Wanita yang dipanggil Beatrice itu menurunkan sedikit kacamatanya dengan ujung jari telunjuk. Mata cokelatnya menatap pria di hadapannya dengan tatapan tajam."Kamu terlambat lima menit, Timo." Suara Beatrice terdengar dingin dan angkuh.Pria bernama Timo itu menelan ludah. Ia tahu wanita di depannya bukanlah tipe orang yang suka bercanda. "Maaf, Nona. Sejak kejadian waktu itu, pengamanan di sekitar kantor Bagaskara Group semakin ketat," jawabnya."Terus?" sinis Beatrice."Mereka masih mencari Anda yang kabarnya berhasil kabur ke luar negeri, Nona. Terlebih lagi pengamanan diperketat karena Bu Aya tengah mengandung," jelas Timo.Mendengar nama wanita itu disebut, sudut bibir Beatrice terangkat sedikit, membentuk senyum sinis yang penuh arti. "Begitukah? Jadi Presdir dingin itu sudah mulai menjaga perempuan itu, ya?" gumam Beatrice sambil mengaduk jusnya perlahan. "Menarik. Semakin besar cintanya, semakin besar pula celah yang bisa kita hancurkan."Timo
더 보기