Biya menyusuri leher Bagas, jari-jarinya menyelusup ke rambut yang sudah berantakan, menariknya lebih dekat. Bibirnya menyerang kembali dengan lapar, rakus, seperti binatang yang baru lepas dari kandang. Bagas menggigit bibir bawah Biya pelan, menariknya hingga Biya mengeluarkan desahan kecil yang teredam, lalu menjilatnya dengan lidah yang panas.“Ahh.”Bagas mendorong tubuh Biya hingga punggungnya menyentuh dinding dingin apartemen, kontras tajam dengan panas yang membara di antara mereka. Ciuman itu menggebu, liar, lidah Bagas menari dengan lidah Biya, saling bertarung untuk dominasi, saling mengejar kenikmatan yang membuat dunia di sekitar mereka lenyap."Mas," gumam Biya di sela-sela ciuman.Bagas tak memberi kesempatan, tangan pria itu kini merayap ke bawah, menyusup di balik kaus tipis Biya, menyentuh kulit telanjang punggungnya yang panas. Sentuhan itu seperti listrik, membuat Biya melengkungkan tubuhnya, menekan dada ke dada Bagas, merasakan otot-otot tegang di bawah jaket ku
ปรับปรุงล่าสุด : 2025-12-13 อ่านเพิ่มเติม