได้ยิน ก่อนจะเบิกตากว้างจ้องมองใบหน้าของกัน และกันด้วยความตกใจ"ใบพัด! แกกลับมาตั้งแต่เมื่อไหร่""กลับมาตั้งแต่ที่ได้ยินพ่อกับแม่คุยกัน เรื่องที่เอาบ้านไปจำนอง หนูเพิ่งเอาบ้านออกมาจากธนาคารโดยใช้เงินไปเป็นล้าน ไม่ว่าหนูจะทำงานหาเงินมาได้มากมายขนาดไหน มันก็ไม่เพียงพอที่จะใช้หนี้ให้กับที่บ้าน"มือเล็กกำซองเงิน 200,000 บาทที่เพิ่งได้มาเอาไว้แน่น ทั้งชีวิตหาเงินได้ไม่รู้กี่ล้านบาท เสี่ยงเป็นเสี่ยงตายจนเอาตัวเองแทบไม่รอด แต่ทว่ากลับไม่เคยได้ใช้มันซื้อความสุขให้กับตัวเองเลย ต้องเอามาใช้หนี้ให้กับความไม่รู้จักพอของครอบครัว ติดหนี้การพนันมีอะไรก็เอาไปขายหมด ไม่รู้ว่าเวรกรรมตั้งแต่ชาติปางไหนถึงทำให้เธอตกอยู่ในชีวิตที่ลำบากมากมายขนาดนี้"แกฟังพ่อกับแม่ก่อนนะ พ่อแกนั่นแหละเอาบ้านไปจำนองแล้วก็ไปเล่นพนัน แม่ไม่รู้เรื่องเลยนะ""แต่แกก็เอาเงินส่วนหนึ่งไปกินเหล้ากับเพื่อนนะ จะมาโทษฉันฝ่ายเดียวได้ยังไง"สองสามีภรรยาหันไปทะเลาะกันต่อหน้าลูกสาว พวกเขาควรจะนึกถึงลูกให้มาก อาชีพของเธอเป็นงานที่เสี่ยงต่อชีวิตของตัวเอง และถ้าว
Read More
บทที่ 2 งานใหม่
ใบพัดขับรถออกมาที่บ้านของรุ่นพี่ที่สนิทสนมกัน และเขาเป็นคนคอยป้อนงานให้เธอทุกอย่าง เมื่อก่อนหญิงสาวเป็นตำรวจที่เก่งมาก แต่ทว่ารายได้กลับไม่เพียงพอที่จะดูแลครอบครัวได้ เธอจึงเลือกที่จะลาออก และผันตัวมาทำงานเป็นสายลับ แน่นอนว่าเป็นอาชีพพิเศษแต่ได้เงินเยอะมาก นึกสภาพถ้าเกิดว่าครอบครัวของเธอไม่ทำตัวแบบนี้ ป่านนี้เธอคงมีเงินมากพอที่จะตั้งตัว หาอาชีพอะไรเป็นหลักแหล่งได้โดยที่ไม่ต้องเดือดร้อนเรื่องเงินกริ่ง!หญิงสาวกดกริ่งอยู่ที่หน้าบ้านของรุ่นพี่ แค่เพียงไม่นานเขาก็เดินออกมาพร้อมกับใบหน้างัวเงีย หัวฟูเนื่องจากว่ายังไม่ได้หวีผมเลยด้วยซ้ำ เพราะ ณ เวลานี้เป็นเวลาเช้าตรู่ ซึ่งโดยปกติเธอจะไม่มาหาเขาที่นี่"อะไรของแกเนี่ยไอ้ใบ นี่มันเพิ่งจะกี่โมงกี่ยามทำไมแกมาแล้ว ปกติตื่นสายไม่ใช่เหรอ ทำไมสภาพเป็นแบบนั้นล่ะเกิดอะไรขึ้น อย่าบอกนะว่าพ่อแม่สร้างเรื่องอีกแล้ว"และเมื่อรุ่นพี่เห็นสภาพของรุ่นน้องก็รีบเอ่ยทักทายด้วยความเป็นห่วง เขารู้ว่าครอบครัวของหญิงสาวเป็นอย่างไร แต่ทว่ากลับช่วยอะไรไม่ได้ ทำได้เพียงแค่หางานดี ๆ ให้ทำ เธอจะได้มีเงินไปใช้จ่ายเกี่ยวกับครอบครัว แต่ดูเหมือนว่าทางนั้นจะไม่คิดสงสารลูกเลยแ
Read More
บทที่ 3 เด็กเสิร์ฟบนเรือสำราญ
ใบพัดขับรถมาถึงที่ท่าเรือของ Pandorica หญิงสาวฝากไว้กับโกดังรับฝากรถ จากนั้นก็หิ้วกระเป๋าเดินออกมายังท่าเรือ จ้องมองไปยังเรือสำราญลำใหญ่ที่จอดอยู่ตรงท่า ซึ่งตอนนี้กำลังลำเลียงขนของลงไปใต้ท้องเรือ โดยที่บรรดาลูกค้าทั้งหลายก็ขึ้นไปเชยชมบรรยากาศภายในนั้น หรูหราสมกับเป็นเรือราคาหลักหมื่นล้าน สิ่งอำนวยความสะดวกต่าง ๆ ภายในนั้นมีพร้อมทุกอย่าง ไม่รู้ว่าชาตินี้เธอจะมีโอกาสได้เป็นเจ้าของท่าเรือ และก็เรือสำราญแบบนี้หรือเปล่า ต้องทำบุญมามากมายขนาดไหนถึงได้เป็นเจ้าของสถานที่แบบนี้ได้"เฮ้อ!"เธอหยิบโทรศัพท์ขึ้นมาดูข้อความ แล้วตอนนี้คนรู้จักของพี่ชายคนสนิทให้เธอไปหาข้างในเรือสำราญ เธอเดินเข้าไปเรื่อย ๆ ก่อนจะเจอผู้หญิงคนหนึ่ง แต่งตัวชุดเดรสสีขาวดูเซ็กซี่ ยืนรออยู่ตรงหน้าทางเข้า"สวัสดีค่ะ ใช่พี่ปีโป้หรือเปล่าคะ"น้องชื่อใบพัดใช่ไหม"หญิงสาวพยักหน้าทันทีก่อนจะยกมือไหว้พี่ปีโป้ ซึ่งคนนี้คือคนที่รุ่นพี่ของเธอได้บอกไว้ ว่าเป็นคนรู้จักที่สนิทกัน และถ้าเธอจะเข้ามาทำงานที่นี่ก็ต้องผ่านผู้หญิงคนนี้ เพราะว่าเธอเป็นผู้จัดการที่บาร์ในเรือสำราญแห่งนี้"ใช่ค่ะ สวัสดีค่ะ""สวัสดีจ้ะ สวยใช้ได้เลยนะเนี่ยเรา ไปอยู
Read More
บทที่ 4 เล็งมาสักพักใหญ่
นายใหญ่แห่ง Pandorica หรือว่า ไมลส์ เวลลีย์ เจ้าของเรือสำราญแห่งนี้ นั่งอยู่ตรงโซฟาใหญ่ใจกลางบาร์สุดหรู เป็นที่นั่งโซน VIP ที่สามารถมองเห็นไปโดยรอบได้ชัดเจน และตั้งแต่ที่เขาเข้ามานั่งอยู่ข้างในนี้ สายตาก็ยังจ้องมองเด็กเสิร์ฟคนหนึ่งไม่มีหยุด อาจจะด้วยสีชุดที่ดูโดดเด่น ไหนจะผิวขาวผ่องใบหน้าจิ้มลิ้มดูสดใส บอกเลยว่าเขาถูกใจมากแต่ที่แปลกใจคือไม่เคยเห็นมาก่อน"โรเจอร์เด็กคนนั้นเป็นใคร พนักงานใหม่เหรอทำไมฉันไม่เคยเห็นมาก่อน""ดูเหมือนว่าจะมาทำพาร์ทไทม์แค่ครั้งนี้ น่าจะเป็นเด็กของปีโป้""อย่างนั้นเหรอ นายไปพามาดูแลฉันสิ ฉันชอบคนนี้"เขาจะได้ยินแบบนั้นก็โค้งตัวเล็กน้อย จากนั้นก็เดินเข้าไปยังโต๊ะที่มีปีโป้ ผู้หญิงอีกคนกำลังยืนอยู่คุยกับลูกค้าอยู่ และเมื่อเขาเข้าไปถึงก็ได้ยินผู้จัดการกำลังต่อรองกับลูกค้าเกี่ยวกับการซื้อดริงก์จากเด็กคนนั้นอยู่ และด้วยไหวพริบอันชาญฉลาดของลูกน้องคนสนิท จึงทำให้เขารีบเอ่ยออกมาทันที"ต้องขอโทษคุณลูกค้าด้วยนะครับ สำหรับน้องใบพัดในคืนนี้มีคนเหมาดริงก์ไปแล้ว 500ดริงก์ ถ้าคุณลูกค้าอยากจะซื้อดริงก์กับน้อง รอเป็นวันอื่นแล้วกันนะครับ"และดูเหมือนว่าคนที่ตกใจคนแรกน่าจะเป็นผู
Read More
บทที่ 5 หนึ่งล้านบาท
หญิงสาวรู้สึกได้เลยว่าผู้ชายตรงหน้าดูอันตรายเหลือเกิน แถมผู้คนที่นี่ยังดูเกรงใจเขาเป็นพิเศษ รวมถึงผู้จัดการ เพราะว่าเธอดูเหมือนจะมีใบหน้าเป็นกังวลตอนที่ใบพัดยินดีที่จะมาดูแลเจ้านายของคุณโรเจอร์ แต่ทว่าตอนนี้หญิงสาวกลับรู้สึกไม่อยากเข้าใกล้เขา และดูท่าทางจะอันตรายพอสมควร"ที่นี่เขามีกฎว่าแขกทำได้เพียงแค่จับมือแล้วก็โอบเดียวเท่านั้นนะคะ ใบคิดว่าน่าจะไม่ได้ค่ะ""ทำไมจะไม่ได้"ไม่พูดเปล่าเขายังยื่นมือมาเชยปลายทางของเธอเอาไว้ จ้องมองสบตาด้วยความกดดันคนอย่างไมลส์ ผู้ซึ่งอยากได้อะไรก็ต้องได้ โดยเฉพาะบรรดาผู้หญิงทั้งหลายที่เขาเล็งไว้ ไม่มีใครที่รอดพ้นจากเงื้อมมือของเขาไปได้ และผู้หญิงตรงหน้าก็เช่นกัน ถ้าเขาไม่ปล่อยไปเธอก็จะไปไหนไม่รอด"คุณต้องทำตามกฎนะคะ เป็นลูกค้าก็ต้องเคารพกฎของที่นี่ด้วย"เธอเอ่ยออกมาด้วยน้ำเสียงจริงจัง ไม่เคยคิดเลยว่าจะมีลูกค้าประเภทที่ดื้อหัวชนฝา ไม่ยอมทำตามกฎระเบียบของสถานที่ แต่เธอมั่นใจว่าทุกคนจะสามารถปกป้องได้ เพราะลูกค้าเป็นคนทำผิดกฎเอง"หึ... โรเจอร์ไปเรียกผู้จัดการมาสิ"เขาตะโกนออกไปให้ลูกน้องคนสนิทได้ยิน โรเจอร์ที่ได้ยินเจ้านายตะโกนบอกให้ไปเรียกผู้จัดการมา เขาก็โ
Read More
บทที่ 6 ฤทธิ์แอลกอฮอล์
ชายหนุ่มใช้มือหนาโอบรอบเอวหญิงสาวเอาไว้ มือข้างที่ว่างยกแก้วไวน์ขึ้นดื่มจนหมด ในตอนนี้เขากำลังซึมซับความหอมจากร่างกายของคนตัวเล็ก สัดส่วนน่าค้นหาส่วนเว้าโค้งดูดีทุกสัดส่วนส่วนจนเขาเริ่มจะอดทนไม่ไหว ยกไวน์ขึ้นดื่มจนหมดอีกแก้ว ก่อนจะขยับตัวลุกขึ้น และดึงหญิงสาวให้ลุกตามขึ้นด้วย"นายใหญ่จะกลับห้องแล้วเหรอครับ""อืม... เธอไปกับฉัน"เขาโอบรอบเอวหญิงสาวเอาไว้ จากนั้นก็พาเดินควงกลับไปยังห้องพักโซน VIP ที่อยู่ชั้นบนสุดของเรือสำราญ ที่ห้องนั้นเป็นมุมสูงสุดซึ่งบนระเบียงสามารถมองเห็นวิวเป็นมุมกว้าง และแน่นอนว่าสำหรับลูกค้าที่เงินถึงเท่านั้น จะมีโอกาสได้ขึ้นไปพักผ่อนข้างบนนั้น"คุณจะให้หนูค้างด้วยคืนนี้เลยเหรอคะ"ถึงแม้หญิงสาวจะยินยอมมีอะไรกับเขา แต่ก็ใช่ว่าเธอจะไม่รู้สึกกลัวอะไร ด้วยความที่ไม่เคยมีความสัมพันธ์กับชายใดมาก่อน จึงทำให้หญิงสาวรู้สึกกลัวแต่ทว่าเพื่อเงิน 1 ล้านบาท เธอจะยอมหลับหูหลับตาทำให้เสร็จ หลังจากที่เธอไถ่บ้านคืนได้แล้ว จะหนีไปให้ไกลที่สุด จะเริ่มต้นใหม่ และลืมเรื่องราวเลวร้ายในคืนนี้"ตั้งแต่คืนนี้จนกว่าที่เรือสำราญจะจอดที่ท่าเรือ เธอจะต้องอยู่กับฉันตลอด 24 ชั่วโมง ให้โอกาสในการ
Read More
บทที่ 7 พาทัวร์ห้อง VIP เรือสำราญ
ชายหนุ่มบังคับให้ใบพัดหันมามองเรือนร่างของตัวเอง เขามั่นใจว่าเป็นคนที่สุขภาพดีมาก ซิกแพคเป็นลอนใครเห็นเป็นต้องอิจฉา และการที่หญิงสาวทำเหมือนไม่อยากมอง เขายิ่งรู้สึกหงุดหงิดจึงอุ้มเธอมานั่งอยู่บนตักโดยที่หันหน้าเข้ามาหาตัว"ห้ามหันหน้าหนี"ไม่พูดเปล่าสายตาของเขายังจ้องมองเนินปทุมถันที่มียอดทับทิมสีชมพูตั้งตระหง่านชี้โด่อยู่ตรงหน้า เลียริมฝีปากของตัวเองก่อนจะโอบรอบเอวเธอ ดึงรั้งเข้ามาแนบชิดก่อนจะใช้ริมฝีปากดูดเม้มเม็ดทับทิมสีชมพูด้วยใบหน้าหื่นกระหาย"อ้าส์~ ยะ...อย่า"หญิงสาวไม่เคยถูกกระทำแบบนี้มาก่อน มันให้ความรู้สึกที่เสียวซ่านอย่างบอกไม่ถูก แต่อีกใจก็ยังรู้สึกเขิน ใบหน้าแดงก่ำค่อย ๆ หลับตาลง มือเล็กจับท้ายทอยของเขาเอาไว้สอดเข้าไปกำเส้นผมก่อนจะค่อย ๆ ร้องครางออกมาด้วยน้ำเสียงแหบพร่า"อื้อ เสียว... อ๊ะ~"เสียงดูดเม็ดทับทิมยังคงดังขึ้นไม่ขาดสาย และยิ่งหญิงสาวร้องครางเสียงดังมากเท่าไหร่ ชายหนุ่มก็ยิ่งดูดแรงมากขึ้นเท่านั้น แถมยังระรัวลิ้นใส่จนคนตัวเล็กร่างกายเกร็งสั่นสะท้าน สลับไปมาทั้งสองข้างก่อนจะลากไล่ริมฝีปากไปตามตามเนินอก"อ้า~""ไม่ไหวแล้ว เอาตรงนี้นี่แหละ"ชายหนุ่มไม่รอช้ารีบจับสะโ
Read More
บทที่ 8 รอวันเอาคืน
ในตอนนี้ใบพัดนอนซมอยู่บนเตียงนอนในสภาพเปลือยเปล่า หญิงสาวหายใจอย่างเหนื่อยหอบ เหมือนไปออกรบมาทั้งวันทั้งคืน สภาพของเธอในตอนนี้ไม่ต่างจากซอมบี้ เหมือนร่างไร้วิญญาณนอนหายใจรวยรินรอความตาย ไม่เคยคิดเลยว่าเขาจะเป็นคนเอาดุขนาดนี้ ตั้งแต่ก่อนหน้านี้ประมาณ 3 ชั่วโมง เขาพาเธอไปมีเซ็กซ์ด้วยกันทั่วห้อง ได้พักเพียงแค่แป๊บเดียวก็โดนอีกเรื่อยๆ ไม่คิดจะสงสารคนที่พึ่งมีเพศสัมพันธ์ครั้งแรกเลย"เธอทำดีมากสาวน้อย เดี๋ยวฉันจะให้ทิปเพิ่ม"ชายหนุ่มเดินมานั่งลงข้างเตียง บนตัวมีผ้าขนหนู 1 ผืนพันโดยรอบ ขยับใบหน้าเข้าไปใกล้หญิงสาว ใช้นิ้วเรียวเชยปลายคางของเธอขึ้นมาจ้องมอง ก่อนจะยิ้มมุมปากออกมาอย่างเจ้าเล่ห์"หิวไหม""ค่ะ"หญิงสาวเอ่ยออกไปเสียงสั่น มือเล็กกำแน่นด้วยความเคียดแค้นชายหนุ่มเป็นอย่างมาก เขาทำกับเธอขนาดนี้เงินเพียงแค่ล้านเดียวยังน้อยไปด้วยซ้ำ คอยดูเถอะถ้ามีโอกาสเธอจะเอาคืนให้สาสมเลย"หึ... เธอจะมาแค้นอะไรฉันล่ะ ยอมเองนิ""หนูก็ไม่ได้ว่าอะไรนี่คะ""งั้นเหรอ... เดี๋ยวให้ที่ร้านอาหารเอากับข้าวมาส่งให้ นอนพักผ่อนไปก่อนแล้วกัน ฉันจะออกไปอยู่ข้างนอกสักพักจะกลับมา"เขายื่นมือไปจับศีรษะหญิงสาวเอาไว้ ลูบไล้ไ
Read More
บทที่ 9 ผู้หญิงหน้าเงิน
และในที่สุดเขาก็ต้องยอมโอนเงินไปให้เธอ 5,000 บาทตามที่ร้องขอ ใบหน้าสวยในตอนนี้ยิ้มออกมาได้บ้าง ถึงแม้ว่าจะเสียความบริสุทธิ์ไปแต่ได้เงินมาเป็นล้านก็ถือว่าคุ้มอยู่ ส่วนเรื่องศักดิ์ศรีวางมันทิ้งลงก่อนแล้วกัน ท้ายที่สุดชีวิตก็ต้องดำเนินด้วยเงินไม่ใช่ศักดิ์ศรีอะไรทั้งนั้น"จะให้หนูทำอะไรให้อีกไหมคะ""ไม่เอาเว้ย นั่งอยู่เฉย ๆ เลยไม่ต้องทำอะไรทั้งนั้น ปล้นเงินเก่งชิบหายผู้หญิงอะไร"ชายหนุ่มทำหน้าเซ็ง ๆ ก่อนจะโอบรอบเอวเธอเข้ามานั่งชิดใกล้ หยิบรีโมทเปิด netflix ดูหนังในระหว่างที่ไม่รู้จะทำอะไร อีกอย่างเธอเพิ่งจะกินข้าวอิ่ม จับปล้ำตอนนี้เดี๋ยวจะช็อกตายเอา"กอดเอวหนูคิดเงินนะคะ""จะให้ฉันกอดดี ๆ หรือจะให้ขึ้นเตียงแล้วก็กระแทกแรง ๆ จนเช้าดี"และเมื่อถูกชายหนุ่มขู่แบบนั้นหญิงสาวก็เงียบเสียงลงทันที และนั่นทำให้นายใหญ่แห่ง Pandorica ยิ้มออกมาได้บ้าง ไม่มีอะไรจะไปต่อรองยัยนี่ได้นอกจากลากขึ้นเตียงอย่างเดียว คงเป็นวิธีลงโทษที่เธอน่าจะกลัวที่สุดแล้ว"ทำไมถึงมาทำงานที่นี่ได้""หนูเหรอคะ... ช่วงนี้ว่างค่ะก็เลยมาหาอะไรทำ รุ่นพี่แนะนำมาอีกทีหนึ่งบอกว่าเงินดี"เธอเอ่ยออกไปตามความเป็นจริง แต่ที่ไม่บอกชายหนุ่ม
Read More
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status