Setelah insiden kantin yang memalukan itu, Kella kembali ke kelas setelah membersihkan sisa-sisa makanan yang menempel di seragamnya. Ia menolak ajakan Aletta ke ruang UKS, memilih untuk duduk diam di bangkunya. Teman-teman sekelasnya sesekali lewat sambil menutup hidung dan berbisik, "Bau sampah beasiswa."Kella tidak peduli. Ia justru memanfaatkan momen itu untuk menunduk, menyembunyikan tatapan matanya yang sedang merekam setiap wajah yang menertawakannya."Kella, kamu beneran nggak apa-apa?" Aletta bertanya pelan, matanya berkaca-kaca melihat kondisi Kella."Aku oke, Ale. Cuma baju, bisa dicuci," jawab Kella datar, sangat kontras dengan keributan yang baru saja terjadi. Dalam pikirannya, ia sudah menandai Azzam sebagai subjek yang harus ia waspadai bukan karena kekuasaannya, tapi karena sifatnya yang sulit ditebak.***Di Kediaman AmersolnSesampainya di rumah, Kella disambut oleh Maudy yang sudah menunggu di ruang tengah. Begitu melihat kondisi Kella yang berantakan, Maudy langsun
Huling Na-update : 2021-07-17 Magbasa pa