Setelah mengeluarkan barang-barang Bima dari dalam rumah, Yuni bergegas pergi. Namun, perhatiannya tertuju pada Yanto yang baru saja memarkirkan motor di teras.Kemarin malam, tak sengaja ia memergoki Yanto sedang membawa Nila entah kemana. Ia yang penasaran, langsung menghampiri pria itu. "Darimana kamu?" tanya Yuni dengan lirikan sinis. Ia menatap Yanto dari ujung kepala sampai kaki, memperhatikan penampilan pria itu.Tidak seperti biasa, hari ini Yanto terlihat rapih, seperti mau berangkat kondangan. Kemeja lengan pendek dengan celana hitam panjang dikenakan Yanto, lengkap dengan sepatu fantofel hitam. "Mau ngelamar kerja?" Yuni kembali bertanya, mengikuti kata otaknya.Penampilan Yanto memang terlihat seperti ingin melamar kerja di pabrik.Yanto tersenyum sinis, "Mbak ngapain sih nanya begitu? Kepo amat sama urusan orang. Aku mau ke mana kek, terserah aku. Ngapain? Pengen tahu aja."Yuni berdecak kasar, "Urusan kita belum selesai ya! Aku nggak terima kamu peres begitu. Kembalika
Last Updated : 2026-02-13 Read more