Pagi telah tiba dan Haris yang telah terbangun dari tidurnya, berjalan ke arah Anya yang masih terlelap di atas ranjangnya, meminta wanita itu untuk bangun dengan segera, pergi bersama dengan dirinya. Anya yang mendapatkan guncangan di tubuhnya, lantas membuka mata dan cukup terkejut melihat pria di hadapannya. Namun ia tak terlalu banyak bicara pada pria di hadapannya, selain menuruti apa perkataannya dsn berjalan menuju kamar mandi sana. Anya membasuh tubuhnya, membilas keringat yang menempel di tubuhnya serta sisa pelepasan nafsu pria yang kini tengah sibuk dengan ponselnya. Anya terbayang bayang wajah suami dari sahabatnya, yang telah lama memakai tubuhnya. Yang ia pikir sekarang begitu tampan dan memikat hatinya. Hingga Anya pun mencoba menghilangkan perasaannya, sebab ia tahu dan sadar diri bahwa ia bukanlah siapa siapa dan takut jika sang sahabat malah membenci dirinya. Anya teringat akan momen dimana pria itu menyentuh tubuhnya, menikmati setiap inci pori di wajahny
続きを読む