Kebahagiaan Dirga dan Laras yang tadi memuncak, bahkan yang ditunjukkan melalui ciuman dan tawa bangga, seketika surut drastis dengan kehadiran kalung berlian mahal itu. Wajah cerah dokter tampan mendadak gelap, urat lehernya menegang, dada yang kokoh itu turun naik cepat, dan tangannya yang memegang kartu ucapan Raymond terkepal erat. “Kurang ajar, Raymond!” desis pria itu.Tahu suaminya sudah terbakar amarah, Laras dengan cepat menahan lengan Dirga kuat-kuat. Sorot mata hitamnya memohon. "Jangan, Mas. Jangan, ya, Mas. Ini hari bahagia kita," bisik wanita itu, suaranya bergetar menahan ketakutan. Ia tahu, apa jadinya jika sang suami marah besar.Mata karamel yang indah menatap sengit ke kotak itu. "Raymond harus dikasih pelajaran!" geramnya, suara Dirga memang pelan, tetapi sarat akan ancaman."Hari ini aja, Mas, tahan, ya. Kita harus bahagia," rayu Laras. Ia tidak peduli mereka kini menjadi tontonan utama bagi keluarga besar dan tamu undangan yang saling berbisik. Dinda dan Ra
Last Updated : 2025-12-15 Read more