Suara Dirian pecah di antara hembusan angin malam. Kini ia benar-benar kehilangan kontrol, lututnya hampir menekuk, matanya menatap pintu seolah itu adalah seluruh dunia yang dimilikinya.Di dalam, Selene menunduk, dada sesak, air mata menetes perlahan. Dua anaknya menggenggam tangannya, bingung melihat emosi yang meluap. Namun di balik ketegangan itu, ada rasa hangat yang menembus hatinya, sebuah pengingat, bahwa meski semua berubah, ada satu hal yang tak tergoyahkan: cinta Dirian padanya.Selene menutup mata sejenak, menarik napas panjang, mencoba menenangkan diri, tetapi hatinya tetap bergejolak. Di luar, Dirian masih berlutut, menatap ke bawah pintu dengan penuh harap, tak peduli akan kebanggaan atau harga dirinya. Ia hanya ingin satu hal: Selene mendengar, Selene mengerti, dan Selene kembali padanya.“Tid
最終更新日 : 2025-12-13 続きを読む