“Dia Kayden Hill,” ucap Selene tenang, meski bahunya sedikit menegang. “Putra kepala desa.”Tatapan Dirian memindai lelaki itu dari ujung kepala sampai kaki, dingin dan menilai. Selene sampai menggeleng pelan, ia tahu tatapan itu. Tatapan sebelum seseorang dinilai layak hidup… atau tidak.“Selamat sore,” sapa Kayden sopan, sedikit menunduk. Tangannya terulur mengusap rambut Dagny dengan lembut.“Kay,” panggil Selene cepat, lalu menoleh pada Dirian. “Dia Dirian.”Dirian menghela napas panjang, jelas kesal, terutama saat melihat Dagny dan Divrio berdiri begitu dekat dengan lelaki itu, seolah sudah terbiasa.Kayden tersenyum tipis ke arah Dirian. Tidak menantang, tapi juga t
Zuletzt aktualisiert : 2025-12-14 Mehr lesen