Masukรักของเธอกับเขา มันแค่เรื่องบังเอิญหรือเปล่านะ จากผู้ชายข้างห้องจะเป็นผู้ชายข้างกายได้ไหม ******* "ลุงต้นอะ แบมกำลังจะจีบหนุ่มอะ ถ้าลุงย้ายแบมหนีหนุ่มเมื่อไหร่แบมจะได้แฟน" นี่คือเหตุผลหลักของคนไม่อยากย้าย บุษกรผู้ตั้งใจเรียนตั้งแต่เด็ก เพราะพ่อแม่ พี่ชายบอกว่าไงนะ อ๋อ...พวกท่านบอกว่าตั้งใจเรียนก่อนอย่าเพิ่งมีแฟนเวลานี้ เด็กดีผู้เชื่อฟังพ่อแม่มาโดยตลอดเชื่ออย่างไม่ต้องสงสัยและคิดว่าเดี๋ยวเวลาจะพาแฟนมาเอง เวลาผ่านไปไวเหมือนโกหก ใกล้แล้ว ใกล้ได้แฟน? ใกล้ขึ้นคานต่างหาก อีกไม่ปีเธอจะอายุสามสิบ สามสิบที่บริสุทธิ์ผุดผ่อง อีกนิด...อีกนิดจะตันแล้ว รู้อะไรไม่เท่ารู้งี้ รู้งี้...จะมีแฟนก่อนแล้วค่อยตั้งใจเรียน
Lihat lebih banyakArdan menghela napas panjang, menatap wajah Ayunda yang terbaring lemah di ranjang rumah sakit. Lima tahun telah berlalu sejak malam tragis itu, dan selama itu pula ia menjadi satu-satunya orang yang setia menemani Ayunda. Setiap hari, ia memastikan adik iparnya mendapatkan perawatan terbaik. Ia mengurus segala kebutuhannya, mulai dari mengganti perban luka-lukanya, memijat tubuhnya agar otot-ototnya tidak kaku, hingga membacakan cerita di sampingnya dengan harapan Ayunda bisa mendengar dan suatu hari akan bangun.
Banyak orang yang mempertanyakan keputusannya. Bahkan ibunya sendiri pernah berkata, "Dia bukan istrimu, Dan. Kenapa kamu begitu keras kepala?" Tapi Ardan hanya tersenyum pahit. Ia tahu, perasaan yang ia miliki untuk Ayunda jauh lebih dalam dari sekadar tanggung jawab keluarga. Suaminya? Lelaki yang seharusnya ada di sini? Ia bahkan tak pernah datang setelah insiden itu. Sejak Ayunda terjatuh dan koma, pria itu seperti menghilang, tenggelam dalam kehidupannya sendiri dengan wanita yang telah dibawanya di malam pertama pernikahannya. Ardan masih ingat jelas malam itu. Tangisan Ayunda yang penuh luka, teriakan yang memenuhi rumah, dan akhirnya suara benturan keras yang membuat semua orang terdiam. Saat ia menemukan Ayunda tergeletak di dasar tangga, tubuhnya gemetar hebat. Rasa bersalah menghantamnya seperti ombak besar. Seandainya saja ia datang lebih cepat, seandainya saja ia bisa mencegah semuanya …. Tapi tak ada gunanya menyesali masa lalu. Yang bisa ia lakukan sekarang hanyalah menjaga Ayunda, setidaknya sampai wanita itu membuka matanya lagi. *** Malam itu, seperti biasa, Ardan duduk di kursi di samping ranjang Ayunda. Tangan besarnya menggenggam tangan Ayunda yang terasa dingin. "Ayunda … aku tahu kau pasti lelah. Tapi bisakah kau bangun sebentar saja? Aku ingin mendengar suaramu," bisiknya lirih. Tak ada jawaban, hanya suara mesin medis yang berbunyi pelan. Tapi Ardan tetap bertahan, seperti yang selalu ia lakukan selama lima tahun terakhir. Yang tidak ia sadari, jemari Ayunda yang berada dalam genggamannya sedikit bergerak. Hal kecil yang bisa saja luput dari perhatian, tapi cukup untuk mengubah segalanya. Ardan masih terpejam saat jemari Ayunda bergerak untuk kedua kalinya. Awalnya hanya sedikit, lalu semakin jelas. Ia terlalu lelah untuk menyadarinya, pikirannya masih terjebak dalam keputusasaan yang selama ini ia pendam. Namun, suara lirih yang hampir tak terdengar membuatnya tersentak. "Ar … dan .…" Jantungnya seakan berhenti berdetak. Dengan mata melebar, ia menatap Ayunda yang kelopak matanya mulai bergerak, napasnya sedikit tersengal. "Ya Tuhan … Ayunda?" Suaranya bergetar, tak yakin apakah ini mimpi atau kenyataan. Ia menggenggam tangan Ayunda lebih erat, memastikan bahwa yang ia lihat bukan sekadar halusinasi yang selama ini menghantuinya. Kelopak mata Ayunda perlahan terbuka. Cahaya lampu rumah sakit membuatnya menyipit, sementara kesadarannya masih samar-samar. Napasnya berat, bibirnya pecah-pecah, tapi ia tetap berusaha mengeluarkan suara. "Di … di mana aku?" Air mata yang selama ini ditahan Ardan akhirnya jatuh. Lima tahun ia menunggu momen ini, lima tahun ia berdoa agar Ayunda kembali. "Kau di rumah sakit, Ayunda … aku di sini," jawabnya cepat, suaranya dipenuhi emosi yang tak bisa ia sembunyikan lagi. Ayunda mencoba menggerakkan tubuhnya, tapi semuanya terasa kaku. Kepalanya sakit, pikirannya kosong. Ia berusaha mengingat, tapi yang muncul hanya kepingan-kepingan ingatan yang tak utuh. Lalu, seperti kilatan petir di kepalanya, satu nama muncul. "Mahesa .…" Ardan langsung membeku. Nama itu … nama lelaki yang seharusnya ada di sini, yang seharusnya menunggunya bangun, bukan dirinya. Ada sesuatu yang menyesakkan di dadanya, tapi ia tetap tersenyum. "Jangan pikirkan apa pun dulu. Istirahatlah," katanya lembut, menenangkan. Ayunda menatapnya dengan mata lemah, seakan ingin bertanya banyak hal. Namun, tubuhnya terlalu lelah untuk itu. Tak butuh waktu lama hingga matanya kembali tertutup, tapi kali ini bukan dalam kegelapan koma—melainkan hanya tidur biasa. Ardan menghela napas panjang, mengusap wajahnya yang basah. Ia seharusnya bahagia, tapi ada ketakutan yang menghantuinya. Setelah lima tahun, Ayunda akhirnya kembali. Tapi apakah ia siap menghadapi kenyataan bahwa ingatan tentang Mahesa masih ada dalam benaknya? Bahwa mungkin, begitu ia pulih, yang pertama kali ia cari adalah pria itu—bukan dirinya? Ardan menggenggam tangan Ayunda sekali lagi, kali ini lebih erat. Ia tahu, perjalanannya belum selesai. Justru, semuanya baru saja dimulai. Ardan terdiam, pikirannya kembali ke masa lalu, ke awal pertemuannya dengan Ayunda. Ia ingat betul bagaimana keluarganya menentang pernikahan Mahesa dengan gadis itu. Bukan karena Ayunda memiliki sifat buruk, melainkan karena ia berasal dari keluarga sederhana yang dianggap tidak pantas masuk ke dalam keluarga mereka. Awalnya, Ardan tidak peduli. Ia menganggap itu hanya drama yang akan berlalu dengan sendirinya. Tapi seiring waktu, ia mulai menyadari betapa tidak adilnya perlakuan Mahesa terhadap istrinya sendiri. Mahesa, dengan sikap playboy-nya, sama sekali tidak memperlakukan Ayunda sebagai seorang istri. Ia tetap menjalani kehidupannya yang bebas, sementara Ayunda dibiarkan begitu saja—terisolasi, tanpa kasih sayang, tanpa perlindungan. Di tahun kedua Ayunda koma, dalam keadaan mabuk, Ardan melakukan kesalahan terbesar dalam hidupnya. Ia memasuki kamar Ayunda, duduk di tepi ranjang, menatap wajah gadis yang tak berdaya itu. Dalam pikirannya yang kabur oleh alkohol, ia bertanya-tanya mengapa Mahesa tak pernah menjenguk istrinya sendiri. Tanpa sadar, dorongan yang selama ini ia pendam mengambil alih. Dan saat itu terjadi, ia menyadari sesuatu yang membuatnya terkejut—Ayunda masih suci. Mahesa, playboy yang selalu membanggakan petualangan cintanya, ternyata tidak pernah sekalipun menyentuh Ayunda. Kesadaran itu seharusnya menghentikannya, seharusnya membuatnya tersadar bahwa apa yang ia lakukan adalah sebuah dosa besar. Tapi, bukannya berhenti, ia justru semakin tenggelam dalam kesalahan itu. Ayunda menjadi candunya. Setiap malam, ia kembali, menikmati tubuh yang tak bisa melawan, menciptakan dunia di mana hanya ada dirinya dan wanita yang seharusnya tidak ia sentuh. Dan kini, Ayunda terbangun. Ardan menatap wajahnya yang mulai menunjukkan tanda-tanda kehidupan. Rasa bersalah menghantamnya seperti gelombang besar, tapi di balik itu ada ketakutan yang lebih dalam. Apa yang akan terjadi jika Ayunda menyadari semuanya? Jika ia mengetahui bahwa kehormatannya telah direnggut bukan oleh suaminya, melainkan oleh kakak iparnya sendiri? Apakah setiap malam jika dirinya melakukan Ayunda bisa merasakan? Apakah Ayunda bisa mendengar? Rasa dilema menghampiri Ardan. Selama ini dirinya terlalu naif menganggap jika Ayunda tetap akan menjadi miliknya. Tapi, sekarang dirinya harus disadarkan dengan wanita itu yang sudah sadar dari komanya. Mungkin saat ini Ayunda belum sadar, belum mengingat apa pun. Tapi waktu akan terus berjalan, dan ketika semuanya kembali padanya. Apakah Ardan siap menerima kebenciannya?เขาเองก็สุขไม่ต่างจากเธอเสียงครางต่ำในลำคอของเขาดังตลอดในจังหวะที่ทั้งคู่ยังสอดประสาน กายทั้งสองแนบสนิท รสจูบเร่าร้อนยิ่งปลุกเร้าความต้องการของนนท์ให้สูงขึ้นอารมณ์เขาจะขึ้นสูงทุกครั้งเมื่อได้จูบ โดยเฉพาะจูบกับเธอคนนี้ หลงใหล รักใคร่หรือติดใจ ยากจะนิยามความสัมพันธ์ของทั้งคู่ได้ หากแต่ทั้งเขาและเธอรู้ดีว่าความรู้สึกทั้งหมดที่ว่ามาคือส่วนประกอบของคำว่า ‘รัก’“เรารักเธอ แอลี่”“อื้อ...อ๊า...เราก็รักเธอ นนท์”บทสรุปของการขอเลี้ยงแมวโดนปัดตกเป็นที่เรียบร้อยเพราะนนท์เหมาะแก่การทำลูกมากกว่าการเลี้ยงลูกหนึ่งสัปดาห์ต่อมา “ลูกกูทำไมผอมหมดเนี่ย” พอภัทรโวยวายวันที่มารับลูก ๆ กลับบ้าน “ผอมห่าอะไร ลูกมึงอ้วนเกินไปต่างหาก กูเนี่ยซื้อลู่วิ่งแมวมาให้ หัดออกกำลังกายบ้าง จากแมวจะกลายเป็นหมูแล้ว” นนท์ผู้รักสุขภาพบ่นอย่างใส่อารมณ์ “เมี้ยว เมี้ยว เมี้ยว” เสียงลูก ๆ ทั้งสามตัวของพอภัทรรีบฟ้องว่าสิ่งที่เด็กต้องเจอตลอดทั้งสัปดาห์คืออะไรบ้าง หากแต่พอภัทรเป็นมนุษย์ไม่เข้าใจภาษาแมว “ชอบกันเหรอ ได้ ๆ เดี๋ยวพ่อเอาลู่วิ่งกลับบ้านด้วย” “เมี้ยว เมี้ยว” ‘พอลลี่ไม่
บทที่ 7 เลี้ยงลูกเพื่อนสองหนุ่มสาวมองหน้ากันอย่างเหนื่อยใจเมื่อเพื่อนรักอย่างพอภัทรพาลูก ๆ สี่ขาทั้งสามมาฝากเลี้ยง“สองผัวเมียนั่นหนีเที่ยวอีกแล้ว” นนท์เอ่ยอย่างเหนื่อยใจ งานการไม่ทำบ้างหรือไงนะ เที่ยวเก่งทั้งผัวทั้งเมีย ไหนใครเคยบอกว่าไม่ชอบออกไปไหนไง“เห็นบอกว่าไปเยี่ยมญาติหมอแบมที่เชียงใหม่” แอลี่พูดพร้อมทั้งอุ้มเจ้าแมวขนสีขาวปุกปุยขึ้นอุ้ม“พอลลี่คิดถึงมามี้ไหม”“เมี้ยว เมี้ยว” เจ้าแมวผู้รู้หน้าที่ร้องตอบคนอุ้มทันที“น้องเสือน้องแพมตามลุงมาเร็ว” นนท์เรียกแมวทั้งสองตัวให้เดินตาม เจ้าแมวทั้งสองตัวก็ฉลาดเกินคนเมื่อวิ่งตามคนเรียก“เมี้ยว เมี้ยว” ‘เปียก เปียก’ หากใครสักคนฟังที่แมวทั้งสองเข้าใจคงรู้ว่าเวลานี้เจ้าแมวทั้งสองกำลังร้องขออาหารเปียก“เราต้องทำลูกแล้วไปให้พวกนั้นเลี้ยงบ้างแล้ว” นนท์ว่า คุณหมอสาวได้แต่สั่นหัวกับความคิดนั้น“อยู่กันสองคนให้รอดก่อนไหม”“แรงอะ” นนท์ว่าพาดแขนบนไหล่มนของแฟนสาว“ตั้งแต่เป็นแฟนกันมีวันไหนปกติบ้าง พอใจเอย เฮียภามเอย แต่ละคนญาตินนท์มีแต่น่ากลัว”เมื่อไม่กี่วันก่อนคุณหมอสาวเพิ่งโดนเฮียภามลูกพี่ลูกน้องของนนท์มาหลอกว่าเป็นเจ้าหนี้เงินกู้นอกระบบของนนท์ ชีว
“ ฮือ พอใจสงสารคุณจริง ๆ พี่นนท์นะพี่นนท์พอมาทำงานไกลบ้านก็เจ้าชู้แบบนี้ทุกที” ใบหน้างามของคนตัวเล็กสลดเศร้าลงอย่างเห็นได้ชัด“เธอพูดเรื่องอะไร” แอลี่ถามอย่างไม่เข้าใจ“ฉันกับพี่นนท์แต่งงานกันแล้วค่ะ ตอนนี้ฉันกำลังท้องลูกของเขา” คนตรงหน้ายื่นแผ่นฟิล์มอัลตราซาวนด์ให้คนที่ยืนนิ่งค้าง“ไม่จริง!” ปากบอกว่าไม่จริงแต่แอลี่ก็ยื่นมือรับฟิล์มนั้นมาดูอย่างอยากรู้“เราสองคนสนิทกันตั้งแต่เด็กและแต่งงานตั้งแต่พอใจยังเรียนมหาวิทยาลัยค่ะ พอใจขอโทษแทนพี่นนท์ด้วยนะคะ ที่หลอกคุณ พี่นนท์ทำตัวไม่น่ารักเลยพอใจต้องตามเช็ดตามล้างให้ตลอด”แอลี่ไม่รู้จะตกใจกับเรื่องอะไรก่อนดี ระหว่างผู้หญิงคนนี้กำลังท้องกับแฟนของเธอ หรือจะตกใจเรื่องที่เธอเพิ่งกลายเป็นเมียน้อย หรือตกใจเรื่องที่ผู้หญิงคนนี้ขอโทษแทนผู้ชายและไม่คิดโกรธผู้ชายที่ได้ชื่อว่าเป็นสามีซึ่งกำลังนอกใจ“น้องชื่อพอใจใช่ไหม”“ค่ะ พอใจ”“น้องควรรักตัวเองนะ ไม่ใช่รักแต่ผู้ชาย”“พอใจรักพี่นนท์ค่ะ คุณจะเอาเงินเท่าไหร่คะ ค่าเสียหาย เอ่อ อย่าว่าอย่างนั้นอย่างนี้เลยนะคะ พอใจไม่อยากให้เราติดค้างกัน สิบล้านพอไหมคะ” คุณหมอสาวตาเบิกกว้าง ตกใจกับจำนวนเงินและความคิดของอี
“กินไม่ได้ครับเสือ” นนท์บอกกับแมวจอมตะกละของเพื่อน“เมี้ยว! เมี้ยว!” เสืออยากกิน เจ้าแมวน้อยร้องบอกแต่ไม่มีใครเข้าใจภาษาแมวสักคน เจ้าแมวตัวเริ่มอ้วนจึงต้องเดินคอตกกลับบ้านพร้อมกับเจ้านายทันทีที่ถึงบ้านแฟนหนุ่มผู้ไปหาข่าวจากบ้านอีกซอยรีบรายงานเมียรักทันที“แบมจ๋า เป็นอย่างที่แบมว่าจริง ๆ ไอ้นนท์มันจีบแอลี่อยู่”“เห็นไหมแบมว่าแล้วเชียว”“ขอรางวัลค่าข่าวหน่อย” คนอยากได้รางวัลค่าข่าวยื่นปากจู๋ออกมาอยากได้จุ๊บจากเมียรักเป็นรางวัล“เมี้ยว เมี้ยว” อยากกินปลา มีแมวอีกตัวที่ไปหาข่าวด้วยกันกับพ่อพอร์ชอยากได้รางวัลแต่เมื่อสองปากของคู่ผัวเมียตัวแซ่บประสานกันเท่านั้น นัวเนียกันสักพักก็ตีหัวเข้าห้องปล่อยให้แมวเกือบอ้วนร้องอยากกินปลาโดยไม่มีใครสนใจ“เมี้ยว เมี้ยว” ‘ปลาตัวใหญ่ไหม’ พอลลี่แมวสีขาวขนฟูฟ่องนอนเกียจคร้านอยู่บนโซฟาเอ่ยถาม“เมี้ยว เมี้ยว” ‘เท่าผนังเลย ใหญ่มาก’“เมี้ยว เมี้ยว” ‘ระวังโดนปลากิน’ เสียงของพอลลี่ทำน้องเสือขนหัวลุก เขาลืมไปได้อย่างไรปลาใหญ่ขนาดนั้นต้องกินแมว แทนที่แมวจะกิน“เมี้ยว เมี้ยว” ‘พี่เสือเป็นไรคะ’ แมวสาวอย่างน้องแพมเดินเข้ามาคลอเคลียเสือ แมววัยหนุ่มใหญ่นอนหงายท้องให้แมว
“แล้วมาทำให้อยากทำไม” เธอหันหน้ากลับมากอดคนที่ปลุกอารมณ์กัน ซุกหน้ากับอกกว้าง เสียงหัวเราะเบา ๆ ของคนตัวโตดังอยู่ข้างหู เขาดึงเธอมากอดแนบ-อก ไอหนาวบนดอยอินทนนท์คงทำอะไรเขาทั้งสองคนไม่ได้เลยสินะ“แม่กับพ่อเราก็ทำเราในเต็นท์นี่แหละ พ่อจะให้ชื่อเต็นท์แต่แม่ไม่ยอม สุดท้ายก็เลยให้เราชื่อนนท์เพราะทำเราบน
ผู้ชายที่เธอแอบรักคบหากับผู้หญิงที่เขาแอบรักมานานผู้ชายที่ชอบเธอก็มีคนรักไปแล้วส่วนเธอมีวันไนต์สแตนด์กับเพื่อนของเพื่อน ครั้งแรกและครั้งเดียว ปีนี้เป็นปีแห่งการเปลี่ยนแปลง เธออยากลองทำอะไรใหม่ ๆ บ้างอย่างเช่นการมาเที่ยวคนเดียว ท่ามกลางคนที่มาเป็นครอบครัวหรือมาพร้อมกับคนรักคุณหมอสาวยกกล้องถ่ายรูป
“เจ็บ”“ขอเธอตีบหรือเปล่าเนี่ย”เขาควรโทษตัวเองมากกว่าที่จะมาโทษเธอว่าตีบตัน ครั้งแรกใครจะหลวมโคร่งกันเล่า“เราไม่เคย เธอเบา ๆ หน่อย”“อย่าเกร็งสิ” เสียงถกเถียงของเขาและเธอดังอยู่สักพักจากนั้นทุกอย่างก็เริ่มเข้าที่และเข้าทาง การขยับโยกเริ่มดีขึ้นและดีขึ้นเสียงหวานครางกระเส่าเพราะความเสียว ร่างทั้ง
“ดีนะที่เขาแจก” นนท์พึมพำ อุปกรณ์ป้องกันนี้เขาได้รับแจกที่ร้านเหล้าเมื่อคืนก่อน ไม่คิดว่าต้องได้ใช้มันเสียด้วยซ้ำ“แอล...”“อื้ม...” มือบางจิกผ้าห่มไว้แน่น เขาทำให้เธอโก้งโค้งในท่านอนตะแคงโดยที่มีเขาจ้วงแทงเข้าจากด้านหลัง ความลึกไม่ต่างกับท่าด็อกกี้ มือหนาจับเอวเธอไว้แน่น เขาสอดกระแทกในบางจังหวะแต่