Masukหลังจากฉันตายไปห้าปี อันอัน ลูกสาวของฉันก็โทรไปที่เบอร์ของกู้ซีเหนียน เธอลองถามอีกฝ่ายว่า “คุณชอบแม่ของหนูไหมคะ?” เธอถามตามประโยคหนึ่งที่ฉันเขียนไว้ในไดอารี่ตอนที่ยังมีชีวิตอยู่ว่า ‘กู้ซีเหนียน คุณชอบฉันไหม’ คาดไม่ถึงว่าปลายสายกลับตอบเหน็บแนมว่า “แม่เธอสั่งให้ทำแบบนี้เหรอ? แม้แต่ลูกสาวก็ยังเอามาใช้เป็นเครื่องมือได้สินะ? เป็นผู้หญิงที่มักมากจริง ๆ อยู่กับพ่อเธอแล้ว ยังคิดจะมารื้อฟื้นความสัมพันธ์เก่า ๆ กับฉันอีกเหรอ?”
Lihat lebih banyak"Ahh! Sssh..."
Melody dengan sengaja membiarkan tunangannya, Arthur, membubuhkan beberapa kecup di bahu dan lehernya sebelum kemudian naik ke bibir.
"Ah! Sayang bibirmu lembut sekali ... kapan aku bisa menikmati milikmu?"
Mendengar itu, tiba-tiba Melody menarik diri, membuat pria yang tadinya masih menciumi leher jenjangnya berhenti.
Di saat yang sama, tangan Melody yang sejak tadi mencengkeram kemeja Arthur kini beralih ke samping, menghentikan jemari tunangannya yang sudah akan menyentuh pantatnya.
"Tidak sekarang, Arthur," bisik Melody lembut.
Gadis itu melihat bagaimana tunangannya itu menelan ludah. Ekspresi Arthur tampak keras.
“Kamu selalu mengatakan itu,” ucap Arthur. “Sebenarnya kamu mencintaiku atau tidak, Mel?”
Melody menghela napas. Tangannya bergerak menangkup pipi Arthur dan mengusapnya lembut.
“Kenapa bertanya begitu?” tanya Melody. “Kalau tidak cinta, mana mungkin aku mau menikahimu minggu depan?”
Melody mengamati Arthur yang masih diam. Untungnya, hal itu tidak berlangsung lama. Pria itu mengulas senyum tipis yang tampak agak dipaksakan.
"Baiklah. Apa pun yang membuatmu bahagia, Sayang," kata Arthur.
Pria itu menepuk paha Melody dua kali sebuah gestur formal nan dingin. Tanpa sepatah kata lagi dia bangkit membelakangi Melody dan mulai merapikan pakaiannya.
"Siang ini aku ada rapat darurat dengan tim direksi," kata Arthur sambil merapikan kancing kemejanya di depan cermin. “Aku harus pergi.”
Melody mengernyit. "Ini tanggal merah, Arthur. Kamu janji hari ini milik kita," ucapnya pelan.
“Gwen yang menjadwalkannya, Mel,” ucap Arthur. Pria itu kemudian terkekeh pendek. “Dia sudah kerja keras untuk proyek ini. Jelas aku harus mendukungnya.”
“Tidak bisa diundur?”
“Jangan egois, Melody.” Arthur berkata dengan dingin. “Kamu tahu ini adalah proyek pertama Gwen setelah ia kembali dari luar negeri. Apa kamu tidak mau mendukung kakakmu sendiri?”
Melody diam, tanpa sadar menggigit bibirnya.
“Apa kamu mau habiskan hari ini dengan Gwen?” tanyanya kemudian. “Di hari jadian kita?”
Arthur berbalik, mengulas senyum tampannya. "Tentu saja tidak. Aku akan sampai tepat waktu. Jam delapan malam, kan?" balasnya. “Aku masih punya waktu sekitar tiga jam.”
"Terima kasih, Sayang," jawab Melody, berusaha mengukir senyum manis.
Beberapa menit setelah Arthur pergi, Melody beranjak menuju dapur. Namun, langkahnya terhenti saat melewati ruang tengah.
Layar laptop milik Arthur yang tertinggal di atas meja mendadak menyala, menampilkan jendela notifikasi grup obrolan bertajuk The Elite VVIP.
Melody mengernyit. Arthur kelupaan laptop, pikinya. Ia menghampiri benda itu dan berniat menyimpannya. Siapa tahu tunangannya itu akan kembali untuk mengambilnya nanti.
Namun, ketika Melody tanpa sengaja membaca pesan demi pesan yang masuk, tubuhnya mendadak dingin.
“Jangan lupa bawa video panas terbaru kalian, Sayang. Teman-teman sudah berkumpul di sini, mereka tidak sabar melihat pertunjukan 'si polos' lagi,” tulis Gwen.
“Ayo cepat, Arthur! Kami tunggu filenya!” timpal anggota grup lainnya.
“Sudah berhasil dapatkan keperawanannya belum?”
“Ah, iya! Bagaimana dengan taruhannya, kawan?”
“Batas waktumu hanya sampai akhir minggu ini, tahu. Kalau kamu belum mampu buat ambil kali pertama tunanganmu itu sebelum kalian menikah, aku tidak akan kasih kamu uangnya.”
“Aku sedang di jalan. Sebentar lagi sampai ke markas,” sahut Arthur pada akhirnya. “Yang jelas, buat taruhan itu, aku punya rencana.”
“Yang jelas, kamu juga harus merekam yang satu itu ya! Itu puncaknya.”
Darah Melody seketika membeku.
Apa … apa yang baru saja dia baca?
Tunangannya punya video panas? Video panas apa? Dan apa maksudnya soal taruhan?
Arthur bertaruh akan merekam adegan percintaan mereka?
Dan … sebelum menikah?
Karena itukah pria itu selalu meminta untuk tidur dengannya?
Kepala Melody terasa pening. Meski begitu, tangannya yang gemetar tetap bergerak ke bagian penyimpanan grup chat tersebut.
Seketika puluhan file video berdurasi panjang berderet rapi di hadapannya.
Ketika di klik, terpampang jelas rekaman dirinya yang direkam secara sembunyi-sembunyi, entah itu saat ia berciuman dengan Arthur atau saat ia tidur.
Bahkan ada video yang direkam saat dia mandi!
"Nggak... nggak mungkin..." Suara Melody lolos sebagai bisikan tertahan. Merasa mual.
Tubuhnya merosot ke lantai dingin. Pria yang dicintainya, pria yang membuatnya mampu memikirkan pernikahan meskipun awalnya tidak ia percaya … telah tega menjual harga dirinya sebagai tontonan gairah kawan-kawannya.
"Jahat kamu, Arthur... Gwen... kalian iblis!" rintihnya.
Cukup lama Melody diam di sana, menangis tanpa suara.
Ia berpikir, di bagian mana hubungan mereka mulai salah? Saat bertemu di masa sekolah dulu, Arthur adalah penyelamatnya, menolong Melody setiap kali dirinya ditindas dan berada dalam kesulitan. Melody menyukai pria itu, beserta sikap manis dan kepedulian sosok itu.
Karenanya, Melody memberanikan diri menyatakan perasaannya waktu itu dan Arthur menerimanya.
Hubungan percintaan mereka terus berlanjut, hingga akhirnya mereka memutuskan untuk menikah.
Namun … ternyata selama ini pria itu hanya menginginkan tubuhnya …?
Melody tiba-tiba terkesiap, teringat pada pesan Arthur tadi.
“Dia punya rencana untuk membuatku menyerahkan diri padanya?” pikir Melody. “Rencana seperti apa?”
Bujuk rayu? Atau … sesuatu yang lebih ekstrem?
Bagaimana kalau pria itu memberinya obat dan–
“Ugh!” Melody menutup mulutnya dan lari ke kamar mandi untuk memuntahkan isi perutnya.
Cukup lama, sampai akhirnya Melody tenang dan bisa berpikir kembali.
Dirinya sudah sampai pada satu keputusan.
Jika memang tubuh ini yang diinginkan pria berengsek itu, maka sebelum Arthur bisa mengambilnya, Melody harus berikan ini pada pria lain.
Gadis itu menghampiri ponselnya dan menelepon sebuah nomor kontak.
“Datanglah ke Casnight Party nanti malam,” kata Melody. “Apakah kamu tidak penasaran bagaimana rasanya tidur dengan tunangan musuhmu?”
กู้ซีเหนียนฝังอันอันไว้กับฉันเขามาเยี่ยมพวกเราที่หลุมศพของพวกเราอยู่บ่อย ๆแต่สภาพดูไม่ค่อยสู้ดีนัก ถึงขั้นที่เรียกได้ว่าซูบผอมด้วยซ้ำทุกครั้งที่อันอันเห็นเขา ก็จะหันมามองท่าทีของฉันเสมอฉันโทษเขาฉันโทษว่าทำไมตอนที่ฉันยังมีชีวิตอยู่ถึงไม่ยอมบอกเรื่องที่เขาสัญญากับพ่อของเฉินเจี๋ยเซิงให้ชัดเจน จนทำให้ฉันต้องทุกข์ระทม และสุดท้ายก็ต้องมาแยกจากกันไปชั่วชีวิตฉันยังโทษเขาด้วยว่าทำไมถึงเลือกมารับอันอันให้ไปดูบ้านเขาวันนั้น จนทำให้อันอันต้องมาจากโลกนี้ไปโดยที่ยังไม่ทันได้เติบโตออกไปดูโลกกว้างฉันโทษเขา แต่กลับทนไม่ได้ที่ต้องเห็นเขาในสภาพนั้นดังนั้นฉันจึงไม่อยากให้เขามาเจอพวกเราอีกถ้าไม่เห็นก็ไม่กวนใจบางทีพระเจ้าอาจจะได้ยินความปรารถนาของฉัน กู้ซีเหนียนจึงไม่ได้มาครึ่งเดือนแล้วฉันกลับมาสู่ความสงบอีกครั้ง แต่อันอันกลับผิดหวังมากฉันรู้ว่าเด็กคนนี้ปรารถนาความรักของพ่อมาโดยตลอดในที่สุดกู้ซีเหนียนก็กลับมาอีกครั้งครั้งนี้เขาคุกเข่าลงฉันลุกขึ้นอย่างรวดเร็วแม้ฉันจะตายไปแล้ว แต่ก็ไม่อาจรับความเคารพอย่างสูงแบบนี้ได้เขาพูดต่อหน้าหลุมศพของพวกเราอยู่นาน“เยียนเยียน ฉันฝันว่าเธอ
ดูเหมือนการที่ฉันมาเข้าฝันเขานอกจากจะได้รู้เรื่องหลายปีนั้นมากขึ้น และรู้สึกเศร้ากว่าเดิมเล็กน้อย ก็ไม่มีประโยชน์อะไรอีกเลยกู้ซีเหนียนจอมหัวแข็งมาดักรออันอันที่โรงเรียนอนุบาลทุกวัน ทั้งยังเปลี่ยนอุบายเพื่อเอาใจอันอันเสมอด้วยเดี๋ยวก็ถือถังหูลู่มา เดี๋ยวก็ถือขนมปังรูปทรงน่ารักมา เดี๋ยวก็ถือตุ๊กตาบาร์บี้มา...ยังดีที่ลูกสาวของฉันเป็นคนแน่วแน่ ทุกครั้งล้วนยืนกรานที่จะรอหยางรุ่ยเฉินมารับเธอ และจูงมือหยางรุ่ยเฉินไปโดยที่ไม่เงยหน้าขึ้นมาเลยช่วงนี้หลังจากอันอันหลับไป ฉันจะมาอยู่ข้างหยางรุ่ยเฉินและดูวิดีโอสั้นซึ่งเป็นข่าวเกี่ยวกับกู้ซีเหนียนและเฉินเจี๋ยเซิงหลังจากพ่อของเฉินเจี๋ยเซิงตาย กู้ซีเหนียนก็จัดงานแถลงข่าว โดยบอกกับสื่อว่าให้เคารพผู้ตาย และอย่าเผยแพร่ข่าวลือเท็จเกี่ยวกับความสัมพันธ์ของเขากับเฉินเจี๋ยเซิงอีกในที่สุดก็ชี้แจงแล้วเพียงแต่ไม่ใช่ในตอนที่ฉันอยากให้เขาชี้แจงมากที่สุดหลังจากผ่านไปหลายวันก็ไม่มีผลลัพธ์ใด กู้ซีเหนียนซึ่งมีเลือดของทุนนิยมไหลเวียนอยู่ทั้งร่างสุดท้ายก็เปลี่ยนวิธีครั้งนี้เขาไม่ได้นำอะไรมาเลยเขามาก่อนเวลาสิบห้านาที และขอให้ครูเรียกอันอันออกมาจากห้องเร
ไม่มีทางเลือกอื่น ฉันทำได้เพียงเข้าไปในความฝันของเขาเขาซึ่งที่ผ่านมาใส่ใจภาพลักษณ์อยู่เสมอกลับเริ่มมีหนวดเครา เมื่อเห็นแล้วฉันก็รู้สึกไม่สบายใจอยู่บ้าง“เยียนเยียน หลายปีมานี้เธอไม่เคยมาเข้าฝันฉันเลย ทำไมถึงใจร้ายขนาดนี้?”นั่นไม่ใช่เพราะคุณไม่เคยมาหาฉันตลอดหลายปีมานี้เหรอ? แม้ฉันจะตายไปแล้วก็ยังไม่รู้ด้วยซ้ำหยุด พอเถอะ ครั้งนี้ฉันมาเพื่อโน้มน้าวให้เขายอมแพ้ที่จะพาอันอันไป“คุณจะพาอันอันไปจากหยางรุ่ยเฉินไม่ได้นะ”กู้ซีเหนียนถามฉันอย่างเจ็บปวด “ทำไม? เธอไม่บอกฉันว่าท้อง และคลอดลูกของฉันโดยที่ไม่บอกฉัน ตอนนี้ยังอยากห้ามไม่ให้ฉันกลับมาอยู่กับลูกอีกเหรอ?”“อันอันไม่เหมาะจะใช้ชีวิตอยู่กับคุณ ถ้าถึงตอนที่คุณกับเฉินเจี๋ยเซิงแต่งงานกันและมีลูกของพวกคุณล่ะ ตอนนี้มีนโยบายให้มีลูกสามคนได้แล้ว อย่างน้อยพวกคุณก็น่าจะมีลูกกันสามคนไม่ใช่เหรอ?”กู้ซีเหนียนหัวเราะเย้ยหยันตัวเอง “เยียนเยียน เธอพูดอะไรกัน? เธออยากให้ฉันมีลูกกับคนอื่นเหรอ?”คนอื่นอะไรกัน คนคนนั้นก็คือคนรักในวัยเด็กเฉินเจี๋ยเซิงของคุณต่างหากดูสิ ผู้ชายก็แบบนี้ ชอบใช้กลยุทธ์หลอกล่อคนอื่นแล้วลอบโจมตีแถมยังเบื่อง่ายอีก“ไม่ใช่ว่
วิญญาณของฉันกลับถูกลากให้ตามมาด้วย และตามติดกู้ซีเหนียนไปทุกฝีก้าวแม้แต่ตัวฉันเองก็ไม่รู้ว่าทำไม ทั้งยังไม่อาจแก้ไขได้ด้วยเหมือนตอนนั้นที่ตกหลุมรักกู้ซีเหนียนตอนนั้นก็ไม่มีวิธีแก้ไขเช่นกันกู้ซีเหนียนขับรถไปที่โรงพยาบาลอย่างกระวนกระวายใจบนรถเขายังห้อยจี้รูปแมวที่ฉันให้เขาไว้ ผ่านมาหลายปีมันจึงซีดจางแล้วความจริงในตอนนั้น พวกเราเคยคุยกับว่าหลังจากพวกเรามีลูกแล้วจะเลี้ยงแมวสักตัวขณะที่ความคิดของฉันล่องลอยไป กู้ซีเหนียนก็มาถึงโรงพยาบาลทันทีที่กู้ซีเหนียนเดินเข้ามาในโรงพยาบาล เฉินเจี๋ยเซิงก็เข้ามาจับแขนของเขากู้ซีเหนียนผละออกโดยไม่ได้พูดอะไร และก้าวเดินเร็วขึ้นทั้งสองคนเดินตามกันไปมองดูแล้วเป็นคู่ที่เหมาะสมกันทีเดียวดูแล้วเหมาะสมกันมากกว่าฉันกับกู้ซีเหนียนเสียอีกหลังจากเข้ามาในห้องผู้ป่วย พ่อของเฉินเจี๋ยเซิงที่นอนอยู่บนเตียงก็จับมือของกู้ซีเหนียน “ซีเหนียน ลุงเห็นนายมาตั้งแต่เด็กจนโต ลุงสนับสนุนให้นายไล่ตามความฝันในการเล่นสนุกเกอร์มาตลอด นายก็รู้ใช่ไหม ลุงอยากให้นายสัญญากับลุงว่าหลังจากลุงตายไปแล้วนายช่วยดูแลเจี๋ยเซิงแทนลุงทีนะ”กู้ซีเหนียนพยักหน้าและสัญญา “คุณลุงว





