Siang mulai merayap di Roma. Langit yang biasanya biru cerah kini terbungkus awan kelabu tebal, menjatuhkan butiran putih salju yang mulai menimbun di balkon apartemen. Di dalam unit yang hangat, aroma tortila panggang dan mentega cair memenuhi dapur, menciptakan ilusi kedamaian yang semu.Maria, yang sedang mengandung tiga bulan, bersenandung pelan sambil mengayunkan spatula. Namun, pikirannya tak secerah nyanyiannya. Ia melirik George Lazaro Riciteli yang duduk mematung di meja makan. Anak itu, yang belum genap lima tahun, tampak seperti miniatur hidup dari Michele."Ayo makan selagi hangat, George," ucap Maria lembut, menyuguhkan dua piring taco daging panggang dengan salad buah yang segar. Ia mencoba mencubit pipi George, namun anak itu bergeming.George tidak menyentuh makanannya. Sepasang manik mata kebiruannya—warna yang diturunkan dari garis darah bangsawan Mafia yang dingin—menatap kosong ke arah jendela."Aku tidak mau sarapan jika Mommy belum datang," suara George datar,
Last Updated : 2026-02-01 Read more