Rahasia Si Gadis Cupu

Rahasia Si Gadis Cupu

last updateLast Updated : 2021-10-01
By:  Ayakshara_senjaCompleted
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel16goodnovel
Not enough ratings
16Chapters
3.7Kviews
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Kella gadis yang cerdik dan pintar. Dia memiliki sebuah tujuan sekolah di SMAN 1 Teknikal, dia juga memiliki banyak rahasia. Lika dan liku yang dia hadapi, dimana pembullyan yang ia terima, bahkan berbagai cacian dan hinaan ia terima dengan hati yang berlapang dada. Tetapi suatu hari, ketika dia sedang menjalan sebuah misi yang telah ia rencanakan. Seorang pria bernama Azam selalu mengikutinya dan mencari sesuatu darinya. Sehingga, rahasia yang telah Kella sembunyikan terungkap olehnya. Apa yang harus Kella lakukan? jika semuanya terungkap, apakah misinya akan gagal? Ikuti ceritanya...

View More

Chapter 1

Kedatangan di Sekolah Baru

Angin pagi yang dingin menyeruak dari pegunungan, membungkus gerbang besi tempa Moels International School yang megah. Di sinilah, di jantung salah satu institusi pendidikan paling elit dan berkelas di Asia Tenggara, Kella memulai penyamarannya. Kella, yang baru berusia tujuh belas tahun, bergerak di antara mobil-mobil mewah berharga fantastis seolah ia adalah bayangan yang tak diinginkan. Ia sengaja menanggalkan semua atribut kecantikannya, kecerdasan mata dan postur elegan, dan menggantinya dengan paket ‘siswa paling cupu yang pernah ada’.

Rambut hitam pekatnya dibiarkan jatuh dalam dua kepang kaku yang dipadukan dengan kemeja seragam kebesaran berwarna krem yang lusuh, menutupi lekuk tubuhnya. Namun, fokus utama dari penyamarannya terletak pada kacamata berbingkai asetat tebal berwarna merah tua yang menutupi sepertiga wajahnya, memberikan kesan mata yang kecil dan pandangan yang canggung.

Setiap langkah Kella di atas jalur marmer mengilat menuju lobi sekolah terasa disengaja, sebuah akting yang harus sempurna. Moels adalah titik nol pencariannya. Sepuluh tahun yang lalu, ibunya ditemukan tewas, dan laporan resmi kepolisian menutup kasus itu dengan klaim sederhana: bunuh diri. Kella tahu itu kebohongan. Ibunya, ilmuwan brilian yang selalu memandang hidup dengan optimisme tiada batas, tidak akan pernah menyerah. Ia ada di Moels bukan untuk belajar, melainkan untuk membongkar fondasi kebohongan yang telah merenggut kebahagiaannya.

"Minggir, kamu menghalangi jalan," suara bernada tinggi dengan aksen Inggris yang berlebihan menyentak Kella.

Kella bergeser sedikit, menundukkan pandangannya. Di sekitarnya, para siswa Moels. Putra-putri para menteri, duta besar, dan taipan menatapnya dengan campuran rasa ingin tahu yang singkat dan jijik yang mendalam. Mereka adalah bagian dari ekosistem kekuasaan yang mungkin saja melindungi pembunuh Ibunya. Ia harus menjadi objek yang tidak patut diwaspadai.

Kacamata tebal itu, ironisnya, adalah satu-satunya benda yang menghubungkannya dengan kecerdasan superior Ibunya. Itu adalah Future-Sight (FS) Lens, sebuah teknologi prototipe yang dikembangkan Ibunya. Bukan sekadar lensa korektif, kacamata ini adalah antarmuka digital canggih, senjata pertahanan dan serangan bagi Kella.

Kella menyentuh bingkai kacamata secara halus, sebuah gerakan yang mengaktifkan mode scanning biometrik dan intelijen lingkungan tingkat rendah. Seketika, pandangannya dipenuhi dengan lapisan data yang tak terlihat oleh mata telanjang:

[ANALISIS LINGKUNGAN MOELS]: Kepadatan Pengawasan: Tinggi. Total Kamera Tersembunyi: 147 Unit. Titik Akses Wifi Tidak Aman: 4. Pelajar dengan Akses Keamanan Level-B: 43% .

Kella memproses data tersebut dalam hitungan milidetik. Ia harus sangat berhati-hati.

Tiba-tiba, sentuhan jarinya mengaktifkan memori yang disimpan dalam chip kacamata itu, memunculkan kilasan masa lalu yang cepat:

[RECALL MEMORY: 10 TAHUN LALU]

“...Kella, kacamata ini adalah matamu. Warisan kita. Hanya kamu yang bisa melihat kebenaran,” bisik Ibunya, suaranya tercekat karena ketakutan yang tersembunyi. Ibunya memasangkan kacamata itu ke wajah Kella yang kecil. “Jangan pernah lepaskan. Lihatlah, Nak, lihatlah masa depan yang mereka coba sembunyikan.”

Kella menarik napas panjang. Ia harus membalas kepercayaan itu.

Pagi yang tegang di Moels hanyalah kelanjutan dari drama yang ia alami di rumah. Ayahnya, pewaris bisnis besar yang kini bersikap dingin dan kejam, adalah bagian tersulit dari akting ini. "Kau yakin akan mengenakan itu, Kella?" suara Ayahnya terdengar datar, nyaris tak bernada. Ia duduk di ujung meja makan besar mereka. "Kau tampak seperti badut dari sirkus yang gulung tikar."

Kella menunduk dalam-dalam, membuat kepangnya semakin tampak lusuh. "Maaf, Ayah. Kella tidak punya yang lain."

"Tentu saja dia tidak punya, Sayang," Ibu Tiri Kella, Miranda, menyahut dengan suara yang terdengar meremehkan, namun ada nada tertekan yang tersembunyi. "Anak sepertinya tidak tahu apa itu selera. Kuharap kau tidak membuat malu nama keluarga di Moels, Kella. Kau tahu bagaimana Ayahmu membenci ketidaksempurnaan."

Kacamata Kella berkedip. Dalam sekejap pandangan, teks digital merah muncul: WARNING: EMOTIONAL SUPPRESSION EXTREME. Kella melihat Ayahnya menyentuh cincin di jarinya, sebuah kebiasaan lama yang ia lakukan saat sedang sangat sedih.

Kella tahu, Ayahnya tidak membencinya. Perlakuan kejam dan dingin ini adalah tameng. Ayahnya sedang melindunginya dari bahaya tak terlihat, bahaya yang mungkin telah menghapus Ibunya dari dunia ini. Dan Miranda, Ibu Tirinya yang selalu tampil jahat, juga memainkan peran dalam sandiwara ini, sebuah fakta yang Kella ketahui, walau ia belum sepenuhnya mengerti.

"Aku akan kembali nanti sore, Ayah," ujar Kella lirih, sebelum segera berbalik dan meninggalkan rumah besar itu.

Begitu Kella melangkah masuk ke aula utama Moels, ia merasakan sebuah tatapan yang berbeda itu bukan jijik, melainkan rasa ingin tahu yang tajam. Di tengah kerumunan yang mengaguminya, berdiri seorang pemuda tampan dengan rambut cokelat muda dan senyum sombong yang terkenal di seluruh sekolah. Dia adalah Azzam, siswa paling populer, cerdas, dan, sayangnya bagi Kella, paling tampan. Azzam menyilangkan tangan, menyandarkan bahu ke dinding marmer, dan mengamati Kella dari ujung kepala hingga ujung kaki dengan ekspresi heran. Ia mendekat, diikuti oleh dua orang temannya.

"Hei, Nona Kepang Dua," sapa Azzam, suaranya rendah dan sinis, "kau yakin tidak salah masuk? Kami tidak mengadakan acara kostum tahun ini."

Kella mengatupkan rahang, mempertahankan persona 'cupu' yang gugup "A-Aku siswa baru. Kella."

Azzam memiringkan kepalanya, matanya menyipit ke arah kacamata tebal itu. "Kau mengenakan kacamata yang bahkan Paman Buta kami tidak akan sudi memakainya. Menarik." Ia berbisik pada temannya, "Kau lihat, dia pasti menyembunyikan sesuatu. Tidak mungkin orang sekolahan kita se-'eksentrik' ini."

[FS TERSULUT: WARN LEVEL 3 – AZZAM]

Tiba-tiba, kacamata Kella memancarkan kilasan samar, lebih kuat dari sebelumnya.

Kilasan masa depan yang sangat cepat:

Azzam, di tengah malam, melindungi Kella dari sekelompok pria berseragam gelap. Azzam menatap Kella dengan keputusasaan yang mendalam. Lalu, kilasan itu menghilang, digantikan oleh bayangan pernikahan mereka yang tertutup salju.

Kella membeku, jantungnya berdebar kencang, bukan karena ketakutan, tetapi karena kebingungan emosional. "Mengapa kau menatapku seperti itu?" tanya Azzam, sedikit bingung karena kebisuan Kella.

Kella menggelengkan kepalanya dengan cepat. "Maaf. K-kaca mataku kotor," dustanya, segera menjauh, membawa rahasia besarnya dan pandangan masa depan yang rumit itu bersamanya. Pencarian Kella baru saja dimulai, dan ia sudah menemukan intrik, musuh palsu, dan, yang paling berbahaya, cinta sejati yang terbungkus dalam bahaya besar.

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
16 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status