Jacob terdiam. Di matanya, bayangan wajah Dokter Setyo yang ketakutan masih terbayang jelas. Di sisi lain, ia membayangkan Jessie yang duduk di sofa ruang tengah dengan harapan bahwa ayahnya adalah orang baik. Walaupun Jessie selalu diperlakukan tidak adil oleh Arya, Intan dan Kinanti."Aku sedang dalam perjalanan pulang," ucap Jacob akhirnya. Kebohongan itu terasa pahit di lidahnya. "Istirahatlah. Kita bicara nanti.""Jangan bohong padaku, Jacob," suara Jessie sedikit meninggi, ada getaran emosi di sana. "Andi baru saja mengirimkan pesan singkat yang seharusnya untukmu, tapi masuk ke grup koordinasi rumah tangga yang ada aku di dalamnya. Dia menyebut soal 'lokasi Dokter Setyo'. Kau sudah menemukannya, kan?"Jacob memejamkan mata. Kesalahan teknis sekecil itu bisa merusak seluruh benteng yang ia bangun. "Jessie, dengar dulu—""Tidak, Jacob. Aku tidak mau mendengar penjelasan, jika itu hanya kebohongan. Aku akan menunggumu di rumah sekarang. Jika kamu tidak datang dalam tiga puluh men
Terakhir Diperbarui : 2026-01-26 Baca selengkapnya