Pintu ruang utama terbuka, ketiga sesepuh itu keluar satu per satu dari dalam.Ahli farmakologi, Farzin!Ahli ortopedi, Nadiem!Raja Akupunktur, Labh!Saat ini, raut wajah ketiga Dokter itu tampak serius.Begitu melihat ekspresi mereka, hati Petro langsung berdebar keras. Firasat buruk segera menyergap. Dia melangkah cepat ke depan dan bertanya, "Para dokter sekalian, ayahku ....""Profesor Petro, kondisi ayahmu nggak optimis," kata Farzin.Wajah Petro seketika memucat.Arie segera menyusul bertanya, "Dokter-dokter sekalian, sebenarnya penyakit apa yang diderita ayahku?""Penyakit Pak Faiz ini cukup aneh. Terus terang saja, sampai sekarang kami bertiga belum menemukan penyebab pastinya," jawab Nadiem.Labh menambahkan, "Kami bertiga sudah dianggap dokter tua yang berpengalaman. Tapi, penyakit Pak Faiz ini ... ah ...." Dia menghela napas panjang.Labh tidak melanjutkan ucapannya, karena dia yakin semua orang yang hadir sudah memahami maksudnya."Dokter sekalian, apa pun yang terjadi, ka
続きを読む