Pagi hari, Sherry bangun lebih awal, menghela napas panjang sambil menatap langit-langit kamarnya. Semalam, Aaron berdiri di bawah tangga, menatapnya dengan sorot mata yang berbeda, rapuh, takut, hampir kehilangan kendali. Ia mengingatnya dengan jelas. Dan justru itu yang membuat hatinya semakin rumit. Sherry bangkit dari tempat tidur. Ia mandi lebih lama dari biasanya, membiarkan air hangat membasuh sisa ketegangan. Saat menatap pantulan dirinya di cermin, ia menghela napas panjang. “Aku tidak boleh langsung luluh,” gumamnya pelan. Bukan karena ia tidak peduli, hustru karena ia peduli. Sherry ingin Aaron mengerti bahwa rasa takut bukan alasan untuk mengikatnya terlalu erat. Dengan wajah yang sudah kembali tenang, Sherry turun ke ruang makan. Aaron sudah duduk di sana, seperti biasa, jas rapi, rambut tertata, ekspresi terkendali. Hanya saja, ada lingkar samar di bawah matanya. Ia jelas tidak banyak tidur. Drake berdiri tidak jauh dari meja, memeriksa laporan di table
最終更新日 : 2026-03-01 続きを読む