Hening menjalar di ruangan itu. Beberapa tenaga medis saling berpandangan, tak satu pun berani mengucapkan sepatah kata. Mereka tahu, ini bukan soal medis lagi, melainkan kehendak seorang pria yang hatinya telah lama mati rasa.Dirian melirik singkat ke arah tubuh Viviene yang terbaring tak sadar. Tidak ada simpati di matanya, tidak pula kebencian yang meledak, hanya ketidakpedulian yang menakutkan.“Pastikan dia tetap hidup,” tambahnya pelan. “Aku belum selesai.”Lalu ia berbalik, meninggalkan ruangan medis itu dengan langkah tenang, seolah percakapan barusan sama sekali tidak berarti apa-apa.Di belakangnya, dokter mengepalkan tangan, untuk pertama kalinya menyadari bahwa yang paling rusak di tempat itu bukanl
最終更新日 : 2025-12-10 続きを読む