"Mas Kendra, ini dasinya mau diganti warna apa? Dari tadi kok ditarik-tarik terus, lama-lama bisa brudul, Mas." Siska menatap bosnya dengan ekspresi antara ngeri dan ingin tertawa. Di dalam ruang kerja CEO Wijanarko Group yang super mewah itu, Kendra Wijanarko sudah seperti setrikaan kaku. Berjalan bolak-balik, merapikan lengan kemeja, lalu berkaca di dinding kaca, memastikan tidak ada satu pun helai rambut klimisnya yang mencuat keluar. "Siska, menurut kamu, warna navy ini buat aku kelihatan terlalu tua, gak?" Kendra berbalik, menatap sekretarisnya dengan wajah datar yang dibuat-seolah-tidak-peduli. "Mas Kendra kan memang sudah dua puluh delapan tahun. Mau pakai warna apa saja, ya tetap kelihatan matang, Mas," jawab Siska jujur. "Tapi kalau maksud Mas Kendra kelihatan tua di depan anak umur tujuh belas tahun, warna navy ini justru membuat Mas jadi kayak om-om mapan idaman remaja itu. Alias gadun." Kendra mendelik tajam. "Sembarangan!" "Siska, sepupu dari pihak ayah Kendra itu ha
Last Updated : 2025-11-06 Read more