Mag-log in[ตระกูลอภิมหาเศรษฐี + บอสจอมเผด็จการ + เนื้อเรื่องพลิกผัน + คุณหนูจริงและปลอม] คู่หมั้นสุดแสนกากนอกใจสาวน้อยจอมซน ซูหรานหันมาหาบาร์โฮสต์และแต่งงานด้วย สามีที่แต่งงานสายฟ้าแลบด้วยหน้าตาหล่อเหลา แต่เขากลับนามสกุลเดียวกับศัตรูคู่แค้นของเธอ คุณชายสามฟู่... ซูหรานคิดว่า มันจะต้องเป็นเรื่องบังเอิญอย่างแน่นอน! แต่ทุกครั้งที่คุณชายสามฟู่ปรากฏตัว สามีของเธอก็จะอยู่ที่นั่นด้วย และด้วยเหตุนี้ สามีสายฟ้าแลบก็ได้อธิบายว่า "มันคงเป็นเรื่องบังเอิญอย่างแน่นอน!" และซูหรานก็เชื่ออย่างสนิทใจ จนกระทั่งวันหนึ่ง เธอพบว่าคุณชายสามฟู่และสามีสายฟ้าแลบของเธอมีหน้าตาที่หล่อเหลาเหมือนๆกัน ซูหรานกำหมัดแน่นและกัดฟัน และจ้องเขม็งราวกับมีด "มันบังเอิญอย่างนั้นเหรอ??!!" ตามข่าวลือบนโลกอินเทอร์เน็ต คุณชายสามฟู่ผู้กุมอำนาจในตระกูลฟู่ได้ตกหลุมรักผู้หญิงที่แต่งงานแล้ว คนในตระกูลฟู่ปฏิเสธข่าวลือทันที "ข่าวลือ!! เป็นข่าวลือแน่นอน ทายาทของตระกูลฟู่จะไม่มีวันทำลายการแต่งงานของใครเขาอย่างแน่นอน!" แต่เมื่อหันกลับมา คุณชายสามฟู่ก็ได้พาหญิงสาวที่สะสวยและโดดเด่นคนหนึ่งเดินเข้ามา "ไม่ใช่ข่าวลือ ภรรยาของผมแต่งงานแล้วจริงๆครับ!"
view more“Mbak Alya, operasi nenek Anda harus dilakukan besok pagi sesuai kesepakatan kemarin, biayanya seratus lima puluh juta rupiah,” suara dokter rumah sakit tadi siang terus berputar di kepala Alya Paramita seperti kaset yang rusak.
Alya menatap gelas berisi cairan merah pekat di tangannya dengan pandangan yang mulai kabur. Aula hotel berbintang malam ini terasa begitu bising oleh gelak tawa ratusan karyawan PT Rasa Nusantara Food yang sedang merayakan sukses besar produk baru mereka. Namun, dada Alya justru terasa sesak setengah mati. ‘Seratus lima puluh juta … aku harus cari pinjaman ke mana lagi dalam semalam?’ ratap Alya dalam hati sambil meneguk habis isi gelasnya. “Alya! Ayo minum lagi! Kamu kan pahlawan tim riset bulan ini!” seru Sinta sambil kembali menuangkan minuman ke gelas Alya. “Ah, iya, terima kasih, Sin,” jawab Alya dengan senyum yang dipaksakan. Alya tidak menolak gelas berikutnya yang disodorkan oleh temannya. Dia hanya ingin mati rasa malam ini. Otaknya sudah terlalu lelah memikirkan nasib malang yang bertubi-tubi menghantamnya. Selain kondisi neneknya yang kritis, sore tadi rumah kecilnya diacak-acak rentenir karena ulah ayah kandungnya yang mendadak muncul hanya untuk bersembunyi dari kejaran polisi akibat kasus penipuan, lalu kabur lagi begitu saja. ‘Kenapa hidupku berantakan sekali? Ayah bajingan itu malah kabur dan bikin Nenek serangan jantung lagi,’ amuk Alya dalam hati, merasakan kepalanya mulai berputar hebat akibat efek alkohol. “Mual …,” gumam Alya sambil memegangi dadanya. “Al, kamu kenapa? Wajahmu pucat banget,” tanya Sinta menyadari perubahan ekspresi temannya. “Aku ke toilet sebentar ya, Sin, mau cari angin,” pamit Alya dengan suaranya yang tidak stabil. Alya berjalan terhuyung-huyung meninggalkan aula pesta. Efek minuman keras membuat koridor hotel terlihat bergoyang di matanya. Dia berusaha mencari tempat yang sepi, langkah kaki Alya justru membawanya masuk ke lorong berkarpet beludru merah yang sunyi, menjauh dari toilet umum. ‘Aduh, toiletnya di mana sih? Kepalaku mau pecah,’ keluh Alya dalam hati sambil memegangi dinding marmer yang dingin. Bruk! “Ah!” Alya memekik pelan saat tubuhnya kehilangan keseimbangan dan menabrak dada bidang seorang pria di dekat tangga VIP. Alya siap ambruk ke lantai jika sebuah tangan kekar tidak bergerak secepat kilat menyambar pinggangnya. Tubuh mereka menempel rapat. Alya mendongak dengan susah payah, berusaha memfokuskan pandangannya yang buram untuk melihat siapa pria di hadapannya ini. Pria itu memakai setelan jas hitam yang sangat rapi. Rahangnya tegas dan tatapan mata elangnya begitu tajam, memancarkan aura berwibawa yang sangat kuat. “Kamu tidak apa-apa?” tanya pria itu dengan suara bariton yang berat dan tenang. “Dingin … kepalaku sakit sekali …,” rintih Alya. Rasa frustrasi dan putus asa membuat akal sehat Alya menguap sepenuhnya. Pandangannya menggelap, badannya mendadak lemas total, dan sedetik kemudian kesadarannya hilang sepenuhnya di dalam dekapan pria asing tersebut. *** Aroma wangi ruangan yang mewah dan empuknya kasur membuat mata Alya perlahan terbuka keesokan paginya. Sinar matahari yang menembus celah gorden langsung menusuk retinanya, memperparah denyut pusing di pelipisnya. Alya terduduk kaku di atas ranjang besar yang berantakan. Ketika dia menunduk untuk memeriksa tubuhnya, jantungnya seolah berhenti berdetak. Gaun malam merahnya sudah tidak ada, berganti dengan sebuah bathrobe putih tebal milik hotel tanpa sehelai benang pun di baliknya. “Sial, apa yang terjadi semalam?!” pekik Alya panik sambil memeriksa pakaian dalam yang ternyata lenyap dari tubuhnya. Potongan ingatan semalam mulai berputar di kepalanya. Dia ingat rasa frustrasinya, dia ingat menabrak seorang pria tampan berwibawa di lorong, dan ingatan itu terputus begitu saja. Alya menoleh ke samping kanan kasur dan menemukan sesosok pria tegap sedang duduk bersandar di sofa kamar, menatapnya dengan pandangan dingin. Pria itu sudah rapi memakai kemeja putih dengan jas hitam yang tersampir di lengannya. “Kamu sudah sadar?” tanya pria itu dengan nada datar tanpa ekspresi. “Kamu … siapa kamu?! Kenapa aku bisa ada di sini dan kenapa bajuku diganti?!” jerit Alya panik sambil menarik selimut erat-erat untuk menutupi tubuhnya. Pria itu berdiri, mengancingkan kemejanya dengan santai, lalu berjalan mendekat ke tepi ranjang. “Semalam kamu pingsan dan menabrakku di lorong. Pakaianmu kotor terkena tumpahan minuman dan muntahan, jadi aku menyuruh petugas wanita hotel untuk membersihkannya dan menggantinya dengan bathrobe.” Alya menatap pria itu dengan penuh kecurigaan. Sisi gila dari kepalanya yang menyukai pria tampan sempat mengagumi wajah tegas pria itu sejenak, namun rasa takut dan harga dirinya jauh lebih besar sekarang. “Lalu kenapa kasur ini berantakan?! Kamu tidak melakukan sesuatu yang macam-macam kepadaku, kan?!” Pria itu menatap Alya dari atas ke bawah dengan pandangan menilai yang membuat Alya merasa tidak nyaman. “Aku tidak punya kebiasaan menyentuh wanita yang sedang tidak sadar. Aku hanya menunggumu bangun di sofa karena tidak tahu nomor telepon keluargamu. Pakaianmu ada di dalam lemari, sudah bersih.” Pria itu kemudian melirik jam tangannya, lalu berbalik menuju pintu tanpa mengucapkan sepatah kata pun lagi. “Tunggu! Setidaknya beritahu aku siapa namamu!” seru Alya menahan rasa malu. Pria itu menghentikan langkahnya di depan pintu, menoleh sedikit tanpa berniat berbalik penuh. “Tidak perlu tahu. Anggap saja kita tidak pernah bertemu.” Pintu kamar VIP itu tertutup dengan bunyi klik yang pelan, meninggalkan Alya dalam kebingungan dan rasa bersalah yang luar biasa. Dia bergegas mandi, memakai pakaiannya yang sudah bersih di lemari, lalu segera keluar dari hotel menuju rumah sakit untuk memeriksa kondisi neneknya. *** Tiga hari berlalu dengan cepat setelah kejadian yang memalukan di hotel tersebut. Alya berdiri kaku di barisan tengah aula utama kantor pusat PT Rasa Nusantara Food. Setelah mengambil cuti darurat untuk menemani neneknya yang mendadak bisa dioperasi karena ada pihak tidak dikenal yang melunasi seluruh biayanya, hari ini dia diwajibkan hadir dalam acara penyambutan CEO baru perusahaan. ‘Siapa sebenarnya orang baik yang melunasi biaya operasi Nenek ya? Rumah sakit bilang itu dari dana darurat kantor, tapi aku kan cuma staf biasa,’ pikir Alya sambil memeluk erat map berkas riset bumbu mi instan terbaru di dadanya. Suara tepuk tangan bergemuruh memekakkan telinga di dalam aula, menandakan sang pimpinan tertinggi yang baru saja kembali dari luar negeri telah memasuki ruangan. Seluruh karyawan tampak takjub, membuat Alya ikut mendongak menatap ke arah podium di depan ruangan. Deg! Alya membelalakkan matanya, napasnya tercekat di tenggorokan hingga tubuhnya limbung selangkah ke belakang. Pria yang melangkah naik ke atas podium dengan setelan jas abu-abu gelap potongan khusus itu memiliki wajah tampan dengan rahang tegas yang sangat dia kenali. ‘Pria di kamar hotel malam itu … pria yang membiarkanku tidur di kamarnya … dia CEO baru perusahaan ini?!’ teriak Alya dalam hati, seluruh wajahnya seketika berubah pucat pasi menahan syok yang luar biasa. Di atas podium, pria itu menghentikan langkahnya, menyesuaikan pelantang suara, lalu mengedarkan pandangan mata elangnya ke seluruh ruangan. Tatapannya bergerak perlahan, melewati barisan divisi lain, dan berhenti tepat pada wajah Alya yang sedang gemetar ketakutan di barisan divisi R&D. Pria itu menarik sudut bibirnya tipis, memberikan sebuah senyuman misterius yang sangat tipis, seolah-olah dia sudah tahu bahwa Alya akan berdiri di sana. “Selamat pagi semuanya. Perkenalkan, nama saya Arga Mahendra,” suara berat pria itu menggema melalui pengeras suara, mengunci seluruh perhatian aula. “Mulai hari ini, saya akan memimpin perusahaan ini secara langsung. Saya akan mengawasi setiap proyek, terutama proyek bumbu baru dari Divisi R&D.” Arga sengaja menjeda kalimatnya, matanya tetap mengunci pandangan mata Alya tanpa lepas sedikit pun, membuat suasana di sekitar Alya terasa menekan dan dingin. “Saya ingin tahu seberapa jauh dedikasi yang bisa diberikan oleh para staf di sini. Jadi, untuk staf yang bernama Alya Paramita …,” Arga menyebut nama lengkap Alya dengan nada suara yang berat dan tegas, “ … setelah acara ini selesai, segera menghadap ke ruangan saya di lantai paling atas.” Mendengar perintah langsung dari sang CEO baru, seisi aula langsung menoleh ke arah Alya dengan tatapan berbisik-bisik, sementara lutut Alya seketika terasa lemas seperti jeli.คิดจะใช้มุกนี้อีกแล้วเหรอ?ตีเธอหรือด่าเธองั้นเหรอ?ในเมื่อเธอขอมาแบบนี้ เช่นนั้นเธอก็จะสนองความต้องการให้เธอได้สมใจเอง!“เธอ......” มานี่ซูหรานยังพูดไม่ทันจบ ฟู่จิ้นหานก็ได้ส่งสัญญาณให้ฉินฟั่งเสียก่อนเรื่องทำร้ายคนแบบนี้ ทำไมต้องให้ซูหรานเป็นคนลงมือด้วยตัวกันล่ะ?ฉินฟั่งก้าวไปข้างหน้าอย่างรวดเร็ว ในช่วงเวลาอันรวดเร็วนั้น เขาก็ได้ตบหน้าซูอินไปหนึ่งทีเสียงเพี๊ยะดังขึ้น ไม่มีความปรานีใด ๆ ซูอินเดินเซจนแทบล้ม ยากที่จะทรงตัวเอาไว้ได้ ในหัวขาวโพลนไปหมด เหลือเพียงเสียงหึ่ง ๆ เท่านั้นใครกัน......ที่กล้าทำร้ายเธอได้ถึงขนาดนี้? !ทันทีที่ซูอินได้สติกลับมา เธอจึงมองไปที่ฉินฟั่งด้วยความโกรธฉินฟั่งได้รับการฝึกฝนมา เขาได้ฝึกฝนร่างกายจนแข็งแกร่งที่บริษัทชิงอวิ๋น แถมยังได้รับอิทธิพลจากฟูจิ้นหานที่มีความเด็ดขาดในการต่อสู้อีกด้วย เพียงแค่สายตาเดียว ความกดดันของซูอินก็ถูกลดทอนลงไปทันทีแต่จะให้ซูอินยอมได้อย่างไร?เธอเป็นถึงหลานสาวแท้ ๆ ของตระกูลเย่ ฉินฟั่งคนนี้......ก็เป็นแค่สุนัขรับใช้ข้างกายฟู่จิ้นหานเท่านั้นต่อให้การตบเธอจะเป็นความต้องการของฟู่จิ้นหาน แต่มีคนมากมายอยู่ด้วยขนาดนี้ ห
ไม่จำเป็นต้องแก้ไขพินัยกรรมงั้นเหรอ?ซูอินดีใจมาก รู้สึกเหมือนได้รับความมั่นใจมากขึ้นแน่นอนว่าขอแค่เธอยังเป็นลูกสาวของฉินเหยียนอยู่ คุณท่านเย่ก็จะเห็นแก่หน้าฉินเหยียน และยอมรับทุกอย่างที่เป็นเธอครั้งนี้ ไม่ว่าคุณท่านเย่จะรอดมาด้วยเหตุผลใดก็ตาม แต่ไม่ว่ายังไงพินัยกรรมของคุณท่าน เมื่อกี้ทุกคนต่างก็ได้ยินอย่างชัดเจนกันหมดแล้วคุณท่านเย่ได้มอบทุกอย่างของตระกูลเย่ให้กับเธอ แม้ว่าวันนี้เธอจะยังไม่ได้รับช่วงต่อจากตระกูลเย่ แต่เธอก็ยังเป็นผู้สืบทอดเพียงคนเดียวอยู่ส่วนคนพวกนี้......ซูอินรู้สึกไม่ค่อยพอใจสักเท่าไหร่เมื่อนึกถึงวิดีโอเมื่อกี้แล้ว ซูอินจึงหันไปมองซูหรานที่อยู่ข้าง ๆ คุณท่านเย่ทันทีในตอนนี้ เธอไม่มีเวลามามัวคิดว่าคลิปวิดีโอนั้นเกิดขึ้นได้อย่างไร แต่สิ่งที่สำคัญที่สุดในตอนนี้ คือการใช้ประโยชน์จากอำนาจเสียงของคุณท่าน เพื่อช่วยลบข้อครหาและปฏิเสธว่าคนในคลิปไม่ใช่เธอน้ำสกปรกนี้ ไม่ว่าจะด้วยวิธีใดก็ต้องสาดไปที่ซูหรานให้ได้เมื่อคิดได้เช่นนั้น ซูอินก็ขมวดคิ้วทันที “หนูไม่สนใจของนอกกายพวกนั้นหรอกค่ะ แต่ถ้าหากแม่ของหนูที่อยู่บนสวรรค์รู้ว่าหนูถูกใส่ร้ายด้วยคลิปวิดีโอนั้น จนทำ
น้ำเสียงนั้นดูทุ้มต่ำ แต่ก็มีความโกรธที่ไม่สามารถปิดบังเอาไว้ได้ปนอยู่ซูอินเงียบและไม่มีการตอบสนองอยู่นาน ส่วนคนอื่น ๆ ที่อยู่ตรงนั้น ก็กลับมีสีหน้าที่ดูต่างกันออกไปพวกเขาเพิ่งจะได้ยินอะไรกันแน่?เย่ซินกลืนน้ำลายลงคออึกหนึ่ง ก่อนจะกอดแขนตัวเองแน่น ราวกับพยายามขับไล่ความหนาวของเมื่อครู่นี้ที่แผ่ซ่านเข้ามาในร่างกายออกไปเธอหูฝาดไปรึเปล่านะ?เสียงนั้นน่ะ คือเสียงของคุณท่านจริง ๆ!แต่เห็น ๆ อยู่ว่าคุณท่านเสียชีวิตไปแล้ว แล้วร่างก็กำลังนอนอยู่ในโลงแก้วอีกด้วย จะมีเสียงออกมาได้อย่างไร?แต่เมื่อนึกถึงคำว่า “วิญญาณ” ขึ้นมา เย่ซินก็กลืนน้ำลายลงคอด้วยความตื่นตัวและเสียงที่ดังขึ้นอย่างกะทันหันนั้น ก็กลับยิ่งทำให้เย่ซือเหยียนมั่นใจในข้อสันนิษฐานก่อนหน้านี้ได้ และเข้าใจมากยิ่งขึ้นว่าการแสดงในวันนี้มีซูอินที่เป็นเป้าหมาย!เย่ซือเหยียนรู้สึกตื่นเต้นเล็กน้อย เธอสังเกตเห็นว่าทั้งเย่ถิงเซินและหยางซู พวกเขาสองคนไม่ได้มีปฏิกิริยาใด ๆ มากนักต่อเสียงของคุณปู่ในตอนนั้นเธอก็รู้ได้ในทันที ว่าทั้งสองคนเองก็มีส่วนร่วมในแผนการนี้ด้วยเช่นกันส่วนซูอิน......ตอนนี้ ในหัวของซูอินมันขาวโพลนไปหมดเธอเ
หน้าตาที่ดูไร้เดียงสาและอ่อนแอของซูอินแข็งทื่อทันทีชั่วขณะหนึ่ง เหมือนว่าหน้ากากนั้นของเธอจะถูกเจาะจนทะลุ สีหน้าเธอดูไม่ค่อยมั่นใจสักเท่าไหร่ “พี่ซู พี่หมายความว่ายังไง?”“ฮึ หมายความว่ายังไงงั้นเหรอ? น้องอินอิน เธอคงไม่คิดว่าทุกคนจะโง่กันหมดหรอกใช่ไหม? ตั้งแต่ครั้งแรกที่ฉันเจอเธอ ฉันก็เดาได้แล้ว ว่าเธอเป็นคนยังไง ต่อหน้าก็แสร้งทำตัวไร้เดียงสาและอ่อนแอ แต่ในความเป็นจริง ใจกลับดำมืดเต็มไปด้วยแผนการ คุณสนุกกับการใช้หน้ากากที่เธอสร้างขึ้นมาหลอกลวงทุกคน ฉันก็เลยเล่นตามน้ำกับเธอไป แกล้งทำเป็นเชื่อในความดีและความไร้เดียงสาของเธอ”เสียงของหยางซูดังกึกก้องทั่วทั้งศาลาไว้ทุกข์ซูอินฟังแล้วก็รู้สึกบาดหูเป็นพิเศษในตอนนี้ ใบหน้าที่เคยแสดงความไร้เดียงสาของเธอก็เริ่มมีความโกรธปรากฏขึ้นมานิดหน่อยที่อยางซูจะบอกก็คือ ทุกสิ่งที่เขาปฏิบัติต่อเธอ มันเป็นเพียงแค่การแสดงอย่างนั้นน่ะเหรอ?แล้วที่เมื่อวานเขารับปากเธอว่าจะใช้เส้นสายเรียกทนายอู๋มาล่ะ มันเพื่ออะไรกัน?มีคนอื่นอยู่ด้วย ซูอินจึงไม่สะดวกที่จะถามออกมาแต่เมื่อเธอจ้องไปที่ตาของหยางซู กลับทำให้หยางซูเข้าใจในทันทีว่าเธอกำลังคิดอะไร และคิดจะ
Mga Ratings
RebyuMore