Malam itu, suasana di kediaman Deveroux terasa begitu mencekam. Ketegangan yang bermula di pusat perbelanjaan tadi siang seolah-olah terbawa hingga ke dalam rumah, meracuni udara yang biasanya hangat.Gabby duduk bersimpuh di kursi beludru di ruang tengah, menatap ponselnya yang terus bergetar di atas meja. Nama “Rafael” berkedip di layar, seolah-olah memohon untuk diberikan kesempatan bicara.Namun, sebelum jemari Gabby sempat menyentuh layar tersebut, sebuah tangan kekar dengan gerakan cepat menyambar ponsel itu. Leonardo, yang sejak tadi berdiri dalam kegelapan di sudut ruangan seperti seekor singa yang sedang mengintai, kini mengambil alih kendali.Leonardo menekan tombol hijau dan langsung menempelkan ponsel itu ke telinganya. Ia tidak memberikan ruang bagi suara di seberang sana untuk menyapa.“Berhenti menelepon putriku, Rafael,” ucap Leonardo dengan suara rendah, namun sarat akan ancaman yang mematikan.Di seberang sana, suara Rafael terdengar bergetar, dipenuhi dengan rasa ce
Last Updated : 2026-01-14 Read more