“Tidak disangka, kita berdua telah berbaring di sini sepanjang malam.” Kento mengangguk setuju. Langit mulai menunjukkan campuran warna merah muda, merah dan jingga yang pekat. “Matahari akan segera terbit,” tunjuk Asuki.“Iya, sebentar lagi hari akan cerah.” Kento menikmati perubahan langit malam di depannya. Matahari pagi musim semi begitu hangat menyentuh wajah.“Ciptaan-Nya begitu indah.” Mata Asuki berbinar. “Seperti matahari pagi ini, satu hal yang aku ingin kamu tahu Tuan Kento, setiap dari kita memiliki saat yang lemah. Kita manusia, kita bisa berbuat salah dan bisa bersedih. Tapi semua itu sangat normal, aku hanya ingin memberitahumu jika kamu ada masalah, ingin mengatakan sesuatu dan kamu ingin menceritakannya, aku bersedia mendengarnya kapan saja seperti yang telah kamu lakukan padaku hari ini.”Kento diam mengerti dengan maksud Asuki. Dia tahu asistennya bisa merasakan ada sebuah rahasia besar yang disembunyikan rapat-rapat olehnya selama ini.“Aku memang orang luar, aku t
Terakhir Diperbarui : 2026-01-06 Baca selengkapnya