LOGIN息子の結婚式当日、私、伊藤美咲(いとう みさき)は夫の伊藤彰人(いとう あきと)に押し出されるように親族席から下ろされ、来賓席の一番後ろに座ることになった。 「蘭子は俺のために一生独身を通してきたんだ。子供もいないんだぞ。 今日一日だけでも母親になりたいって気持ち、分かってやれよ。今日くらい大目に見られないのか」 息子がこの理不尽な状況を止めてくれることを願って見つめたけど、 「そうだよ、母さん。二十年間もお母さんって呼んできたんだから、今日一日だけ蘭子おばさんに譲ってよ。 お茶を差し上げないだけなんだから、そんなに気にしないでよ」 夫と息子の息の合った物言いに、私は二十五年間の結婚生活が全て嘘だったような気がする。
View More"500 juta untuk pengobatan ibumu, tapi dengan syarat, gauli istriku sampai hamil!"
Degh! Jantung Bayu seolah berhenti berdetak usai mendengar perintah dari suami bosnya sendiri, Rio. Dia yang masih dibalut keringat usai mengepel, mendadak diminta ke ruang CEO dan menerima perintah di luar nalar. Sementara Maudy, sang CEO yang merupakan bos di tempat Bayu bekerja, hanya bisa diam tertunduk melihat perilaku suaminya. “Ini… apa… maksudnya Pak Rio?” tanya Bayu ingin memperjelas maksud dari suami bosnya tersebut. “Kurang jelas? Uang dalam cek ini akan menjadi milikmu, jika kamu bisa menghamili istriku! Kamu punya tubuh yang bugar dan atletis, aku yakin benihmu juga bagus. Tapi, jangan sekali kali kamu berani buka mulut soal ini!” tegas Rio. Beberapa hari lalu, di sebuah rumah sakit, Rio dan Maudy terpaksa harus melakukan test kesuburan organ reproduksi mereka. Bukan tanpa sebab semua itu dilakukan, karena sudah hampir tiga tahun mereka menikah, tetapi belum juga memiliki keturunan. Awalnya Rio menolak hal tersebut, karena sebagai pria harga dirinya akan runtuh jika diketahui mandul. Apalagi, selama ini Rio juga punya masalah dengan organ reproduksinya yang tidak bisa tahan lama, sehingga Maudy sempat mengira bahwa suaminya yang bermasalah. Pada akhirnya Rio menyetujui pemeriksaan itu, tetapi dia memilih untuk berangkat sendiri tanpa Maudy. Karena Rio hanya ingin mendengar hasil pemeriksaan seorang diri. "Saya sudah meninjau hasilnya berulang kali, Pak Rio, dan hasilnya sama. Kondisi ini... bersifat permanen. Secara medis, Anda tidak akan bisa memiliki keturunan," terang Sang Dokter tanpa ada keraguan akan hasil tersebut. Dunia di sekitar Rio seolah berhenti berputar. Kalimat itu menghantam dadanya, menyisakan sesak yang luar biasa. Namun, di balik rasa syok yang melumpuhkan, ada ketakutan lain yang jauh lebih dingin merayap di benaknya. "Permanen? Maksud Dokter, benar-benar tidak ada peluang untuk sembuh? Dengan cara Operasi misalnya? Atau terapi hormon?" tanya Rio untuk meyakinkan dirinya sendiri. Dokter Gunawan menggeleng perlahan. "Maafkan saya. Kerusakannya sudah terlalu sistemik," jelas Sang Dokter. Rio menyandarkan punggungnya, menatap kosong ke langit-langit ruangan. “Mampus aku!” batinnya berteriak. Bayangan wajah Ayahnya yang kaku dan penuh tuntutan langsung melintas. Ayahnya menuntut keturunan sebagai penerus bisnisnya. Rio meratap. Tanpa seorang anak, dia tidak mendapat hak apapun atas semua perushaan dan rumah mewah itu. Semua fasilitas mewah, mobil sport, dan posisi owner yang hampir digenggamnya kini terasa menguap begitu saja. Rio tidak bisa tinggal diam, dia harus mencari cara agar dia dan Maudy punya anak. Apapun caranya, Maudy harus hamil. Sehingga muncul rencana jahat di otaknya dengan menyewa laki laki untuk menghamili istrinya, yang nantinya akan dia akui sebagai anak kandungnya. Dan Bayu, adalah laki laki sial yang menerima tawaran itu. Bayu pun terdiam usai mendengar perintah konyol itu. Itu bukanlah perintah yang mudah diterima begitu saja. Tapi saat mendengar nominal uang lima ratus juta, mendadak dia teringat pada Ibunya. “Ibu butuh uang ini, tapi…. Tugas ini terlalu konyol!” gumam Bayu di dalam hati. Satu minggu yang lalu Ibunya Bayu terbaring di rumah sakit dengan diagnosa gagal ginjal. Untuk kesembuhannya, perlu dilakukan transplantasi ginjal yang tentunya membutuhkan biaya yang besar. Bayu hampir frustasi mencari biaya operasi senilai 125 juta, bahkan sudah menyerah dan mempersiapkan diri jika harus kehilangan Ibunya. Akan tetapi, mendadak ada yang menawarkan dirinya tugas dengan upah yang besar. Bahkan tugasnya bisa dibilang sebuah kenikmatan dunia. “Menghamili Bu Maudy? Bahkan dalam mimpi pun aku tidak berani membayangkan lekuk tubuhnya, dan sekarang aku malah nyata nyata dibayar untuk menghamilinya? Apa aku sedang beemimpi?” gumam Bayu di dalam hati sambil menepuk pelan pipinya untuk meyakinkan bahwa dirinya tidak sedang bermimpi. Sementara itu, Rio bukan tipe orang yang mau menunggu. Dia juga bukan sedang memberikan Bayu tawaran, melainkan sebuah perintah mutlak yang tidak bisa ditolak. “Terima atau angkat kaki dari perusahaan ini. Dan nama kamu telah diblacklist dimana pun. Tidak ada instansi yang bersedia menerima kamu!” gertak Rio, dan seketika membuat Bayu terpaksa menyetujuinya. Selain karena digertak, dia juga memang butuh uang itu. “Ba..baik Pak Rio. Sayaaaa… saya akan menerima tugas ini,” jawab Bayu dengan terbata bata. Setelah memberikan jawaban pada Rio, otak Bayu berkelana. "Main sama Bu Maudy? Kira kira seperti apa ya rasanya? Dari luar aja tubuhnya kelihatan putih dan mulus, gimana kalau dilihat dari dalam? Apalagi bayangin kalau dia sedang bergoyang diatas ku? Huuuuh, pasti seruuuu!" celetuk Bayu di dalam hati. Otak mesumnya sudah membayangkan seperti apa aksi Maudy di ranjang. Rio tersenyum lega mendengar jawaban Bayu. Sungguh berbeda dengan raut wajah Maudy tertunduk lesu. Masih belum bisa dia terima keputusan suaminya yang nekat menyewa laki laki untuk menghamilinya. Apalagi laki laki yang dia pilih adalah seorang OB. Sejenak Maudy mengangkat pandangannya, lalu sekilas memperhatikan penampilan Bayu dari ujung kaki hingga ujung rambut. Dan sialnya, saat pandangan Maudy tepat di wajah Bayu, pandangan keduanya tepat bertemu. Maudy segera membuang pandangan, sementara Bayu kembali menundukkan kepala. Tetapi, OB beruntung itu masih menyimpan sejuta pertanyaan di otaknya. “Kenapa pandangan Bu Maudy padaku berbeda dari sebelumnya? Apa, jangan jangan dia sudah mulai tergoda denganku? Karena kan sebenarnya aku ini lebih ganteng dari pada suaminya, badanku juga lebih berotot dari pada Pak Rio yang kerempeng. Bisa jadi itunya juga kecil…” Bayu terkekeh membayangkan isi otaknya yang liar. Bahkan dia masih melanjutkan pikiran konyolnya itu “Setelah melihat fisik ku, pasti Bu Maudy sudah membayangkan aksi hebatku di ranjang. Sayangnya aja nasibku buruk harus pakai seragam OB ini. Coba kalau aku pakai jas dan sepatu kayak Pak Rio, pasti semua wanita tergila gila padaku.. Hahahahhahahah!” Bayu makin berbangga diri dengan fisiknya. Akan tetapi dengan cepat dia membuyarkan lamunannya itu agar tidak menimbulkan masalah dengan bosnya. Meski dia tergoda dengan tubuh Maudy, tetapi dia tetap harus sadar diri dan menghormati bosnya tersebut. Dan sebelum dia meninggalkan ruangan, Bayu menanyakan sesuatu kepada bosnya. “Maaf Pak Rio, apa saya boleh menanyakan sesuatu? “Katakan,” “Di dalam tugas ini, apa ada aturan tertentu yang boleh dikerjakan dan yang tidak boleh dilanggar?” “Maksud kamu?” Rio balik bertanya dengan kening mengerut. “Emm, maksud saya. Apakah dalam melaksanakan tugas nanti, saya boleh memakai banyak gaya dengan durasi yang lama?” tanya Bayu dengan pelan dan sedikit ragu. Dan hal itu seketika membuat Rio dan Maudy membulatkan kedua bola mata mereka ke arah Bayu. Di satu sisi Maudy terkejut dengan kata kata Bayu. “Banyak gaya dan durasi lama”. Karena selama ini Maudy belum pernah merasakannya bersama dengan Rio. Sementara Rio sendiri, dia merasa tersindir dengan pertanyaan itu karena belum sampai mencoba banyak gaya, dia sudah tumpah duluan. “Jangan macam macam! Tugasmu hanya membuat istri saya hamil, jangan pikirkan hal lain!” bentak Rio sembari menggebrak meja di depannya hingga membuat Bayu gemetar. Tetapi dengan polosnya dia masih lanjut bertanya. “Maaf Pak Rio jika pertanyaan saya tadi lancang. Tapi jujur, saya tadi serius bertanya. Dalam melaksanakan tugas saya nanti, saya boleh pakai gaya apa saja? Takutnya, saya lancang dan tidak sopan.” Rio menarik nafas dalam lalu menghembuskannya dengan kasar. Sebisa mungkin dia menahan diri. Dia tidak tau apakah Bayu benar benar bertanya atau sedang menyindirnya. “Kurang ajaarr! Anak ini kayaknya sengaja nyindir aku. Tapi nggak mungkin. Mungkin dia memang benar benar bertanya. Lagian soal ini kan hanya aku dan Maudy yang tahu. OB ini nggak mungkin tau kalau aku gak tahan lama dan gak bisa banyak gaya!”和樹は俯いたまま、申し訳なさそうな目で言った。「母さん、助けてくれないか」「優子の世話?和樹、あなたは私の子供だから、できることは手伝うわ。優子をここに住まわせて、私が面倒を見ることはできるわ」和樹はさらに深く俯いて言った。「優子じゃなくて……蘭子さんの……」私は眉をひそめ、苦笑した。これが本当の目的だったのか。よくもまあ、この状況で、厚かましくも私に蘭子の世話を頼みに来るものだ。それとも、私が優しさで折れると思ったのか。私は表情を冷たくして言った。「和樹は考えが足りないだけかと思っていた。親子の縁があるから許してきたけど。今分かったわ。あんたには心がないのね。犬を飼う方がましだったわ。もう二度と来ないで。」和樹は何も言えず、しょんぼりと帰っていった。その後しばらく、彼らの消息は聞かなかった。後で聞いた話では、蘭子は高齢妊娠で入院を余儀なくされ、彰人は看病で家と病院を行き来するうちに倒れてしまったそうだ。二人とも入院することになり、和樹は会社の仕事と妊娠中の山田優子の世話で手一杯なのに、さらに二人の面倒まで見なければならなくなった。何度も看護師を頼もうとしたが、蘭子が嫌がって断り、さらには私に世話を頼むよう彰人に懇願したという。「お腹の子は和樹の弟なんだから、美咲さんにも責任があるはず」などと。その時初めて、彰人は激怒した。コップを投げつけ、黙れと怒鳴ったそうだ。病室は大騒ぎになった。彰人と蘭子は言い争い、和樹は止められず、諦めて帰ってしまった。その夜、蘭子は流産した。精神的なショックと年齢的なリスクで、赤ちゃんは守れなかった。彼女はベッドで泣き崩れ、彰人は冷ややかに座ったまま、慰める様子もなかった。若かりし日の初恋が、老いてなお続くと思っていた。蘭子は特別な存在だと信じていた。でも時が経ち、その想いはとうに終わっていたことに気づいた。自分の愚かさに気づくのが遅すぎた。そのせいで全てを台無しにし、私を何度も傷つけてしまった。今さら取り戻そうとしても、間に合うだろうか。彰人と高橋蘭子の離婚は、周囲で話題になった。うわさは耳に入ったが、私は関心がなかった。最近は料理教室に通い始め、新しいレシピを覚えることに夢中だった。彼らのことを気にす
そう言って、彼を振り返ることもなく立ち去った。彰人はあの後ろ姿を見つめ、初めて見知らぬ人のように感じた。あれはいつもの美咲ではなかった。彼女はいつも控えめで、無口で、目立たない人だった。彼が彼女と結婚したのは、蘭子との別れがあったこともあるが、彼女の穏やかな佇まいに心惹かれたからでもあった。離婚後、私は団体旅行に参加し、国内を旅して回った。共通の知人から事情を聞かれても、何も話さなかった。ただ相性が合わなかっただけと答え、離婚後も誰の悪口は言わなかった。伊藤彰人が何をしたとしても、幸せな時もあった。私も本当に愛していた。一緒に暮らさなくなっただけで、憎み合う必要はないと思った。蘭子は彰人の家に住むようになり、間もなく二人は結婚した。和樹は表向きは何も言わなかったが、内心では複雑な思いがあったようだ。蘭子はまだ五十歳で、妊娠の可能性もないわけではなかったから。私は一ヶ月以上も旅を続けた。以前は旅行に行きたくても、いつも遠慮があった。結婚後は彰人の都合を気にし、出産後は和樹の世話があった。結果として二十年以上、どこにも行けなかった。まるで井の中の蛙のように。だから和樹が父親に、なぜ裕福な家なのに母は世間知らずなのかと聞いていたのも納得できる。その時、彰人はこう答えたそうだ。「だから近づくな。愚かさが移るぞ」それ以来、和樹は送り迎えも勉強の相談も避けるようになった。「ママは頭が悪いから、近づいちゃダメなんだ。僕も馬鹿になったら、パパに嫌われちゃう」と言った。なんて皮肉なことだろう。今は、私の方が彼らと距離を置くことを選んだ。絵画の腕も上がり、SNSでフォロワーも増えた。時々依頼も来るようになり、受けている。穏やかな日々を送りながら、カルチャーセンターの仲間たちとボランティア活動もしている。山間部の子供たちに支援物資を届けたり。微力だと分かっていても、何もしないよりはいいと思っている。山から戻ると、マンションの前で和樹が待っていた。ちらりと見ると、優子のお腹が少し大きくなっていた。妊娠しているようだった。二人を部屋に通すと、和樹は複雑な表情で私を見つめた。しばらくして、やっと口を開いた。「母さん、どこにいたの?電話も通じなくて」「ああ」と私は曖昧に答えた。
ペットボトルの水を一口飲んで、額の汗を拭った。「ええ」「私のせいですか?美咲さん、私のことを気にしないでください。彰人さんと私は、ただの友人です。美咲さんを傷つけるつもりは全くありませんでした」蘭子は柔らかく微笑んで言った。「申し訳ありません。美咲さんの家庭を壊すつもりは全くなかったんです。私が戻ってきたのは、若い頃の心残りを埋めたかっただけ。あの時、彰人さんと別れることになっても、恨んではいません。気に病む必要はありません。一度会って別れるつもりでしたが、彰人さんのことが心配でまたしばらく残ってしまった。今度は美咲さんも彼を離れようとしている。女性にとって、家族こそが全てじゃないですか。理想を追いすぎないでください」私も微笑みを返した。「高橋さんの過去の思い出は私には関係ありません。でも、あの人を引き受けたいなら、どうぞ」彼女は口元を緩めて言った。「強がる必要はありません。彰人さんの良さは誰にも分かります。どんな女性でも、手放したくないはずです。私たちは昔は恋人でしたが、今は友人です。恋愛と友情の違いは分かりますよね。私の存在を気にしないでください。ただ、後悔したくないだけなんです。美咲さんは彰人さんの妻なんですから、分かってあげてください」私は立ち上がり、穏やかに言った。「君たちの思い出は好きなように作ればいい。私には関係ないことです。それに、高橋さん。恋愛と友情の区別くらい私にも分かります。本当に一緒になりたいなら、どうぞ。ただ、この年齢で変な噂を立てられたら困りますよね」蘭子の表情が一変した。私はその場を後にした。後で彼女が彰人に何か言ったようだ。その日の午後、彰人から電話があり、離婚を承諾すると。和樹は反対して、何度か押しかけてきた。彼の気持ちは分かるが、これは私の権利だ。誰にも後ろめたさはない。離婚届の受理まで、あと数日かかる。彰人の資産は十分なもので、半分以上もらっても、残りで一生贅沢に暮らせるほどだ。英会話教室にも通い始めた。学生時代は真面目に勉強しなかったから、今からは大変だ。家事から解放されて、時間に余裕ができた。食事と睡眠以外は、絵画と英語の勉強。海外旅行がしたいから。通訳は頼みたくないから、自分で必死に勉強している。昔少し習っていたから、そこま
「いい加減にしろ。確かに彼女とは昔付き合っていた。でも、それはもう過去の話だ。それだけのことを、いつまでも引きずるつもりか。それとも、この旅行が気に入らないのか。これは息子の希望なんだ。大切な時期だろう。お前だって息子の幸せを願うはずだ。それに蘭子は俺のために結婚もせずに待ってくれた。申し訳ない気持ちでいっぱいなんだ。息子も俺の気持ちを理解して、彼女に恩返ししたいと思ってくれている。それも反対するのか。美咲、いつからこんな意地の張る人間になったんだ」彼の言い逃れを聞きながら、私は気づいた。私は本当の彰人を全く知らなかったのだと。彼は自分の非を、いつも私のせいにしてしまう人だった。今まで息子のため、家庭のために黙っていた。でも、もう我慢する必要はない。私は彼の言葉を遮った。「伊藤彰人、離婚しましょう。離婚協議書はテーブルに置いてあります。確認してサインしてください。後日、区役所に行きましょう」そう言って電話を切った。私は口べたで、彼に言い負かされるだけ。もう無駄な言い合いはしたくなかった。穏便に離婚できれば、それでいい。和樹は私が離婚を決意して引っ越したと聞き、怒って押しかけてきた。私は心の中で嘲笑った。一ヶ月も連絡のなかった息子が、今更何を言おうとしているの?彼は怒りに震えながら、私を指差して言った。「いい加減にしてよ。五十過ぎて何を騒いでるんだ。離婚なんてとんでもない。父さんは蘭子おばさんと少し旅行に行っただけじゃないか。二人とも年なんだから、そんな心配要らないだろう。大目に見ればいいじゃないか。更年期でも来たのか。離婚するにしても、なんでこんな条件なんだ。父さんの財産の半分なんて、図々しいにも程がある」優子は隣で彼の腕を軽く引き、言葉を和らげるよう促した。そして私に申し訳なさそうに「お母さん」と呼びかけた。私は軽く頷いただけで、冷静に答えた。「和樹、君も結婚したんだから分かるはず。夫婦の共有財産というものを。お父さんの稼ぎの半分は私の権利よ。二十五年間、私は君たち親子の面倒を見てきた。家政婦を雇っていても、二十五年分の給料は相当なものよ。私の分を主張するのは当然でしょう」和樹は食って掛かった。「でも母さんは家政婦じゃないだろう。母親で、父さんの妻な
翌朝目覚めた時、いつものように隣を手探りしたが、冷たい布団があるだけだった。部屋を出ると、スリッパは普段の場所に置かれ、テーブルの魔法瓶のお湯も満タンのままだった。しばらくして気がついた。彰人は昨夜一晩中帰っていなかったのだ。携帯を手にした時、指が震えているのに気づいた。そして悲しい現実を突きつけられた。電話で問い詰める勇気すらない自分がいた。昨日の結婚式でも、一言も言い返せなかったようだ。二十五年という歳月で、彰人は私を完全に従順な妻に仕立て上げていた。かつての無口で退屈な性格から、ただ従うだけの、反抗する術も知らない人間になってしまった。携帯が手から滑り落ち、手足が
私は客席に座ったまま、込み上げてくる怒りを必死に抑えていた。私の命がけで産んだ子が、今は床に跪いて他人を母と呼んでいる。式には大勢の人が来ていて、内情を知っている人も少なくなかったが、彰人の威厳があまりにも強く、誰一人として声を上げる者はいなかった。壇上の彰人は黒のスーツ姿で、五十を過ぎているのに、凛とした姿に歳月を感じさせなかった。蘭子は晴れの日にふさわしい、赤いチャイナドレスに白のショールを合わせた装いだった。二人は長年連れ添った夫婦のように見えた。一方の私は淡いピンクのドレスを着て、片隅に一人佇み、まるで部外者のようだった。負け犬という言葉では言い表せないほど
息子の結婚式当日、私、伊藤美咲(いとう みさき)は夫の伊藤彰人(いとう あきと)に押し出されるように親族席から下ろされ、来賓席の一番後ろに座ることになった。「蘭子は俺のために一生独身を通してきたんだ。子供もいないんだぞ。今日一日だけでも母親になりたいって気持ち、分かってやれよ。今日くらい大目に見られないのか」息子がこの理不尽な状況を止めてくれることを願って見つめたけど、「そうだよ、母さん。二十年間もお母さんって呼んできたんだから、今日一日だけ蘭子おばさんに譲ってよ。お茶を差し上げないだけなんだから、そんなに気にしないでよ」夫と息子の息の合った物言いに、私は二十五年間の結
財産分与は六対四にした。半々にしようかとも思ったけれど、そんな必要はないと思い直した。自分でも意外だった。こんな年になって、一生従順に生きてきた私が、離婚を切り出すなんて。若い頃は父の言う通りに、学校も、人付き合いも、仕事も、全て決められた道を歩いてきた。結婚してからは瑾也の望む通り、子育てと家事に専念する良妻賢母になった。今度は息子の言うことを聞くべきなのだろうか。何度も自分に問いかけた。でも答えはいつも同じだった。いいえ。もう十分。私も、自分の人生を生きたい。彼らは失った恋を取り戻したいというのなら。私だって、本来の自分、あの生き生きとした自分を取り