“Kenapa jangan?” Paman bertanya heran padaku.Aku menatapnya gugup. Ruang rawat itu terasa makin sempit sejak mereka datang. Bau obat-obatan dan suara alat monitor yang berdetak pelan di luar membuat kepalaku jadi pening.“Kondisi ibu masih lemah, dia butuh perawatan dokter,” jawabku asal. Berusaha terdengar masuk akal, meski aku sendiri tahu alasanku setengah dipaksakan.Paman menatap Ibu, meminta persetujuan. Tangannya masih bertumpu di sisi ranjang, siap menangkap jika Ibu tiba-tiba limbung lagi.“Aku hanya terkejut, bukan sakit parah.” Ibu menjawab datar tanpa menoleh padaku.“Tapi, Bu—”“Ibumu bisa istirahat lebih nyaman di rumah,” potong Paman tegas.“Kita tidak bisa tinggal lebih lama di sini, mengingat kondisimu juga lemah,” imbuh Bibi.Aku buru-buru mencari alasan lain. "Tetap saja di rumah sakit lebih aman, perawat mudah dipanggil kalau terjadi apa-apa. Aku juga butuh obat." Kata-kataku terdengar berulang dan tak teratur. Bahkan aku bisa merasakan sendiri betapa paniknya dir
Last Updated : 2026-02-21 Read more