Pagi harinya, setelah semalaman tidak bisa tidur nyenyak. Nila keluar dari kamar dan melakukan aktivitas seperti biasa. Jam baru menunjukkan pukul lima, tetapi ia sudah mulai menyiapkan sarapan untuk orang rumah.Hari minggu, biasanya Bima tidak pergi ke kantor. Nila berinisiatif membuatkan sarapan spesial untuk calon suaminya. Namun, saat tengah fokus memasak, tiba-tiba Nila mendengar suara langkah kaki kecil menghampiri. Awalnya ia mengira langkah kaki itu berasal dari asisten rumah tangga, tetapi saat ia menoleh, ia dikejutkan oleh kedatangan Nabila."Tante .... " Nabila menundukkan wajahnya dan berdiri di ambang pintu. Melihat itu, Nila mendekat, kemudian berjongkok untuk menyamakan tingginya dengan bocah tujuh tahun itu. "Sayang, kamu udah bangun?" Nila membelai lembut rambut panjang Nabila yang sedikit kusut. "Kamu lapar? Mau makan sesuatu?" Ia menoleh ke belakang, melihat meja makan. Di sana tersedia roti tawar dan beberapa jenis selai, cukup untuk sekedar mengisi perut.
Read more