ログインฉันได้รับวิดีโอลามกมา “คุณชอบแบบนี้ไหม?” ผู้ชายที่กำลังพูดอยู่ในวิดีโอนี้คือมาร์ค สามีของฉันเอง ฉันไม่ได้เจอหน้าเขามาหลายเดือนแล้ว เขาเปลือยกายล่อนจ้อน เสื้อและกางเกงวางเกลื่อนกลาดอยู่บนพื้น เขาพยายามดันมังกรยักษ์เข้าไปในร่างกายผู้หญิงคนหนึ่งที่มองไม่เห็นหน้า หน้าอกอันอวบอิ่มและกลมกลึงกระเด้งกระดอนอย่างแรง ฉันได้ยินเสียงกระแทกกระทั้นในวิดีโอนั้นอย่างชัดเจน ผสมกับเสียงครวญครางและคำรามอันเร่าร้อน “นั่นแหละ แบบนั้นแหละ กระแทกมาแรง ๆ เลยที่รัก" ผู้หญิงคนนั้นโต้ตอบด้วยร้องครางอย่างมีความสุข “ยั่วสวาทจริง ๆ เลยนะ!” มาร์คลุกขึ้นยืนแล้วพลิกตัวเธอให้คว่ำลง พร้อมตบก้นเธอและพูดว่า "เอนก้นขึ้นมา!” ผู้หญิงคนนั้นหัวเราะอย่างแผ่วเบา พลิกตัวคว่ำลง ส่ายก้นไปมา แล้วนอนคุกเข่าอยู่บนเตียง ฉันรู้สึกเหมือนมีคนเทน้ำในกระติกน้ำแข็งราดรดมาบนหัว การที่สามีนอกใจก็แย่พออยู่แล้ว แต่ที่แย่ยิ่งไปกว่านั้นก็คือผู้หญิงคนนั้นคือเบลล่า ผู้เป็นน้องสาวของฉันเอง *** “ฉันต้องการหย่า มาร์ค" ฉันพูดซ้ำเผื่อเขาไม่ได้ยินที่ฉันพูดในครั้งแรก ถึงแม้ว่าฉันจะรู้ว่าเขาได้ยินอย่างชัดเจนก็ตาม เขาจ้องมองฉันด้วยสีหน้าบูดบึ้ง ก่อนจะตอบอย่างเย็นชาว่า "นี่ไม่ใช่เรื่องที่คุณจะเป็นคนตัดสินใจเอง! ผมกำลังยุ่งอยู่นะ อย่ามารบกวนเวลาของผมด้วยเรื่องน่าเบื่อแบบนี้อีก หรืออย่ามาพยายามเรียกร้องความสนใจจากผมด้วย!” สิ่งสุดท้ายที่ฉันจะทำก็คือการโต้เถียงหรือทะเลาะกับเขา “ฉันจะให้ทนายความส่งเอกสารหย่าให้คุณเอง" ฉันพูดออกไปอย่างใจเย็นที่สุดเท่าที่จะทำได้ หลังจากนั้นเขาก็ไม่ได้พูดอะไรอีกเลย แล้วเดินเข้าประตูตรงหน้าไป พร้อมทั้งกระแทกประตูอย่างแรง ฉันจ้องมองลูกบิดประตูอย่างเหม่อลอย ก่อนจะดึงแแหวนแต่งงานออกจากนิ้วแล้ววางไว้บนโต๊ะ
もっと見る"Jok, kamu emang ojek, tapi kamu baik banget. Anterin aku ya, tiap hari, nanti bayarannya uang sama ada deh, bayaran khusus, plus-plus kok!"
Setiap wanita yang ditemui Joko, hampir selalu seperti itu. Entah itu gadis desa, wanita lajang, hingga para janda kesepian.
Usianya dua puluh lima tahun. Ia memiliki wajah tampan dengan garis tegas, tubuh kekar hasil kebiasaannya berolahraga, serta pembawaan santai yang memancarkan pesona alami. Senyumnya mudah membuat orang merasa nyaman, sementara sikapnya yang sederhana justru membuatnya tampak menarik di mata banyak wanita. Banyak wanita menganggap Joko hanya pemuda tampan dengan pesona sederhana. Namun, jika mereka mengetahui sisi lain dari dirinya, sesuatu yang jauh lebih menarik dari sekadar penampilan, mungkin mereka akan benar-benar tergila-gila padanya. ==== Di jalanan pedesaan, Joko terlihat mengendarai motor tuanya dengan kecepatan sedang. Angin sore berembus pelan menerpa wajah pria itu tampak lesu tak ada semangat sama sekali. "Huh... sampai sore begini baru dapet dua penumpang! pada ke mana yah... kok sepi banget sih," gerutu Joko dengan nada mengeluh. Ia menghela napas panjang. Namun beberapa saat kemudian, ekspresi wajahnya berubah, seolah mencoba membangkitkan kembali semangatnya yang hampir padam. "Joko, kamu gak boleh ngeluh! harus tetap semangat, demi masa depan yang cerah!" dia menasihati dirinya sendiri. Walaupun ia sekarang hanya sekedar tukang ojek di desa, Joko menyimpan impian besar di hatinya. Ia ingin sukses, hidup berkecukupan, bergelimang harta, seperti orang-orang sukses di luar sana. "Biar lebih semangat, mending ngopi dulu ahh, di warung Bu Sinta, yang cantik itu," ucap Joko sambil menyunggingkan senyuman nakal. Joko melajukan motornya ke lokasi warung yang ia maksud. Tak lama kemudian, Joko tiba di tempat tujuan. Begitu ia berhenti dan turun dari motor, seorang wanita dewasa cantik menyambutnya dengan senyum hangat dari balik meja warung "Eh, Joko...udah dapet berapa penumpang, hari ini?" ucap Bu Sinta dengan nada hangat. "Lagi sepi bu..." balas Joko dengan nada penuh keluhan. "Gak apa-apa, namanya kerja ~ seperti itu...kadang rame, kadang juga enggak...yang penting kamu tetap semangat!" Bu Sinta menasihati. "Kalo itu, selalu bu!" balas Joko dengan pasti. "Si tampan ini akan tetap semangat, sampai kapanpun!" lanjutnya sambil menepuk-nepuk dadanya ~ tampak meyakinkan. Tatapan wanita itu tertuju pada Joko dengan sorot penuh kekaguman, disertai percikan panas yang sulit disembunyikan. Ia mengagumi Joko yang selalu tampak bersemangat dan ceria, meski hidupnya tidak mudah. Namun, di balik kekaguman itu, terselip pula gairah halus saat ia memandang pria tersebut ~ ketampanan wajah dan kegagahan tubuh Joko seakan memiliki daya tarik yang sulit diabaikan olehnya. "Bu... aku mau kopi hitam!" ucap Joko dengan nada riang. "Jangan pakai gula... soalnya udah manis kalau ngopinya sambil lihat Bu Sinta, hehe," Joko tertawa kecil. "Ah, bisa aja..." Bu Sinta pura-pura tersipu. "Jangan godain aku! aku ini istri orang lho..." Bu Sinta mengingatkan dengan nada main-main. Joko hanya terkekeh, tak berkata apapun lagi. Tapi matanya terus menatap Bu Sinta yang sedang membuatkan kopi untuknya. Wanita itu memiliki wajah yang sangat cantik dengan kulit putih mulus yang tampak bersinar diterpa cahaya sore. Parasnya lembut, namun ada terselip sedikit kegenitan di sorot matanya, menciptakan pesona godaan yang begitu alami. Tubuhnya matang dan menggoda. Lekuk tubuhnya terbentuk sempurna, dengan payudara besar 38E+ dan pinggul montok yang berayun anggun setiap kali ia bergerak. Posturnya memancarkan pesona kewanitaan yang sangat menggairahkan, yang membuatnya lebih menonjol di pandangan para pria. "Bu Sinta, begitu cantik dan menarik, tapi sayangnya ~ punya suami yang bejat!" gumam Joko di dalam hati. Wanita secantik Bu Sinta seolah tidak beruntung dalam urusan rumah tangga. Ia harus menjalani kehidupan bersama seorang suami yang dikenal sebagai pemabuk, gemar berjudi, dan sering bersikap kasar kepadanya. Kehidupan yang seharusnya penuh kebahagiaan justru berubah menjadi beban yang harus ia pikul setiap hari. Namun, Bu Sinta tidak jauh berbeda dengan Joko ~ ia sangat pandai menyembunyikan kesulitannya. Setiap hari ia selalu tampak ceria, menebarkan senyum hangat kepada siapa pun yang datang. Tak ada yang menyangka, di balik keceriaan itu tersimpan kepedihan dan beban berat yang diam-diam terus ia pikul seorang diri. Saat Bu Sinta selesai membuat kopi, Joko buru-buru mengalihkan pandangannya ke arah lain. "Nih....sudah jadi!" ucap Bu Sinta sambil menyajikan segelas kopi itu di hadapan Joko. Setelah itu ia duduk menghadap ke arah Joko. Joko mengeluarkan sebungkus rokok dari kantung celananya, mengambil satu batang, lalu menyalakannya. Joko menghembuskan asap rokok, lalu meraih cangkir kopi di hadapannya dan menyeruputnya. "Ahh...memang paling nikmat kalau ngerokok sambil ngopi, apalagi kopinya di buatkan Bu Sinta," ucap Joko dengan nada setengah bercanda. "Kamu... sangat bermulut manis," ujar Bu Sinta sambil menyunggingkan senyuman tipis. Joko terkekeh pelan. Saat Bu Sinta sedang menatap Joko ~ tiba-tiba sebuah ide yang mungkin bisa membantu usaha Joko terlintas di benaknya. “Joko… aku punya saran untukmu,” ucap Bu Sinta dengan nada lebih serius dari biasanya. “Saran apa tuh?” tanya Joko santai sambil meletakkan cangkir kopinya. “Daripada kamu terus berkeliling mencari penumpang atau hanya mengandalkan yang memanggilmu, mending kamu mangkal saja di satu tempat,” ujar Bu Sinta. "Tapi kamu harus mangkal di tempat yang memiliki potensi besar untuk dapat penumpang." Joko menghela napas panjang. Saran Bu Sinta sebenarnya sudah pernah terlintas di pikirannya. “Aku juga pernah berpikir begitu… tapi sampai sekarang belum menemukan lokasi yang cocok,” ucap Joko dengan nada berat. Bu Sinta tersenyum tipis, lalu menunjuk ke arah sisi warungnya. “Kenapa kamu gak mangkal saja di samping warung ini? Tempatnya cukup strategis untuk mencari penumpang. Warga di kawasan sini, biasanya suka menunggu ojek lewat di sini, dan ada juga SMA, saat jam pulang sekolah ~ sangat banyak siswa yang gak bawa kendaraan, butuh ojek untuk pulang,” Bu Sinta menjelaskan dengan sabar. "Tapi...di sekitar sini sudah banyak tukang ojek," ucap Joko ragu. "Pangkalan ojeknya juga gak jauh dari sini, kalau anak SMA pulang sekolah, pasti ~ banyak ojek yang datang mencari penumpang." Bu Sinta baru ingat di sini memang banyak tukang ojek. Namun, sebuah ide kembali terlintas di benaknya. "Joko... kamu gak perlu takut kalah saing dengan ojek yang lain! kamu memiliki wajah tampan, tubuh gagah, dan sikap yang gampang bergaul, kamu bisa pakai itu menjadi modal untuk menarik penumpang," ucap Bu Sinta dengan nada serius. "Apa lagi... penumpang wanita! pasti kamu sangat di minati mereka," ucap Bu Sinta dengan nada pelan namun terdengar menggoda. Joko memikirkan kata-kata wanita itu. Meskipun terdengar seperti lelucon, ia tahu ucapan tersebut bukanlah lelucon dan sangat masuk akal. Seketika, sorot matanya berbinar. Sebuah harapan baru tampak terpantul di kedua matanya. “Ide Bu Sinta ~ sepertinya layak di uji!” ucap Joko penuh semangat. Senyum cerah pun langsung menghiasi wajahnya. Melihat Joko menerima sarannya, hati Bu Sinta ikut terasa senang. “Kalau begitu, mulai besok kamu mangkal di sini saja,” ujar Bu Sinta tegas, namun dengan nada hangat. Joko mengangguk mantap, seolah telah menemukan secercah harapan untuk masa depannya. “Aku yakin… dengan ketampananmu itu, kamu bisa menarik banyak penumpang wanita, apalagi para siswi SMA ~ soalnya mereka sangat pemilih,” lanjut Bu Sinta sambil tersenyum menggoda. "Dan Ingat, kamu harus membuat penumpang nyaman... kalau mereka nyaman, mungkin bisa jadi langganan nantinya!" "Oke siap! aku akan melakukannya!" balas Joko tegas dan penuh semangat. Joko sudah memiliki ide agar dia bisa menarik para penumpang. Mata Joko memandang ke arah Bu Sinta dengan sorot menggoda. “Bu Sinta, aku rasa… Bu Sinta perhatian banget sama aku. Jangan-jangan Bu Sinta suka yah ~ sama aku?” tanya Joko dengan nada main-main. Bu Sinta langsung terkejut dan salah tingkah. “E-eh, enggak gitu! Kamu ini ada-ada saja. Aku sudah punya suami, mana mungkin berpikir kayak gitu!" ucapnya kaku sambil memalingkan wajah. Ekspresi Joko semakin nakal saat melihat reaksinya, ia mengambil keputusan untuk mengambil langkah lebih berani lagi, lalu ia berkata dengan suara pelan penuh godaan. "Serius nih...? kalau suka bilang aja! gak usah malu-malu gitu. Aku tahu kok! Bu Sinta sangat kesepian ~ Suami Bu Sinta hanya fokus berjudi, jarang sekali menemuimu, kalau Bu Sinta benar kesepian... aku bisa kok..." Joko menghentikan ucapannya. Matanya menatap Bu Sinta semakin dalam dan panas. Namun, maksud ucapan Joko sudah cukup bisa di mengerti dengan jelas oleh Bu Sinta. "Bocah ini... mulai berani menggodaku terang-terangan! apa aku layani saja, yah? lagipula, yang di katakannya memang benar!" gumam Bu Sinta di dalam hati. Ia tak terlihat kesal ataupun marah, sebaliknya ada rasa senang dan gairah yang mulai menyala. Bu Sinta menarik napas, lalu menatap Joko lagi, kali ini dengan senyum tipis yang beraniมุมมองของนักเขียนอาน่าถอนหายใจเสียงดังขณะเดินเข้าไปในห้องพักของเดนนิสและนั่งลงข้าง ๆ เขา เธอหยิบหนังสือออกมาและเริ่มอ่านเป็นครั้งคราว เธอจะเปิดโทรศัพท์เพื่อดูจัสตินนอนหลับหรือเล่นรอบบ้านในขณะที่พี่เลี้ยงยุ่งอยู่ หรือแค่ซุกตัวบนโซฟาตัวหนึ่งเพื่ออ่านหนังสือ โดยคอยจับตาดูจัสตินตอนนี้มันกลายเป็นกิจวัตรประจำวันของอาน่าไปแล้วในวันที่เธอพักค้างคืนที่โรงพยาบาล เธอจะออกจากที่นั่นแต่เช้าเพื่อไปดูแลจัสตินและกลับมา ขณะที่เธอนั่งอยู่ข้างๆ เขา นิ้วอุ่นๆ ของเธอประสานกับนิ้วเย็นๆ ที่ยังคงนิ่งของเขา เธอจะอ่านหนังสือเดนนิสยังคงอยู่ในอาการโคม่า และในแต่ละวัน อาน่ารู้สึกว่าความกลัวกำลังเพิ่มขึ้น... กลัวว่าเขาอาจจะยังคงอยู่ในอาการโคม่าจนถึงแก่ชีวิต ทั้งหมดเป็นเพราะเธอคนเดียวเธอต้องการให้เขาลืมตาขึ้นมามองเธอด้วยความรักที่เขามีให้เธอเสมอ เธอต้องการบอกเขาว่าเธอรักเขามากแค่ไหนและรู้สึกขอบคุณที่มีเขาในชีวิตของเธอ แต่ที่สำคัญที่สุด เธอต้องการขอโทษเขาเธอเห็นแก่ตัวมาก คิดว่าความเจ็บปวดของพวกเขาไม่ยิ่งใหญ่เท่าของเธอ... พวกเขาทุกคนรักเอมี่อย่างสุดซึ้ง และพวกเขาทุกคนเจ็บปวดกับการจากไปของเธอจากชีวิตนี้ ห
มุมมองของนักเขียนชารอนถูกตัดสินว่าไม่มีความผิดฐานมีส่วนร่วมโดยตรงในการเสียชีวิตของเอมี่ แต่มีความผิดฐานสมรู้ร่วมคิด เธอโชคดีพอที่จะได้รับการลดหย่อนโทษ จำคุกในระยะเวลาอันสั้น ทนายของเธอทำให้แน่ใจว่ามันจะเป็นเช่นนั้น และทั้งหมดนี้เป็นเพราะพ่อของเธอแม้ว่าพ่อของเธอจะผิดหวังกับทุกสิ่งที่เธอทำ แต่เธอก็เป็นลูกสาวของเขา ทายาทที่น่าเกรงขามเพียงคนเดียวของเขา ไม่มีทางที่เขาจะทอดทิ้งเธอได้ขณะที่เธอรับโทษจำคุก นับถอยหลังสู่วันที่เธอจะได้ออกไปจากที่นั่นในที่สุด เธอได้รับเอกสารหย่าร้างส่งมาให้เธอเธอคิดว่าเช้าวันนั้นหนาวเกินไปสำหรับฤดูกาล ห้องขังเล็กๆ ของเธอรู้สึกเล็กกะทันหัน มันรู้สึกเหมือนมันจะปิดล้อมเธอ และเธอเอามือสอดเข้าไปในช่องประตูเพื่อหายใจเมื่อหนึ่งในผู้คุมมาพาเธอไปเธอนั่งลง ได้รับปากกา และต่อหน้าเธอ บนโต๊ะเหล็ก มีจดหมายหย่าร้างวางอยู่ เหตุผลหลักที่เธอเข้าไปเกี่ยวข้องกับอาชญากรรมและการกระทำสกปรกเหล่านี้ทั้งหมดคือเพื่อหลีกเลี่ยงไม่ให้ไอเดนทิ้งเธอ มันน่าเศร้าจริงๆ ที่เธอทำงานอย่างหนักเพื่อหลีกเลี่ยงสิ่งนี้ แต่กลับถูกโยนใส่อย่างแรงที่ใบหน้าของเธอในตอนท้ายดวงตาปวดหนึบด้วยน้ำตาขณะที่เธ
"หยุด!" เสียงของเธอสั่นเครือขณะที่เธอตะโกนบอกคนขับแท็กซี่แค่นั้นก็เพียงพอให้อาน่าหันกลับมา"ฉันทำอะไรลงไป?" ลมหายใจของเธอสั่นเทาขณะที่เธอเปิดประตูและรีบออกจากแท็กซี่ มือของเธอสั่นเทาขณะที่เธอสะดุดลงบนทางเท้า"เดนนิส!" เธอตะโกนขณะที่เข่าของเธอล้มลงบนพื้นคอนกรีตแข็ง "ได้โปรด อย่า" เธอพูดกระซิบ สายตาของเธอจ้องมองไปที่รถที่พังยับเยิน "เดนนิส ต้องรอดให้ได้นะ"เธอคลานไปที่รถ มองเข้าไปข้างในเพื่อดูเขา แต่ข้างในนั้นมืดมิดและเสียงสะอื้นของเธอก็ดังขึ้น "ทำไมฉันถึงออกมา? ทำไมฉันไม่รอเขา?"เธอเช็ดน้ำตา "ฉันสัญญา" เธอสะอื้น "ฉันจะไม่ไปหาเอมี่อีกแล้ว ฉันสัญญา เดนนิส ได้โปรดออกมา" เธอร้องไห้ขณะที่เธอจำได้เลือนรางว่าเขาบอกเธอว่าเอมี่ได้รับความยุติธรรมแล้ว และไม่จำเป็นต้องไปหาเธออีกต่อไปนี่เป็นความผิดของเธอทั้งหมด เธอควรจะฟังเขา เธอควรจะรอเขาก่อนที่เธอจะออกไป"อาน่า!" ไอเดนตะโกนขณะที่เขารีบออกจากรถ เขารู้สึกโล่งใจที่เห็นอาน่า เขาหารถแท็กซี่หลังจากที่เดนนิสขับออกไปสักพัก และตามเขาไป เมื่อเขาสังเกตเห็นฝูงชนและเห็นว่ามีอุบัติเหตุเกิดขึ้น เขาก็กลัวว่าจะเป็นอาน่า"ให้ตายสิ!" เขาพึมพำขณะหยุดอยู่ต่อ
มุมมองของนักเขียนหลังจากที่ไอเดนได้ยินคำพูดเหล่านั้น เขาไม่ลังเลเลยก่อนที่จะเดินออกจากห้องพิจารณาคดีหัวใจของชารอนแตกสลายเมื่อมองดูไอเดนเดินออกไปอย่างโกรธจัด เขาเกลียดชังเธอมากจนทนดูการพิจารณาคดีของเธอไม่ได้เลยหรือ? น้ำตาไหลลงมาบนใบหน้าของเธอ และเธอรีบเช็ดมันออกก่อนที่พ่อของเธอจะเห็นพ่อของเธอบอกเธอไปก่อนหน้านี้ว่า "พอได้แล้ว ชารอน อย่าร้องไห้เพราะผู้ชายอย่างเขาเลย" แต่นั่นหลังจากที่เขาตำหนิเธอสำหรับทุกสิ่งที่เธอทำ"มีการตัดสินแล้วหรือยัง คุณไอเดน? คุณจะประกันตัวภรรยาของคุณไหม?"คำถามทั้งหมดของพวกเขาไม่ได้เข้าหูไอเดนแม้แต่น้อย เขาไม่ได้สนใจสิ่งใดเลยขณะที่เขาเร่งรีบไปที่รถของเขาและขับออกจากบริเวณศาลระหว่างทางไปโรงพยาบาล เขาโทรหาทีมรักษาความปลอดภัยของเขาที่ตามเขามาทันทีที่เขาขับรถออกไป "อาน่าสตาเซียเพิ่งหนีออกจากโรงพยาบาลบ้า ตามหาเธอ" เขาออกคำสั่ง "ผมจะส่งรูปของเธอให้คุณตอนนี้""ครับ"เขาตัดสาย ขณะที่เขาขับรถ เขาหารูปอาน่าที่ชัดเจนและส่งให้ทีมรักษาความปลอดภัยที่เริ่มตามหาเธอทันทีจากนั้นไอเดนพยายามโทรหาเดนนิส แต่เขาก็ยังไม่รับสายเมื่อมาถึงโรงพยาบาล เขาพบเดนนิสอยู่ข้างนอก เขา
อนาสตาเซีย"เอมี่ถูกลักพาตัวไป"นั่นเป็นคำที่ฉันไม่เคยคิดว่าจะได้ยินในชีวิตนี้ แม้ว่าฉันจะค้นหาเอมี่อย่างตื่นตระหนกก่อนที่เดนนิสจะมาถึง ฉันก็ไม่เคยคิดว่าเธอจะถูกลักพาตัว สิ่งที่ฉันคิดคือเธอเดินออกไป หลงทาง และอยู่ที่ไหนสักแห่ง หวาดกลัว หนาว และโดดเดี่ยวกลับกลายเป็นเอมี่ถูกพาตัวไปแล้ว"ทำไม?" ฉั
ไอเดนนักสืบส่งที่อยู่โรงพยาบาลที่ชารอนถูกนำตัวส่งมาให้กับผมภายในห้อง ชารอนนอนขดตัวอยู่กับตนเองพร้อมกับกุญแจมือที่คล้องอยู่พอจะเอื้อมถึงเธอรีบลุกขึ้นนั่งเมื่อเห็นผมเข้ามาในห้อง "ไอเดน" เธอหายใจออกมา ดวงตาเบิกกว้างด้วยความกลัว"ไม่เพียงแต่คุณจะเป็นอาชญากร แต่ยังเป็นคนโกหกด้วยเหรอ? คนโป้ปด!" ผมพ
มุมมองของนักเขียนยังไงมันก็ต้องเกิดขึ้นนั่นคือคำพูดที่ชารอนบอกตัวเองซ้ำๆ เพื่อลดความรู้สึกผิดที่เพิ่มขึ้นบ่อยครั้งที่เธอคิดว่ามันคงจะดีกว่าถ้าเธอแค่พูดความจริงเกี่ยวกับเรื่องตั้งครรภ์ของเธอ และใช้ชีวิตกับสิ่งที่เกิดขึ้นหลังจากนั้น การอยู่กับไอเดนไม่คุ้มค่ากับความรู้สึกผิด หลุมดำที่ไม่มีวันสิ้น
ชารอนการกระทำส่วนใหญ่ในชีวิตของเรานั้นพูดง่ายกว่าทำมาก โอ๊ะ ฉันอยากซื้อรถใหม่ มันพูดง่ายกว่าการลงมือลงแรง ทั้งกลางวันและกลางคืน และมุ่งมั่นที่จะเก็บเงินซื้อรถจากศูนย์ฉันบอกว่าจะเปิดเผยความจริงกับไอเดน แต่จนถึงตอนนี้ มันก็แย่มาก สิ่งเดียวที่ฉันกล้าทำคือพูดว่าฉันจะทำและตั้งใจที่จะทำแต่ความกลัว..
レビューもっと